Eva Stevany Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Toraja

KabarMakassar.com — Anggota MPR RI, Eva Stevany Rataba, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula SMKN 1 Tana Toraja, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Selasa (11/2). Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta ini berlangsung sangat komunikatif dan penuh semangat. Pasalnya, mayoritas peserta merupakan pelajar.

Dalam paparannya, Eva Stevany menjelaskan, semua masyarakat Indonesia termasuk generasi muda atau kaum milenial harus mencintai NKRI.

“Kita ini terdiri dari berbagai suku bangsa. Bukan untuk terpecah belah, tapi untuk bersatu membangun negeri. Ingat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika menjadi bagian dari pilar bangsa ini,” kata anggota Komisi X DPR RI dari Partai Nasdem itu.

Eva Stevany juga mengajak generasi milenial untuk terus berkaya, agar berbagai kekayaan di Indonesia tak dikuasai oleh asing.

“Mari kita wujudkan keadilan, kemakmuran dengan mempertahankan kedaulatan dan persatuan negeri ini,” ujarnya.

Eva Stevany menjelaskan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, termasuk Ketetapan MPR.

“Selain itu juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah, dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini dapat menjadi umpan balik bagi anggota DPR/MPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Bila dilakukan konsisten, ini adalah angkatan pertama. kita semua bisa berguna untuk bangsa. Karena karakter yang teguh, berintegritas adalah modal dasar dari semua hal,” ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang yang juga hadir sebagai pemateri menyampaikan, negara memandang bahwa keberadaan empat pilar kebangsaan ini penting untuk disosialisasikan melalui lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Rinto mengatakan, dalam perjalanan waktu, terjadi kekosongan terkait diskursus dasar bernegara, sehingga negara memandang penting dan memberikan kewenangan kepada MPR untuk memulainya.

Bahkan, kata dia, saat ini bukan hanya di MPR, tetapi juga di eksekutif dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Setelah rezim Soeharto lepas. Semuanya lepas. Orang melihat di zaman Presiden Soeharto hanya indoktrinasi atau hafalan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Notabene hanya menghafal, padahal jauh lebih penting adalah implementasi,” kata Rinto.

Lebih jauh Rinto mengatakan, persoalan lain yang juga harus mendapat perhatian dan penyelesaian adalah kondisi negara saat ini yang begitu tidak stabil. Hal utu terlihat dari terjadinya pergolakan yang berkaitan dengan ideologi.

“Ketika zaman berubah, hari ini kita disusupi oleh ideologi-ideologi yang berasal dari luar. Ideologi yang cenderung memisahkan,” ujarnya.