Pendaftaran PPK Kota Makassar Berbasis Online

KabarMakassar.com — Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Makassar membuka rekrutmen calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 15 Kecamatan di Kota Makassar berbasis online. Hal ini diungkapkan langsung oleh Komisioner KPU Kota Makassar.

“Pendaftaran hanya dibuka secara online,” kata Endang Sari pada konferensi pers, di Kantor KPU Makassar, Rabu 15 Januari 2020″ ungkap Endang Sari pada press confrence yang berlangsung di kantor KPU kota Makassar Rabu,(15/01/2020).

Menurutnya penerapan sistem online ini bertujuan agar petugas PPK yang terpilih adalah petugas yang tidak gagap teknologi (Gaptek).

“Pada Pemilu sebelumnya, KPU Makassar itu lambat mengupload hasil rekap, sehingga mempengaruhi hasil perhitungan nasional. Setelah ditelusuri di lapangan, ternyata penyelanggaranya gaptek IT. Makanya kita ingin semua penyelanggara tidak boleh gaptek IT,” tambahnya.

Meski demikian, ia menambahkan KPU Kota Makassar tetap akan menunggu hard copy dari persyaratan yang akan diajukan oleh calon petugas PPK.

“Kita tetap berpedoman pada apa yang menjadi aturan di PKPU 13 tahun 2017 dan kemudian surat edaran 12 tahun 2020 tentang pembentukan tadi. Jadi maknanya kami tetap menunggu pendaftaran hard copy” terangnya.

KPU kota Makassar juga menyediakan fasilitas help desk yang nantinya akan standbye di kantor KPU Kota Makassar yang akan memberikan informasi kepada masyarakat yang ingin bertanya terkait proses rekruitmen ini.

“Kami menyiapkan tim help desk di luar dan itu standbye terus untuk kemudian melayani pertanyaan masyarakat Makassar yang ingin bertanya tentang bagaimana pendaftaran PPK ini. Teman-teman help desk akan stand bye di situ kemudian melayani apa yang menjadi pertanyaan dari calon pendaftar nantinya” paparnya.

Pendaftaran PPK akan mulai dibuka pada 18 sampai 24 Januari 2020. Komisioner KPU Makassar, calon pendaftar dapat mengunjungi website http://regppk.kota-makassar.kpu.go.id.

Syarat pendaftar antara lain, warga negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun, tidak menjadi anggota partai politik, berdomisili dalam wilayah kerja PPK dan tidak pernah terlibat dalam tim pemenangan kandidat Pemilu.

Diharapkan petugas PPK yang lolos nantinya dapat bekerja secara profesional, berintegritas dan independen.

KPU Makassar Roadshow Kampus Beri Pendidikan Politik

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menggelar kegiatan “Road to Campus” 2020, dimana KPU Makassar kali ini menggelar di Universitas Bosowa (Unibos) Makassar Senin (13/1).

Unibos merupakan Kampus ke-dua yang dikunjungi oleh KPU Kota Makassar dalam rangka KPU Road to Campus. Dalam kegiatan ini, ada kurang lebih 100 orang peserta yang hadir.

Hadir dalam gelaran KPU Makassar ini, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unibos, Arif Wicaksono serta Komisioner KPU Kota Makassar divisi sosialisasi, SDM dan Parmas, Endang Sari.

Tujuan dari kegiatan KPU Makassar tersebut memberikan pendidikan politik terhadap mahasiswa, menegaskan betapa pentingnya menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan khususnya pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar.

“Angka partisipasi kita sangat memprihatinkan pada Pilwali 2018 lalu, hanya 58 persen sangat rendah, dan Berdasarkan riset kami, penyumbang angka partisipasi terendah adalah warga Kampus, untuk itulah kami hadir di sini”, ungkap Endang Sari, Senin (13/1)

Dekan Fisipol Unibos, Arif Wicaksono mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar, beliau juga berpesan kepada seluruh peserta yang hadir untuk turut serta terlibat pada Pilwali Makassar 2020.

“Karena ini pesta, teman-teman harus menyambut pesta ini dengan ceria dan gembira, keterlibatan mahasiswa penting sekali, karena mahasiswa satu-satunya harapan yang kemudian dianggap masih punya idealisme dan kejernihan hati,” ujarnya.

Menurut Arif Anak-anak muda penting untuk terlibat, sebab mereka adalah generasi penerus, apa yang terjadi sekarang itu akan menentukan yang terjadi kedepan

Peserta begitu antusias mengikuti kegiatan ini, pembahasan terkait Pilkada Kota Makassar sangat menarik bagi mereka, khususnya terkait kemenangan kolom kosong pada Pilwali Makassar 2018.

Pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta juga tidak jauh-jauh dari kemenangan kolom kosong, “Bagaimana kolom kosong bisa menang? adakah upaya dari KPU untuk mencegah adanya calon tunggal sehingga tidak ada lagi peluang bagi kolom kosong untuk menang pada Pilwali 2020 ini?,” ungkapnya.

Endang Sari menuturkan bahwa kemenangan kolom kosong merupakan bukti rasionalitas dari warga Kota Makassar, yang tidak ingin dipilihkan pemimpinnya. Selain itu, kemenangan kolom kosong juga merupakan bentuk kritik Masyarakat kepada proses politik yang tidak sehat. sebagai pernyataan penutup, Endang berharap agar pesta ini meriah, artinya masyarakat disodorkan kandidat pemimpin yang beragam.

“Harapan kami, dalam tagline pesta kita semua, di situ tersirat mimpi kami tentang pemilu yg inklusif, menghadirkan pemilu yang akses, yang tidak membedakan pemilih, dan memfasilitasi mereka hingga ke TPS, pemilih yg demokratis, sebab the real atasan kami adalah masyarakat kota Makassar, kita harus ingat bahwa tidak ada satupun dalam sendi kehidupan kita yang terlepas dari proses politik,” tutup Endang.