KPU Selayar Gelar Uji Coba E-Coklit di Dua Kecamatan

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar telah menggelar uji coba penggunaan aplikasi E-Coklit di dua kecamatan di wilayah daratan Selayar, Jumat (15/5) kemarin.

Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Nandar Jamaluddin mengatakan, aplikasi ini merupakan media pemutakhiran data pemilih secara elektronik yang untuk kali pertama akan diterapkan secara nasional pada Pilkada serentak 2020 dan nantinya akan menjadi bagian penting dari proses E-Rekap.

“Uji coba E-Coklit secara khusus telah dilakukan dan diterapkan di dua wilayah kecamatan berbeda di daratan Selayar, yakni di Kecamatan Bontoharu dan Buki. Proses uji coba E-Coklit merupakan bagian penting proses pencocokan, penelitian serta pemutakhiran data pemilih berbasis smartphone yang dikembangkan untuk membantu dan mempercepat proses coklit data pemilih,” kata Nandar, Sabtu (16/5) malam.

“Aplikasi berbasis smartphone ini dipastikan terhubung secara langsung ke server KPU, dan langsung sinkron dengan Sidalih KPU,” jelasnya.

ekdar diketahui pada pelaksanan uji coba ini, karena situasi dan kondisi (sikon) yang tidak memungkinkan, maka mekanismenya tidak lagi dilakukan secara door to door, dan hanya diterapkan sampai pada level kepala dusun serta perangkat RT di lokasi TPS bersangkutan.

Uji coba penerapan E-Coklit di Kabupaten Kepulauan Selayar ini juga dipantau dan disaksikan secara langsung oleh unsur pemerintah kabupaten yang diwakili Sekretaris Daerah, Marjani Sultan dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Selayar. (*)

Uji Coba E-Coklit di Toraja Utara Berjalan Lancar

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Toraja Utara melakukan uji coba aplikasi E-Coklit pada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pelaksanaan kegiatan itu berdasarkan Surat KPU Sulel Nomor 1012 tentang Uji Coba Aplikasi E-Coklit Pilkada Serentak Tahun 2020.

Ketua KPU Toraja Utara, Bonnie Freedom mengatakan jika ujicoba aplikasi E-Coklit dilakukan di 2 TPS 01 di Kelurahan Tagari Tallunglipu dan di TPS 02 di Lembang Tallulolo.

“Tadi semua komisioner lengkap hadir dan kami berbagi wilayah didampingi oleh dua Kasubag dan beberapa operator data dan PPK setempat.
Kami menerapkan protocol pencegahan covid-19, dengan prosedur jaga jarak, pakai masker, kaos tangan,” kata Bonnie.

Ia mengaku jika aplikasi E-Coklit merupakan terobosan KPU untuk membuat pendataan pemilih lebih akurat, lengkap, transparan dan akuntabel. Menurutnya aplikasi laporan dan masukan masyarakat atas perbaikan data akan lebih cepat dimutakhirkan.

Walau demikian, ia juga mengaku ada kendala dari ujicoba ini karena masih seluruhnya online terhubung internet maka masih bergantung dengan kualitas sinyal dan jaringan internet.

“Ujicoba hari ini cukup lancar dan beberapa catatan masukan pemantapan aplikasi akan kami kirimkan ke KPU Sulsel. Semoga aplikasi ini dapat mendukung data pemilih yang lebih terpercaya yang menjadi salah satu instrument pemilihan yang berintegritas,” jelasnya.

Kata dia, proses kerja aplikasi E-Coklit didahului dengan memasukkan NIK pemilih kemudian lanjut ke tahap berikutnya hingga mengupload data kemudian dikirim ke server. Menurutnya ada beberapa Daftar Inventaris Masalah (DIM) terhadap proses kerja dari Aplikasi E-Coklit tersebut.

DIM ini akan kami tindaklanjuti ke KPU Sulsel untuk menjadi bahan perbaikan dari aplikasi tersebut. Inilah gunanya dilakukan uji coba aplikasi agar kita bisa mengetahui dari awal fitur E-Coklit ini seperti apa dan tentunya ada masukan,” pungkasnya.

KPU Sulsel Uji Coba E-Coklit Serentak pada 24 TPS

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel melakukan uji coba Elektronik Pencocokan dan Penelitian (E-Coklit) serentak pada 12 KPU kabupaten/kota se-Sulsel, Kamis (14/5). Hal itu disampaikan oleh Komisioner KPU Sulsel, Uslimin.

Ia mengaku jika E-Coklit tersebut merupakan yang pertama dilaksanakan secara nasional. Menurutnya E-Coklit itu dilaksanakan pada 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 12 daerah yang akan menggelar Pilkada di Sulsel.

“Hari ini telah dicoba E-Coklit pada 24 TPS dengan rincian masing-masing dua TPS pada KPU kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada,” kata Uslimin.

Ia menambahkan jika pelaksanaan E-Coklit ini mulai dilaksanakan pada pukul 09.00 sampai pukul 16.00. Ia mengatakan berdasarkan data terakhir bahwa ada sekitar 2018 orang yang telah melakukan E-Coklit se-Sulsel.

“Persentase itu sangat bagus yakni 21 persen dengan tingkat persentasi tertinggi yakni KPU Toraja Utara yang berhasil melakukan E-Coklit 387 pemilih, kemudian KPU Luwu Timur 186 pemilih,” ungkapnya.

Lanjut, Uslimin mengatakan jika E-Coklit ini dilaksanakan dengan dua metode yakni online dan offline. Untuk metode online, kata dia, proses E-Coklit agak lebih mudah.

“Jadi ada dua fitur E-Coklit yakni offline dan online. Jika pakai fitur online, itu tidak tersimpan di HP tapi langsung server, kalau offline itu agak sulit karena harus pakai HP dengan kapasitas memori yang besar karena disimpan dulu baru diupload,” jelasnya.