Pelindo IV: Dubai Port Tertarik Kembangkan Ambon New Port

KabarMakassar.com — Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Farid Padang mengatakan, Dubai Port tertarik melakukan kerja sama dengan pihaknya untuk mengembangkan Ambon New Port yang didesain dengan konsep Integrated Port Industri di lokasi Tulehu dan Waai Maluku Tengah.

“Konsep itu kami (Pelindo IV) bahas di Kementerian BUMN pada Jumat (21/2) bersama Wakil Menteri II BUMN dan pihak Dubai Port. Saat itu pihak (Dubai Port) menyatakan tertarik untuk mengembangkan Pelabuhan Ambon bersama Pelindo IV,” jelas Farid melalui pernyataan tertulisnya, Sabtu (22/2).

Menurutnya, selain Pelabuhan Waai Tulehu, Dubai Port juga berminat untuk bekerjasama dengan Pelindo IV mengembangkan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang eksisting.

Dia menyatakan bahwa semua proses kerja sama yang akan dilakukan nanti tetap akan melalui Pelindo IV.

Untuk diketahui, Pelindo IV sendiri sudah melakukan pengembangan Pelabuhan Ambon menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp104 miliar untuk melakukan reklamasi dan CY, serta pengadaan 2 unit alat RTG dan 1 unit alat CC.

“Kami juga telah melakukan peningkatan kapasitas lapangan penumpukan sebesar 100%, yakni dari 100.000 TEUs menjadi 200.000 TEUs,” ujarnya.

Dubai Port Tertarik Kelola Pelabuhan Ambon.

Sementara itu, pihak Dubai Port menyatakan ketertarikannya untuk ikut melakukan pengelolaan Pelabuhan Ambon melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi usai bertemu dengan pihak Dubai Port di Jakarta.

“Saya sudah ketemu dengan pihak Dubai Port. Saya menawarkan beberapa tempat, salah satunya di Ambon. Kami juga sedang melakukan studi dengan Bank Dunia, terkait pelabuhan khusus konsolidasi ikan di sana,” kata Menhub Budi Karya.

Budi Karya mengatakan, tujuan dari penawaran tersebut adalah untuk memperkuat peran pelabuhan-pelabuhan dalam negeri itu sendiri. Sekaligus mengurangi beban APBN dengan adanya transfer dana dan pengetahuan dari swasta yang berpengalaman.

Selain menawarkan Pelabuhan Ambon, Menhub juga menawarkan beberapa pelabuhan lainnya di Indonesia. Namun menurutnya, perusahaan asal Dubai, Uni Emirates Arab tersebut lebih tertarik untuk melakukan kerja sama pengelolaan Pelabuhan Ambon.

“Tapi Dubai Port lebih tertarik dengan yang di Ambon,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Indonesia bersama Dubai Port sudah menjalin kerja sama serupa di Kawasan Industri Gresik, Jawa Timur. Kerja sama itu dijalin Dubai Port bersama Maspion Group untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai terminal petikemas nasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pelabuhan Indonesia Maspion dan DP World Asia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada sekitar Juli 2019 lalu.