Baru 46 Desa di Sulsel yang Lakukan Pencairan Dana Desa Tahap 1

KabarMakassar.com — Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPM) Provinsi Sulsel, hingga Jumat, 21 Februari 2020, baru 46 Desa dari total 2.000 lebih desa di Sulsel yang mencairkan Dana Desa Tahap I.

46 desa tersebut masing-masing di Kabupaten Bantaeng 20 desa, Gowa 2 desa dan Soppeng 24 desa. Total dana desa yang sudah dicairkan sebesar Rp18,9 miliar dari total Dana Desa untuk Sulsel tahun 2020 yang nilainya mencapai Rp2,3 triliun.

“Pencairan dana desa tahun ini kembali dilakukan dalam tiga tahapan. Dimana tahap I 40% tahap II 40% dan tahap III 20%.

Tajap I itu dimulai sejak Januari,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Provinsi Sulsel, Rais Rahman, Senin (24/2).

Untuk tahun ini, kata dia, ada dua kabupaten di Sulsel yang mendapat reward pencairan melalui dua tahapan saja. Reward ini diberikan karena dua kabupaten tersebut mendapat penilaian kinerja dengan pengelolaan Dana Desa yang sangat bagus.

“Jadi tahun ini baru diterapkan, Daerah yang memiliki kinerja bagus dalam pengelolaan dana desa rewardnya mendapat dispensasi pencairan dalam dua tahap. Tahap I 60% dan tahap II 40%, itu Maros dan Barru,” sebutnya.

Menurut Rais, untuk bisa memperoleh reward tersebut, kabupaten harus memiliki penyerapan anggaran yang baik, laporan pertanggung jawaban yang maksimal, dan kinerja desa yang baik.

“Mereka mendapat kesempatan mencairkan dana desa lebih banyak ditahap I. Mekanisme tahapan pencairannya ini yang berubah, tahapannya dikurangi tapi tahap I-nya bertambah,” terangnya.

Lebih jauh Rais mengatakan, untuk memberi kemudahan dalam pencairan Dana Desa, pemerintah pusat membuat kebijakan baru tahun ini.

“Oleh pemerintah pusat dibuatkan kebijakan, bupati memberi kuasa untuk pencairan langsung dari RKUD langsung ke rekening kas desa supaya tidak lama dan tidak ada lagi mengendap, itu bisa dilakukan sepanjang ada surat kuasa yang diberikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara,” pungkasnya.