Kadis DP2 Makassar Bingung dengan Faktor Penyebab Inflasi

KabarMakassar.com – Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengaku bingung dengan faktor penyebab tingginya angka inflasi, yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, salah satu penyebab utamanya yakni kenaikan harga yang didominasi oleh bahan makanan pokok dan minuman.

Rahman mengatakan, jika berbicara tentang inflasi, bahan pokok makanan yang notabenenya dikonsumsi oleh seluruh masyarakat seharusnya bukan menjadi hal yang harus dibesar-besarkan.

Selama ini, kata dia, jika berbicara tentang inflasi semua fokusnya ke bahan pangan. AKan tetapi ketika harga baju, sepatu, dan semen serta besi di akhir tahun naik, tidak ada orang yang meributkan atau mengaitkan hal itu dengan inflasi. Olehnya itu, ia meminta agar faktor penyebab inflasi tersebut dikaji ulang.

“Misalnya harga telur bergeser Rp100, orang ribut semua. Tapi ketika besi naik Rp10 ribu per kilo, orang diam-diam saja. Inikan buktinya mereka kurang bijak. Begitu bahan pangan yang notabenenya dikonsumsi oleh seluruh masyarakat bahkan jutaan petani nelayan, orang ribut terus. Ini yang buat saya bingung terkait inflasi,” kata rahman, Jumat (7/2).

Menurut Rahman, ritme pasar harian untuk harga bahan makanan pokok atau komoditas hasil bumi yang kadang berubah-ubah merupakan hal yang wajar.

“Bahkan dalam satu hari tiga sampai empat kali ada perubahan harga. Misalnya pagi-pagi kita ke Pasar Lelong atau Paotere, harga ikannya pagi itu Rp35 ribu. Ketika jam 11 sisa Rp20 ribu, dan siangnya lagi bahkan bisa lebih kurang dari harga normal. Kemudian sore hari, mungkin dia bisa jadi naik lagi atau sebaliknya. Ini memang sudah jadi ritme, dan harusnya kita semua bijak, termasuk dalam analisis faktor-faktor penyebab dari naik turunnya angka inflasi itu,” ujarnya.

Rahman berharap, komoditas produksi pertanian, perikanan dan peternakan tidak selalu dijadikan atau disebut sebagai pemicu naiknya inflasi.

“Ini yang harus dianalisa ulang, apakah ini model yang cocok untuk menghitung inflasi. Pemicu sesungguhnya itu bukan pada komoditas pangan, makanya saya sarankan harus dikaji ulang,” ucapnya.

“Rumus sederhana inflasi adalah terjadinya kenaikan harga yang menyebabkan daya beli menurun. Apa sesungguhnya yang menjadi penyebab inflasi atau yang lebih menyebabkan faktor menurunnya daya beli dari masyarakat, ini menjadi PR kita sama-sama,” pungkasnya.