Menguak Sosok Peneliti Kearifan Lokal di Sinjai

KabarMakassar.com — Kearifan lokal sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Karena segala sesuatu yang terdapat dalam lingkungan masyarakat dipengaruhi oleh kultur yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, sepatutnya pembangunan dalam masyarakat harus beriringan dengan kearifan lokal yang ada.

Problem mulai memudarnya nilai-nilai kearifan lokal sehingga Mursak dan Muhammad Takdir mencoba mengurai fenomena tersebut dalam Pemerintahan Desa khususnya Kecamatan Sinjai Tengah dan jadi gambaran umum di Kabupaten Sinjai.

“Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong sudah mulai memudar akibat pengaruh teknologi terutama smartphone. Selain itu, sudah jarang orang dituakan di Kampung sehingga beberapa kali misalnya dipanggil kerja bakti kurang yang berpartisipasi. Karena kedudukan seseorang sudah berbeda dan semua terkadang dinilai dengan materi,” ungkapnya ketika ditemui di sela-sela ruang kerjanya, Rabu (22/01).

Salah satu nilai plus bagi penyelenggaraan pemerintahan dengan disahkannya Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka lebih memberikan ruang gerak bagi terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang sesuai dengan karakteristik budaya serta kearifan lokal masing-masing daerah. Namun, disisi lain dengan regulasi yang ada tersebut dapat berdampak negatif bagi survivenya kearifan lokal seperti kebiasaan gotong royong.

“Dari hasil penelitian dapat ditarik benang merah bahwa pelayanan baik perbuatan maupun perbuatan dinilai cukup baik. Dimana aparat desa melayani masyarakat desa dengan penuh rasa kekeluargaan, santun, memiliki tatakrama yang baik, bahasa yang mudah dimengerti, serta cepat dalam menanggapi apa yang diinginkan masyarakat,” ungkap sosok dosen kelahiran 1988 tersebut.

Berawal dari penelitian tersebut agar semua stakeholder bisa mendorong lahirnya peraturan daerah (perda) adat terutama untuk menjaga kebudayaan yang ada di Karampuang. Dan mampu diterjewantahkan pihak dijenjang yang lebih tinggi agar memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Mursak yang hobi membaca dan berolahraga berpesan bahwa berbuatlah yang positif untuk diri sendiri dan organ fidelitas kita selagi kita masih bernyawa. Meski berasal dari kalangan petani dan kampung yang dikenal dengan zona merah, namun dengan keuletan sehingga mampu menyelesaikan studi strata satu di Stisip Muhammadiyah Sinjai dan mengenyam strata duanya di Kampus Merah, Universitas Hasanuddin.

Ia pun berpesan, dalam perbuatan itu jangan pernah takut salah karena ketika kita pernah salah maka disitu pula ada hal yang pernah kita lakukan serta ada yang bisa dievaluasi untuk kedepannya.

Berikut Profil Singkat

Nama : Mursak, S. Sos., M. Si.
Lahir : Sinjai, 26 Oktober 1988
Pekerjaan : Dosen Stisip Muhammadiyah Sinjai

Ayah : Muh. Nur (alm.)
Ibu : Sanang Nuru

Pendidikan :
SDN 167 Baru 1
SMPN 1 Sinjai Selatan
SMAN 2 Sinjai eks SMAN 1 Sinjai Selatan
Perguruan Tinggi
S1 : Stisip Muhammadiyah Sinjai
S2 : Universitas Hasanuddin
Akun Media sosial (Facebook): antara Q dan S
(Ig:) Mursak itu Uccha

Penelitian :
1. Perubahan Sosial Masyarakat Desa Palangka Pasca Pemilukada Sinjai (Diterbitkan pada Jurnal Ilmiah Administrasita’)
2. Disiplin Learning Organisation pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kab. Sinjai (diterbitkan pada Jurnal ilmiah Al. Qisti)
3. Pengelolaan Pariwisata di Kecamatan Sinjai Timur Kab. Sinjai (Diterbitkan pada Jurnal Ilmiah Administrasita’)
4. Penguatan Kapasitas Pemerintah dalam pengelolaan Pemerintahan Desa di Kabupaten Sinjai. (Penelitian yang dibiayai oleh Kementrian Ristek Dikti)
5. Penguatan Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa di kecamatan Sinjai Tengah Kab. Sinjai (Penelitian yang dibiayai oleh Kementrian Ristek Dikti)
6. Strategi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan Desa di Kab. Sinjai (Penelitian yang dibiayai oleh Kementrian Ristek Dikti)