Aturan Baru Dana BOS Untungkan Guru Honorer

KabarMakassar.com — Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah mengeluarkan aturan baru terkait petunjuk teknis penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penyaluran Dana BOS. Dimana di dalamnya dinyatakan bahwa Dana BOS akan langsung disalurkan ke masing-masing rekening sekolah.

Selain itu, alokasi penggunaan Dana BOS untuk gaji Guru Honorer juga dinaikkan dari yang sebelumnya hanya 15 persen menjadi 50 persen dari total Dana BOS yang diterima.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Salam mengatakan, perubahan aturan baru tersebut tentu akan menguntungkan para guru honorer.

“Teknis penyaluran Dana BOS itu berdasarkan petunjuk tekni yang baru yang tertuang di Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 juga sudah langsung. Jadi tidak lagi melalui dana daerah, melainkan dari pusat langsung ke rekening sekolah,” kata Salam, Rabu (19/2)

“Dari sisi penggajian guru honor, bagi sekolah yang mampu bisa menggaji guru honornya sampai 50 persen yang sebelumnya hanya 15 persen. Jadi aturan baru ini juga sekaligus menepis isu yang mengatakan bahwa akan dihapus atau Dana BOS itu tidak digunakan untuk gaji guru honor. Isu itu hoax,” tambahnya.

Salam menambahkan, dalam peraturan baru ini juga disebutkan adanya peningkatan Dana BOS sebesar Rp100.000 per siswa. Dimana SD yang sebelumnya Rp800.000 per siswa menjadi Rp900.000 per siswa, dan SMP dari Rp1.000.000 per siswa menjadi Rp1.100.000 per siswa.