Kementerian BUMN Resmi Mengangkat M. Adji sebagai DirOps Pelindo IV

KabarMakassar.com — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mengangkat M. Adji sebagai Direktur Operasi dan Komersial PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku rapat umum pemegang saham perusahaan perseroan PT Pelabuhan Indonesia IV Nomor SK : 210/MBU/06/2020 tanggal 18 Juni 2020.

Diaman pemberhentian dan pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV yang dibacakan melalui video conference pada hari ini, Kamis (18/6).

Sebelumnya, M. Adji menjabat sebagai Direktur Utama PT IPC Terminal Petikemas sejak April 2017 hingga Juni 2020. M. Adji menggantikan Riman S. Duyo yang telah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV periode 2017-2020.

Corporate Secretary PT Pelindo IV, Dwi Rahmad Toto mengatakan pengangkatan M. Adji sebagai Direktur Operasi dan Komersial adalah sebagai bentuk penyegaran yang dilakukan oleh Kementerian BUMN.

“Pengangkatan direktur baru dalam sebuah perusahaan adalah hal yang biasa, ini juga sebagai bentuk penyegaran bagi Perseroan,” kata Toto.

Menurutnya seluruh jajaran Komisaris, Direksi, Staf dan Karyawan PT Pelindo IV mengucapkan terima kasih atas semua pengabdian dan dedikasi Riman S. Duyo selama menjabat sebagai Direktur Operasi dan Komersial selama menjabat periode 2016 – 2017.

“Sukses selalu untuk Pak Riman dan selamat menjalankan amanah yang baru sebagai Direktur Operasi dan Komersial di PT Pelindo IV buat Pak M. Adji,” kata Toto.

Berikut susunan Direksi PT Pelindo IV yang baru:

  1. Direktur Utama : Prasetyadi
  2. Direktur Teknik : Prakosa Hadi Takariyanto
  3. Direktur Operasi dan Komersial : M. Adji
  4. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) : M. Asyhari
  5. Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis : I M. Herdianta
  6. Direktur Keuangan : Choirul Anwar.

Tarif Masuk Pelabuhan Paotere Sesuai PD dan Kesepakatan Bersama

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar mengakui jika tarif masuk Pelabuhan Paotere sebesar Rp15.000 untuk kendaraan dan sopir, Rp3.000 untuk per kepala dan Rp15.000 untuk jasa dermaga dan penumpukan barang sesuai dengan Peraturan Direksi (PD) dan kesepakatan bersama dengan asosiasi yang berada di Pelabuhan Paotere.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru mengatakan tarif pas masuk di Pelabuhan Paotere yang tertera pada setiap karcis yang diberikan oleh petugas di pintu masuk kepada pengunjung merupakan tarif resmi.

“Berdasarkan Peraturan Direksi dan juga kesepakatan bersama dengan asosiasi yang ada di dalam Pelabuhan Paotere,” kata Aris, Selasa (26/5).

Menurutnya tarif pas masuk itu untuk jasa dermaga dan penumpukan barang dikenakan kepada setiap pengunjung yang membawa barang, misalnya dalam kendaraan mini bus atau mobil pikap.

“Itu sesuai Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Nomor : PD 31 Tahun 2006 tanggal 14 Desember 2006 serta Kesepakatan Bersama No. BA 20/KB.501/1/POT-2015 tanggal 14 Desember 2015,” sebutnya.

Ia menambahkan kendaraan yang masuk juga dikenakan biaya sebesar Rp15.000 sekali masuk dan sudah termasuk supir. Tarif itu, kata dia, diberlakukan sesuai Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Nomor : PD 14 Tahun 2008 tanggal 04 Juni 2008 serta Kesepakatan Bersama No 19/HK/301/4/MKS-2017 dan No. 019/DPC/PELRA/MKS/IX/2017 tanggal 04 September 2017.

Aris menegaskan bahwa Pelabuhan Paotere merupakan pelabuhan rakyat yang di dalamnya terdapat aktivitas kepelabuhanan. “Seperti keluar masuk barang dari berbagai wilayah yang diangkut dengan menggunakan kapal-kapal phinisi atau kapal kayu,” pungkasnya.

Pelindo IV Perketat Pengawasan Kru Kapal dari Luar Negeri

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan bahwa pihaknya tetap melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke sejumlah negara, meski di negara-negara tersebut tengah mewabah Virus Corona (Covid-19).

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, meskipun ada wabah virus corona, ekspor langsung ke Vietnam, Korea, Jepang dan China dari Pelabuhan Makassar sejauh ini tetap terjaga.

“Hanya saja ada beberapa kebijakan yang memang harus kami lakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, life animal atau binatang hidup dari daratan China tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar,” kata Farid.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat thermal scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” paparnya.

Farid menjelaskan, larangan tersebut sesuai dengan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa (4/2) lalu Februari 2020 yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV.

Dalam rapat tersebut beber Farid, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan KKP dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

Sebelumnya, Farid juga sudah meminta kepada semua pegawai yang ada di front liner, terutama yang berada di Terminal Penumpang, untuk lebih waspada dan wajib menggunakan masker saat melayani.

Persekutuan Umat Kristiani Keluarga Besar Pelabuhan Makassar Rayakan Natal Bersama

KabarMakassar.com — Persekutuan Umat Kristiani Keluarga Besar Pelabuhan Makassar menggelar perayaan Natal Bersama di Khayangan Ballroom, Swissbell Hotel Pantai Losari, Makassar.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Farid Padang mengatakan bahwa perayaan Natal 2019 kali ini mengusung tema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.

“Tema ini mencerminkan suatu sikap hidup yang penuh kasih, siap menolong, rela berbagi tidak saja pada orang-orang yang kita kenal atau yang memperlakukan kita dengan baik, tetapi juga kepada mereka yang tidak kita kenal sekalipun,” terang Farid dalam sambutannya.

Menurutnya, sikap hidup sebagai sahabat sangat diperlukan karena Tuhan memang menginginkan kita melihat sesama manusia bukan sebagai lawan, tetapi sebagai saudara yang saling mengasihi tanpa memandang ras, agama, suku dan golongan.

Dirut Pelindo IV juga berpesan kepada seluruh insan di lingkungan Pelabuhan Makassar agar selalu menjaga kerukunan, persahabatan dan senantiasa memupuk rasa cinta kasih dalam segala aspek kehidupan.

“Baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun dalam pergaulan hidup sehari-hari sebagai anggota masyarakat dan warga negara Indonesia. Kita wajib turut serta dalam mewujudkan masyarakat yang aman, damai, sejahtera, adil dan makmur, sesuai kapasitas masing-masing,” pesannya.

Farid juga mengajak kepada seluruh insan di Pelabuhan Makassar untuk senantiasa menjaga semangat kebersamaan, serta selalu memelihara dan membina hubungan yang baik, saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lainnya.

“Apabila semangat persahabatan dan kedamaian ini dapat terus kita jaga, saya percaya kita semua dapat melaksanakan dengan baik semua fungsi dan tugas kita masing-masing di Pelabuhan Makassar,” tambahnya.

“Di momen Natal ini saya juga sekaligus ingin mengajak seluruh umat Kristiani yang hadir pada malam hari ini untuk benar-benar meresapi makna Natal. Meskipun diperingati setiap tahun, semoga perayaan ini tidak hanya sekedar rutinitas seremonial saja, tetapi juga dapat membawa hikmah bagi kehidupan kita semua.”

Sementara itu, Panitia Natal Persekutuan Umat Kristiani Keluarga Besar Pelabuhan Makassar, Yusida Palesang menuturkan bahwa ibadah Natal 2019 kali ini dihadiri oleh sekitar 500 umat Kristiani di instansi yang ada di lingkup Pelabuhan Makassar.

“Yakni PT Pelindo IV, Kantor Syahbandar Makassar, Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Polres Pelabuhan Makassar dan perusahaan pelayaran yang tergabung dalam rumpun Persekutuan Oikumene Pelabuhan Makassar,” tukas Yusida.

Pelabuhan Sorong Kini Layani Direct Call dan Export

Kabarmakassar.com– Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Farid Padang mengapresiasi pencapaian kinerja dari seluruh karyawan dan staf BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini.

“Kita semua patut bersyukur bahwa beberapa proyek yang dikerjakan pada tahun 2019 semuanya rampung sesuai target. Salah satu proyek pelabuhan yang kelar di 2019 lalu dan juga mulai dioperasikan adalah Pelabuhan Sorong,” jelas Farid.

Dirut Pelindo IV mengemukakan bahwa pembangunan Pelabuhan Sorong menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp270 miliar sebenarnya sudah rampung sejak 2018 lalu. Anggaran itu digunakan untuk melakukan reklamasi dan penahan tanah seluas 5 hektare, perkerasan lapangan penumpukan petikemas 5 ha dan pembangunan dermaga 250 x 30 meter persegi dengan kedalaman -16 M LWS.

“Dengan pekerjaan tersebut, kapasitas terminal petikemas di Pelabuhan Sorong telah ditingkatkan menjadi 350.000 TEUs dari sebelumnya hanya 50.000 TEUs per tahun,” terangnya.

Pada 2019 Pelindo IV kembali menanam modal usaha yang berasal dari kas Perseroan sebesar Rp480 miliar, yang juga digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan dan melakukan pengadaan sejumlah alat di pelabuhan yang merupakan pintu gerbang perdagangan laut di wilayah barat Pulau Papua ini.

Proyek pembangunan yang dilakukan pada tahun lalu kini juga telah rampung 100 persen dan mulai dioperasikan. Farid menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan mulai beroperasinya Pelabuhan Sorong usai direvitalisasi karena dengan begitu, dwelling time di pelabuhan tersebut kini menjadi hanya 3 hari dari sebelumnya 10 hari, dengan dukungan peralatan yang sudah elektronik dan elektrifikasi.

“Saat ini Pelabuhan Sorong juga sudah melayani empat pelayaran domestik dan satu pelayaran internasional. Sebelumnya hanya 3 pelayaran domestik dan belum melayani pelayaran internasional,” bebernya.

Dia menambahkan dengan melayani pelayaran internasional, Pelabuhan Sorong sudah bisa melakukan direct call dan direct export dari pelabuhan yang memiliki terminal penumpang dan petikemas yang menghubungkan perdagangan di wilayah Kepala Burung dengan wilayah lain di Indonesia ini.

Satu yang juga menjadi nilai plus dari Pelabuhan Sorong adalah, terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang juga sudah resmi beroperasi sejak Oktober 2019. “Jarak antara pelabuhan dengan KEK Sorong hanya 32 km,” tukas Farid.

Bangun Akses Pelabuhan, Pelindo IV Dukung Percepatan IKN

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan mendukung sepenuhnya percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan dukungan yang diberikan pihaknya kepada Pemerintah adalah percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan di wilayah tersebut.

“Kami akan membangun akses dari pelabuhan yang ada di Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan ke pelabuhan di Penajam Paser Utara,” kata Farid.

Selain itu lanjutnya, Pelindo IV juga akan melakukan kerja sama pengelolaan pelabuhan yang ada di Penajam Paser Utara, yang selama ini masih dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat.

Farid menyebutkan, ada 7 pelabuhan dan terminal di Kalimantan Timur yang dikelola Pelindo IV dan 2 pelabuhan di Kalimantan Utara untuk mendukung Kaltim serta pelabuhan di Sulawesi yang nantinya akan menjadi penyangga IKN.

Untuk diketahui, seperti dilansir wikipedia.org, upaya pemindahan ibu kota negara Indonesia dimulai pada 2019, di masa kepresidenan Joko Widodo. Melalui rapat terbatas pemerintah pada 29 April 2019, Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa.

Pemindahan ibu kota ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Dimana pada 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ibu kota baru akan dibangun di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Usulan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke lokasi lainnya sebenarnya juga telah didiskusikan sejak masa kepresidenan Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, Presiden SBY mendukung ide untuk membuat pusat politik dan administrasi Indonesia yang baru karena masalah lingkungan dan overpopulasi Jakarta.

Menurut Presiden Joko Widodo, alasan wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara dijadikan lokasi ibu kota baru adalah kecilnya risiko bencana alam di wilayah itu, lokasi yang “ada di tengah-tengah Indonesia”, lokasi di dekat Kota Balikpapan dan Samarinda yang sudah berkembang, “infrastruktur yang relatif lengkap” dan adanya 180 hektare tanah yang telah dikuasai Pemerintah.

Dalam pengumuman 26 Agustus 2019, Joko Widodo menyebutkan pemerintah akan segera merancang undang-undang untuk pemindahan ibu kota untuk disetujui Dewan Perwakilan Rakyat. Pembangunan akan dimulai pada 2020 dan pemindahan akan dilakukan bertahap dimulai dari 2024.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR juga menyelenggarakan sayembara gagasan desain kawasan Ibu Kota Negara (IKN) tingkat nasional dari bulan Oktober hingga Desember 2019, dengan total hadiah Rp5 miliar.

Ada 13 dewan juri yang disiapkan untuk memilih pemenang sayembara tersebut dengan kepala dewan juri adalah Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Imam Santoso Ernawi.

Desain kawasan ibu kota tersebut harus memenuhi 3 kriteria umum yaitu, Mencerminkan identitas bangsa; Menjamin keberlanjutan lingkungan, sosial dan ekonomi; serta Mewujudkan kota yang cerdas, modern dan berstandar internasional.

Outlook 2020, Pelindo IV Siapkan Capex Rp5,4 Triliun

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyiapkan capex atau belanja modal sebesar Rp5,4 triliun pada tahun ini yang sebagian besar atau sekitar Rp2,4 triliun akan digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang dalam Evaluasi 2019 dan Outlook 2020 yang dihadiri direksi, pejabat struktural, direksi anak perusahaan, general manager Strategic Business Unit (SBU), seluruh karyawan dan staf kantor pusat, Cabang Makassar dan Terminal Petikemas Makassar, serta seluruh general manager, karyawan dan staf di 28 cabang yang ada di 11 Provinsi melalui video conference dari Kantor Pusat Pelindo IV Makassar, Senin (6 Januari 2019).

“Tahun ini, ada enam pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose yakni Pelabuhan Sorong, Tarakan, Ternate, Kendari, Manokwari dan Pelabuhan Merauke,” kata Farid.

Dia menyebutkan untuk Pelabuhan Sorong, pengembangan yang dilakukan akan menyerap anggaran sebesar Rp281,5 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan dermaga, perkerasan Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 5 ha dan investasi alat.

Sedangkan di Pelabuhan Tarakan, Perseroan akan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp318,7 miliar. Untuk Pelabuhan Ternate sebesar Rp106,9 miliar, Pelabuhan Kendari sejumlah Rp575,8 miliar, Pelabuhan Manokwari investasi sebesar Rp42 miliar dan di Pelabuhan Merauke disiapkan belanja modal sebesar Rp74,2.

“Semua investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan dermaga, perkerasan CY, reklamasi CY, pembuatan mooring dolphin dan catwalk, juga untuk pengadaan alat di pelabuhan,” bebernya.

Menurut Farid, sebenarnya ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Tiga pelabuhan ini sudah selesai, tinggal 6 pelabuhan lagi yang ditarget kelar dalam tahun ini,” ujarnya.

Dia berharap dengan investasi yang dilakukan tersebut, tahun ini pihaknya akan mencapai target peningkatan jumlah aset sekitar 27% atau menjadi Rp14 triliun dari nilai aset yang diperoleh pada tahun sebelumnya yakni sebesar Rp11 triliun.

Pelindo IV Bakal Bantu UKM Tembus Ekspor

Pelindo IV (Int)

KabarMakassar.com — Kamis (2/1/2020) PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) telah menyalurkan total bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Program Kemitraan dan Dana Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp15,78 miliar selama 2019. Tahun ini bantuan akan diberikan kepada pelaku ekspor.

Terutama Bagi UKM. Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengadakan penyaluran bantuan untuk UKM yang bergelut di bidang ekspor komoditas dan UKM di bidang pariwisata.

“Guna meningkatkan kapasitas dan kinerja usaha mikro kecil dan menengah,” ujarnya, kemarin.

Tak hanya menyalurkan bantuan, Pelindo IV juga selalu mengadakan pelatihan untuk para petani, peternak, dan UKM lainnya yang telah mendapatkan bantuan program kemitraan.

Seperti pelatihan yang digelar bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Makassar kepada Kelompok Peternak Unggas di Hotel Citadines, Makassar, Sulsel, belum lama ini.

Menurut Farid, dari total Rp15,78 miliar bantuan tahun 2019 itu, terbagi untuk Program Kemitraan sebesar Rp10,75 miliar. Kemudian Bina Lingkungan Per November ber jumlah Rp5,03 miliar.

Lanjutnya, untuk Bina Lingkungan, Pelindo IV rata-rata menyalurkan bantuanuntuk sarana ibadah, serta sarana dan prasarana umum lainnya.

Pelindo IV Salurkan CSR PKBL Rp15,78 Miliar di Tahun 2019

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) telah menyalurkan total bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp15,78 miliar selama 2019.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan bahwa jumlah itu terbagi untuk Program Kemitraan sebesar Rp10,75 miliar dan Bina Lingkungan per November 2019 sejumlah Rp5,03 miliar.

“Untuk Bina Lingkungan, [Pelindo IV] rata-rata menyalurkan bantuan untuk sarana pendidikan, sarana ibadah serta sarana dan prasarana umum lainnya. Sedangkan untuk Program Kemitraan, kami menyalurkan bantuan kepada UKM secara cluster dengan jenis usaha di bidang perikanan, peternakan, pertanian dan rumput laut,” jelasnya

Dia menyebutkan, untuk Program Kemitraan, pihaknya menyalurkan bantuan kepada para petani, peternak dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di beberapa wilayah di Sulsel yakni Takalar, Sidrap dan Palopo, serta di Baubau, Sultra dan di Samarinda, Kaltim.

Sedangkan untuk bantuan Bina Lingkungan, penyalurannya di seluruh wilayah Pelindo IV yaitu Sulsel, Sulteng, Sulut, Sultra, Gorontalo, Kaltim, Kaltara, Maluku, Maluku Tengah, Papua dan Papua Barat.

Farid menambahkan, di 2020 nanti pihaknya juga akan mengadakan penyaluran bantuan untuk UKM yang bergelut dibidang ekspor komoditas dan UKM dibidang pariwisata, untuk meningkatakan kapasitas dan kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Tak hanya menyalurkan bantuan, namun menurut Farid pihaknya juga selalu mengadakan pelatihan untuk para petani, peternak dan UKM lainnya yang telah mendapatkan bantuan Program Kemitraan.

Seperti pelatihan yang digelar PT Pelindo IV bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Makassar kepada Kelompok Peternak Unggas di Hotel Citadines, Makassar, Selasa 17/12/2019.

Dilansir dari salah satu media daring, pelatihan itu diikuti oleh 17 peternak ayam dari Kelompok Peternak Unggas Perkasa. Para peternak tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembiayaan dari PT Pelindo IV, yang disalurkan melalui PNM Makassar dengan total mencapai Rp2,5 miliar pada 2017 lalu.

Sebagai mitra binaan, para peternak ini mendapatkan pembiayaan dan pembinaan melalui pelatihan dan pendampingan.

Corporate Secretary PT Pelindo IV, I M. Herdianta menuturkan bahwa pelatihan ini digelar agar pembiayaan yang diterima peternak bisa dimanfaatkan secara optimal untuk membantu pengembangan usahanya, serta bisa dikembalikan tepat waktu.

“Kualitas pembiayaan merupakan hal yang penting agar dana tersebut bisa bergulir untuk UKM yang lainnya,” ucapnya (31/12).

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini berupa cara pemeliharaan ayam pedaging dan cara meningkatkan penjualan melalui pemasaran online.

Dari pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta dalam mendukung kemajuan usaha peternakannya. Manajemen Pelindo IV juga berharap melalui kerja sama dengan PT PNM, dana kemitraan dan bina lingkungan akan memberikan hasil yang maksimal karena adanya keterpaduan antara pembiayaan dan pembinaan, sekaligus sebagai wujud sinergi antara kedua BUMN tersebut.

Pada kerja sama ini, PNM Cabang Makassar berperan membantu menyiapkan calon mitra binaan dalam hal ini para peternak ayam pedaging yang ada di Kota Makassar.

PNM juga menyiapkan pola pembiayaan serta melakukan capacity building melalui pelatihan dan pendampingan.

Menurut Herdianta, PNM menyiapkan calon mitra binaan melalui pendekatan kelompok, dengan harapan proses pembiayaan dan pembinaan akan lebih efisien karena dilakukan secara bersama-sama.

“Karena pendekatannya kelompok maka pola pembiayaannya menerapkan sistem tanggung renteng, dimana para pelaku UKM yang tergabung dalam satu kelompok akan menanggung risiko secara kolektif,” tukasnya.