Pelindo IV Ekspor Perdana 18 Ton Serabut Kelapa dari KNP

Kabarmakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melakukan ekspor perdana 18 ton serabut kelapa (coco fiber) dari Kendari New Port (KNP) di Sulawesi Tenggara ke Weifang, China.

Ekspor perdana itu dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi bersama Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi di Terminal Petikemas KNP, Selasa (7/7) lalu.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan ini adalah kegiatan ekspor perdana yang dilakukan pihaknya pada era new normal.

“Ini adalah kegiatan ekspor perdana kami di era new normal, meskipun secara keseluruhan kegiatan operasional di Pelindo IV tetap berlangsung meski ditengah pandemi Covid-19,” kata Prasetyadi.

Kata dia, sejak resmi beroperasi akhir Maret 2019, Kendari New Port sudah siap melayani kegiatan ekspor. Dia berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk selalu memacu dan merangsang para pengusaha lokal agar secara kontinyu melakukan ekspor komoditas.

“Komoditas yang diekspor yakni 24 ton serabut kelapa dengan nilai sekitar Rp.54 juta per kontainer. Serabut kelapa ini nantinya akan dijadikan bahan baku pembuatan jok mobil, spring bed dan lain sebagainya,” jelasnya.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengapresiasi dan mendukung ekspor perdana serabut kelapa. Ia berharap ekspor ini bisa berkelanjutan.

“Sultra memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi harus dikelola dengan baik dan maksimal,” kata Ali Mazi.

Ia berharap produksi serabut kelapa nantinya bisa mencapai 3 juta ton per bulan. Hal itu untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

Ali juga mengaku akan mendorong pimpinan daerah pada 17 kabupaten/kota di Sultra untuk menggali potensi daerahnya. Ia juga berencana menggelar pertemuan untuk mengumpulkan pengusaha di Sultra yang memiliki potensi untuk melakukan ekspor.

“Nantinya, produk-produk milik pengusaha lokal yang memiliki potensi ekspor itu akan didorong untuk melakukan proses ekspor melalui Kendari New Port,” ungkapnya.

“Dukungan kita, kalau ada kebutuhan infrastruktur akan kita berikan semua. Seperti di area pelabuhan, ada pembuatan jembatan, itu akan saya support sehingga seluruh akses menuju pelabuhan bisa menjadi mudah,” tambahnya.

Jaga Transparansi dan Aset Negara, Pelindo IV Kerjasama dengan Kejati Sulsel

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Kesepakatan bersama itu ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Prasetyadi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar di Ruang Serbaguna Lantai 7 Kantor Pusat Pelindo IV Makassar, Kamis (9/7).

Dirut Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan kesepakatan bersama itu dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi kedua belah pihak dalam penyelesaian masalah hukum perdata dan tata usaha negara.

“Dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas penyelesaian masalah hukum dalam perdata dan tata usaha negara baik di dalam maupun di luar pengadilan,” kata Prasetyadi.\

Ia menambahkan, kesepakaan bersama itu juga bertujuan melakukan pemulihan dan penyelamatan keuangan, kekayaan dan aset milik Perseroan, serta permasalahan lain dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara yang dihadapi Pelindo IV di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Baik Pelindo IV maupun Kejaksaan Tinggi Sulsel dapat juga melakukan kerja sama dalam bentuk workshop, seminar, sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD) dan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan kompetensi teknis sumber daya manusia,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Firdaus Dewilmar menuturkan bahwa ruang lingkup kesepakatan bersama ini adalah, pihaknya bertugas sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penyelesaian hukum Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara.

“Ruang lingkup tersebut meliputi yaitu pemberian bantuan hukum, pemberian pertimbangan hukum dan tindakan hukum lain,” kata Firdaus.

Pelabuhan Kelolaan Pelindo IV Tetap Produktif

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyampaikan aktivitas pada sejumlah pelabuhan kelolaan tetap produktif, meski pihaknya juga mendukung upaya preventif yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah dalam memutus penyebaran Covid-19 melalui pelabuhan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menjalankan aktivitas seperti biasa terutama untuk bongkar muat barang pada semua pelabuhan kelolaan. Tapi, kata dia, selalu berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Tidak ada aktivitas bongkar muat yang terhenti meski sedang pandemi Covid-19. Semua masih berjalan normal dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Pelayanan di sejumlah pelabuhan juga masih tetap 24 jam selama 7 hari,” kata Prasetyadi, Jumat (15/5).

Ia mengaku hal itu dilakukan karena kebutuhan masyarakat saat pandemi Covid-19 juga normal seperti biasa. Bahkan, cenderung mengalami peningkatan pada beberapa kebutuhan lain seperti obat-obatan.

“Misal di Pelabuhan Jayapura yang terletak di Pulau Papua ini telah kedatangan Kapal MV Tanto Express pada Rabu lalu,” ungkapnya.

Menurutnya kapal yang melaksanakan kegiatan bongkar muat sebanyak 391 box container ini sandar di dermaga Pelabuhan Jayapura setelah berlayar dari Tanjung Perak Surabaya.

Hal yang sama juga terjadi pada pekan sebelumnya yakni Sabtu (9/5), Kapal MV Spil Ningsih juga sandar di Pelabuhan Jayapura setelah berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya dan melakukan bongkar muat sebanyak 900 box container.

“Masih di wilayah Papua, Pelabuhan Fakfak juga melakukan bongkar 40 unit container dari kapal milik PT Temas Shipping MV Kedung Mas yang berlayar dari Pelabuhan Agats, Papua,” jelasnya.

Di Makassar sendiri, kata dia, saat ini terdapat tiga dermaga pelabuhan untuk bongkar muat barang yakni Dermaga Hatta di Terminal Petikemas Makassar (TPM), Dermaga Soekarno di Pelabuhan Makassar dan Dermaga Makassar New Port (MNP) juga masih terbuka.

“Pada pekan ini, sandar KM Sungai Mas yang kemudian melakukan aktivitas bongkar muat barang di dermaga yang baru dioperasikan pada ini,” katanya.

Karena itu, cecara umum kegiatan bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu, walaupun ada treatment khusus untuk pencegahan Covid-19 bagi kapal-kapal yang akan sandar.

“Kebutuhan logistik masyarakat tetap normal seperti biasa dan kita tetap harus menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Pelindo IV Pastikan Tetap Layani Logistik Masyarakat

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan tetap melayani kebutuhan logistik masyarakat di seluruh wilayah kelolaannya pada masa pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi.

Ia mengatakan meski Kota Makassar melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan beberapa kabupaten maupun provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia (KTI), aktivitas operasional di seluruh pelabuhan tetap mengikuti aturan dari Kementerian Perhubungan sehingga tetap lancar dan tidak terganggu.

Menurutnya, pelabuhan adalah simpul utama yang menyambungkan dan mengintegrasikan berbagai moda transportasi khususnya pada sektor darat dan laut.

“Pelabuhan senantiasa dituntut harus memiliki kinerja yang optimal dalam melaksanakan kegiatan jasa kepelabuhanan, utamanya kegiatan bongkar muat barang meskipun di tengah Covid-19, demi terpenuhinya semua kebutuhan logistik masyakarat,” kata Prasetyadi, Kamis (30/4).

Ia menilai aktivitas konsumsi masyarakat justru meningkat di tengah pandemi Covid-19, terutama untuk kebutuhan makan dan minum, obat-obatan serta kebutuhan penunjang lainnya yang relatif mengalami peningkatan. Hanya memang, kata dia, terjadi sedikit penurunan kegiatan ekspor terutama untuk komoditas rumput laut, beras dan jagung.

“Yang tertekan adalah ekspor ke China yaitu sekitar 60% hingga 70%, termasuk impor dari negara tersebut. Menyusul beberapa negara di Asia Timur seperti Jepang dan Korea,” ungkapnya.

Akan tetapi, secara keseluruhan hal itu tidak terlalu memengaruhi trafik pada triwulan satu tahun terakhir. Dari data yang ada, kat dia, total direct export di wilayah Pelindo IV pada triwulan I pada 2020 masih bertengger diangka 3.672 TEUs.

Ia menambahkan saat ini kegiatan operasional di Pelabuhan Makassar, Bitung, Ambon dan pelabuhan kelolaan lainnya masih tetap dilakukan 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Walau, masih tetap menyesuaikan dengan protokol atau Standar Operasional Prosedur (SOP) darurat Covid-19 oleh pemerintah.

“Kami selalu bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Otoritas Pelabuhan (OP) dan Syahbandar untuk melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang masuk. Memang membutuhkan waktu yang agak lama, tapi demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya.

Perusahaan Jepang Jajaki Peluang Kerja Sama

KabarMakassar.com — Obe Machinery and Engineering Co. Ltd., sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Jepang menawarkan kerja sama dibidang peralatan kepelabuhanan dan maintenance kepada Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Hal itu diungkapkan President of Obe Machinery and Engineering Co. Ltd., Kotaro Obe, saat berkunjung ke Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar, Senin (27/1).

Tak hanya bertemu dengan Manajemen Pelindo IV dan melihat secara langsung aktivitas pelabuhan di Terminal Petikemas Makassar (TPM) dan Makassar New Port (MNP), tetapi Kotaro Obe bersama tim juga mengunjungi beberapa lokasi di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Bantaeng, untuk menjajaki peluang kerja sama.

Terpisah, Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengungkapkan bahwa tahun ini adalah tahun produksi bagi Perseroan seiring datangnya sejumlah alat yang kemudian ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan.

Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp5,4 triliun di tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan, termasuk untuk melanjutkan pembangunan Makassar New Port.

Dari total investasi yang disiapkan tahun ini kata Farid, MNP menyerap jumlah paling banyak yaitu sebesar Rp1,9 triliun.

“Jumlah investasi yang disiapkan untuk MNP akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas terpasang MNP dan menjadikan mega proyek tersebut sebagai hub port bertaraf internasional, sehingga dapat meningkatkan direct call dan direct export dari Makassar,” jelasnya.

Saat ini lanjut Dirut Pelindo IV, Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan di MNP memiliki luas 16 ha dan akan terus ditingkatkan menjadi 48 ha pada 2022 mendatang, dengan kapasitas penumpukan akan menjadi 17,5 juta TEUs dari kapasitas eksisting yaitu 500.000 TEUs per tahun.

Dengan kapasitas yang ada sekarang, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini baru bisa melayani tiga perusahaan pelayaran domestik dan satu perusahaan pelayaran internasional yang melakukan aktivitas bongkar muat di MNP.

“Kedepan jumlah itu akan bertambah, untuk domestik menjadi 8 dan internasionalnya menjadi 2 pelayaran,” sebut Farid.

Dengan peralatan yang serba elektronik dan sudah terelektrifikasi di MNP, pihaknya menargetkan angka dwelling time di pelabuhan yang sudah menerapkan konsep Green Ecosystem ini kurang dari 2 hari.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan pada 2022 mendatang Makassar New Port memiliki kawasan industri yang terintegrasi.

Saat ini pihaknya terus menggenjot pembangunan untuk proyek multiyears ini. “Setelah Tahap I Paket A rampung, lanjut Paket B, Paket C, Paket D dan Tahap II yang dibangun secara bersamaan,” tukasnya.

Februari-Maret, Pelindo IV Datangkan Head Truck dan Reach Stacker

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan mendatangkan 27 unit head truck 6 x 4 dan chasis serta delapan unit reach stacker untuk ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan hingga Juni 2020 nanti Perseroan memang akan mendatangkan sejumlah alat. “Alat-alat tersebut akan ditempatkan di beberapa pelabuhan untuk meningkatkan aktivitas bongkar muat,” jelasnya.

Dia menuturkan pelabuhan cabang yang akan mendapatkan tambahan alat reach stacker pada Februari nanti yaitu Pelabuhan Parepare, Nunukan, Merauke, Manokwari, Tolitoli, Tarakan, Ternate dan Pelabuhan Sorong.

Sedangkan pelabuhan cabang yang mendapat tambahan head truck 6 x 4 dan chasis, masing masing Terminal Petikemas Makassar (TPM) 14 unit, Pelabuhan Ternate 4 unit, Kendari 4 unit, Jayapura 3 unit dan Pelabuhan Bitung 2 unit.

“Untuk head truck 6 x 4 dan chasis akan tiba pada Maret 2020,” ucap Farid.

Dirut Pelindo IV menegaskan, kedatangan alat tersebut untuk menunjang aktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan, seiring rencana Perseroan yang akan melakukan peningkatan status beberapa pelabuhan dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

Tahun ini lanjutnya, ada enam pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose yakni Pelabuhan Sorong, Tarakan, Ternate, Kendari, Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

Sebenarnya menurut Farid, ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Tinggal enam pelabuhan lagi yang ditarget selesai dalam tahun ini,” tukasnya

Siapkan Rp 38 Miliar, Pelindo IV Segera Kembangkan Pelabuhan Loktuan Bontang

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) segera melakukan pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur.

Hal itu diutarakan Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang saat melakukan presentasi pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang yang dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam serta beberapa pejabat dari instansi terkait di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin malam (20 Januari 2020).

Farid Padang mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menyiapkan total investasi sebesar Rp5,4 triliun yang di antaranya akan digunakan untuk melakukan pengembangan sejumlah pelabuhan di wilayah kelolaan.

Dari total capex atau belanja modal yang disiapkan Perseroan tahun ini kata Dirut Pelindo IV, pihaknya menyisihkan sebesar Rp38 miliar khusus untuk pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang.

Farid mengakui kontribusi Pelabuhan Loktuan Bontang pada pendapatan perusahaan di 2018 lalu dari segmen kunjungan kapal memang masih cukup kecil, yakni hanya 3,24 persen. “Yang terbesar masih Pelabuhan Balikpapan yaitu 10,09 persen,” jelasnya. Namun lanjut dia, potensi komoditas yang dimiliki dan ekspor dari Bontang cukup besar.

Sebelumnya, sudah ada pelabuhan milik Pemkot Bontang yang dikerjasamakan dengan Pelindo IV dan Wali Kota Bontang ingin kedepan BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini melakukan ekspansi untuk menambah fasilitas dan akan dilakukan kerja sama baru untuk pengembangan tersebut.

Farid Padang saat melakukan presentasi pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang

“Dalam rangka mendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru, maka beberapa kabupaten di Kaltim yang memiliki pelabuhan ingin mengembangkan kapasitas pelabuhannya.”kata Farid Padang

Kedepan, Pelabuhan Umum Loktuan Bontang akan dijadikan pelabuhan pengumpul di Sangatta, Bontang dan Kutai Timur.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan pihaknya sangat berharap kerja sama pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang dengan PT Pelindo IV dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tentunya menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Yang penting adalah sustainable (keberlanjutannya). Karena kedepan aktivitas ekonomi di Bontang Insya Allah akan cukup besar. Oleh sebab itu, Bontang harus memiliki pelabuhan untuk petikemas,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan pemanfaatan pelabuhan di Kota Bontang, bisa meningkatkan PAD dan juga meningkatkan aktivitas masyarakat, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Oleh sebab itu, pelayanan pelabuhan juga menjadi salah satu perhatian Pemkot Bontang,” harap Neni.

Pelindo IV Kerja Sama Pemanduan dengan KPC

Farid menambahkan selain melakukan kerja sama dengan Pemkot Bontang, Pelindo IV juga melakukan kerja sama pemanduan kapal dengan pihak Kaltim Prima Coal (KPC).

“Dalam kerja sama itu, dibahas tentang beberapa perbaikan kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya, untuk peningkatan level of service pemanduan dan penundaan di KPC pada tahun ini,” sebutnya.

“Hal tersebut sebagai dampak dari adanya peningkatan produksi batu bara oleh KPC di 2019 lalu,” tukas Farid.

MNP Ditarget Punya Kawasan Industri Terintegrasi 2022 Nanti

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menargetkan Pelabuhan Baru Makassar atau Makassar New Port (MNP) memiliki kawasan industri yang terintegrasi pada 2022 mendatang.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pembangunan untuk proyek multiyears, MNP. “Setelah Tahap I Paket A rampung, lanjut Paket B, Paket C, Paket D dan sekarang Tahap II dan Tahap III yang dibangun secara bersamaan,” katanya.

Tahun ini, Perseroan juga siap menggelontorkan modal usaha total sebesar Rp5,4 triliun yang didalamnya termasuk untuk melanjutkan pembangunan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang berlokasi di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar ini.

“Dari total investasi yang disiapkan tahun ini, MNP menyerap jumlah paling banyak yaitu sebesar Rp1,9 triliun.”

Jumlah tersebut lanjut Farid, akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas terpasang MNP dan menjadikan mega proyek tersebut sebagai hub port bertaraf internasional, sehingga dapat meningkatkan direct call dan direct export.

Saat ini ujarnya, Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan di MNP memiliki luas 16 ha dan akan meningkat jadi 48 ha pada 2022 mendatang, dengan kapasitas penumpukan menjadi 17,5 juta TEUs dari kapasitas eksisting yaitu 500.000 TEUs per tahun.

“Sekarang jumlah pelayaran domestik yang melakukan aktivitas bongkar muat di MNP masih 3 dan internasional baru satu pelayaran. Kedepan jumlah itu akan bertambah, untuk domestik menjadi 8 dan internasionalnya jadi 2 pelayaran,” sebut Farid.

Pihaknya juga menargetkan angka dwelling time di pelabuhan yang sudah menerapkan konsep Green Ecosystem ini kurang dari 2 hari, dengan peralatan yang serba elektronik dan sudah terelektrifikasi nantinya.

Pelabuhan Ternate Kedatangan 1 Unit CC

Sementara itu, 1 unit alat Container Crane (CC) telah tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate pada Selasa (14 Januari 2020).

General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Ternate, Herryanto menuturkan kedatangan alat tersebut untuk melengkapi sejumlah alat eksisting yang sudah beroperasi selama ini.

Dirut Pelindo IV menambahkan, kedatangan alat tersebut sebagai bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan status Pelabuhan Ternate dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

Sebenarnya kata Farid, ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas, yakni Pelabuhan Ambon, Sorong, Jayapura, Tarakan, Ternate, Kendari, Pantoloan, Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Menyusul 6 pelabuhan lagi yang ditarget rampung dalam tahun ini, dengan modal yang ditanam khusus di Pelabuhan Ternate sebesar Rp106,9 miliar,” tukasnya.

Pelindo IV Siap Dukung Rencana Semen Bosowa Bangun Packing Plant

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) siap mendukung rencana PT Semen Bosowa yang akan membangun packing plant atau pabrik pengemasan di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang saat menerima Perwakilan PT Semen Bosowa, Sumirlan untuk membicarakan lebih lanjut kerja sama pemanfaatan fasilitas silo semen di Pelabuhan Donggala, di Kantor Pusat Pelindo IV Makassar.

Farid Padang mengatakan salah satu bentuk dukungan dari pihaknya adalah dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan packing plant tersebut. Pihaknya juga akan menyiapkan skema kerja sama yang tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak.

Sistem kerja sama menurutnya akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Disamping itu, selama ini Pelabuhan Donggala ditangani Pelindo IV sebagai kawasan bukan cabang. “Jika ada industri semen maka dapat membantu distribusi semen di Donggala pasca tsunami lalu.”

“Di Donggala ada dua pelabuhan, satu dikelola KSOP setempat dan satu dikelola oleh Pelindo IV. Secepatnya kami akan siapkan lahan di pelabuhan kelolaan untuk packing plant Semen Bosowa,” ujarnya.

Selain lahan lanjut Farid, pihaknya juga akan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan.

Perwakilan PT Semen Bosowa,Sumirlan menuturkan bahwa saat ini telah ada kunjungan rutin kapal curah sebanyak 2 call per bulan dengan kapasitas 900 ton per call di Pelabuhan Donggala.

Beberapa waktu lalu katanya, tim PT Semen Bosowa bersama General Manager Pelindo IV Cabang Pantoloan telah mengunjungi lokasi di Pelabuhan Donggala.

Menurut Sumirlan, dalam waktu dekat pihaknya membutuhkan lokasi untuk penempatan jembatan timbang dan container office. “Kebutuhan itu sudah sangat mendesak,” ucapnya.

Dia mengatakan, pihaknya membutuhkan kedalaman draft yakni 7 sampai 8 –MSLWL dengan luas lahan 6.348 m2 (92 m x 69 m) dan kapasitas silo 5.000 m2 (2 x 2.500 m2).

Selain di Pelabuhan Donggala, pihak Semen Bosowa juga berencana membangun packing plant di Pelabuhan Kendari eksisting dan juga membutuhkan support lahan dan fasilitas dari Pelindo IV.

“Rencananya kapasitas silo di Pelabuhan Donggala sebesar 2.500 ton. Begitu pula dengan kapasitas silo di Pelabuhan Kendari nanti, yakni 2.500 ton juga. Tetapi untuk di Kendari, nanti akan kami bicarakan lebih lanjut lagi,” tukas Sumrilan.