Dinkes dan Kominfo Bulukumba Lakukan Penyebarluasan Informasi Tentang Corona

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulukumba melakukan sejumlah langkah taktis untuk antisipasi, pencegahan dan penanggulangan virus corona (covid-19). Salah satunya dengan melakukan penyebarluasan informasi.

Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, Wahyuni mengatakan bahwa pentingnya penyebarluasan informasi ini untuk pencegahan dan penaggulangan virus corona di Bulukumba. Karena itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Kami menyiapkan mobil ambulance khusus dua buah yang stand by di Publik Savety Center (PSC) serta di Kantor Kesehatan Pelabuhan. Kami juga siapkan logistik dan petugas kesehatan sesuai dengan standar, termasuk pelindung diri,” kata dr. Wahyuni.

Ia mengaku saat ini pihaknya sedang menyusun draft instruksi bupati kepada seluruh organisasi perangkat daerah untuk secara swadaya menyiapkan sarana cuci tangan dengan sabun dan masker, serta membentuk tim koordinasi lintas instansi.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bulukumba, Daud Kahal mengaku merespon baik langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

“Kami akan sosialisasi dan penyebarluasan informasi melalui berbagai media, sehingga masyarakat dapat siap dan tahu bagaimana melakukan langkah-langkah terhadap penyakit epidemi yang mengglobal ini,” kata Daud Kahal.

Dinkes Bulukumba Gelar Simulasi Penanganan Pasien Corona

KabarMakassar.com — Seorang perempuan warga Bululumba datang memeriksakan dirinya di Puskesmas Herlang, Rabu (4/3).

Kepada dokter yang memeriksanya, ia mengaku seminggu lalu dirinya melakukan perjalanan dari China.

Setelah memeriksa kondisi tubuh perempuan itu, sang dokter memberikan penjelasan bahwa gejala yang diderita pasien tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, karena terindikasi terpapar Virus Corona.

Sang dokter pun kemudian memanggil Tim Surveilans Puskesmas untuk segera menghubungi Posko Publik Safety Center (PSC) Bulukumba guna menjemput pasien tersebut.

Beberapa menit kemudian, ambulans PSC datang menjemput. Dua petugas medis yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) turun dari mobil ambulans dan melakukan evakuasi terhadap pasien untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit.

Narasi di atas adalah gambaran proses simulasi alur penanganan terhadap pasien yang diduga terjangkit Virus Corona atau COVID-19, yang dilaksanakan oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba di Posko PSC Bulukumba, Rabu (4/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. Wahyuni menuturkan,
meski di Kabupaten Bulukumba belum ditemukan adanya kasus Virus Corona, namun Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan dan RSUD telah melakukan persiapan untuk mengantisipasi jika suatu saat hal tersebut terjadi.

“Kita melakukan simulasi ini sebagai langkah antisipasi dalam penanganan COVID-19. Kita ingin memastikan sarana dan prasarana tersedia, SDM-nya mahir, dan logistik juga tersedia. Dan yang paling penting, petugas cakap atau terampil dalam menangani pasien,” kata Wahyuni disela pelaksanaan simulasi.

Jika kemudian ada masyarakat, khususnya yang ketahui memiliki riwayat perjalanan dari negara yang tertular COVID-19 dan menunjukkan indikasi dengan tiga gejala Corona, yaitu deman, batuk dan gangguan pernafasan, Wahyuni mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penanganan.

“Untuk itu PSC kita jadikan sebagai pusat informasi dalam melakukan penanganan sebagaimana yang kita simulasikan,” ungkapnya.  

Sekadar diketahui, saat ini Virus Corona atau CIVID-19 sudah masuk atau ditemukan di Indonesia. Pemerintah Indonesia, mulai dari tingkat pusat, provinsi maupun daerah saat ini secara bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan penanganan di wilayahnya masing-masing.

Waspada Corona, Dinkes Gelar Rakor Kesiapsiagaan

KabarMakassar.com — Mewaspadai penyebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi lintas sektor. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Rabu 12 Februari 2020 di Ruang Rapat Bupati.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes, Handayani dalam laporannya menyampaikan bahwa sehubungan dengan meluasnya penyebaran Infeksi Novel Coronavirus ke berbagai negara dengan risiko penyebaran ke Indonesia terkait dengan mobilitas penduduk, diperlukan upaya penanggulangan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi hal tersebut.

“Kita perlu mempersiapkan skema penanggulangan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan bila nantinya virus Corona masuk di wilayah secara terpadu termasuk kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan ketersediaan anggaran penanggulangan,” ungkapnya.

Wabup Tomy Satria Yulianto menyebutkan, meski belum ada penyebaran virus Corona di Indonesia, termasuk di Bulukumba, namun sangat penting melakukan kewaspadaan dini untuk mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terburuk jika virus tersebut penyebarannya sudah sampai di Indonesia.

“Akses virus ini masuk di Indonesia sangat terbuka karena kita memiliki banyak pintu masuk. Apalagi disinyalir virus Corona ini sudah sampai di Malaysia, Singapura, dan Thailand yang notabene orang Indonesia hilir mudik di negara ini,” katanya.

Sehingga penting, lanjut Tomy, pemerintah melakukan langkah kewaspadaan untuk mengantisipasi virus yang sampai hari ini belum ada vaksin yang bisa menyembuhkannya. “Olehnya itu pihak rumah sakit dan puskesmas sudah harus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk meningkatkan sosialisasi cara hidup sehat di masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, harap Tomy pihak terkait harus mempersiapkan sarana prasarana, misalnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), ruang isolasi khusus di rumah sakit dan posko KLB jika itu terjadi. Jika pun ada kejadian, Tomy meminta dalam penanganannya tidak perlu panik oleh karena justru akan menambah keresahan di masyarakat.

Mengingat banyak warga Bulukumba yang merantau khususnya di Malaysia, Tomy juga minta para kepala desa dan lurah untuk melakukan pengawasan jika ada orang yang datang di wilayahnya. “Begitu pula pihak puskesmas sudah harus membuat SOP penanganan jika ada warga yang dicurigai  terjangkit. Karena sebagai instrumen negara, kita harus hadir mempersiapkan sedini mungkin. Tapi mudah-mudahan ini terjadi di negara kita atau di Bulukumba,” pintanya.

Aisyah Sufrie dari KKM Makassar, menyampaikan pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona, seperti pemeriksaan tubuh para penumpang dan memeriksaan alat angkut itu sendiri. Menurutnya wilayah Indonesia sangat rentan karena memiliki banyak pintu masuk. “Kita memiliki 35 bandara dengan akses langsung ke luar negeri, 135 pelabuhan laut dan 10 perlintasan lintas batas darat negara dengan Papua Nugini, Timor Lester dan Malaysia,” bebernya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, lanjut Aisyah, Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dimana dalam aturan tersebut pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggungjawab melindungi kesehatan masyarakat dari potensi adanya kedaruratan kesehatan masyarakat.

Untuk diketahui, saat ini ada 7 (tujuh) warga Bulukumba yang mengikuti proses karantina di pulau Natuna. Mereka rata-rata mahasiswa yang kuliah di Wuhan. Jika masa karantina atau masa inkubasi telah selesai dan dinyatakan negatif atau bebas dari virus Corona, maka mereka akan dipulangkan.