Ini Janji PLN dan PUPR Pinrang Untuk Warga Lampa Toa

KabarMakassar.com — Daerah Lampa Toa, Kelurahan Lampa, Kecematan Duampanua, Pinrang, sejauh ini belum dialiri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pinrang, berjanji dan berkomitmen akan melakukan pembangunan listrik wilayah itu.

Hal itu disampaikan langsung oleh Manager PLN UP3 Pinrang, Rizky Ardiana saat dikonfirmasi melalui pesan via WhatsApp. Ia berkomitmen akan melistrikan semua masyarakat, khususnya di daerah Lampa Toa.

“Kami dari PLN berkomitmen untuk melistriki semua masyarakat,” kata Rizky kepada KabarMakassar.com, Selasa (30/6).

Rizky menyebut pihaknya sudah mengusulkan pembangunan listrik di Lampa Toa. Hanya saja kata dia, agak melambat dikarenakan saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 serta akses menuju ke lokasi tersebut masih terkendala.

“Namun jika saat ini belum berlistrik. dikarenakan butuh infrastruktur untuk ke lokasi. Sudah kami usulkan untuk pembangunannya,” ujarnya.

Senada dengan Humas PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko mengemukakan bahwa kendalanya cuman masalah infrastruktur jalanan yang masih sulit kita akses ke daerah tersebut, namun pihaknya akan terus memantau dan melakukan survey ulang.

“Insya Allah, yang jelas sudah masuk perencanaan teman-teman PLN Pinrang, mudah-mudahan bisa segera di survey lagi,” ujar Eko.

Terpisah, Sekertaris Dinas PUPR Kabupaten Pinrang, Awaluddin Maramat mengatakan, pihaknya sudah melakukan survey di lokasi jalan tersebut, karena memang medan yang cukup sulit dan membutuhkan alat berat untuk mengerjakan jalan tersebut.

“Kita sudah cek lokasi dan ternyata memang harus menggunakan alat berat (excavator) pengerjaannya,” kata Awaluddin.

Ia menyebut dua alat berat jenis excavator milik Dinas PUPR sementara dioprasikan dan stand by di daerah pegunungan rawan bencana longsor di kecematan Lembang, Pinrang. Sehingga itu yang menjadi kendala, kita sudah coba meminjam alat berat ke dinas lain ternyata masih dipake juga.

“Karena kondisi saat ini. Yang jelas akan diupayakan itu, mudah-mudahan tidak ada kendala,” terangnya.

Kalau memang kondisi belum memungkinkan untuk dikerjakan saat ini, Ia akan mengusulkan dan menganggarkan di tahun yang akan datang.

“Ada mekanisme. Inya Allah, kita akan angarkan tahun depan pengerjaannya,” tutup Awaluddin.

Bersihkan Material Longsor di Bakaru, Dinas PUPR Kirim Alat Berat

KabarMakassar.com —¬†Alat berat milik Dinas PUPR Kabupaten Pinrang, Senin (24/2) pagi ini diterjunkan ke lokasi longsor di Kecamatan Lembang untuk melakukan pembersihan material longsor yang menutupi jalan penghubung Desa Bakaru – Desa Basseang.

Plt Kadis PUPR Kabupaten Pinrang, Awaluddin Maramat mengatakan, alat berat diterjunkan ke lokasi longsor adalah alat berat yang selama ini memang di-standby-kan di wilayah pegunungan Kabupaten Lembang.

“Ahad (23/2) kemarin, sudah diintruksi langsung dari pimpinan untuk melakukan penanganan. Sekarang sementara distribusi alat berat yang berada di wilayah pegunungan Kecamatan Lembang ke lokasi longsor. Insha Allah akan ditangani pagi ini,” kata Awaluddin, Senin (24/2).

Sebelumnya, Kapolsek Lembang, AKP Gatot Yani S bersama jajarannya dan petugas PLN juga telah meninjau langsung titik longsor di Jalan penghubung Desa Bakaru – Desa Basseang.

Selain untuk memastikan kondisi di lokasi longsor tidak membahayakan warga yang akan melintas, pihaknya juga membantu masyarakat setempat untuk membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan dengan peraltan seadanya.

“Saya dan personel bersama petugas PLN Pinrang langsung ke titik longsor untuk memastikan sisa material dan kabel yang membentang di jalan tidak membahayakan pengguna jalan. Tim juga membantu mengevakuasi material dengan peralatan seadanya,” kata Gatot, Ahad (23/2).

Sebelumnya dikabarkan, hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pinrang Sejak Sabtu (22/2), mengakibatkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Lembang pada Ahad (23/2).

Berdasarkan data yang dihimpun KabarMakassar.com, setidaknya ada lima titik longsor yang terjadi di kecamatan tersebut. Dua diantaranya longsoran besar yang nyaris menutup akses jalan poros atau penghubung antara dua desa, yakni Desa Bakaru dan Desa Basseang.

Selain material longsor, di lokasi tersebut juga ada dua tiang listrik tumbang yang kabelnya terbentang tengah jalan dan sangat membahayakan warga yang melintas.