Penulis Perlu Dukung Program Dinas Perpustakaan

KabarMakassar.com — Menyerahkan buku ke Dinas Perpustakaan bukan saja sebagai bentuk dukungan terhadap pendokumentasian karya tulis dan menambah koleksi perpustakaan tapi juga bagian dari gerakan literasi. Kesadaran ini dimiliki oleh Rusdin Tompo, mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel, yang kini memantapkan diri sebagai penulis buku profesional.

“Semua buku yang saya tulis, pasti saya serahkan ke Dinas Perpustakaan, baik di provinsi maupun kota,” kata Rusdin Tompo, seusai menyerahkan beberapa bukunya ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin, 29 Juni 2020.

Ada empat judul buku yang diserahkan hari itu, yakni “Pekerja Anak di Pannampu, Makassar”, diterbitkan Rayhan Intermedia. Berisi pengalaman pendampingan anak di sekitar Pasar Pannampu. Kemudian buku “Mozaik Penyiaran”, berupa bunga rampai tulisan tentang penyiaran radio dan televisi. Tulisan dalam buku ini merupakan kumpulan artikel yang pernah dimuat di media cetak dan daring. Lalu buku “Dark Numbers”, tentang peta persebaran dan penanganan narkoba oleh Biro Bina Napza dan HIV-Aids Setda Provinsi Sulsel, dan buku “The Spirit of Mercurius 104,3 FM”, yang mengungkap perjalanan Radio Mercurius lebih 30 tahun lalu. Buku-buku ini ada yang ditulis langsung, ada yang dirinya sebagai editor, ada juga yang hanya sebagai penyelaras. Sejauh ini, jumlah buku yang sudah dihasilkan oleh aktivis anak itu lebih dari 60an judul, baik dilakukan sendiri atau bersama tim.

Heri Rusmana, Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, mengapresiasi penyerahan buku-buku ke instansinya karena memang merupakan perintah undang-undang. Menurutnya, setiap terbitan wajib disetor kepada Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah, sesuai regulasi. Hal itu diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam yang merupakan perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 1990.

Buku-buku yang diserahkan ke pihaknya, kata Heri Rusmana, akan dipajang di website layanan deposit agar lebih banyak orang mengetahuinya.

“Ini semacam katalog digital yang bisa diakses banyak orang,” tambahnya.

Sejauh ini sudah ada sekira 1.400 judul buku yang di input. Melalui website layanan deposit itu, pengunjung bisa melihat sampul buku dan back cover-nya serta halaman judul dari buku tersebut. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, tengah menghimpun semua terbitan tentang Sulawesi Selatan, baik yang diterbitan di Sulsel, di daerah lain di Indonesia maupun terbitan luar negeri. Tema buku bisa tentang sejarah dan geografi, adat istiadat dan budaya, kesustraan dan bahasa, serta biografi atau potret masyarakat Sulsel lainnya.

“Ada juga buku-buku umum serta materi pelajaran yang di input tapi tidak dominan,” katanya, sambil mengajak para penulis dan penerbit menyerahkan buku-bukunya.

Tak hanya ke provinsi, Rusdin Tompo, juga menyerahkan buku dengan judul yang sama ke Dinas Perpustakaan Kota Makassar, yang diterima oleh Indra Artati, Kabid Pengembangan dan Pelestarian Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan Kota Makassar, di kantornya Jalan Balaikota, Selasa, 30 Juni 2020.

Dia berharap, semoga dengan penyerahan buku-bukunya ke Dinas Perpustakaan Kota Makassar, akan lebih banyak orang yang memperoleh manfaat dari buku-buku tersebut, baik sekadar dibaca untuk menambah wawasan maupun untuk jadi referensi penulisan dan penelitian. Penyerahan buku ini, katanya, bagian dari tanggung jawab moralnya mendorong setiap orang mau mendokumentasikan pemikiran dan pengalamannya dalam bentuk buku.

“Jadi, kita tak hanya menggalakan gemar membaca saja tapi juga gemar menulis, sebagai ikhtiar gerakan literasi di Sulsel,” imbuhnya.(*)

Rusdin menambahkan, saat ini ada dua lagi bukunya yang sedang naik cetak, yakni buku “Perpustakaan Lorong Kelurahan Parangtambung” dan buku “Reklamasi Pantai Losari Makassar”, Kedua buku ini merupakan skripsi yang diformat ulang jadi buku di mana dirinya diberi amanah sebagai editornya. (rilis)

Dinas Perpustakaan Sulsel Kunker di Gowa

KabarMakassar.com — Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPK) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Gowa.

Kunker tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (28/1).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemprov Sulsel, Muhammad Hasan Sijaya mengatakan tujuan dirinya bersama rombongan untuk mengetahui pengelolaan arsip dan pengembangan perpustakaan di Kabupaten Gowa sebagai laporan kinerja terkait DPK pemprov Sulsel per tahun 2020 ini.

“Gowa ini Kabupaten ke empat yang kami datangi setelah Toraja, Toraja Utara, dan Enrekang tiada lain untuk mengapresiasi pemanfaatan pengelolaan kearsipan dan pengembangan perpustakaan daerah,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mengaku memiliki tanggung jawab dalam melakukan pengembangan perpustakaan setiap daerah, sehingga untuk Kabupaten Gowa pihaknya akan membangun 13 perpustakaan lorong untuk menarik minat baca melalui pinggiran Kota.

“Sebagai bentuk perhatian Pemprov terhadap Kabupaten Gowa untuk menarik minat baca tidak melulu ditengah kota tetapi meskipun di tengah lorong atau ditengah desa juga bisa menumbuhkan minat baca, bahkan kita juga akan melakukan kegiatan sosialisasi, bimtek, di Gowa,” tambah Hasan Sijaya.

Setelah di Gowa, Hasan Sijaya bersama rombongan akan mengunjungi Takalar, Banteng, Selayar, dan Kabupaten Bulukumba.

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis sangat mengapresiasi dipilihnya Gowa sebagai salah satu Kunjungan Kerja DPK Pemprov Sulsel. Menurutnya ini sebagai suntikan motivasi untuk Gowa agar semakin berbenah dalam mengelola kearsipan dan mengembangkan perpustakaan daerah.

Dikatakan Muchlis, salah satu hal kecil yang Pemkab Gowa lakukan untuk menarik minat baca yakni setiap Kantor SKPD pasti memiliki pojok baca sehingga siapapun yang mengunjugi kantor-kantor SKPD akan menemui satu pojok baca.

“Gowa merupakan kabupaten pertama yang menetapkan diri sebagai Kabupaten Pendidikan dimana salah satu indikatornya menumbuhkan minat baca sehingga salah satu yang kami lakukan setiap kantor dan kecamatan memanfaatkan satu tempat membuat tempat baca,” jelasnya.

Selain itu, dirinya membeberkan melalui program KotaKu setiap menata lorong maka akan menciptakan taman baca, taman bermain dan RTH mini agar anak-anak lebih tertarik dalam membaca buku.

Sementara mengenai kearsipan kata Muchlis, Gowa secara perlahan menata hal itu karena kearsipan sangat penting. Karena jika tidak adanya pengarsipan yang memadai maka Pemerintah Daerah akan kehilangan jejak.

Olehnya Muchlis berharap melalui Kunker ini Pemprov dan Pemda saling mengawal kearsipan dan pengembangan perpustakaan agar sinergitas tetap terjalin.

“Kami tentu berharap ada pembagian peran antara pemda dan pemprov serta lebih dikawal lagi agar bisa menjalin sinergitas untuk Sulsel dan Gowa yang semakin baik,” pungkasnya.