Sempat Disoroti, DLH Akhirnya Mulai Angkut Sampah di BTN Bulu Mas

KabarMakassar.com — Sampah di jalan masuk BTN Bulu Mas, Manarang, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, yang beberpa hari lalu sempat menadi sorotan karena dikeluhkan warga, akhirnya mulai diangkut dan dibersihkan oleh petugas gabungan dari Pemerintah Kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pinrang serta dibantu masyarakat setempat.

“Sudah ditangani, sinergi pegawai kelurahan dan DLH dibantu masyarakat setempat,” kata Lurah Manarang, Muhammade, Jumat (28/2) siang.

“Persoalan sampah ini masalah kita semua, tidak ada yang salah atau benar. Kami akan selalu mengimbau dengan cara sosialisai di setiap pertemuan, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi bukan hanya warga BTN yang buang sampah disitu, ada juga dari luar,” tambahnya.

Sementara, Kabid Kebersihan dan Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pinrang, Andi Azis mengatakan, sampah yang diangkut dari lokasi tersebut akan dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Ulu Tedong, sambil menunggu cuaca membaik untuk selanjutnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Malimpung.

“Baru satu kontainer yang terangkut ke TPS terdekat, karena hujan sehingga jalan masih licin untuk dibawa ke TPA Malimpung,” kata Andi Azis.

Ia memastikan, sampah di lokasi tersebut akan diangkut hingga habis. Namun dilakuakan secara bertahap karena jumlahnya yang cukup banyak.

“Kami pastikan akan mengangkutnya hingga habis. Memang sampah disana cukup banyak. Kami juga minta kesadaran masyarakat agar
membuang di dalam kontainer, sehingga tidak tercecer keluar sampahnya,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, warga BTN Bulu Mas pada Rabu (26/2) lalu, mengeluhkan bau busuk yang diakibatkan dari tumpukan sampah di jalan masuk menuju perumahan tersebut.

Salah seorang warga BTN Bulu Mas, Udin mengatakan, sampah yang menumpuk di jalan masuk menuju perumahan tersebut sudah kurang lebih
dua minggu tak diangkut oleh petugas kebersihan.

“Kami sangat terganggu bau busuk sampah. Apalagi kalau sudah kena hujan. itu menumpuk karena sudah dua minggu
tidak diangkut petugas kebersihan,” ujarnya.

Menurut Udin, terkadang warga setempat juga mengabil inisiatif untuk membakar sampah yang menumpuk tersebut jika beberapa hari tak diangkut oleh petugas kebersihan. Hanya saja, asap dari pembakaran sampah itu juga dikeluhkan warga karena bisa mengganggu kesehatan.

“Mungkin akan lebih baik kalau instansi terkait menambah kontainer sampah untuk ditempatkan di lokasi tempat pembuangan sementara itu. Karena kalau penuh biasanya, warga simpan dipinggir bak. Itu karena kontainer sampah yang ada tidak cukup menampung. makanya mungkin lebih baik kalau ditambah kontainer sampahnya,” ujarnya.