UMK 2020 Resmi Naik Hingga 8,1 Persen Sebesar Rp 3,1 Juta

KabarMakassar.com — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar telah menetapkan secara resmi Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2020 sebesar 3,1 juta rupiah.

Sesuai dengan PP no 79 dan surat edaran menteri perihal peningkatan upah 8,1%. Implementasinya pun sudah dimulai sejak tahun ini.

Andi Irwan Bangsawan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar mengatakan perusahaan yang memenuhi regulasi wajib memberikan upah kepada karyawannya sesuai UMK yakni 3,1 juta.

“Regulasinya itu perusahaan yang memiliki aset kekayaan 250 juta wajib memberikan gaji upah kepada pegawainya sesuai UMK yang sudah ditentukan.” ucapnya saat ditemui di Balaikota (9/1/2020).

Menurutnya struktur upah pun harus diperhatikan oleh setiap perusahaan guna mensejahterakan karyawannya.

“Tapi yang harus diperhatikan adalah struktur skala upah dimana pekerja pekerja yg punya masa kerja 2 tahun 3 tahun 4 tahun harus diperhatikan kesejahteraannya ada peningkatan upahnya dan dalam penetapan UMK harus diperhaitkan skala upahnya.” lanjutnya.

Diketahui untuk sanskinya sendiri yang akan diberikan kepada perusahaan yang melanggar aturan yakni adanya teguran dilanjutkan dengan sanksi administrasi kemudian pembekuan perusahaan dan pencabutan izin perusahaan.

“Bagi pelapor kita akan tutup identitasnya karena hal itu sangat penting, kita akan jaga identitas pelapor.” imbuhnya.

Irwan Bangsawan menegaskan bahwa aturan yang telah ditetapkan tidak lain guna mensejahteran dan memakmurkan karyawan.

“Harus begitu karena ini soalnya peraturan dan kalau peraturan wajib di patuhi dan wajib perusahaan yang punya aset 250 juta juga harus sesuai UMK dan bagi yang ingin melapor langsung di Dinas Ketenagakerjaan.” tutupnya