Disbud Matangkan Persiapan Hari Kebudayaan Kota Makassar

KabarMakassar.com — Jelang peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar 1 April mendatang, Dinas Kebudayaan Kota Makassar bertandang ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta. Tujuannya, untuk mematangkan perhelatan peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar yang memasuki tahun kedua.

Kabid Penerapan Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Herfidha Attas mengatakan, dalam pertemuan dengan pihak kementerian, pihaknya memaparkan konsep yang akan diusung termasuk rincian kegiatan yang memakan waktu hingga lima hari (1 – 5 April 2020) dengan melibatkan seluruh entitas masyarakat seperti sekolah, pelaku usaha, pengrajin, dan komunitas.

“Di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kami diterima oleh ibu sesdirjen. Sementara di Kementerian Pariwisata dan Ekraf diterima oleh direktur pengembangan wisata alam dan buatan. Selain itu, kami juga berkordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar untuk mematangkan event ini,” kata Herfidha.

Sebelumnya, Asisten Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Sabri yang juga Ketua Panitia Hari Kebudayaan Kota Makassar 2020, menyampaikan sejumlah rincian kegiatan yang akan dilaksanakan selama lima pelaksanaan event tersebut.

“Rencananya, di hari pertama pelaksanaan, Rabu (1/4) akan digelar Upacara Hari Kebudayaan. Pada hari tersebut, kita akan meminta dukungan kepada seluruh pihak, baik itu sekolah-sekolah, kantor-kantor pemerintah dan swasta, termasuk juga pusat-pusat niaga agar menggunakan identitas budaya, seperti pakaian adat,” kata Sabri.

“Jadi bukan hanya pakaian adat Bugis Makassar, tapi pakaian adat dari seluruh nusantara bisa digunakan. Termasuk juga jika ada turis dari luar yang ingin menggunakan pakaian adatnya, itu lebih bagus,” tambahnya.

Selain itu lanjut Sabri, di hari yang sama juga akan digelar Makassar Ethnic Carnaval dan Traditional Cullinary Festival. Di hari kedua (Kamis, 2/4), akan digelar Makassar Culture Night, Focus Group Discussion, dan Traditional Culinary Festival. Di hari ketiga (Jumat, 3/4), akan digelar Focus Group Discussion serta Traditional Cullinary festival. Sedangkan di hari keempat (Sabtu, 4/4), akan berlangsung Traditonal Cullinary Festival. Di hari terakhir (Minggu, 5/4), akan dihelat Makassar Ethnic RUN serta Traditional Culinary Festival.

“Jadi untuk peserta Makassar Ethnic RUN diwajibkan mengenakan ciri khas ethnik tertentu,” jelas Sabri.

Sekadar diketahui, event ini juga mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel yang berencana mengundang kepala daerah se-Sulsel untuk hadir pada kegiatan tersebut.

Jelang 1 april, Iqbal gelar Rakor dengan Dinas Kebudayan

KabarMakassar.com — Penetapan 1 April sebagai Hari Kebudayaan Kota Makassar telah menjadikan Makassar sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki Hari Kebudayaan.

Karenanya, untuk memeriahkan peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar tahun 2020 ini, Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb melakukan rapat kordinasi dengan jajaran Dinas Kebudayaan Kota Makassar. “Guna membahas konsep, tema dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk memeriahkan hari kebudayaan April mendatang. Kebudayaan penting karena kita lahir dari budaya,” kata Iqbal saat di temui, Rabu (5/2).

Ia menjelaskan akan ada kegiatan kunjungan situs dan kampung budaya Kota Makassar. Pagelaran budaya dalam bentuk parade. “Jadi rencananya 1 April kita angkat tema Makassar Berbudaya. Jadi ada upacara di setiap sekolah dengan menggunakan baju adat. Upacara Pemerintah Kota Makassar dan seluruh Instansi Swasta juga wajib menggunakan baju adat,” jelasnya.

Selanjutnya, pada tanggal 2 April 2020 akan diadakan Focus Grup Discussion dengan mengangkat tema Menciptakan Makassar sebagai Kota Dunia yang memiliki warisan Dunia.

Lalu tema ke-2 mengangkat bagaimana peran kampus dan komunitas menuju kota budaya dunia. “Malamnya akan ada parade budaya nusantara, malam budaya. 4 April 2020 ada program tambahan yakni rancang busana adat. Lomba rancang busana karnaval budaya. Lomba kampung atau desa budaya Makassar,” tambahnya.

Iqbal pun meminta masukan dari berbagai dinas terkait yang akan didiskusikan secara berlanjut. “Intinya kita akan fokus untuk mensukseskan peringatan budaya ini karena budaya itu penting apalagi kita akan memperkenalkan budaya kita kepada anak cucu kita nanti,” pungkasnya.