Dua Debt Collector Dianiaya Nasabahnya di Takalar

KabarMakassar.com — Dua pria yang bekerja sebagai debt collector yakni Irwan Tompo (32) dan Daeng Ngepong (46) melapor ke polisi akibat penganiayaan yang dialami saat melakukan penarikan kendaraan motor nasabahnya yang menunggak 3 bulan.

Keduanya mendapatkan penganiayaan oleh pemilik motor, bermula pada saat malam tahun baru di depan toko mart di Tepo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Takalar.

Sebelumnya debt collector adu mulut di parkiran toko mart, tanpa disadari kedua debt collector tersebut. Pukulan mendarat tepat diwajahnya dari sang nasabah.

Akibatnya kedua debt collector tersebut mendapatkan bogem mentah, keduanya dianiaya dan mendapatkan beberapa pukulan dari pria pemiliki motor tersebut.

Dari kejadian tersebut, Irwan Tompo mengalami luka robek depan sebelah kanan kepala, siku sebelah kanan luka memar. Sedangkan Daeng Ngepong mengalami luka robek pelipis kanan, gigi depan atas rontok patah 2 biji.

Sementara itu, dari kejadian tersebut sudah ditangani pihak Kepolisian Mangarabombang, Takalar.

Kapolsek Mangarabombang, AKP Sudirman membenarkan insiden tersebut, awal mula dari motor yang sudah menunggak, dan pemilik motor didatangi dua pria yang mengaku debt collector.

Keduanya hendak melakukan penarikan paksa kendaraan tersebut, akan tetapi pihak nasabah tak terima dan terjadilah penganiayaan.

“Kedua Debt Collector tersebut melaporkan kejadian yang dialaminya. Sebelumnya keduanya dirawat di puskesmas dan melaporkan jika dirinya dianaiaya nasabahnya,” kata Kapolsek AKP Sudirman.

Nasabah yang kini menghilang, sementara dalam pengejaran polisi. Namun saat ini nama nasabah dari debt collector sudah diketahui identitasnya, dan pihak kepolisian berharap datang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

“Namun untuk perkembangan selanjutnya kami akan kroscek segalanya dan belum bisa memastikan siapa korban dan pelaku akan tetapi kejadian ini diduga masing masing bersalah dan benar,” pungkas Kapolsek AKP Sudirman.