BPKH Gagas Gerakan Ayo Haji Muda, Ini Tujuannya

KabarMakassar.com — Berdasarkan data Badan Pengurus Keuangan Haji (BPKH), setidaknya sebanyak 75 persen dari total masyarakat Indonesia yang mendaftar untuk menunaikan ibadah haji berada di kisaran usia 40 tahun.

Sementara, waktu tunggu pendaftar haji di Indonesia untuk bisa berangkat menunaikan rukun islam kelima itu sekitar puluhan tahun.

“Di Sulsel itu waktu tunggunya 39 tahun, Sulbar 30 tahun. Kalau pensiun atau di usia 55 baru mendaftar, tambah 30 jadi di usia 80 tahun baru berangkat. Inikan Tidak situatif secara fisik,” kata Anggota Badan Pelaksana BPKH, Iskandar Zulkarnain, saat menghadiri penyerahan SK dari BPKH kepada Bank Sulselbar sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPSBPIH) di Hotel Claro Makassar, Senin(17/2).

Atas dasar hal tersebut, kata dia, pihaknya menggagas gerakan Ayo Haji Muda, yang hadir sebagai bentuk dukungan BPKH terhadap kelancaran ibadah haji bagi kaum muslimin.

“Pelaksanaan ibadah haji sangat berkaitan dan membutuhkan fisik yang sehat dan kuat, sehingga kita menyegerakan namanya gerakan Ayo Haji Muda. Tagline kita namanya MINA (Mari Tunaikan Haji Selagi Muda). Kita harapkan para milenial dapat bisa merencanakan pergi haji dengan baik, direncanakan sejak awal. Karena antrian cukup panjang,” ujarnya.

Menurut Iskanadar, kaum milenial dapat mewujudkan ini jika merencanakannya secara matang.

“Harus direncanakan melalui beberapa program yang ada di bank-bank tentunya. Tabungan dan sebagainya tentunya bank-bank sedang mempersiapkan program,” tuturnya.

Terkait dengan penetapan Bank Sulselbar sebagai BPSBPIH,
Iskandar mengatakan, pihaknya berharap Bank Sulselbar memiliki fungsi investasi sehingga,bisa menjadi mitra investasi BPKH. Apalagi, pendaftar haji di Bank Sulselbar tahun 2019 jumlahnya tercatat sebanyak 33.260 dengan nilai setoran awal mencapai Rp867,4 miliar.

“Kita harapkan dalam waktu dekat Bank Sulselbar dapat mengajukan fungsi mitra investasi, sehingga fungsinya semakin banyak dan dapat memberikan dampak ke masyarakat yang lebih luas lagi,” tutupnya.