Ini 11 Kabupaten di Sulsel Terdampak Cuaca Ekstrim

KabarMakassar.com — Memasuki awal tahun 2020, beberapa kota di Indonesia harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim. Salah satunya di wilayah provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) porovinsi Sulawesi Selatan setidaknya ada 11 kabupaten di Sulawesi Selatan yang terdampak cuaca ekstrim.

“Ada 11 kabupaten yang melaporkan sebagai terdampak dan mengalami bencana akibat dampak cuaca buruk,” ungkap Syamsibar Selasa,(7/1).

Data BPBD Sulsel melansir 11 kabupaten terdampak bencana cuaca ekstrem diantaranya Tana Toraja, Toraja Utara, Barru, Bulukumba, Pinrang, Jeneponto, Enrekang, Pangkep, Soppeng, Sidrap, Maros.

Sementara diketahui dan diberitakan sebelumnya jika ada dua wilayah di Sulsel juga yang terdampak, namun belum terdata di BPBD Sulsel yakni Kota Makassar dan juga Parepare, dimana kedua kota tersebut diterpa anging kencang yang membuat sejumlah rumah warga rusak dan akibat atap rumah beterbangan tertiup angin. Bahkan sebagian di jalan-jalan juga mengalami pohon tumbang.

Wilayah yang terdampak pertama yakni Kabupaten Tanah Toraja terjadi bencana longsor yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi, laporan korban tidak ada namun kerusakan bronjong pengaman jalan longsor.

Kabupaten Toraja Utara juga terdepak bencana longsor, yang juga diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Laporan yang masuk pada BPBD SulSel, tidak ada korban dari kejadian ini namun, dilaporkan 1 unit kantor kantun poya mengalami rusak berat, 1 unit puskesmas rusak sedang dan 1 unit Taman Kanak-kanak Rusak sedang.

Sementara itu di Kabupaten Barru terjadi angin kencang dan tanah longsor. Angin kencang terjadi di dua kecamatan yaitu di kecamatan Barru, dan kecamatan Mallusetasi. Terlaporkan 1 KK 6 jiwa korban terdampak dari bencana ini, dimana masing-masing kecamatan satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara bencana longsor terjadi di kecamatan Mallusetasi, tidak ada korban namun akibat longsor akses jalan tertutup.

Di Kabupaten Bulukumba terjadi angin kencang berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Sulsel tidak ada korban namun kerusakan terjadi di area perkebunan cengkeh.

Pinrang, terjadi angin kencang dilaporkan tidak ada korban namun dari kejadian ini, mengakibatkan setidaknya ada 153 rumah rusak.

Jeneponto dilaporkan terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan 2 unit rumah rusak ringan dan sedang. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Tak hanya itu juga terjadi angin kencang di kabupaten ini, yang mengakibatkan 1 unit rumah rusak.

Enrekang juga harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim, dimana kabupaten ini juga terjadi angin kencang yang mengakibatkan 1 unit rumah mengalami rusak sedang. Tidak ada korban.

Pangkep juga terjadi angin kencang dengan laporan kerusakan sedang yang terjadi pada 2 rumah.

Sementara di Kabupaten Maros, angin kencang yang terjadi di 5 kecamatan mengakibatkan 9 rumah mengalami kerusakan.

Angin kencang juga terjadi di kabupaten Soppeng yang terjadi di 2 kecamatan yang mengakibatkan setidaknya ada 64 KK menjadi korban terdampak dari bencana ini, 64 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak berat.

Angin kencang juga melanda kabupaten Sidrap yang mengakibatkan setidaknya 5 unit rumah mengalami rusak berat, 67 unit rusak ringan dan 13 unit rusak sedang. Dengan total 84 KK terdampak dari bencana ini.

Tercatat setidaknya sudah ada 20 kejadian berdasarkan laporan yang diterima BPBD akibat dampak cuaca ekstrim di Sulawesi Selatan. Masing-masing adalah 4 kejadian tanah longsor, 10 kejadian angin kencang, dan 6 laporan kejadian angin puting beliung.

Dimana dari 20 kejadian ini, setidaknya 345 rumah diinfokan mengalami kerusakan, 222 m jalan mengalami kerusakan, dan 5 kerusakan fasilitas umum.
“Jadi kerusakan yang dilaporkan ke kami ada 345 rumah, 222 m jalan, 5 fasilitas umum” tambah kepala BPBD Sulsel ini.

Saat ini seluruh kejadian telah ditindaklanjuti lanjuti oleh BPBD kabupaten setempat.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengaku telah menyiapkan Rp. 20 Milyar untuk situasi tanggap darurat.

“Anggaran 20 miliar, hampir sama tahun lalu ini bisa ditambah” ungkap Nurdin Abdullah.

Cuaca Buruk, Pohon Tumbang Tutupi Jalan Poros Pinrang

KabarMakassar.com — Hujan di sertai angin kencang yang turun selama seharian mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Gatot Subroto, Macorawalie, Kecematan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang (2/1), pohon yang tumbang tersebut menutupi ruas jalan sehingga tertutup akses lalulintas di lokasi tersebut

Hasil pemantauan dilapangan, anggota Satlantas Polres Pinrang dan anggota Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pinrang, serta di bantu oleh warga setempat, sigap mengevakuasi pohon tumbang tersebut dengan alat seadanya.

Kasatlantas Polres Pinrang AKP Religia faradikta, SIK mengatakan bahwa “evakuasi tersebut segera dilakukan agar masyarakat pinrang dapat menggunakan fasilitas jalan dengan aman dan selamat,” ujar Fara sapaanya.

Lanjut Fara, Sebelumnya Satlantas Pinrang pernah pernah melakukan survei lokasi di beberapa titik daerah rawan pohon tumbang.

“Kita sudah survai dab berkordinasi dengan instansi terkait untuk di tindak lanjuti. Harapan kami masyarakat peka untuk sama-sama menjaga keselamatan diri dan lingkungan agar terhindar dari bencana,” jelasnya.