Rumah Abdul Karim Rusak Diterjang Angin Kencang di Bulukumba

KabarMakassar.com — Angin kencang yang di sertai dengan hujan deras yang terjadi di awal tahun 2020 mengakibatkan salah satu rumah warga di Dusun Padaidi Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba mengalami kerusakan. Senin , (20/1).

Dari hasil pantauan Kabar Makassar kejadian tersebut terjadi sekitar Pukul 12.55 WITA yang dimana hujan Gerimis disertai angin kencang melanda Dusun. Padaidi, Desa. Swatani Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba yang mengakibatkan salah satu rumah milik warga Abd Karim (45) mengalami kerusakan (rusak ringan) dengan rincian kerusakan Atap Rumah dari Seng Terbang berikut dgn kayu atau balok sebagai penyangga dari atap rumah dan Satu Antena Parabola Roboh.

Beruntung kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian dialami mencapai jutaan rupiah.

Menurut istri Abd Karim, Nurhayati (42) bahwasanya saat kejadian Nurhayati dan Abd Karim tidak ada dirumah karena ada acara keluarga yang harus mereka hadiri, dan info tentang kerusakan rumahnya dia dapat dari tetangganya yang memberitakan lewat ponsel.

“Saat kejadian saya sama suamiku tidak adaka dirumah karena pergi ka di acara pernikahan nya keluargaku di kampung sebelah, dan yang tanyaka itu tetanggaku yang tidak lain adalah keluargaku sendiri telponka bilang terbang beberapa ki seng rumahmu karena kencang angin di sini makanya itu kami langsung bergegas untuk pulang, dan tiba dirumah kami sudah melihat atap rumah kami hancur beserta barang-barang termasuk parabola roboh” Ujarnya.

Nurhayati pun menambahkan bahwa beliau langsung menghubungi beberapa sanak keluarganya untuk datang ditempat kejadian.

“Setelah sampai disini saya langsung hubungi beberapa keluarga ku dan Alhamdulillah dia  memberikan beberapa bantuan berupa seng baru beserta bantuan bahan pokok lainnya, dan Alhamdulillah warga disekitar sini juga ikut membantu memperbaiki atap rumah kami dan membersihkan sisa-sisa seng yang terbang di terjang angin kencang tersebut. Tutup nya.

Ini 11 Kabupaten di Sulsel Terdampak Cuaca Ekstrim

KabarMakassar.com — Memasuki awal tahun 2020, beberapa kota di Indonesia harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim. Salah satunya di wilayah provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) porovinsi Sulawesi Selatan setidaknya ada 11 kabupaten di Sulawesi Selatan yang terdampak cuaca ekstrim.

“Ada 11 kabupaten yang melaporkan sebagai terdampak dan mengalami bencana akibat dampak cuaca buruk,” ungkap Syamsibar Selasa,(7/1).

Data BPBD Sulsel melansir 11 kabupaten terdampak bencana cuaca ekstrem diantaranya Tana Toraja, Toraja Utara, Barru, Bulukumba, Pinrang, Jeneponto, Enrekang, Pangkep, Soppeng, Sidrap, Maros.

Sementara diketahui dan diberitakan sebelumnya jika ada dua wilayah di Sulsel juga yang terdampak, namun belum terdata di BPBD Sulsel yakni Kota Makassar dan juga Parepare, dimana kedua kota tersebut diterpa anging kencang yang membuat sejumlah rumah warga rusak dan akibat atap rumah beterbangan tertiup angin. Bahkan sebagian di jalan-jalan juga mengalami pohon tumbang.

Wilayah yang terdampak pertama yakni Kabupaten Tanah Toraja terjadi bencana longsor yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi, laporan korban tidak ada namun kerusakan bronjong pengaman jalan longsor.

Kabupaten Toraja Utara juga terdepak bencana longsor, yang juga diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Laporan yang masuk pada BPBD SulSel, tidak ada korban dari kejadian ini namun, dilaporkan 1 unit kantor kantun poya mengalami rusak berat, 1 unit puskesmas rusak sedang dan 1 unit Taman Kanak-kanak Rusak sedang.

Sementara itu di Kabupaten Barru terjadi angin kencang dan tanah longsor. Angin kencang terjadi di dua kecamatan yaitu di kecamatan Barru, dan kecamatan Mallusetasi. Terlaporkan 1 KK 6 jiwa korban terdampak dari bencana ini, dimana masing-masing kecamatan satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara bencana longsor terjadi di kecamatan Mallusetasi, tidak ada korban namun akibat longsor akses jalan tertutup.

Di Kabupaten Bulukumba terjadi angin kencang berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Sulsel tidak ada korban namun kerusakan terjadi di area perkebunan cengkeh.

Pinrang, terjadi angin kencang dilaporkan tidak ada korban namun dari kejadian ini, mengakibatkan setidaknya ada 153 rumah rusak.

Jeneponto dilaporkan terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan 2 unit rumah rusak ringan dan sedang. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Tak hanya itu juga terjadi angin kencang di kabupaten ini, yang mengakibatkan 1 unit rumah rusak.

Enrekang juga harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim, dimana kabupaten ini juga terjadi angin kencang yang mengakibatkan 1 unit rumah mengalami rusak sedang. Tidak ada korban.

Pangkep juga terjadi angin kencang dengan laporan kerusakan sedang yang terjadi pada 2 rumah.

Sementara di Kabupaten Maros, angin kencang yang terjadi di 5 kecamatan mengakibatkan 9 rumah mengalami kerusakan.

Angin kencang juga terjadi di kabupaten Soppeng yang terjadi di 2 kecamatan yang mengakibatkan setidaknya ada 64 KK menjadi korban terdampak dari bencana ini, 64 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak berat.

Angin kencang juga melanda kabupaten Sidrap yang mengakibatkan setidaknya 5 unit rumah mengalami rusak berat, 67 unit rusak ringan dan 13 unit rusak sedang. Dengan total 84 KK terdampak dari bencana ini.

Tercatat setidaknya sudah ada 20 kejadian berdasarkan laporan yang diterima BPBD akibat dampak cuaca ekstrim di Sulawesi Selatan. Masing-masing adalah 4 kejadian tanah longsor, 10 kejadian angin kencang, dan 6 laporan kejadian angin puting beliung.

Dimana dari 20 kejadian ini, setidaknya 345 rumah diinfokan mengalami kerusakan, 222 m jalan mengalami kerusakan, dan 5 kerusakan fasilitas umum.
“Jadi kerusakan yang dilaporkan ke kami ada 345 rumah, 222 m jalan, 5 fasilitas umum” tambah kepala BPBD Sulsel ini.

Saat ini seluruh kejadian telah ditindaklanjuti lanjuti oleh BPBD kabupaten setempat.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengaku telah menyiapkan Rp. 20 Milyar untuk situasi tanggap darurat.

“Anggaran 20 miliar, hampir sama tahun lalu ini bisa ditambah” ungkap Nurdin Abdullah.

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Sulsel Diguyur Hujan Hari Ini

KabarMakassar.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hari ini, Senin (7/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari ini berpotensi berawan ringan di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watansoppeng, Sidrap, Takalar, Gowa, Makassar, Maros dan Selayar.

Sama halnya untuk di siang hingga sore hari nanti hujan ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan Hujan sedang meliputi wilayah Parepare, Barru, Pangkajene, Gowa, Maros, Makassar, Pinrang. Kecuali Berawan di wilayah Sengkang, Watampone.

Begitupun di malam hari nanti berpotensi hujan ringan seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan hujan sedang meliputi wilayah Barru, Masamba, Malili, Belopa. Kecuali Berawan di wilayah Sengkangm Watampone, Jeneponto, Bantaeng.

Kemudian untuk dini hari esok juga berpotensi hujan ringan di wilayah Selayar, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watampone, Palopo, dan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili serta Belopa.Suhu udara : 19 sampai 31 °C, kelembapan udara : 70 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat – Barat Laut / 10 – 50 km/jam.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea (Gel. 1.25 – 2.5 m) terjadi di Perairan Pare-Pare, Perairan Spermonde Pangkep bagian barat, Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, Perairan Spermonde Makassar, Teluk Bone bagian utara, dan Teluk Bone bagian selatan.

Rough Sea (Gel. 2.5 – 4.0m) Terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Kep. Selayar, Perairan Sabalana, Perairan timur Kep. Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian utara, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian selatan, dan Laut Flores bagian timur.

Angin Kencang di Pinrang, Tiang Listrik dan Rumah Warga Rusak

KabarMakassar.com — Angin kencang di sertai hujan menyebabkan atap rumah warga rusak, tiang listrik tumbang dan beberapa pohon diruas jalan Pinrang juga tumbang, Minggu (5/1/).

Informasi yang dihimpun KabarMakassar.com di lokasi kejadian, pohon yang tumbang di area parkiran Masjid Agung Al Munawir, jalan Jendral Sudirman, Macorawalie, Kecematan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, menimpah rumah makan di yang berada tepat disamping masjid tersebut.

Saldi (38), warga Madimeng, Kecamatan Paleteang, Pinrang juga mengalami atap rumahnya terbang akibat terjangan angin kencang.

Selain itu, sejumlah Tiang listrik roboh di sejumlah titik, seperti di Jalan Ahmad Yani, Kecematan Paleteang, Pinrang. Tiang listrik terlihat patah dan membentang di bibir sungai, akibat terjangan angin kencang disertai hujan gerimis tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah tiang listrik terlihat miring di jalan Poros Pinrang – Desa Barang, Kecematan Lanrisang Kabupaten Pinrang, yang berada tepat sebelah barat kampung barang palie, kondisinya menghawatirkan pengguna jalan.


Rahman (30) warga Pinrang, Sulsel mengatakan, angin kencang yang melanda Pinrang ini terjadi sekitar pukul 17:00 Wita hingga menjelang megrib, sedikitnya beberapa atap rumah rusak dan pohon tumbang.

“Sebelumnya terlihat mendung, namun tiba – tiba angin begitu kencang. Sehingga menyebabkan beberapa atap rumah warga rusak dan pohon tumbang,” ungkap Rahman.

Sementara itu Kepala Area PLN Pinrang Rizky Ardiana, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah turun langsung untuk perbaikan ke titik-titik yang terjadi gangguan, termasuk kabel putus maupun tiang listrik yang miring dan roboh.

“Tim kami sudah turun ke lokasi kejadian, guna perbaikan akibat terjangan angin. Untuk pemadaman saat ini di Pinrang sudah berangsur menyala,” singkat Rizky.