Bidan Honorer Raih Nilai Tertinggi SKD CPNS Sesi I di Bulukumba

KabarMakassar.com — Gusti Alfiani warga Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, menjadi peserta peraih nilai tertinggi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Bulukumba untuk sesi I yang digelar di Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Senin (17/2).

Tenaga Honorer di Puskesmas Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba ini meraih skor dengan total 392.

“Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan tes CPNS hari ini dengan nilai SKD yang cukup memuaskan,” kata Gusti.

Alumni Akademi Kebidanan (Akbid) Tahira Al Baeti Bulukumba Tahun 2013 itu mengaku, seleksi penerimaan CPNS tahun 2020 ini adalah yang ketiga kalinya ia ikuti.

Usai mengikuti ujian, Gusti pun dicari dan diberikan ucapan selamat oleh Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang memantau langsung pelaksanaan tes SKD CPNS PPemkab Bulukumba sesi I.

Sekadar siketahui, penerimaan CPNS tahun ini, awalnya Pemkab Bulukumba mendapatkan kuota penerimaan sebanyak 243 formasi. Namun sampai masa pendaftaran berakhir ada 2 formasi yang nihil pelamar, yakni formasi dokter spesialis bedah dan dokter spesialis anak.
Total pelamar yang berhak mengikuti SKD CPNS Pemkab Bulukumba berjumlah sebanyak 9.429 orang.

Tes SKD CPNS Pemkab Bulukumba ini akan digelar selama empat hari. Dimana setiap hari dibagi dalam lima sesi, yang setiap sesinya diikuti sebanyak 500 orang.

Putri Wali Kota Raih Skor Tertinggi SKD CPNS Parepare

KabarMakassar.com — Anak sulung Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Eta Lestari Taufan berhasil meraih skor tertinggi pada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Parepare.

Eta yang mengikuti SKD pada Ahad (16/2) tersebut, berhasil meraih total skor 433.

Sekretaris BKPSDMD Parepare, Adriani Idrus mengatakan, perolehan nilai atau skor yang diraih Eta ini merupakan yang tertinggi mulai dari sesi 1 sampai sesi 30 pelaksanaan tes SKD CPNS Pemkot Parepare untuk periode ini.

“Eta merupakan peraih nilai tertinggi sampai sesi 30, dan ini adalah hari terakhir. Tersisa beberapa sesi lagi. Eta mengumpulkan nilai TWK 120, TIU 160, dan TKP 153, totalnya 433. Eta melamar formasi Dokter pada RSUD Andi Makkasau Parepare,” kata Adriani.

Menurut Adriani, beberapa nilai tertinggi untuk SKD CPNS Pemkot Parepare memang didominasi para dokter.

“Setelah Eta Lestari yang meraih skor 433, di bawahnya ada Hartati Hamzi dengan skor 426, lalu Arsan Rusli 418. Tiga besar peraih nilai tertinggi hingga sesi 30 ini semuanya dokter,” terangnya.

Sementara, Eta Lestari Taufan yang ditemui di lokasi tes mengaku memang telah mempersiapkan diri sejak jauh hari.

“Persiapan saya lakukan sejak Desember 2019. Saya banyak belajar soal-soal CPNS via online atau mengikuti try out online, juga mengadakan belajar kelompok bersama teman-teman dokter,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, nilai yang berhasil diraih tersebut juga tidak lepas dari doa suami dan kedua orangtua.

“Tadi sebelum ke lokasi ujian, saya pamit kepada suami, kepada bapak dan ibu juga, minta doa restu,” ujarnya.

171 Peserta CPNS Sinjai Tidak Ikut Ujian SKD

KabarMakassar.com — Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Peegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sinjai dengan sistem computer Assisted Tes (CAT) yang berlangsung selama empat hari, telah berakhir pada Jumat (14/2) kemarin.

Dari total 3.748 pelamar yang lulus seleksi administrasi dan dinyatakan berhak mengikuti tes SKD, hanya 3.577 orang yang mengikuti tes tersebut.

“Sedangkan sebanyak 171 orang tidak megikuti tes SKD dan dinyatakan gugur,” kata kepala BPSDMA, Lukman Mannan, Sabtu (14/2).

Menurut Mannan, ada beberapa hal yang membuat ratusan peserta tersebut tak bisa mengikuti tes SKD.

“Ada yang lupa membawa KTP, dan ada juga yang karena terlambat datang ke lokasi ujian,” terangnya.

Menurut Mannan, pihak panitia pelaksana ujian CPNS 2020 Kabupaten Sinjai telah memberikan pelayanan maksimal kepada peserta ujian. Bahkan ketika turun hujan pun panitia mengantar peserta dengan payung dan tenda kerucut.

“Kita memberi pelayanan maksimal ke peserta ujian, karena waktu pelaksanaan ujian harus tepat waktu. Awalnya panitia mengantar peserta pakai payung, cuma waktu pelaksanaan ujian sesi selanjutnya harus terlaksana, sehingga terpikirkan oleh panitia lebih efektif dan efisien waktu dengan menggunakan tenda kerucut makanya panitia melakukan itu,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, video aksi para panitia tes CPNS di Kabupaten Sinjai yang memayungi peserta dengan tenda kerucut saat hujan deras untuk mengantarkan peserta ke ruang ujian, beredar dan viral di media sosial.

Salah satu peserta tes dari Sinjai Selatan, Musdalifah mengaku bahwa video tersebut dishare di grup WA pada hari kedua sesi keempat.

“Hujan deraski kayaknya terus tempat pemeriksaan dan lokasi agak berjauhan, kemudian tendanya tidak bersambung dan tidak punya atap, sehingga panitia dari BKPSDMA membantu pakai payung untuk antar peserta ke tempat antrian,” tuturnya menjelaskan kejadian saat itu.

“Kemungkinan panitianya sudah capek antar pakai payung, jadinya tenda kerucut menjadi solusinya. Mereka tidak kehabisan akal meskipun harus basah kuyup, tetapi mereka tetap berusaha memandu para peserta CPNS untuk sampai di ruang tes tanpa harus basah kuyup Kmai sangat berterima kasih kepada panitia,” tutupnya.

Ujian CPNS Gowa, Basir: Jangan Percaya Calo

KabarMakassar.com — Ujian pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa Formasi Tahun 2019 akan dimulai. Yakni pada Sabtu 1 Februari hingga Selasa 4 Februari 2020 mendatang di Baruga Karaeng Galesong.

Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Muh Basir menjelaskan lokasi tes yang di tunjuk sebelumnya di Kampus UNM Makassar dialihkan ke kantor Bupati. Dia juga menyebut ujian ini akan dibagi menjadi lima sesi.

“Selama empat hari tes akan berlangsung di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa dan akan dibagi menjadi lima sesi. Sesi pertama pukul 8.00 hingga 9.30, sesi kedua pukul 10.00 hingga 11.30, sesi ketiga pukul 12.30 hingga 14.00, sesi keempat pukul 14.30 hingga 16.00 dan sesi kelima pukul 16.30 hingga 18.00,” kata Basir menjelaskan, Kamis (30/1).

Para peserta wajib mengikuti segala ketentuan umum dan persyaratan pelaksanakan pada ujian SKD seleksi ASN Pemkab Gowa.

Kepada para peserta seleksi, Basir menghimbau agar tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan pada setiap tahapan dan

“Kami himbau kepada peserta agar tidak mempercayai apabila ada orang atau pihak tertentu yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi dengan keharusan menyediakan atau membayar sejumlah uang atau bentuk lain,” ucapnya.

“Karena Pemkab Gowa tidak bertanggungjawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Kementrian PAN dan RB, BKN atau Tim Pelaksana Pengadaan ASN Pemkab Gowa ataupun pihak lain,” tegasnya.

Perkembangan informasi terkait seleksi pengadaan ASN Pemkab Gowa ini selengkapnya dapat dilihat dan diakses melalui website di http://bkpsdm.gowakab.go.id atau media sosial facebook di http://www.facebook.com/panselcpns.gowa.2019 serta instagram @bkpsdmgowa dan @panselcpnsgowa2019.

Para peserta juga dapat langsung mendapatkan pelayanan dan penjelasan informasi melalui call center (0411) 868015 atau dapat langsung mengunjungi Kantor BKPSDM Kabupaten Gowa Jalan Masjid Raya No.30 Sungguminasa yang terletak di dalam Kantor Bupati Gowa pada hari Senin hingga Jum’at pukul 08.30-16.00 Wita.

Wagub Tinjau Langsung Pelaksanaan Seleksi CPNS

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan peninjauan ke lokasi Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pengadaan CPNS Pemprov Sulsel di hari ke dua pelaksanaan tes Rabu, (29/01).

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS lingkup Pemprov Sulsel telah dimulai sejak tanggal 28 Januari 2020, di Ruang UPT Potensi dan Kompetensi BKD Sulsel, dengan berbasis Computer Asissted Test (CAT) dan diawasi langsung oleh tim CAT (Kanreg) IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar.

Pada pelaksanaan seleksi hari kedua ini, Wakil Gubernur mengunjungi setiap pos tahapan pelaksanaan seleksi. Mulai dari registrasi peserta, ruang tunggu peserta, pos penitipan barang, hingga mengunjungi ruang pelaksanaan seleksi berbasis CAT. Wakil Gubernur juga menyempatkan berbincang dengan peserta ujian yang berada di ruang tunggu.

Kepala Bidang Perencanaan Dan Informasi ASN BKD Sulsel, Taufik Akbar, juga mengajak Wakil Gubernur dalam peninjauannya untuk melihat langsung layar Live Score Point yang berfungsi menampilkan secara langsung nilai tes dari para peserta yang mengikuti ujian berbasis CAT.

Dalam kunjungannya ini, Wakil Gubernur Andi Sudirman memastikan agar pelaksanaan tes berjalan lancar dan sesuai rencana. Ia mengatakan, hal ini patut disyukuri karena semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah jaringan.

“Alhamdulliah semua berjalan baik dan sesuai rencana, semua sistem digitalnya sampai saat ini tidak ada masalah, sehingga BKN mengapresiasi kita dengan fasilitas yang kita miliki dengan sistem yang kita miliki,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama setelah melakukan peninjauan pelaksanaan seleksi CPNS ini, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan harapannya agar seleksi calon pegawai negeri ini kedepannya menghasilkan pegawai yang kompeten di bidangnya.

“Dengan dilaksanakannya seleksi CPNS berbasis CAT ini dan kuota yang kita butuhkan, kita mengharapkan kedepannya hasil yang tersaring adalah pegawai yang betul-betul kompeten dan kapabel di bidangnya. Dan saya rasa beberapa tahun ini sudah bagus hasil-hasil dari tes yang terpusat dengan komputerisasi sistem,” terangnya.

Tinjau Seleksi CPNS, Wagub Harap Lahir PNS Kompeten

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman melakukan peninjauan ke lokasi Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pengadaan CPNS Pemerintah Provinsi Sulsel, Rabu (29/01/2020).

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS lingkup Pemprov Sulsel telah dimulai sejak tanggal 28 Januari 2020, di Ruang UPT Potensi dan Kompetensi BKD Sulsel, dengan berbasis Computer Asissted Test (CAT) dan diawasi langsung oleh tim CAT (Kanreg) IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar.

Pada pelaksanaan seleksi hari kedua, Wakil Gubernur mengunjungi setiap pos tahapan pelaksanaan seleksi. Mulai dari registrasi peserta, ruang tunggu peserta, pos penitipan barang, hingga mengunjungi ruang pelaksanaan seleksi berbasis CAT. Wakil gubernur juga menyempatkan berbincang dengan peserta ujian yang berada di ruang tunggu.

Kepala Bidang Perencanaan Dan Informasi ASN BKD Sulsel, Taufik Akbar, juga mengajak Wakil Gubernur dalam peninjauannya untuk melihat langsung layar Live Score Point yang berfungsi menampilkan secara langsung nilai tes dari para peserta yang mengikuti ujian berbasis CAT.

Dalam kunjungannya ini, Wakil Gubernur Andi Sudirman memastikan agar pelaksanaan tes berjalan lancar dan sesuai rencana. Ia mengatakan, hal ini patut disyukuri karena semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah jaringan.

“Alhamdulliah semua berjalan baik dan sesuai rencana, semua sistem digitalnya sampai saat ini tidak ada masalah, sehingga BKN mengapresiasi kita dengan fasilitas yang kita miliki dengan sistem yang kita miliki,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama setelah melakukan peninjauan pelaksanaan seleksi CPNS ini, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan harapannya agar seleksi calon pegawai negeri ini kedepannya menghasilkan pegawai yang kompeten di bidangnya.

“Dengan dilaksanakannya seleksi CPNS berbasis CAT ini dan kuota yang kita butuhkan, kita mengharapkan kedepannya hasil yang tersaring adalah pegawai yang betul-betul kompeten dan kapabel di bidangnya. Dan saya rasa beberapa tahun ini sudah bagus hasil-hasil dari tes yang terpusat dengan komputerisasi sistem,” terangnya.

Hari Pertama Tes CPNS Pemprov, BKN Pastikan Semua Siap

KabarMakassar.com — Hari pertama pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung hari ini Selasa, (28/1).

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Harun Arsyad, mengaku seluruh fasilitas pelaksanaan tes telah dipersiapkan dengan baik. “Persiapannya sudah cukup bagus, sudah sesuai standar dan peserta juga merasa nyaman bebas dan tenang dalam mengikuti ujian ini,” ungkap Harun .

Juga termasuk antisipasi jika terjadi pemadaman listrik. “Genset ada, sudah disiapkan semua. Yang penting kita sudah siapkan semua sebelum dimulai kita sudah survei semua kesiapannya” tuturnya

Menurutnya tahun ini tidak ada perbedaan dalam pelaksanaan tes dengan sebelumnya. Hanya saja perbedaan terdapat pada nilai passing grade yang mengalami penurunan.

“Sistemnya sama cuma passing gradenya yang diturunkan. Kemudian, dari fasilitas sarana prasarana saya kira sama. Tetapi ini agak lebih bagus lagi” tambahnya.

Ia juga megungkapkan meski penurunan passing grade diberlakukan tahun ini, namun tingkat kesulitan soal juga mengalami peningkatan.

“Ini sekarang sudah diturunkan jadi TKP 126 kemudian untuk TWK nya 65 dan TIU-nya sudah 80. Tetapi dari faktor kesulitan soal, itu lebih sulit dari pada tahun yang lalu” jelasnya.

Peraturan yang ditetapkan pun cukup ketat salah satunya terkait keterlambatan. Menurutnya tidak ada toleransi bagi peserta yang terlambat.

“Kalau terlambat itu tidak bisa ditolerir. Kalau 5 menit sudah dimulai itu sudah tidak bisa karena kita sudah sistem yang jalan. Sementara untuk yang sakit Harus ada keterangan dokter, tapi kalau masih bisa diikutkan ya diikutkan,” paparnya.

Sementara itu, seorang peserta asal Pinrang mengaku sengaja datang ke Kota Makassar hanya untuk mengikuti seleksi ini.

“Dari Pinrang, saya sengaja datang untuk ikut seleksi, sudah ada di Makassar 2 hari” ungkap Musdalifah.

Menurutnya dirinya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi tes CPNS yang merupakan kali pertama dirinya ikut serta.

“Alhamdulillah Insya Allah sudah mempersiapkan diri sebelumnya tapi nda tau mi nanti kalau misalnya sudah berhadapan dengan komputer. Saya mempersiapkan diri dengan belajar sendiri melihat reverensi buku2 latihan tahun-tahun lalu” tambah gadis yang akrab disapa Ifa ini.

Ia sengaja datang satu jam sebelum waktu pelaksanaan tes dilakukan untuk menghindari keterlambatan.

“Saya sesi ke-4 tapi cepat-cepat datang takut nanti terjebak macet” tukasnya.

Pelaksanaan tes ini akan diadakan selama 5 hari yakni sejak Selasa, (28/1) sampai pada Sabtu,(1/2) nanti. Dengan total peserta yang akan mengikuti sekitar 5391 peserta yang setiap harinya akan terbagi dalam 5 sesi.