Pengrajin Kapal Phinisi Keluhkan Biaya Rapid Test

KabarMakassar.com — Pengrajin Kapal Phinisi di Desa Lembanna, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba mengeluhkan kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang mewajibkan para pengrajin mengantongi hasil rapid test kerika bekerja di luar daerah untuk mencari nafkah.

Salah satu pengrajin Kapal Phinisi, Sudirman mengatakan jika biaya untuk melakukan pemeriksaan rapid test mencapai jutaan sekali tes tidak sepadan dengan pendapatannya.

Karena itu, Sudirman mendatangi Kantor Desa Lembanna untuk menyampaikan keluhannya tersebut. Ia mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat pekerjaannya berhenti sejak November 2019.

“Dampak yang saya rasakan sangat luar biasa, tidak cuma saya tapi seluruh pekerja Kapal Phinisi yang ada di Desa Lembanna dan Desa Ara, saya berhenti total sejak November 2019, setelah itu tidak ada lagi,” kata Sudirman.

Kata dia, untuk dapat bertahan hidup para pengrajin mencari pekerjaan di luar daerah. Tapi, kata dia, beban bertambah ketika Gugus Tugas setempat mewajibkan surat keterangan sehat yang melampirkan hasil rapid test.

“Biaya rapid test sangat memberatkan bagi kami, selain ongkos perjalanan kami juga harus menyiapkan biaya rapid test yang mencapai jutaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lembanna, Aspar mengatakan jika pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kelangsungan hidup para pekerja atau pengrajin Kapal Phinisi.

“Kita merasa kasihan pada mereka karena dampak Covid-19 ini banyak daro mereka yang kehilangan pekerjaan, sehubungan dengan kegiatan pekerjaan yang seharusnya kita permudah,” kata Aspar.

Ia menambahkan bahwa sekitar 80% masyarakat di Desa Lembanna merupakan perantau yang harus dicarikan solusi agar tetap bekerja. Selebihnya, kata di, merupakan pegawai dan pedagang.

Mungkin ini bisa dicarikan solusi supaya mereka bisa bekerja di tengah Covid-19 ini, jika memungkinkan ada peluang mendapat pekerjaan di luar daerah, apa salahnya kita membantu melancarkan perjalanan, contohnya rapid test secara gratis untuk masyarakat,” pungkasnya.

Pasien Positif Covid-19 di Pinrang Bertambah 1 Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang kembali bertambah 1 orang. Seorang ASN di instansi vertikal warga Kecamatan Paleteang.

“Bertambah satu lagi. Seorang ASN laki-laki 52 tahun. Sementara dirawat di RS Pelamonia Makassar,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr Dyah Puspita Dewi, Jum’at (5/6).

“Artinya, sejauh ini sudah 8 positif. 5 diantaranya dinyatakan sembuh, 3 sementara dirawat,” sambungnya.

Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, kata dia, akan melakukan penyemprotan disinfektan di instansi t4empat pasien tersebut bekerja, dan melakukan tracing kontak serta rapid test.

“Belum tahu ketularannya dimana, sementara kami racing,” terangnya.

Dewi mengingatkat agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

“Tetap waspada dan ikuti imbauan pemerintah,” tutupnya.

Gubernur Sulsel Minta ke RS Hasil Tes Swab Pagi Keluar Sore

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menjawab dilema penentuan status pasien ODP, PDP dan OTG, dengan mempercepat pemeriksaan tes swab di Balai Laboratorium Kesehatan laboratorium (BLK). Hal tersebut berdasarkan kasus penentuan status ODP dan PDP yang dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian tersebut cukup menjadi pelajaran berharga bagi gugus tugas penanganan Covid-19 di Sulsel. Pasalnya, ada yang dinyatakan ODP dan PDP meninggal dunia sementara dalam proses perawatan di RS sedangkan hasil tes swabnya belum usai.

“Maka saya minta kemarin itu kepada rumah sakit, mereka masuk langsung swab. Kita juga minta lab prioritaskan semua yang terbaring di rumah sakit. Jangan dicampur OTG dan lain sebagainya, jangan. Jadi ada jalur khusus yang sudah terbaring supaya pagi di swab sore sudah ada hasil,” jelas Nurdin Abdullah, saat diwawancarai, di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis, (4/6).

Ia mengaku, memang ini suatu dilema bagi gugus tugas. Sebab saat ODP dan PDP masuk rumah sakit langsung disuruh tanda tangan siap untuk mengikuti protokol Covid.

“Dilema bagi kita, sudah dikebumikan baru hasilnya keluar. Hal-hal seperti ini kan pasti kita menghadapi tuntutan masyarakat, loh kok keluarga saya negatif kok, kenapa dibawa kesana (Pemakaman Covid-19) kan. Makanya kita berharap mulai hari ini tidak ada lagi seperti itu, supaya masyarakat juga ada kepastian,” urainya.

Gubernur mengaku sudah pernah berkali-kali mengingatkan pihak rumah sakit agar melakukan tes swab langsung setiap pasien PDP dan ODP.

“Saya sudah berkali-kali ingatkan rumah sakit langsung swab, jangan cuman tanda tangan udah aman, bukan. Mereka tandatangan langsung swab dan jalurnya juga kaya di Wahidin, masuk pagi sore hasilnya udah keluar. Nggak usah tunggu berhari-hari, karena menjadi dilema bagi kita gugus tugas. Sehingga posisi PDP kita tidak pakai protokol Covid terus keluar hasilnya positif kan ini jadi repot lagi. Tapi mudah-mudahan tidak akan terjadi,” paparnya.

Pasien 12.095 Asal Bantaeng Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

KabarMakassar.com — Tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan akhirnya menjemput pasien positif Covid-19 yang teregistrasi secara nasional bernomor urut 12.095. Pasien asal Bantaeng ini dinyatakan telah sembuh dari virus Corona.

Pasien itu dijemput di Makassar oleh tim PSC 119 Kabupaten Bantaeng dan diterima keluarganya dan tim gugus Bantaeng di perbatasan Jeneponto-Bantaeng, Kamis, 4 Juni 2020, kemarin. Pasien ini diketahui telah menjalani perawatan medis di Makassar selama lebih dari sebulan.

Setelah melalui proses swab berkali-kali, pasien yang juga merupakan santri dari salah satu pesantren yang ada di Magetan, Jawa Timur ini dinyatakan sehat.

Juru bicara tim gugus penanganan Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan membenarkan hal itu. Dia mengatakan, perawatan medis yang dilakukan terhadap pasien 12.095 ini telah berhasil menyembuhkan pasien.

“Sekarang pasien telah dinyatakan sehat. Dia sudah bisa beraktivitas seperti biasa kembali,” ujar dr Andi Ihsan.

Dia menambahkan, tim gugus tugas Bantaeng juga telah melakukan tracing kontak dengan semua orang yang terkait dengan pasien 12.095 ini. Total sudah ada 119 orang yang dilaporkan pernah kontak dengan pasien tersebut. Hasilnya, tidak ada yang dinyatakan reaktif corona.

“Semua yang pernah kontak dengan yang bersangkutan dinyatakan tidak ada yang reaktif,” jelas dia.

Dia menambahkan, setelah pasien ini dinyatakan sembuh, Kabupaten Bantaeng dinyatakan sudah bebas dari kasus positif Corona. Meski demikian, dia meminta kepada semua warga untuk tetap menjaga situasi saat ini dengan mematuhi anjuran pemerintah.

“Tetap menjaga kesehatan, menjaga imunitas dan anjuran pemerintah,” jelas dia.

Selain itu, dia juga mengaku, Pemkab Bantaeng dan gugus tugas penanganan Covid-19 ini tetap akan melakukan sosialisasi ke semua warga Bantaeng terkait langkah dan upaya pencegahan Covid-19. Tim gugus tugas akan gencar mendatangi titik-titik ruang publik untuk memastikan warga Bantaeng tetap patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ada.

“Sosialisasi dan anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan akan terus kita lakukan. Kita berharap, ini adalah kasus terakhir yang positif Corona di Bantaeng. Tetap semangat, jangan kasih kendor,” jelas dia.

Termasuk Sulsel, Presiden Minta Penanganan Covid-19 Konsentrasi di 3 Provinsi

KabarMakassar.com — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Gugus Tugas Covid-19, Kementerian, TNI dan Polri untuk memberikan perhatian khusus dan berkonsentrasi terhadap penanganan Covid-19 di 3 provinsi yang sampai hari ini angka penyebarannya masih tinggi.

Tiga Provinsi yang dimaksud Jokowi yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Saya ingin kita konsentrasi, gugus tugas maupun kementerian, TNI dan Polri utamanya, konsentrasi di 3 provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi, yaitu di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan di Kalimantan Selatan. Tolong ini dijadikan perhatian khusus, sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas percepatan penanganan Covid-19 melalui video conference, Kamis (4/6).

Selain itu, dalam rapat terbatas tersebut Jokowi juga menekankan beberapa hal lain untuk menjadi perhatian oleh para jajarannya. Pertama, yang berkaitan sistem pelaporan satu pintu untuk permasalahan Covid-19.

“Seperti yang sudah saya sampaikan dalam ratas hari Selasa yang lalu, bahwa manajemen untuk satu data ini sudah mulai diperbaiki, sehingga kita nantinya bisa melaporkan secara real-time dari laboratorium, dari gugus tugas yang ada di daerah-daerah, sehingga dalam pengambilan keputusan, kebijakan, bisa tepat dan akurat. Untuk itu, sekali lagi saya minta pintunya betul-betul hanya satu,” tegasnya.

Kemudian yang ketiga, untuk pengujian spesimen. Saya kira saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10.000 (per hari), ini sudah terlampaui dan saya harapkan, target berikutnya ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana.

Jokowi juga kembali mengisntruksikan jajaran terkait, untuk tidak lagi melakukan pelacakan penyebaran Covid-19 dengan cara-cara konvensional, akan tetapi memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi.

“Saya minta untuk pelacakan dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi, dan bukan dengan cara-cara konvensional lagi,” ujarnya.

“Seperti yang kita lihat di negara-negara lain. Misalnya di Selandia Baru, mereka menggunakan digital diary. Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS (Global Positioning System) untuk data-data, sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik,” sambungnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Rabu (3/6) jumlah total kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim tercatat sebanyak 5318 kasus, Sulawesi Selatan 1.668 kasus, dan Kalimantan Selatan sebanyak 1.033 kasus.

Sejauh ini, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah total kumulatif kasus positif Covid-19 terbanyak di Indonesia dengan 7.623 kasus, diikuti Jawa Timur 5.318 kasus, Jawa Barat 2.319, Sulawesi Selatan 1.668 kasus, dan Jawa Tengah 1.455 kasus.

Pascaidulfitri, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Takalar Meningkat

KabarMakassar.com — Pascaidulfitri, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Takalar mengalami peningkatan. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Takalar, per hari ini, Rabu (3/6), jumlah total kumulatif pasien yang dterkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 orang, dan tersebar pada 9 kecamatan di Takalar.

Dari jumlah tersebut, satu diantaranya tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS), delapan orang diisolasi, dan 6 orang telah dinyatakan sembuh.

“Satu orang dirawat RS Labuang Baji, yaitu salah satu kapus PKM di Gowa, tapi beralamat di Polut. Ada lagi 1 orang yang dinyatakan positif yaitu anak dari salah satu pasien positif Covid-19 di Bulukunyi,” terang Ketua Harian Tim Gugus ugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Takalar, dr. Rahmawati.

“Kita mengambil tindakan penanganan dengan melakukan isolasi terhadap pasien yang positif tapi tidak membutuhkan perawatan. Pasien kita isolasi di Hotel Harper Perintis Makassar,” sambungnya.

Sementara untu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Takalar saat ini sebanyak 31 orang. 8 diantaranya dirawat; 20 dinyatakan negatif Covid-19; dan 3 meninggal (hasil swab negatif). Sedangkan Kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 5 orang, sehingga menjadi 57 orang (14 proses pemantauan; 43 selesai pemantauan/negatif).

“Dari data grafik menunjukkan terjadi peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di daerah kita (Takalar). Baik Kasus Positif, PDP, ODP maupun adanya OTG di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, Mari kita bersama-sama mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan melaksanakan imbauan dari pemerintah dan protokol kesehatan,” pungkas dr. Rahmawati.

12 Kabupaten di Sulsel Aman dari Covid-19

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari menyatakan bahwa 12 daerah di Sulsel aman dari Covid-19 karena angka reproduksi efektif (Rt) dibawah satu.

“Sebanyak 12 wilayah yang dinyatakan aman dan dikelompokkan dalam Rt dibawah satu dengan jumlah pasien positif nol,” kata Ichshan Mustari, Minggu (31/5).

Menurutnya kasus Covid-19 di Sulsel semakin menurun dibuktikan dengan adanya 12 kabupaten yang dinyatakan aman.

“Sampai saat ini angka sembuhan semakin tinggi dan kasus Covid-19 semakin menurun bahkan angka Rt virus pun bahkan menurun diposisi dibawah satu yang sebelumnya capai angka 3,8,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang mengandung harapan, tentang corona 19 akan berakhir pada akhir Mei 2020 dapat dimaknai bahwa proses penanganan segera berakhir.

“Pernyataan itu berlandaskan pada indikator bawa pada pertengahan Mei 2020, kurva orang yang terpapar covid 19 di Sulsel melandai. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 39 persen lebih. Ini rasio tertinggi secara nasional,” tuturnya.

Ia menjelaskan Covid-19 memang tidak bakalan habis sama sekali sampai vaksin dan obat-obat ditemukan. Tapi, kata dia, bisa ditangani secara medis dalam kondisi normal dengan jumlah persediaan kamar rumah sakit jauh melebihi cukup.

Demikian juga, kata dia, dokter dan fasilitas untuk karantina terpusat. Indikator tersebut dan sistem penanganan yang tertata baik dilakukan terpusat di Kota Makassar diharapkan bahwa Covid 19 di Sulsel segera berakhir.

“Pandemi covid-19 memang berangsur melandai. Kejadian luar biasa atau pandeminya yang diharap segera berakhir. Covid-19 tidak akan hilang, tetapi menjadi sakit biasa. Bukan lagi kajadian luar biasa atau pandemi,” pungkasnya.

Diketahui Berikut kabupaten yang telah dinyatakan aman dari Covid-19 yakni Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Palopo, Pinrang.

Makassar Belum Penuhi Syarat Terapkan Konsep Kenormalan Baru

KabarMakassar.com — Kota Makassar belum memenuhi persyaratan untuk menerapkan konsep new normal atau kenormalan baru. Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah pusat, reproduction number (Ro) atau angka reproduksi penularan virus Corona (Covid-19) di Kota Makassar masih berada di angka 1,3.

Sementara, salah satu syarat yang harus dipenuhi suatu daerah untuk bisa menerapkan konsep new normal adalah Ro harus dibawah 1, yang berarti tidak ada lagi penularan Covid-19 antar manusia di suatu wilayah selama 14 hari, terhitung dari tidak ada lagi laporan penambahan kasus Covid-19.

“Hasil evaluasi pusat, di Makassar Ro-nya masih 1,3. Jadi secara formal kita belum bisa langsung menerapkan new normal,” kata Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Yusran Jusuf, Kamis (28/5).

Olehnya itu, kata dia, untuk menekan Ro di Kota Makassar, pemerintah kota akan melakukan gerakan monitoring secara massif agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan.

“Karena itu, kegiatan monotoring serentak yang akan kita lakukan besok ini sebenarnya ingin mempercepat supaya kita bisa menurunkan Ro, sehingga kita bisa mulai menerapkan konsep new normal,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, atau tepatnya pada 26 Mei kemarin, Yusran sempat menyampaikan bahwa Makassar akan segera memberlalukan kebijakan baru penanganan Covid-19 dengan konsep new normal berbasis kearifan lokal, yang di dalamnya berisi lima protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, rutin cuci tangan, olahraga, dan pemenuhan nutrisi lokal untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat dengan mengkomsumsi tanaman lokal seperti jahe, kunyit, mengkudu dan sejenisnya.

Besok, Ada Monitoring Serentak Penerapan Protokol Kesehatan di Makassar

KabarMakassar.com — Pemerintah kota Makassar akan melakukan monitoring serentak terkait penerapan protokol kesehatan yang diatur dalam Peraturan Walikota (perwali) Nomor 31 Tahun 2020, Jumat (29/5) besok.

Penjabat (Pj) Walikota Makassar Yusran Jusuf mengatakan, hal ini sesuai dengan hasil rapat tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Makassar sekaligus menindaklanjuti arahan presiden.

“Kita ingin memastikan masyarakat Makassar benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu, satuan tugas (satgas) besok akan melakukan monitoring di seluruh Kota Makassar serentak jam 09.00 Wita,” kata Yusran, Kamis (28/5).

Monitoring serentak ini, kata dia, akan melibatkan seluruh elemen, baik pemerintah di tingkat kota, kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPM maupun kepolisian dan TNI.

“Tujuannya adalah ingin melihat kepatuhan masyarakat di lapangan. Ingin melihat sejauh mana efektivitas penerapan perwali ini di lapangan,” ungkapnya.

Yusran menjelaskan, monitoring ini dilakukan sebagai salah satu upaya menekan jumlah reproduction number (Ro) atau atau angka reproduksi penularan dalam pandemi virus corona (Covid-19) di Kota Makassar.

“Jadi intinya arahan presiden memperketat penerapan protokol kesehatan, dan langkah kita besok adalah bagian dari itu. Secara massif kita ingin mengingatkan masyarakat, juga melakukan edukasi secara massal supaya protokol kesehatan ini terus bisa diterapkan, sehingga kita bisa menurunkan Ro,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan upaya ini, lanjut Yusran, Pemerintah Kota Makassar juga akan menggunakan fasilitas-fasilitas seperti ambulance, maupun mobil pemadam kebakaran.

“Nanti kami akan menggunakan berbagai fasilitas seperti seluruh ambulance akan ikut. Seluruh mobil pemadam, mobil Satpol PP juga untuk sekaligus menyampaikan informasi menggunakan pengeras suara,” terangnya.

Yusran menambahkan, jika pada monitoring besok ditemukan ada oknum yang melanggar Perwali Nomor 30, maka akan langsung diberikan teguran.

“Sekiranya ada kegiatan di lapangan yang bertentangan dengan penerapan perwali ini, tentu kita akan lakukan teguran saya kira itu,” tutupnya.

Pasien Sembuh Terus Bertambah, Pinrang Menuju Zero Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Pinrang yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, hingga Rabu (27/5), sudah ada 5 dari total 6 pasien positif yang dinyatakan sembuh.

“Tambahan 1 lagi yang sembuh dari Covid-19, artinya sudah ada 5 dari total 6 orang yang dinyatakan positif Covid-9 di Pinrang. Saat ini, sisa 1 pasien positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi.

Dewi menjelaskan, kepastian adanya tambahan pasien yang dinyatakan sembuh ini setelah dua kali hasil uji swab yang dilakukan terhadap pasien yang bersangkutan menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Hal ini, lanjut Dewi, tentunya memberikan kabar baik terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Pinrang. Sebab, jika pasien keenam nantinya juga menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan swab test keduanya, maka dipastikan Kabupaten Pinrang akan menjadi salah satu Kabupaten di Sulsel yang zero atau nihil dari pasien positif Covid-19.

“Semoga tidak ada lagi penambahan pasien positif, sehingga dipastikan Pinrang menuju zero dari Covid-19,” harapnya.