20 Pedagang Pasar Sentral di Pinrang Ikuti Rapid Tes

KabarMakassar.com — Puluhan pedagang Pasar Sentral Pinrang menjalani rapid test, Selasa (4/8). Hal itu dilakukan setelah sebelumnya dua pedagang pasar itu dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, petugas juga melakukan penyemprotan disenfektan di dalam area pasar dan sekitarnya dan dipantau langsung Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid didampingi oleh Dandim 1404 Pinrang, Letkol ARM Lukman Sasono.

“Iya ada 20 orang yang kami rapid test,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi.

Dewi menambahkan dari 20 orang yang dilakukan rapid test terdapat 10 orang dinyatakan reaktif. Kata dia, 10 orang tersebut diimbau untuk menjalani isolasi mandiri selama satu minggu untuk menjalani rapid test kedua.

“Yang reaktif 10 termasuk keluarga dekat dari pasien positif Covid-19. Untuk meningkatkan imunitas mereka yang reaktif diimbau agar isolasi mandiri. Seminggu lagi dirapid kalau reaktif maka dilanjutkan tes swab,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid mengingatkan warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker dalam beraktivitas, jaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun.

“Satu kunci utama untuk menekan penyebaran Covid-19 adalah kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Pasar Sentral tetap beroperasi tidak ada penutupan saat ini, kecuali penjual dan pembeli tidak disiplin besar kemungkinan kita tutup,” pungkasnya.

Pasca Idul Adha di Bulukumba, Kasus Covid-19 Bertambah 2 Orang

Kabarmakassar.com — Berdasarkan laporan hasil swab per 1 Agustus 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah pasca hari raya Idul Adha yang dilaksanakan pada Jumat 31 Juli kemarin.

Sebanyak 2 orang terpapar virus Corona yang berasal dari Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bukukumba. Keduanya adalah perempuan dengan nomor register 240 usia 37 tahun alamat Kelurahan Caile dan nomor 241 usia 32 tahun alamat Kelurahan Loka.

Hal ini dibenarkan oleh H. M Daud Kahal Jubir Penanganan Covid-19 Bulukumba, keduanya adalah kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif sebelumnya dengan nomor register 226 perempuan 38 tahun alamat Bentenge Kecamatan Ujung Bulu. Namun pasien 226 tersebut sudah dinyatakan sembuh pada 29 Juli yang lalu.

“Dengan tambahan 2 orang positif ini, maka total kasus Covid-19 sebanyak 241 orang. Jumlah pasien positif yang sembuh sebanyak 223 orang, pasien positif meninggal 5 orang, dan 13 orang masih dirawat dan isolasi mandiri” tutup jubir covid penaganan Bulukumba ini.

Menko PMK: Prokes Wujud Pengorbanan Melawan Covid

KabarMakassar.com — Peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah telah mengimbau agar pelaksanaan salat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban agar dapat dilaksanakan sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa esensi peringatan Hari Raya Idul Adha adalah sebuah pengorbanan untuk mengedepankan nyawa manusia sebagai hal yang paling utama.

“Kita tahu bagaimana Nabi Ibrahim ketika mengorbankan anaknya, Ismail, kemudian digantikan oleh Allah dengan seekor kambing. Itu menandakan betapa nyawa manusia sangat berharga. Agar kita tidak mengorbankan nyawa orang lain atau mengorbankan diri kita akibat wabah Covid-19 ini maka patuhi protokol kesehatan,” ujarnya saat menjadi khatib pada pelaksanaan shalat Idul Adha di Lapangan Kantor Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (31/7).

Ia menyebut protokol kesehatan adalah bentuk pengorbanan serta wujud nyata dari realitas mengikuti apa yang dilakukan oleh Ibrahim AS yaitu untuk menghindari jatuhnya korban sebagai wujud penghargaan yang tinggi terhadap nyawa manusia.

“Kalau kita ingin menghindari jatuhnya korban akibat Covid-19 terutama saudara kita, kerabat kita, tetangga kita, bahkan diri kita sendiri, maka patuhi protokol kesehatan. Gunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan terutama saat di ruangan tertutup,” tambahnya.

Menurut mantan Mendikbud dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat akan menjadi kunci pengendalian wabah Covid-19 sebelum ditemukannya vaksin.

Ia pun menekankan bahwa wabah Covid-19 hanya bisa diselesaikan melalui penemuan vaksin. Oleh karena itu, pemerintah saat ini sedang bekerja keras untuk mempercepat penanganan dan penemuan vaksin.

“Kalau sudah ditemukan vaksin, insya Allah kita akan terhindar dari Covid-19 ini dan kembali ke kehidupan yang biasanya,” pungkas Muhadjir.

Usai pelaksanaan salat Idul Adha yang diikuti oleh masyarakat umum, pengungsi, dan ASN Pemkab. Luwu Utara, Menko PMK menyerahkan satu ekor sapi untuk dikurbankan. Setelah itu, ia langsung mengunjungi dan menyapa para pengungsi korban banjir bandang yang ada di Kantor Bupati Luwu Utara lanjut ke lokasi pengungsian di Desa Kampal dan Desa Radda guna melihat kondisi serta memastikan pemenuhan kebutuhan bagi para pengungsi.

Basli Ali Sholat Idul Adha Bersama Warga dengan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali bersama warga melaksanakan sholat idul adha 1441 H di Lapangan Pemuda Benteng, Jumat (31/7).

Pelaksanaan sholat idul adha menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker karena Selayar masih berada dalam zona orange Covid-19.

Ketua Nahdatul Ulama Selayar, Drs. H. Mustari, M. dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk bersikap sabar dan memelihara kedamaian hati ketika menerima ujian dan cobaan dengan mengangkat tema “Refleksi Idul Adha dan Ibadah Qurban dalam menghadapi ujian Pandemi Covid-19”.

“Sangatlah penting kita miliki apabila kita hubungkan dengan apa yang kita alami beberapa bulan terakhir, Allah SWT telah menguji kita dengan menyebarnya Covid-19 yang telah mendatangkan banyak korban meninggal, Nauzubillahi minzaalik,” kata H. Mustari

Ia mengingatkan pada jamaah untuk meningkatkan kesabaran, berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. Kata dia, pemerintah telah berusaha secara maksimal meningkatkan kewaspadaan.

“Juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengikuti dan melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya untuk melindungi diri dari wabah virus corona,” ungkapnya.

Sementara itu, Basli Ali mengucapkan atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar, selamat hari raya idul adha 1441 hijriah kepada seluruh masyarakat Selayar.

“Berharap momentum hari raya qurban ini menjadikan kita pribadi yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan semakin meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” kata Basli Ali.

Cegah Penularan Covid-19, Pj Wali Kota Tak Gelar Open House

KabarMakassar.com — Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin memastikan tidak menggelar open house sebagai bentuk silaturrahmi halalbihalal Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 M. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi di Kota Makassar. Menurut Prof Rudy, kendati angka penambahan orang terpapar Covid-19 cenderung menurun di Makassar, bukan pertanda sudah boleh dilakukan pelonggaran, termasuk melakukan pertemuan orang dengan jumlah yang banyak.

“Insya Allah besok saya bersama keluarga akan menunaikan Shalat Idul Adha di rumah saja, dan mengingat saat ini kita masih dalam situasi pandemi, maka kegiatan silaturrahmi secara fisik atau lazim di sebut open house tidak kami lakukan. Ini juga kami himbau kepada seluruh warga kota agar tetap selalu waspada dan hati-hati, selalu perhatikan protokol kesehatan apapun aktifitas yang kita lakukan” ujar Prof Rudy di Balaikota, Kamis (30/7/2020).

Bagi Prof Rudy, Hari Raya Idul Adha ditengah pandemi merupakan momentum kesadaran sebagai pengalaman sejarah yang mungkin tidak pernah terulang. Ia memaknai Idul Adha kali ini menjadi tonggak sejarah untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya protokol kesehatan demi menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.

“Di momentum Idul Adha ini marilah kita berdoa dan ber-Ikhtiar bersama-sama agar kita segera terbebas dari pandemi virus ini. Kita belajar dari kesabaran dan keikhlasan Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan anaknya Nabi Ismail sebagai jalan keluar bagi kita semua menuju kehidupan normal seperti sebelum wabah ini hadir ditengah-tengah kita” lanjut Rudy.

Mitos dan Fakta Seputar Olahraga Selama Masa Pandemi Covid

Kabar makassar — Selama masa pandemi corona, tren olahraga semakin meningkat. Namun, meningkat pula isu dampak kesehatan yang bisa timbul dari ragam kegiatan olahraga di tengah pandemi yang belum berakhir ini.

Menanggapi berbagai isu yang beredar di masyarakat dan berhubungan dengan olahraga, dokter spesialis olahraga sekaligus direktur Slim & Health Sports Center, dr Michael Triangto SpKO angkat bicara.

Michael mengungkapkan, memang banyak terjadi kesimpangsiuran informasi, dan masyarakat seharusnya tahu mana informasi yang mitos atau fakta tentang berolahraga di tengah pandemi Covid 19 ini.

Dan berikut 10 mitos dan fakta tentang olahraga di tengah pandemi Covid 19 :

  1. Olahraga di saat pandemi Covid-19 aman jika dilakukan di dalam rumah.
     
    Untuk mencegah penularan Covid-19, pemerintah menganjurkan agar sebaiknya berada di dalam rumah dan hal yang sama juga pada saat berolahraga. American College of Sports Medicine (ACSM) merekomendasikan agar menhindari tempat umum dan jaga jarak yang sejalan dengan anjuran dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk tetap beraktivitas fisik di rumah agar kita dapat menekan resiko penularan serendah mungkin. Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Fakta
     
  2. Berolahraga dengan menggunakan masker akan mengganggu kesehatan.
     
    Sebagaimana diketahui tubuh dapat terinfeksi Covid-19 melalui cara inhalasi sehingga Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan penggunaan masker akan bertindak sebagai barrier antara udara luar dan hidung maupun mulut yang akan menyaring udara sampai dengan 90% dan sama sekali tidak menghentikan aliran udara pernafasan. Dengan demikian penggunaan masker tidak akan mengganggu pernafasan termasuk juga saat berolahraga dengan intensitas ringan sampai dengan sedang karena disaat itu tubuh tidak membutuhkan udara pernafasan dalam jumlah banyak. Kalaupun ada rasa tidak nyaman tentunya dapat teratasi setelah penggunaan secara teratur tubuh akan terbiasa dalam menggunakannya. Selain itu penggunaan masker yang tepat dengan cara yang benar adalah bentuk tanggung jawab sosial kita untuk tidak terinfeksi dan menginfeksi orang lain yang berdampak pada diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara yang kita cintai ini.
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Mitos
     
  3. Mengikuti CFD aman karena kita berada di udara terbuka sehingga tidak memungkinkan tertular Covid-19.
     
    Udara terbuka di zona hijau memiliki resiko yang lebih kecil untuk terinfeksi virus Covid-19 namun bila udara terbuka yang dimaksud adalah acara car free day dimana penuh dengan masyarakat yang bergerombol tentunya  kita akan sulit untuk menjaga jarak dan resiko akan bertambah jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditentukan misalnya tidak menggunakan masker, yang jelas akan memudahkan untuk terinfeksi Covid.
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Mitos
     
  4. Olahraga ringan sampai dengan sedang dapat menghindarkan kita terkena Covid.
     
    Olahraga berintensitas ringan sampai dengan sedang tidak akan memaksakan tubuh kita untuk melakukan latihan yang berlebihan dan melampaui batas-batas kemampuan tubuh sehingga akan mampu meningkatkan kesehatan dan juga daya tahan tubuh dari kemungkinan terinfeksi Covid-19
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Fakta
     
  5. Berolahraga berat di gym akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan baik untuk mencegah Covid
     
    Bila olahraga berintensitas ringan sampai dengan sedang akan dapat meningkatkan kesehatan kita, namun bilamana olahraga tersebut terus ditingkatkan intensitas latihannya sehingga menjadi berat malah akan menurunkan intensitas tubuh sehingga akan lebih memungkinkan untuk terinfeksi virus Covid. Selain itu bilamana kebersihan peralatan yang dipakai bersama tidak dapat dijaga dengan baik maka hal tersebut juga akan mempermudah penularan dari satu orang ke orang lain.
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Mitos
     
  6. Minum air yang cukup secara teratur saat berolahraga dapat membantu menghindari Covid.
     
    Pada saat berolahraga tentunya tubuh akan kehilangan cairan dan hal ini harus segera diatasi dengan melakukan minum air secara cukup dan teratur. Bilamana hal tersebut tidak dilakukan maka tentunya tubuh mengalami dehidrasi dan akan mengganggu kesehatan yang pada akhirnya memudahkan tubuh untuk menjadi sakit dan tak tertutup kemungkinan untuk terinfeksi virus Covid.
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Fakta
     
  7. Setelah berolahraga di luar rumah sebaiknya segera mandi daberganti pakaian untuk menghindari penularan Covid.
     
    Pada saat kita berolahraga di tempat umum, meskipun kita menjalankan protocol kesehatan namun tetap saja akan membuat diri kita berada di dalam situasi yang tidak pasti. Kita tidak dapat meyakini diri kita selama berolahraga di luar itu tidak terkontaminasi virus Covid, dan tentunya kita juga tidakberharap membawa pulang penyakit apapun ke dalam lingkungan keluarga kita di rumah. Oleh sebab itu sangatlah beralasan jika sesampainya kita di rumah maka kita wajib langsung membersihkan tubuh kita dengan mandi dan mengganti pakaian yang bersih. Dengan senantiasa menjaga kebersihan diri, kita berharap untuk terhindar dari penularan Covid-19
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Fakta
     
  8. Berenang itu sama dengan mandi sehingga baik untuk mencegah Covid.
     
    Bilamana mandi adalah salah satu cara untuk menghindari diri kita dari kemungkinan terinfeksi Covid-19 maka tidak jarang ada yang berharap “mandi” di kolam renang dapat membersihkan diri yang dilakukan bersamaan dengan berolahraga. Bilamana berenang tersebut dilakukan di kolam renang pribadi dan dijamin tidak ada orang lain yang menggunakan kolam tersebut yang terinfeksi Covid-19 maka resiko mengalami penularan menjadi rendah. Namun bila hal tersebut dilakukan di kolam renang umum dan terlebih lagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik maka resiko terinfeksi menjadi besar.
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Mitos
     
  9. Penggunaan kalung eucalyptus dapat menghindari penggunanya dari Covid.
     
    Minyak eucalyptus memiliki manfaat untuk mengurangi gejala-gejala influenza, hidung tersumbat dan juga sebagai anti radang. Covid juga memiliki gejala mirip dengan influenza, sumbatan saluran pernafasan berat yang tentunya sangat berbeda dari flu pada umumnya. Oleh sebab itu minyak eucalyptus mungkin dapat membantu meringankan gejala yang ada pada Covid namun tidak untuk mencegah ataupun menyembuhkannya.
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Mitos
     
     
  10. Bersepeda merupakan olahraga paling aman selama Pandemi Covid-19.
     
    Bersepeda adalah jenis olahraga yang ramah lingkungan, dapat meningkatkan kesehatan dan membantu mengatasi penyakit-penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol darah yang tinggi bahkan juga baik bagi yang memiliki gangguan jantung yang telah terkontrol. Jika dikatakan paling aman tentunya harus mematuhi protokol kesehatan sebagai mana telah ditentukan oleh PDSKO yaitu saat bersepeda keluar rumah harus dalam keadaan sehat, bersepeda sendiri ataupun dengan keluarga serumah dan juga memilih daerah yang dilewati yang tergolong dalam zona hijau. Bila bersepeda tanpa menggunakan masker secara benar, dilakukan bersama dengan orang yang tak dikenal, kelompok pesepeda tersebut berjumlah lebih dari lima orang dan tidak menjaga jarak dari satu pesepeda dengan pesepeda lain sejauh 20 meter atau lebih maka resiko untuk terinfeksi menjadi sangat besar. Bersepeda dalam berkelompok juga meningkatkan kemungkinan kita untuk mengayuh sepeda melampaui batas-batas kemampuan yang tentunya dapat mengganggu kesehatan tubuh kita.
    Dengan demikian pernyataan diatas adalah: Mitos

Gotong Royong di Makassar, Ewako!

Penulis : Egy Massadiah

Telepon berdering di akhir pekan. Nama Doni Monardo muncul.

Singkat kalimat, “Kirim Al Ghozi ke Makassar, bergabung dengan Dr Andani”

Begitulah instruksi pun langsung tertunaikan. Tengah malam Ahmad Al Ghozi Ramadhan yang sedang menikmati Mie Atjeh di kawasan Cikini bergegas menemukan tiket untuk terbang ke Makassar. Dan paginya, pukul 06.25 pada 26 Juli 2020, dia sudah sampai di Lanud Hasanuddin.

Di sana, sudah ada Dr Andani Eka Putra. Dia adalah Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Dr Andani bersama timnya telah menorehkan prestasi fantastis. Dengan peralatan dan fasilitas yang sederhana, dalam sehari mampu memeriksa hingga 2.600 spesimen.

Laboratorium yang dipimpin Andani beroperasi mulai 20 Maret 2020 setelah mendapat ijin dari Kementerian Kesehatan. Sampai sekarang seluruh petugasnya hanya libur sehari saat Lebaran Idul Fitri.

Mereka yang berjumlah sebanyak 60 orang bekerja secara bergantian selama 24 jam. Targetnya setiap hari memeriksa ribuan spesimen. Berkat militansi yang fantastis itu pula, Kepala Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menggandengnya.

Militansi Dr Andani dipastikan akan sangat bermanfaat untuk kerja besar menanggulangi pandemi Covid-19. Tak pelak, pekan lalu, Andani dibawa ke Surabaya. Di sana, ia berkontribusi atas kapasitas yang dimilikinya. Dari Surabaya, ia diminta Doni membantu Makassar, yang juga punya problem serius mengatasi penyebaran Covid-19.

Sedangkan Al Ghozi?

Dia adalah anak muda, jagoan IT. Dahlan Iskan menjulukinya “anak milenial nakal”. Kemampuannya teruji dan terbukti lewat karya aplikasi data yang diberinya nama fightcovid19.id.

Dalam sebuah catatannya yang viral, Dahlan Iskan menarasikan latar belakang Al Ghozi. Ayah Alghozi sendiri orang Bangka. Menetap di Bangka. Dulunya buka toko. Gagal. Sekarang kerja serabutan. Diantaranya supir. Sedang sang ibu menjadi pencuci pakaian.

Al Ghozi hanya SD di Bangka. “Saya dianggap nakal. Tamat SD dikirim ke Tasikmalaya. Diikutkan bibi,” ujar Al Ghozi.

Ia kembali ke Bangka untuk sekolah SMA–di SMAN 3 Pangkal Pinang.

Setamat SMA Al Ghozi ke Bandung. Masuk Politeknik Padjadjaran. Jurusan Perhotelan. Di situ hanya setahun. Merasa hatinya tidak cocok.

Passion-nya ternyata di dunia digital. Ia masuk D-3 STT Telkom (Telkom University) juga di Bandung. Ia pilih Jurusan Informatika.

“Saya kuliah sambil cari uang,” ujar Al Ghozi. Ia tidak sampai hati meminta kiriman uang dari ayahnya.

“Waktu semester 5 saya nge-Gojek,” katanya.

“Berarti saat itu sudah punya sepeda motor?” tanya mantan Menteri BUMN itu.

“Motornya teman. Ada perhitungannya,” katanya.

Selain itu Alghozi jualan donat. Ke asrama-asrama mahasiswa.

“Orang tua Anda tahu?”

“Tidak tahu. Ayah tahunya kuliah saya lancar,” katanya.

Tahun lalu Alghozi tamat D-3. Anak nakal ini pun sudah bisa membuat beberapa program komputer.

Karya anak muda berusia 22 tahun itu pertama kali diapresiasi Wakil Bupati Belitung, Bangka Belitung Isyak Meirobie. Setelah sukses digunakan di sana, ditawarkan kepada Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Kemudian berlanjut ke Kepulauan Riau dan Surabaya. Sudah menunggu provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara. Ghozi siap mengembangkannya ke provinsi lain. Millenial bertubuh subur ini hanya butuh waktu lima hari untuk menyelesaikan desain pertama aplikasi tersebut. Dia bekerja siang dan malam bersama teman-temannya.

“Niat saya awalnya cuma membantu penanggulangan Covid-19 ini. Saya sangat sedih saat pertama kali mengetahui ada dokter yang meninggal karena terpapar covid itu. Hal tersebut mendorong saya dan teman-teman membuat aplikasinya,” jelas Al Ghozi.

Al Ghozi malas berbicara urusan transaksional. Dia akan menolak mentah-mentah. Bisa dipastikan, jauh di lubuk hatinya hanya ada “merah-putih”. Dalam di dasar perasaannya, hanya ada “totalitas untuk negeri”.

Penampilan Al Ghozi cuek. Kalau sudah bekerja, mirip-mirip orang autis. Sejak April lalu Al Ghozi termasuk anggota tim yang menginap di lantai 10 Graha BNPB. Sama dengan Letjen Doni, tiga bulan lebih tidak pulang pulang ke rumah.

Mengenali wajah Al Ghozi jika kebetulan bertandang ke Graha BNPB terbilang mudah. Pipinya chubby dan senyumnya mudah mengembang. Ia jauh dari bayangan lelaki berkacamata minus dengan tampang serius dan pelit senyum.

Di Makassar, Al Ghozi bersinergi dengan Dr Andani meretas persoalan Covid-19. Aplikasi yang dibuatnya, akan memetakan setiap orang yang bergerak di suatu daerah. Semuanya data dikumpulkam dari petugas pemerintah yang menjaga di pintu masuk pelabuhan di darat, laut, dan udara. Kemudian diinput ke dalam sistem. Bla… bla… bla… pendeknya, kehadirannya di Makassar dipastikan sangat produktif.

Di Makassar, Andani dan Al Ghozi dikawal khusus pakar komunikasi Dr Aqua Dwipayana. Aqua memback-up dr Andani dan Ghozi dalam hal komunikasi. Kepada semua anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel Aqua mengingatkan agar selalu menjadi teladan. Anggota tim harus memulai dengan meniatkan kerja sebagai ibadah. Dengan begitu tanpa beban melakukan semua aktivitas terkait Covid-19.

“Kami mendapat tugas dari Ketua Satgas Covid-19 Nasional Bapak Letjen TNI Doni Monardo untuk membantu Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menangani Covid-19. Makanya kami sengaja datang ke sini,” ujar mereka senada.

Ewako!

Kasus Positif Covid-19 Zero, Pinrang jadi Zona Hijau

KabarMakassar.com — Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan akhirnya zero, atau tidak ada terkonfirmasi positif korona sesuai data yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, per hari Minggu (26/7).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi yang di konfirmasi KabarMakassar.com membenarkan hal tersebut, jika kasus covid-19 sudah tidak ada di Kabupaten Pinrang.

“Iye betul pak, Alhamdulillah, kasus positif Covid-19 sudah sembuh semua di Pinrang,” kata drg Dewi, Minggu (26/7) siang.

Dewi menambahkan, meski sudah tidak ada kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang, ia tetap menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan seperti rajin cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

“Ingat tetap patuhi protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker, serta jaga jarak,” ujarnya.

Hari ini 30 Pasien Sembuh di Bantaeng, 7 Masih Positif

KabarMakassar.com — Jumlah pasien Corona yang sembuh di Kabupaten Bantaeng terus bertambah. Memasuki minggu ke-29 tahun 2020, Perkembangan Kasus Covid-19 memperlihatkan tren yang menggembirakan.

Hari ini tercatat ada tambahan 7 kasus konfirmasi, namun hari ini tercatat jumlah kasus konfirmasi yang sembuh bertambah 30 orang. Jadi total pasien yang sembuh sampai hari ini, 20 Juli 2020 sebanyak 78 orang.

“Dengan tambahan 7 kasus konfirmasi ini total kasus COVID-19 di Bantaeng menjadi 93 kasus”, jelas dr Andi Ihsan.

Hari ini kita kedatangan kembali 30 orang warga kita yang sudah berjuang melawan COVID-19 melalui proses perawatan dan isolasi mandiri di Makassar. Mereka tampak ceria dan lebih bersemangat, tambah Ihsan

Para Duta COVID-19 ini dijemput dengan penuh Antusias oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten Bantaeng beserta Kepala Puskesmas Kita beserta Staf Puskesmas Kota yang sangat sumringah menantikan rekan-rekan mereka kembali di Butta Toa.

Camat Panakukang Positif Covid, Pelayanan Akan Disesuaikan

KabarMakassar.com — Beredarnya informasi melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp yang berisikan pesan permohonan maaf dan pernyataan camat Panakukang positif Covid-19.

Dikonfirmasi terkait informasi yang beredar tersebut, juru bicara Gugus tugas penanganan Covid-19 kota Makassar Ismail Hajiali membenarkan informasi tersebut.
“Iya benar Camat Panakukang Positif Covid-19” ungkapnya Sabtu,(11/7).

Menurutnya sterilisasi Di kantor Kecamatan Panakukang telah dilakukan hari ini, sedangkan untuk ASN dan pegawai kecamatan yang sempat melakukan kontak dengan Camat Panakukang akan segera dilakukan Tracking.
“tadi sudah dilakukan sterilisasi di kantor Camat Panakukang, untuk ASN yang telah kontak dengan Dia akan segera dilakukan contact tracking untuk yang bersentuhan nanti akan dirapid” tambahnya.

Saat ditanya terkait apakah akan ada penutupan untuk sementara Kantor Kecamatan Pattallassang ia mengungkapkan akan disesuaikan.
“Pelayanannya nanti disesuaikan, kan nanti ada timnya yang lihat” tuturnya.

Adapun isi Pesan dari Camat Panakkukang Muh Thahir Rasyid yang beredar berisi, “Bismillah,Dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf kepada seluruh staf kecamatan dan kelurahan yang pernah kontak dengan saya agar segera periksakan diri di puskesmas terdekat (tabe pak lurah dan bu lurah agar fasilitasi semua stafnya) Karena hasil lab saya positive dan harus mengikuti isolasi”.

Untuk diketahui berdasarkan Informasi update Data Kasus Covid-19 per hari Jumat, (10/7), Kecamatan Panakukang masih berada di tempat ke-2 dengan jumlah kasus positif terbanyak setelah Rappocini di Kota Makasar yakni 454 kasus positif sementara Rappocini 489 kasus positif.