13 Hari, Jumlah Pasien Corona di Indonesia Bertambah 115 Orang

KabarMakassar.com — Kasus Virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Dari yang awalnya ditemukan 2 orang pasien positif Covid-19 pada 2 Maret lalu, dalam jangka waktu 13 hari setelahnya atau hingga Ahad (15/3), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia melonjak dan bertambah sebanyak 115 orang.

Hal ini setelah pada Ahad (15/3) siang, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto kembali mengumumkan adanya tambahan 21 pasien yang tersebar di dua wilayah di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sebelumnya pada Sabtu (14/3). pasien positif Corona di Indonesia jumlahnya sebanyak 96 orang.

Dengan begitu, saat ini jumlah total pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona sudah sebanyak 117 orang.

“Ada tambahan 21 kasus baru. 19 orang di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah,” kata Yuri saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Menurut Yuri, (21) kasus tambahan yang diumumkan hari ini merupakan hasil pengembangan atau tracing yang dilakukan terhadap pasien sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Yuri juga menyampaikan jika pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan masing-masing bisa mengambil kebijakan untuk melakukan tracing lebih jauh.

Selain itu, kata dia, kepala daerah juga memiliki hak untuk mengumumkan kepada masyarakat terkait jumlah kasuspositif Corona di wilayahnya masing-masing. Dengan catatan, tetap mempertimbangkan untuk merahasiakan identitas sang pasien.

“Kepala daerah yang bertanggungjawab dalam kebencanaan ini harus memiliki suatu strategi yang bagus,” ujarnya.

Yuri juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap melakukan upaya mencegah penularan virus tersebut. Salah satunya yakni menahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian jika menaag tak ada keperluan yang mendesak.

“Kalau tidak terlalu penting, tidak perlu bertemu dengan orang banyak untuk membicarakan sesuatu,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, hingga Ahad (15/3) siang, dari total 117 jumlah kasus postif Corona di Indonesia, 5 pasien diantaranya meninggal dunia, dan ada 8 yang telah dinyatakan sembuh.

Kapal Coral Adventure Tiba di Makassar, KKP Periksa Penumpang dan ABK

KabarMakassar.com — Kapal pesiar Coral Adventure yang mengangkut puluhan turis atau wisatawan mancanegara asal Australia dan sebelumnya sempat ditolak untuk berlabuh/sandar di Pelabuhan Palopo dan Bulukumba, hari ini tiba di Kota Makassar.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Darmawali Handoko mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan dan Dinas Kesehatan Makassar terkait kedatangan kapal pesiar COral Adventure tersebut.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), kata dia, kapal tersebut tidak boleh langsung sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

“SOP-nya sudah jelas. Dia berlabuh dulu di jarak 2 mil dari Pelabuhan Makassar, terus tim kita akan naik. Sekarang sementara pemeriksaan ini,” kata Darmawali melalui sambungan telepon, Rabu (11/3).

Boleh tidaknya kapal tersebut sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, lanjut Darmawali, akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim dari KKP terhadap seluruh awak dan ABK di kapal tersebut.

“Kalau hasil pemeriksaan menyatakan clear, tidak ada yang terjangkit penyakit menular atau penyakit yang harus dikarantina, dia baru mendapat izin untuk berlabuh atau sandar di Pelabuhan Makassar,” jelasnya.

Darmawali menambahkan, sebenanrnya SOP ini sama dengan yang diberlakukan di bandara terhadap para penumpang pesawat dari luar negeri.

“Sebenarnya sama dengan pesawat, kan itu banyak banget dari Malaysia, Arab Saudi dan negara lain. Sebenarnya sama (SOP-nya). Cuma kenapa ya kalau kapal pesiar ini heboh sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah juga menyampaikan jika kapal tersebut tak bisa langsung sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

“SOP itu standar dan dimana-mana sama. Dia datang berlabuh sejauh 2 mil dari pelabuhan, kemudian semua awak dan penumpang kapal diperiksa oleh tim kesehatan dari KKP Makassar. Kalau ada suspect (Corona/Covid-19) di atas, tidak ada yang boleh turun, kecuali yang sakit itu langsung di bawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal pesiar Coral Adventure ini mengangkut 44 penumpang dan 34 ABK. Sebelumnya, kapal ini ditolak untuk bersandar di Palopo dan Bulukumba dikarenakan kekhawatiran pemerintah dan masyarakat di daerah tersebut terkait penyebaran Virus Corona (Covid-19).

RSUD Bulukumba Bantah Rawat Pasien Corona

KabarMakassar.com — Masyarakat Kabupaten Bulukumba, Jumat (21/2) kemarin sempat dihebohkan dengan beredarnya kabar yang menyebutkan ada seorang warga yang terpapar virus novel corona (2019-nCoV) dan tengah dirawat di RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba.

Warga berinisial AA (50) yang dikabarkan terpapar virus corona itu merupakan warga Kecamatan Herlang dan baru beberapa hari tiba dari berkunjung Malaysia.

Pihak RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba yang dikonfirmasi membantah kabar tersebut.

Wadir Yanmed RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, dr. Rizal Ridwan mengatakan, pasien rujukan dari Puskesmas Herlang tersebut hanya menderita radang tenggorokan atau laringitis.

“Pemeriksaan hasil laboratorium menujukan pasien tersebut hanya terkena radang tengorokan atau larangitis. Itu gejala Bronchitis dan bukan pneumoni. Sekarang lagi di rawat sesuai standar SOP di ruang isolasi,” ujarnya.

Harga Bawang Putih Meroket, Mentan Sebut Imbas dari Corona 

KabarMakassar.com – Seminggu terakhir, harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Seperti di Pasar Pa’baeng-baeng, pada bulan Januari harga bawang putih sebesar Rp36.250/Kg. Namun saat ini, harganya sudah mencapai Rp46.250/Kg. Di Pasar Terong, harganya bahkan mencapai Rp60.000/Kg.

Ditemui usai menghadiri kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (7/2), Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kenaikan harga bawang putih yang juga terjadi di beberapa provinsi lain di Indonesia ini merupakan imbas dari merebaknya Virus Corona yang menyebabkan ditutupnya pintu-pintu ekspor-impor dari dan ke China.

Sementara, sampai saat ini China masih menjadi negara pemasok bawang putih terbesar bagi Indonesia. Hasil produksi bawang putih di Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Akhir-akhir ini bawang putih kelihatan tiba-tiba naik harganya, itu imbas dari Corona,” kata SYL.

Meski begitu, SYL memastikan kondisi (lonjakan harga dan keterbatasan bawang putih) ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, dalam bulan ini akan ada panen di beberapa daerah di Indonesia, sehingga stok bisa kembali normal.

“Insha Allah pertengahan Februari ini sudah mulai panen di Jawa Barat dan Sumatra Utara,” terangnya.

Mantan gubernur Sulsel dua periode itu juga berharap, wabah Corona ini segera berakhir, sehingga proses impor dan ekspor bisa kembali berjalan seperti biasanya.

“Inkubasi dari Corona itukan diperkirakan akhir Februari juga sudah selesai, mudah-mudahan akhir Februari masuk Maret semua pintu-pintu ekspor sudah terbuka,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beberapa waktu lalu mengaku, Pemerintah Provinsi Sulsel sedang berupaya mengembangkan bawang putih agar nantinya tidak lagi tergantung pada impor.

“Kita lagi kembangkan di sini. Harapan kita, Sulsel harus mandiri pangan. Makanya produk-produk pangan kita harus kita genjot. Ini bukan hanya buat Sulsel, tapi juga agar tetangga-tetangga kita harus terpenuhi kebutuhannya,” kata Nurdin.

Makassar Mulai Lakukan Antisipasi Virus Corona

KabarMakassar.com — Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menginstruksikan kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya merebaknya virus Corona. Menurut Iqbal, posisi kota Makassar sebagai kota pelabuhan dan juga memiliki bandara internasional berpeluang menjadi pintu masuk virus ini.

“Kota Makassar memiliki pelabuhan, dan bandara bertaraf internasional, lalu lalang manusia dari berbagai negara cukup tinggi, segala yang berkembang secara global juga berpotensi berpengaruh terhadap Makassar. Olehnya itu kita harus waspada, tingkatkan kerja sama dengan semua pihak, utamanya instansi kesehatan. Puskesmas kita juga harus meningkatkan pengawasan, jika mendapat gejala yang mirip agar dilakukan pendalaman yang komprehensif,” ujar Iqbal Suhaeb saat bertindak selaku Inspektur Upacara Bendera Lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Halaman Kantor Wali Kota Makassar, Senin (27/1).

Terkait munculnya virus itu, Iqbal juga mengingatkan tentang ajaran agama Islam yang memang melarang manusia untuk mengkonsumsi binatang buas dan bertaring.

“Penyebaran virus ini sangat cepat, makanya kita harus waspada, apalagi proses penularannya sudah antara manusia dengan manusia. Makanya mulai sekarang kita harus hidup lebih sehat dan membentengi diri dengan melakukan gerakan hidup sehat dan makan makanan yang matang. Serta memakai masker saat flu dan berada di sekitar keramaian,” jelasnya.

Namun Iqbal juga meminta agar masyarakat tak terlalu panik berlebih dalam merespon informasi perkembangan virus ini.

“Jika masyarakat mengalami atau merasa ada tanda-tanda virus corona langsung periksakan ke rumah sakit. Setiap rumah sakit siap menghadapi pasien virus corona. Kita akan pantau terus,” tegasnya.

Saat ini, puluhan negara telah mengkonfirmasi telah terinfeksi virus corona. Virus ini diduga kuat berasal dari Wuhan, Cina Tengah yang penyebabnya bersumber dari binatang buas.