Pertamina Gelar Berbagai Lomba Keselamatan Kerja di Ajang HSSE

KabarMakassar.com — Sebagai perusahaan yang berperan dalam menunjang kebutuhan energi dan menjalankan roda perekonomian bangsa Indonesia, PT Pertamina (Persero) dituntut untuk selalu meningkatkan kinerja dan peran yang maksimal dalam setiap proses bisnisnya.

Namun hal ini tentulah tidak lepas dari potensi risiko yang selalu ada pada setiap kegiatan, salah satunya adalah risiko keselamatan kerja dan keselamatan operasi.

Di Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Fungsi HSSE sebagai bagian yang berperan dalam pembinaan terhadap pengelolaan risiko tersebut dituntut untuk selalu aktif dalam memastikan implementasi praktik kerja aman pada setiap proses bisnis yang dijalankan di perusahaan.

Fungsi ini secara rutin mengadakan kegiatan Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Ewako dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional. Di mana Tahun 2020 ini adalah kali keempat diselenggarakannya event ini.

Beberapa bentuk kegiatannya adalah lomba Fire Combat, Incident Investigation, Working at Height, Confined Space Rescue & Medical Evaluation, Safety Riding and Driving yang diikuti pekerja, mitra kerja, vendor dan kontraktor Pertamina MOR VII.

Pertamina gelar lomba memperingati Bulan K3 Nasional.

Menurut General Manager Pertamina MOR VII, Chairul Alfian Adin, salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam terjadinya sebuah insiden, yaitu kurangnya pengetahuan dan pengalaman pekerja dalam memahami dan mengelola risiko pada aktivitasnya sendiri dan juga lingkungannya.

“Untuk itulah kesadaran akan pentingnya HSSE terus dibangun di lingkungan Pertamina,” ujarnya.

Tidak hanya itu, masih menurut Chairul, lomba yang dipertandingkan pada HSSE Ewako ini juga bertujuan untuk mengedukasi semua pihak dalam lingkungan Pertamina untuk melakukan pengelolaan risiko yang sering ditemui tidak hanya di lingkungan pekerjaan namun di lingkungan rumah tangga seperti pada arena Electrical Wiring and Installation yang memberikan pengalaman edukasi berharga bagi setiap peserta.

“Ujungnya dapat melakukan pengelolaan pekerjaan kelistrikan dan penggunaan alat secara aman,” ujar Chairul.

Kegiatan HSSE Ewako merupakan salah satu bentuk upaya MOR VII untuk dapat memberikan manfaat edukasi, pengalaman dan kompetensi kepada setiap pihak yang berpartisipasi untuk kemudian menularkan pengalaman positif kepada keluarga, sahabat, rekan kerja dan lingkungannya untuk senantiasa mengutamakan keselamatan sesuai dengan tata nilai HSSE Golden Rules dari Pertamina, Patuh, Intervensi dan Peduli.

“Karena keselamatan dan kesehatan dalam lingkungan kerja semua bermula dari kepedulian diri kita sendiri,” tutup Chairul.

Pertamina Peduli Berikan Bantuan di Kabupaten Sidrap dan Soppeng

KabarMakassar.com — Kondisi pasca bencana banjir dan angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, masih memprihatinkan.

Hal inilah yang membuat PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII tergerak dan langsung hadir memberikan bantuan bagi masyarakat.

Perwakilan pekerja Pertamina sendiri yang langsung turun ke lapangan menyerahkan bantuan bagi daerah terdampak.

Sebagaimana diketahui, bencana alam banjir dan angin puting beliung yang terjadi di awal tahun 2020 di daerah tersebut telah mengakibatkan rusaknya sejumlah rumah warga di dua kabupaten tersebut.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, tidak kurang dari 1.839 rumah rusak akibat bencana tersebut.

Pertamina MOR VII, lewat program Pertamina Peduli bertindak cepat dengan menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan daerah yang terdampak dan masih minim mendapatkan bantuan.

Kesempatan tersebut juga digunakan untuk mendata bantuan apa saja yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Atas inisiatif tersebut, pada Kamis (23/01) Pertamina bekerjasama dengan Human Initiative Sulawesi Selatan menyalurkan sejumlah bantuan berupa peralatan masak seperti kompor dan panci untuk 70 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Emagae dan Kelurahan Lautang Benteng Kabupaten Sidrap.

Penyerahan bantuan ini disaksikan juga oleh Lurah Lautang Benteng, Suriyanto. Selain itu, Pertamina juga menyerahkan bantuan sembako seperti beras, minyak goreng, terigu, telur, gula pasir serta perlatan mandi dan tikar kepada 30 KK di Kelurahan Attang Salo Kelurahan Soppeng.

General Manager (GM) PT Pertamina (Persero) MOR VII, Chairul Alfian Adin, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Pertamina kepada masyarakat dan berharap semoga serangkaian bencana yang terjadi beberapa waktu belakangan ini cepat berlalu.

“Semoga kehadiran Pertamina Peduli bagi masyarakat di Kabupaten Sidrap dan Soppeng ini bermanfaat dan menjadi penyemangat mereka”, jelasnya.

Ibu Remina, salah satu warga yang rumahnya mengalami rusak berat, mengungkapkan rasa bahagianya akan kepedulian dari Pertamina ini. “Alhamdulillah dapat bantuan dari Pertamina alat-alat masak. InsyaAllah bermanfaat sekali. Terima kasih,” ungkapnya.

Selain tanggap bencana, Pertamina juga menekankan komitmennya terhadap penyaluran distribusi BBM dan LPG.

“Pertamina akan terus berupaya agar serangkaian bencana yang terjadi tidak menghalangi tekad Pertamina dalam mendistribusikan BBM dan LPG hingga ke pelosok negeri,” pungkas Chairul.

Pertamina Raih Tiga Sertifikat ISO

KabarMakassar.com — Tiga Sertifikat ISO (International Organization for Standardization) kembali berhasil diraih PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII.

Ketiga sertifikat tersebut diraih secara bersamaan yakni sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015, dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ISO 45001:2018 yang diterapkan secara terintegrasi dalam proses bisnis suplai dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK).

General Manager Pertamina MOR VII, Chairul Alfian Adin menyampaikan sertifikasi ini diraih oleh fungsi Supply & Distribution (S&D) MOR VII yang wilayah kerjanya mencakup Sulawesi, yang terdiri dari S&D MOR VII Office dan 15 (lima belas) lokasi Integrated/Fuel Terminal yang beroperasi dan tersebar di seluruh wilayah Sulawesi.

Kelima belas lokasi tersebut yaitu: Integrated Terminal Makassar, Integrated Terminal Bitung, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Kendari, Fuel Terminal Donggala, Fuel Terminal Gorontalo Group, Fuel Terminal Poso Group, Fuel Terminal Palopo, Fuel Terminal Luwuk, Fuel Terminal Raha, Fuel Terminal Kolaka, Fuel Terminal Tolitoli, Fuel Terminal Banggai, dan Fuel Terminal Tahuna.

Raihan ISO yang terintegrasi ini melengkapi sekaligus perluasan ruang lingkup dari penerapan sistem manajemen mutu, lungkungan, dan keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi di 15 lokasi integrated/fuel terminal termasuk S&D Region Office MOR VII.

Perolehan sertifikat ISO ini, menurut Chairul, memiliki makna bahwa setiap proses operasi penyuplaian dan pendistribusian BBM/BBK yang dilakukan di wilayah Sulawesi oleh Pertamina, telah memiliki standar yang baku, dan berwawasan lingkungan, serta diakui secara internasional. “Sekaligus juga menunjukan bahwa Pertamina peduli terhadap BBM/BBK yang didistribusikan ke masyarakat dilakukan secara tepat waktu, tepat mutu, dan tepat jumlah,” ujarnya, Senin (13/1/2020)

Masih menurut Chairul, capaian ini juga merupakan salah satu bentuk langkah nyata Pertamina Supply & Distribution Marketing Operation Region VII dalam mendukung pencapaian visi dan misi Pertamina untuk menjadi Perusahaan Energi Nasional Berkelas Dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Sebagai BUMN, Pertamina memiliki tugas utama untuk menjamin ketersediaan BBM/BBK untuk masyarakat dengan kegiatan operasi dan pelayanan terbaik (operation and service excellence).

“Dengan raihan ini menunjukan bahwa Pertamina mampu menjaga sistem manajemen mutu, lingkungan, dan K3LL di setiap tahapan operasional dalam rangka memenuhi ekspektasi pelanggan, guna mewujudkan tata nilai Pertamina, khususnya dalam hal customer focus,” tutup Chairul.