CEK FAKTA: Razia Tak Pakai Masker di Denda Rp250 Ribu

KabarMakassar.com — Beredar pesan berantai yang membuat masyarakat resah dengan adanya razia berskala Kecamatan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Dishub hingga Satpol PP di Kota Makassar. Dimana isi pesan tersebut tertera denda bagi yang tidak memakai masker akan di denda Rp250 Ribu, menyapu dan menyanyikan salah satu lagu wajib.

Pesan berantai tersebut berselewiran di Whatsapp Grup (WAG), dengan tulisan sebagai berikut;

Assalamualaikum Wr…Wb…
Mohon Ijin Kepada Semua Masyarakat Bahwa Akan Ada Razia.
Ini Akan Melibatkan Beberapa Unsur
:
1.Kepolisian
2.TNI
3.Satpol PP
4.Dishub

5.3 Pilar
Skala Kecamatan.
Jika Ketauan Tidak Memakai Masker maka Akan Di Kenakan Denda Berupa :

1.Menyapu
2.Menyanyikan Lagu Wajib
3.Denda Minimal Rp.250.000

Tolong Infokan Kepada Saudara Ya Yg Akan Keluar Rumah.

Hasil Cek Fakta:

Berdasarkan hasil konfirmasi langsung kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Makassar, Iman Hud menyatakan jika informasi tersebut tidak benar, dan sebaran berita tersebut tidak masuk dalam Perwali 31 tahun 2020 yang sementara ditegakkan.

“Tidak ada seperti ini, tidak masuk dalam Perwali 31 tahun 2020,” jelas Iman Hud mengkonfirmasi langsung, Sabtu (20/6).

Lebih jauh Iman Hud menjelaskan jika informasi soal pencabutan KTP yang beredar luas di media sosial jika melanggar Perwali itu juga tidak benar. Bahkan dijelaskan hanya dilakukan penyitaan sementara.

“Bukan pencabutan, menyita sementara KTP, yang melanggar untuk menghadap atas pelanggaran peraturan, itupun kalau sudah ketiga kalinya tertangkap tangan pada pelanggaran yang sama, untuk selanjutnya di BAP, atas pelanggaran dimaksud. Satpol PP dalam penegakan hukum menggunakan dua prinsip, yustisial dan non yustisial, sangat berbeda dengan pelanggaran pidana, makanya dikenal istilah teguran 1, 2 dan 3 baru penindakan,” tegas Iman Hud.

Diketahui sebelumnya jika Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof Yusran Yusuf menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Kota Makassar. Dimana didalamnya warga yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan, seperti tidak bermasker dan berkerumun di luar rumah, akan diberi sanksi.

Kesimpulan:

Dari penjelasan diatas, jika Razia tak memakai masker akan di denda uang senilai Rp 250 Ribu, menyapu dan menyanyi lagu wajib tidak benar. Atau berita tersebut HOAX dan pihak Pemerintah Kota Makassar tidak mengeluarkan informasi soal denda uang dan sanksi menyanyi terkait dengan Perwali yang diterbitkan baru-baru ini.

Cek Fakta: UGD Rumah Sakit Unhas Tutup

KabarMakassar.com — Beredar foto pengumuman tulisan di depan pintu masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) tutup. Tulisan tersebut beredar luas di beberapa Whatsapp Grup (WAG), Minggu (14/6) siang. Dimana tulisan “Mohon maaf untuk saat ini UGD RS Unhas Tutup”.

Hasil Cek Fakta

Berdasarkan hasil penulusuran cek fakta, pengumuman berupa tulisan di depan pintu masuk UGD RS Unhas tersebut bertulisakan di Tutup. Namun tulisan lengkap tersebut berada paling bawah yang menyatakan jika UGD RS Unhas tutup dikarenakan adanya penataan dan sterilisasi ruangan di rumah sakit tersebut.

Direktur Pelayanan Penunjang dan Sarana Medis RS UNHAS, dr Nur Surya Wirawan membenarkan jika adanya pentupan sementara UGD Rumah Sakit Unhas selama sepekan kedepan. Pernyataan tersebut dikutip dari SulselSehat.com Minggu (14/6).

“Iya benar (tutup). Baru mulai tadi, kurang lebih seminggu (ke depan),” kata Surya.


Penutupan layanan UGD RS Unhas ini dilakukan karena sedang ada pengerjaan ruangan khusus untuk pelayanan pasien penderita Covid-19.

“Agar lebih safety, mengingat tenaga nakes UGD sangat rentan (terinfeksi),” jelas Aco, sapaan akrabnya.

Dalam pengumuman tertulis yang lengkap, disebutkan bahwa penutupan layanan UGD RS Unhas untuk penataan dan sterilisasi ruangan, bukan karena adanya tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 sebagaimana dirumorkan.

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa RS Unhas hanya tutup sementara untuk penataan dan sterilisasi ruangan. Dimana potongan tulisan yang menyatakan UGD RS Unhas tutup, tidak benar. Namun faktanya UGD Rumah Sakit Unhas ditutup sementara karena sedang ada pengerjaan ruangan khusus untuk pelayanan pasien penderita Covid-19.

Rujukan :
https://www.sulselsehat.com/makassar/1212/ugd-rumah-sakit-unhas-tutup/?fbclid=IwAR1PO1O6XqHDY-m3v7NynbUdskHY_3wEfcBPCzfrMWqkm8eb9z4mMleX39I

CEK FAKTA: Beredar Tahapan Pilkada Serentak Terbaru, Ini Faktanya

KabarMakassar.com — Infografis terkait tahapan Pemilukada terbaru ramai beredar di sejumlah media sosial dan WhatsApp Grup (WAG) beberapa hari belakangan.

Dalam infografis yang diklaim sebagai informasi dari Komisi Pemilihan Umum tersebut, disampaikan bahwa pada tanggal 30 Mei akan dilakukan pengaktifan Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Kemudian, tanggal 9 Juni – 1 Agustus akan dimulai tahapan penyelesaian bakal pasangan calon perseorangan. Pada 4 Juni – 2 Agustus pencocokan dan penelitian daftar pemilih, lalu 27 Juni mulai pengadaan logistik; 17 Agustus – 8 September pengumuman pendaftaran calon hingga penetapan.

Tanggal 8 September – 9 November sengketa tata usaha negara pencalonan; 11 September – 5 Desember kampanye; dan 9 Desember pemungutan suara

Hasil Cek Fakta

Tim KabarMakassar.com melakukan konfimasi terkait informasi tersebut kepada KPU Kota Makassar. Dalam penjelasannya, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar dengan tegas membantah dan menyebut infografis yang beredar itu tidak benar dan bukan bersumber dari KPU.

“Tidak benar, tahapan terbaru belum ada. Pasca dikeluarkannya perppu, kami msh menunggu kebijakan selanjutnya dari KPU RI. Tahapan akan dimulai kembali setelah situasi memungkinkan,” kata Gunawan, (13/5).

Sebelumnya, Komisioner Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Makassar, Endang Sari juga telah menepis kebenaran informasi tersebut. Bahkan menurutnya, KPU RI juga telah membuat flyer resmi untuk menyampaikan bahwa infografis tersebut tidak benar

“Sudah banyak beredar di grup WA (WhatsApp). Kami perlu luruskan, jadwal tahapan di infografis tersebut bukan bersumber dari KPU,” ujarnya.

Kesimpulan:

Berdasarkan informasi yang diterima dari komisioner KPU kota Makassar, jika informasi yang beredar melalui pesan Whatsapp terkait informasi tahapan Pemilukada terbaru yang bersumber dari KPU adalah Tidak Benar atau HOAX.

CEK FAKTA : Makassar Lock Down, Libur 3 Hari

KabarMakassar.com — Maraknya informasi terkait dengan penutupan semua aktifitas selama tiga hari yang beredar di media sosial membuat warga panik hingga dikabarkan warga memborong makanan yang ada dibeberapa swalayan dan pasar di Wilayah Sulawesi Selatan termasuk di Kota Makassar.

Tak hanya itu beredarnya foto-foto atau flayer yang beredar di Whatsaap Grup (WAG) dengan caption, “Ayo Kompak Lawan Virus, Serempak di Indonesia, Berhenti Total Tiga Hari 10 April-12 April”.



Akibat dari informasi tersebut, potongan gambar dari salahsatu akun media sosial Instagram (IG) @SosmedMakassar menginformasikan jika terjadi kemacetan ke arah pasar cidu Makassar diserbu warga berbelanja, Kamis (9/4).



Selain itu beberapa komentar juga melaporkan jika di beberapa mini market diserbu warga yang ingin berbelanja karena informasi soal lock down Makassar selama tiga hari.

HASIL CEK FAKTA

Terkait imbauan untuk berhenti total serentak di Indonesia selama tiga hari itu, mulai 10 sampai 12 April 2020 dibantah Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Yurianto menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan imbauan tersebut. Bahkan ia menyebut jika kabar tersebut adalah kabar bohong atau hoaks.
“Itu hoaks,” kata Yuri (8/4) kemarin.

Sementara di Makassar sendiri informasi lock down juga tidak benar, meski Sulawesi Selatan masuk dalam Zona Merah namun hanya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala
Kecil (PSBK) dan bukan PSBB atau berskala besar.

Hal tersebut dikatakan Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, dimana rencana dibahas bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Makassar.

“Ini sudah dibahas dengan Forkopimda, tetapi kita akan melihat rekomendasi dari pihak dinas kesehatan dan kecamatan dulu. Ini (rencanan Pemkot Makassar) bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tapi hanya PSBK atau parsial. Hanya tingkat kelurahan dan tingkat kecamatan,” kata Iqbal, Rabu (8/4) malam.

Perihal tempat atau lokasi pemberlakukan PSBK tersebut, Iqbal mengaku hal itu belum ditentukan. Saat ini, kata dia, rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan dan pembahasan hal-hal yang menjadi pertimbangan teknis.

“Lokasi atau tempatnya diberlakukan dimana, itu belum kita tentukan. Kita baru rapat dengan Forkopimda dan kesehatan, nanti setelah itu baru kita usulkan atau ajukan ke provinsi. Jadi kita juga belum bisa pastikan kapan ini mulai diberlakukan,” terangnya.

KESIMPULAN

Kota Makassar hanya melakukan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) dan bukan PSBB atau berskala besar, sementara informasi Lock down Kota Makassar juga TIDAK BENAR atau HOAX, berita tersebut KELIRU dan meresahkan warga kota Makassar.

REFERENSI BERITA:

Instagram (IG) @SosmedMakassar link https://www.instagram.com/p/B-woSgJFfAs/

Jumlah Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Makassar Bersiap Lakukan PSBK:
https://www.kabarmakassar.com/jumlah-kasus-covid-19-terus-bertambah-makassar-bersiap-lakukan-psbk/

CEK FAKTA: Penyemprotan Racun Virus Corona dari Malaysia dan Singapura

KabarMakassar.com — Maraknya pesan berantai akan adanya penyemprotan racun untuk virus Corona COVID-19 dari Malaysia dan Singapura dari udara melalui aplikasi percakapan Whatsapp. Hal ini membuat warga Indonesia panik dan bertanya perihal pesan berantai yang masuk dalam berbagai grup Whatsapp.

Dimana dalam pesan tersebut berbunyi,

“Pemberitahuan bahwasannya nanti mlm pada pukul 23.00 wib agar kita tidak ada yg keluar rumah,jika ad menjemur pakaian atau makanan segera diangkat dibawa masuk,karena mulai pukul 23.00 wib akan ada penyemprotan racun untuk virus corona dari malaysia dan singapore melalui udara,bila besok pagi hujan jgn keluar rumah dulu sampai hujan berhenti..mohon beritahukan kepada keluarga,sahabat atau tetangga bapak ibu sekalian. Trima kasih”.

Hasil Cek Fakta

KabarMakassar.com menelusuri pesan berantai tersebut yang sudah tersebar di berbagai Whatsapp grup dan ternyata informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Dimana berdasarkan informasi yang didapatkan KabarMakassar.com melalui surat dari Angkatan Tentera Malaysia yang dijelaskan langsung oleh Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Hj Affendi bin Buang TUDM.

Didalam suratnya ia mengatakan jika informasi berantai tersebut adalah hoaks dan tidak benar.

Berikut link bantahan Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri Hj Affendi bin Buang TUDM, yang dikutip dari media Portal Berita Radio Televisyen Malaysia.

ATM nafi helikopter tentera khas buat semburan disinfeksi di udara



Angkatan Tentera Malaysia menafikan terdapat helikopter tentera khas yang digunakan untuk membuat semburan disinfeksi COVID-19 di udara di seluruh negara.

Panglima Angkatan Tentera Malaysia, Jeneral Tan Sri Affendi Buang menegaskan berita yang tular di media sosial itu adalah palsu.

Dalam satu kenyataan, beliau berkata walaupun tidak dinyatakan jenis helikopter milik pasukan perkhidmatan mana sama ada Tentera Darat, TUDM atau TLDM namun penggunaan perkataan tentera serta hebahan tidak benar boleh mencetuskan suasana panik.

Orang ramai juga dinasihatkan tidak mudah terpengaruh dengan sebarang berita yang boleh mencetuskan kebimbangan.

Orang ramai diminta dapatkan maklumat COVID-19 yang sahih daripada talian CPRC kebangsaaan begitu juga saluran telegram Majlis Keselamatan Negara.

Kesimpulan

Informasi terkait penyemprotan racun untuk virus corona dari negara malaysia dan singapore tidak benar atau HOAKS dan membuat warga resah.

Referensi:

Portal Berita Radio Televisyen Malaysia – RTM
http://berita.rtm.gov.my/index.php/nasional/16689-atm-nafi-helikopter-tentera-khas-buat-semburan-disinfeksi-di-udara

CEK FAKTA: Ada Warga Toraja Terjangkit Virus Corona

KabarMakassar.com — Beredar pesan berantai yang menginformasikan jika salah satu warga asal Tondon, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan terjangkit virus corona. Dimana pesan berantai tersebut menyebar luas melalui whatsapp grup dan pesan singkat sms.

Isi dalam pesan tersebut untuk menjaga stamina warga an banyak meminum air putih, dimana ada korban yang terjangkit virus corona di Tondon, bahkan dalam pesan tersebut kini diisolasi di RS Laikpadada Tana Toraja.

Warga pun heboh dengan pemberitaan tersebut, belum diketahui siapa yang memberikan informasi tersebut melalui pesan berantai.

Bahkan dalam pesan tersebut juga di tuliskan virus tersebut berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia menggunakan kapal laut.

Hasil Cek Fakta

Tim KabarMakassar.com melakukan konfiomasi kepada Direktur Utama RS Lakipadada, dr Syafari Manggopo di Tana Toraja terkait informasi tersebut. Namun dr Syafari membantah hal tersebut dan mengatakan isi pesan yang secara berantai dikirim ke pesan singkat warga itu tidak benar.

“Tidak benar itu, tidak ada pasien kami yang diisolasi terjangkit virus corona,” kata dr Syafari Manggopo saat dikonfirmasi, Sabtu (15/2).

Kesimpulan

Berdasarkan informasi yang diterima dari Direktur Utama RS Lakipadada Tana Toraja, jika informasi yang beredar melalui pesan Whatsapp adalah informasi yang KELIRU, dan tidak benar jika ada pasien terjangkit Virus Corona di Toraja.

CEK FAKTA: Pasien RS Wahidin Makassar Terjangkit Virus Corona

Makassar — Pesan berantai akan adanya seorang pasien yang dirawat di rumah sakit regional Wahidin Sudirohusodo Makassar karena terjangkit Virus Corona beredar luas dalam percakapan media sosial Whatssapp (WA) pada Minggu 26 Januari 2020.

Dimana sebelumnya jika virus ini mulai mewabah dari negeri China. Bahkan dikabarkan menelan korban jiwa hingga pada Selasa 28 Januari 2020 sebanyak 106 orang meningal dunia di China dan 5 ribuan masih dirawat karena terjangkit virus tersebut.


Tak hanya pesawat WA dan dibeberapa grup WA, namun di beranda grup facebook juga berselewiran jika ada pasien di RS Wahidin terjangkit yang berasal dari pekerja asal Tiongkok yang bekerja di Morowali Sulteng.

Hasil Cek Fakta Makassar

Tim KabarMakassar.com langsung menghubungi pihak Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, dimana saat dikonfirmasi langsung Kepala Bagian Humas RS Wahidin, Dewi Resky mengatakan jika memang ada warga China yang meminta untuk diperiksa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dimana pasien asal Tiongkok tersebut memeriksakan diri karena khawatir akan dirinya yang baru saja daari China. Untuk itu ia memeriksanakan dirinya ke RS Wahidin.

“Itu tidak benar dan itu hoax dan hal ini juga sudah di klarifikasi oleh Menteri kesehatan juga,” kata Dewi Resky, Selasa (28/1).

Dewi membenarkan jika ada pasien datang ke IGD, hanya untuk memeriksakan diri, bukan karena terjangkit virus mematikan tersebut. Pasien tersebut cuma khawatir sebab sepekan sebelumnya ia dari negara China.

“Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan pasien hanya menderita salah satu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau biasa di sebut ISPA saja,” tuturnya.

Dewi berharap agar masyarakat tak perlu resah dengan beredarnya isu ini di media sosial dan pesan berantai yang menyebar luas.

“Saya harap masyarakat tidak resah dengan adanya berita berita yang belum tentu kebenarannya dan tidak usah khawatir karena sudah di konfirmasi juga dengan Kemenkes terkait isu ini,” tutupnya.

Kesimpulan:

Berdasarkan informasi yang diterima dari RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, jika informasi yang beredar melalui pesan Whatsapp adalah inormasi yang KELIRU, dan tidak benar jika ada pasien terjangkit virus Corona di Makassar.

[Tim Cek Fakta: Qiswanty/FRitz V Wongkar]

CEK FAKTA: Bupati Gowa Umumkan Status Waspada Bendungan Bili-bili?

KabarMakassar.com — Pesan berantai melalui media sosial whatsaap (WA) yang mengatasnamakan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengeluarkan himbauan meminta masyarakat siaga karena kondisi Bendungan Bili-bili dalam status waspada atau ketinggian air yang melebihi batas normal, mulai tersebar sejak Jumat, 3 Januari 2019.

Dalam narasi pesan berantai melalui pesan WA tersebut mulai berselewiran di WA Grup. Isi pesan dalam whatsapp tersebut Bupati Gowa melaporkan situasi bendungan bili-bili dengan ketinggian 101,36 meter dengan status Waspada.

Hasil CEK FAKTA MAKASSAR

Untuk memastikan benar tidaknya informasi tersebut, Tim KabarMakassar.com langsung meminta keterangan dari Bupati Gowa, Adnan Purichta Yasin Limpo. Selain itu informasi juga muncul dari pihak Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Ir. Suparji soal informasi kondisi bili-bili pada Jumat 3 Januari 2020 kemarin.

Bupati Gowa, Adnan Purichta YL kepada media menyampaikan dan juga memastikan ketinggian air di Bendungan Bili-bili, Desa Moncongloe, Kecamatan Bontomarannu masih dibawah batas normal.

“Itu mungkin peringatan tahun lalu. Entah dari mana dan siapa yang mengedarkan informasi itu lagi. Saat ini kondisi di Bendungan Bili-bili, debit airmya masih dibawah batas normal,” kata Adnan dalam keterangannya, Jumat (3/1/).

Dia pun meminta masyarakat untuk tidak terhasut dengan kabar dan berita yang tidak jelas sumbernya.

“Jangan mudah termakan berita, karena itu hoax, dahulukan mencari kebenarannya,” tegasnya.

Meskipun demikian, Bupati Adnan tetap mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Dan berharap masyarakat dapat meningkatkan intensitasnya dalam beribadah dan berdoa agar dihindarkan dari segala macam bencana.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Ir. Suparji menyebutkan, hingga saat ini status Bendungan Bili-bili masih dibawah normal dengan Tinggi Muka Air (TMA) sebesar 80,35 mdpl dan volume 53.194 juta m3.

“Secara teknis, TMA yang normal berada pada angka 99 meter. Jika sudah di atas 100 meter, baru dalam status SIAGA. Artinya, bendungan harus membuka pintu airnya atau spilway tinggi-tinggi untuk mengurangi tekanan air pada dinding waduk,” terangnya.

Sementara, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi,dan Geofisika (BMKG) Makassar menyebutkan perkiraan cuaca mulai Jumat hingga Sabtu besok di 18 Kecamatan di wilayah Kabupaten Gowa berpotensi hujan lokal, hujan sedang hingga hujan tebal dan dapat berpotensi kilat/petir.

Untuk suhu udara pun mulai dari 20 hingga 31°C, kelembapan udara 75 – 95 % dan potensi angin: Barat Daya – Barat Laut/ 10 – 30 km/jam.

BENDUNGAN BILI-BILI

Tanggal 03 Januari 2020
Jam : 17:00
Elv waduk : 80,39mdpl
Vol : 53.518 juta m3

Outflown
Turbin. : 10,00 m3/dtk
Air baku : 2,45 m3/dtk
Industri : 0,5 m3/dtk
Irigasi : 6,05 m3/dtk
Pemeliharaann
sungai. : 1,00 m3/dtknn
Pelimpah : 0,00 m3 /dtk

Total Outflow : 10,00 m3/dtk
STATUS: Status masih normal.

Kesimpulan:

Berdasarkan informasi yang diterima, status bendungan bili-bili masih normal. Beredarnya informasi dari pesan berantai di whatsaap grup mengatasnamakan Bupati Gowa. Hal itu merupakan informasi yang KELIRU, dimana pesan tersebut dibagikan Bupati pada tahun lalu 2019 saat terjadi banjir bandang di Kabupaten Gowa.

[TIM CEK FAKTA: FRITZ/ABDUL]