Jokowi: Saatnya Kita Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah

KabarMakassar.com — Jumlah pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) per Ahad (15/3) siang, sudah sebanyak 117 orang. Dari jumlah tersebut, 5 diantaranya meninggal dunia dan ada 8 orang yang dinyatakan sembuh. Sisanya, masih menjali perawatan insentif di sejumlah Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rujukan penanganan kasus Covid-19.

Menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang dalam 13 hari sejak pertama kali diumumkan adanya pasien positif Covid-19 di Indonesia (2 Maret 2020) jumlahnya bertambah sebanyak 115 kasus ini, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajadnya bervariasi antar daerah.

Olehnya itu, Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus memonitor kondisi dan berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi di daerahnya masing-masing.

Selain itu, Jokowi juga meminta seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukan status daerahnya masing-masing apakah masuk kategori siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.

Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran pemerintah daerah dibantu TNI dan Polri serta dukungan dari pemerintah pusat selanjutnya diminta untuk melakukan langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran serta dampak Covid-19. Mulai dari membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa; membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” kata Jokowi di Istana Bogor, Ahad (15/3).

Jokowi juga meiminta kepala daerah untuk menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang, dan meningkatkan pelayanan penge-test-an infeksi Covid-19 serta pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit daerah dan bekerja sama dengan Rumah Sakit swasta serta lembaga riset dan pendidikan tinggi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan, instruksi untuk memberikan dukungan anggara tersebut merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

Selain itu, kata dia, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah serta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

“Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Terkait dampak pandemik Covid-19 ini yang telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia, Jokowi mengatakan, menyikapi hal itu, pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini.

“Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi untuk menjaga agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa. Saya juga minta kepada Kepala Daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah,” paparnya.

Jokowi meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 ini bisa dihambat dan di-stop.

“Kita melihat, beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19,” katanya.

Lebih jauh Jokowi mengatakan, pemerintah terus berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan mempergunakan Protokol Kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah, kata dia, juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo.

“Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat maupun di daerah, melibatkan ASN, TNI dan Polri, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi,” terangnya.

“Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga Indonesia dari penyebaran Covid-19 dan meminimalkan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Kenali 3 Gejala Awal Virus Corona

KabarMakassar.com — Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menaikkan status Virus Corona atau Covid-19 menjadi pandemi global pada Rabu (11/3) kemarin. Hal ini dilakukan karena virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China itu saat ini sudah menjangkit di sebanyak 114 negara, termasuk Indonesia.

Untuk menghidari terpapar virus yang bisa menyebabkan kematian itu, hal terpenting adalah mengenali gejala-gejala awalnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, gejala yang secara umum terjadi saat ini pada orang-orang yang terpapar Covid-19, yaitu 80% panas, sekitar 60% batuk, dan kemudian pilek. Jika tanda-tanda awal ini dibiarkan, maka risiko berikutnya adalah kesulitan bernapas yang ditandai dengan adanya Pneumonia.

Peryataan tersebut diungkapkan Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona (Covid-19), Achmad Yurianto, sekaligus Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ketika menjawab pertanyaan mengenai gejala awal pasien Covid-19 kepada media, di

”Kalau kesulitan bernafas, maka berikutnya akan jatuh pada kondisi kekurangan oksigen. Begitu berbicara kekurangan oksigen, maka akan kompleks. Organ yang terkena akan diawali dengan kegagalan ginjal, kegagalan jantung kegagalan liver, akhirnya jatuh pada kondisi multiorgan failure, beberapa organ yang menjadi gagal. Ini yang menyebabkan kematian,” kata Yuri di Jakarta, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (12/3).

Seringkali, menurut Yuri, munculnya Pneumonia ini menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menjadi turun, sehingga akan terjadi infeksi opportunistic, yakni infeksi dari bakteri-bakteri yang semula mampu ditahan tetapi sekarang sudah tidak mampu lagi ditahan sehingga kemudian terjadilah sepsis (komplikasi berbahaya akibat infeksi).

”Di dalam usus besar kita normalnya itu ada bakteri, karena bakteri di usus besar itu gunanya adalah untuk membusukkan sisa makanan. Pada kondisi kekebalan kita masih bagus, maka jumlah bakterinya terkendali,” terangnya.

“Tetapi begitu kemudian kita tidak lagi memiliki daya tahan tubuh yang kuat, maka bakterinya akan tumbuh luar biasa banyaknya dan ini akan berpengaruh pada sistem tubuh sehingga terjadi infeksi menyeluruh yang kita kenal sebagai sepsis. Sepsis bakteri ini yang sering menyebabkan kematian,” lanjutnya.

Menurut Yuri, dalam Undang-Undang 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kondisi Covid-19 saat ini sudah masuk kategori bencana yang sumbernya dari tiga hal, yaitu: alam, non-alam, dan sosial. Bencana non-alam yang disebutkan dalam aturan tersebut adalah wabah.

”Ini sudah wabah, dan kita sudah melakukan respon. Artinya sudah tanggap darurat. Jangan dimaknai bencana ini kayak gempa bumi gitu ya. Kita sudah melakukan reaksi, sudah melakukan tanggap darurat. Salah satu bentuk tanggap darurat itu adalah tracing, kita kejar, kita cari. Itu adalah bentuk dari tanggap darurat, jadi ini sudah masuk dalam tahapan itu,” ungkapnya.

Soal antisipasi penyebaran dari kasus Imported Case, Yuri menyampaikan, proses deteksi dini sudah dilakukan kepada pendatang yang jika menggunakan thermal scanner, maka tidak akan terdeteksi namun hanya bisa ke-detect dengan menggunakan HAC (Health Alert Card).

”Karena dia merasa dari luar negeri dan berasal dari daerah yang infeksinya cukup tinggi dan dia menerima Health Alert Card. Maka pada saat dia mulai merasakan tidak enak, dia mendatangi beberapa rumah sakit dan kemudian menunjukkan kartunya itu. Inilah yang menjadi upaya deteksi kita,” pungkas Yuri.

Cuci Tangan Penting Untuk Cegah Virus Corona

KabarMakassar.com — Mencegah virus corona tidak hanya bermodal masker saja, namun hidup dengan pola yang sehat serta yang terpenting adalah sesering mungkin mencuci tangan anda, untuk menghindari virus mematikan tersebut.

Cuci tangan menggunakan sabun paling ampuh dan terbaik untuk menghentikan penyebaran kuman, dibandingkan hanya memakai air saja. Kebiasaan sederhana ini terbukti berperan penting dalam membantu mencegah penyebaran kuman dan menurunkan jumlah anak yang sakit di seluruh dunia.

Bahkan beberapa pakar kesehatan telah mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan penularan virus corona Covid-19 dengan mencuci tangan menggunakan sabun selama 20 hingga 30 detik.

KabarMakassar.com memberikan beberapa tips untuk memudahkan anda mencuci tangan dngan benar hingga benar-benar bersih dari kuman,

  • Buka keran air dan basahi kedua tangan Anda.
  • Gunakan sabun secukupnya dan oleskan ke kedua tangan Anda hingga menutupi seluruh permukaan tangan.
  • Gosokkan kedua telapak tangan Anda secara bergantian.
  • Jangan lupa untuk menggosok area di antara jari-jari tangan dan juga punggung tangan Anda hingga bersih.
  • Bersihkan pula ujung jari Anda secara bergantian dengan mengatupkannya.
  • Bersihkan kedua ibu jari tangan secara bergantian dengan menggenggam dan memutar ibu jari secara bergantian.
  • Lalu, letakkan ujung jari-jari Anda ke telapak tangan, kemudian gosok perlahan. Lakukan secara bergantian dengan tangan lainnya.
  • Setelah itu, bilas kedua tangan dengan air yang mengalir.
  • Segera keringkan kedua tangan Anda menggunakan handuk atau tisu kering yang bersih.
  • Gunakan handuk atau tisu tersebut untuk menutup keran air. Dan selesailah langkah mudah mencuci tangan dengan sabun yang bisa Anda lakukan di mana pun.

Kenali Penyebab, Ciri dan Penularan serta Pencegahan Virus Corona

KabarMakassar.com – Di awal 2020 ini, dunia dihebohkan dengan wabah penyakit 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang juga disebut dengan virus corona.

Kekhawatiran penduduk dunia pun semakin menjadi, sebab hingga kini virus yang diketahui berasal dari Kota Wuhan, China, dan mulai menyebar sejak akhir Desember 2019 lalu itu belum ditemukan obatnya.

Hingga kini, tercatat sudah puluhan ribu orang terpapar, dan ribuan orang meninggal dunia akibat virus ini.

Apa sebenarnya virus corona itu? Apa ciri-cirinya dan bagaimana penularan maupun cara pencegahannya?

Dilansir dari laman Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), virus corona adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga yang terparah seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan MERS-CoV.

Virus corona yang teridentifikasi di Kota Wuhan, China dengan nama COVID-19 adalah virus jenis baru yang sebelumnya tidak teridintifikasi ada pada manusia. Virus ini awalnya ditularkan ke manusia melalui interaksi dengan hewan. Kemudian manusia yang terpapar atau terjangkit virus tersebut menularkannya ke sesama manusia lainnya.

Ciri dan gejala seseorang terinfeksi virus corona

Pasien yang terinfeksi virus corona menunjukkan ciri-ciri yang kerap ditemukan pada pasien dengan gangguan pernafasan. Ciri-ciri virus corona ataupun gejala tersebut menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS antara lain:

  1. Demam tinggi
    Salah satu cara untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona atau tidak adalah dengan memeriksa suhu tubuhnya. Suhu tubuh orang yang telah terinfeksi virus corona bisa mencapai 38 derajat celcius.
  2. Sakit kepala
    Selain demam tinggi, ciri-ciri lain orang terinfeksi virus corona adalah menderita sakit kepala.
  3. Flu atau pilek
    Gejala yang paling terlihat dan diduga menyebabkan penularan antara manusia adalah flu atau pilek. Orang yang terjangkit virus corona ini akan terkena flu, dan cairan dari flu ini dapat beresiko membuat orang lain tertular. Olehnya itu, orang-orang yang mengalami batuk tak kunjung reda bahkan mulai kronis patut dicurigai. Terlebih jika anda atau orang sekitar anda baru saja berinteraksi dengan orang-orang yang baru berpergian ke luar negeri.
  4. Sesak dan kesulitan bernapas
    Gejala virus corona ini memang menyerupai gejala pneumonia, dimana paru-paru terinfeksi bakteri, jamur maupun virus, dan menyebabkan seseorang mengalami sesak napas hingga kesulitan bernapas. Diketahui masa inkubasi virus ini mulai dari 2 hari sampai 2 minggu sejak berinteraksi.

Cara pencegahan Virus Corona

Metode penularan virus ini diduga sama dengan penularan SARS dan MERS yang menularkan dari manusia ke manusia lainnya melalui tetesan atau percikan air ludah maupun ingus penderita, termasuk kontak atau menyentuh barang yang terkena air ludah penderita.

Beberapa cara pencegahan untuk mengurangi resiko penularan virus corona yang disarankan oleh WHO maupun Ikadan Dokter Indonesia (IDI) diantaranya: .

  1. Menghindari berinteraksi secara dekat dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut.
  2. Sering mencuci tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang yang sakit atau lingkungannya (terapakan pola hidup sehat)
  3. Menghindari kontak tanpa perlindungan dengan peternakan atau hewan liar.
  4. Orang dengan gejala infeksi pernapasan akut harus berlatih etika batuk (pertahankan jarak, tutupi batuk dan bersin dengan tisu atau pakaian sekali pakai, dan mencuci tangan menggunakan sabun).
  5. Di dalam fasilitas perawatan kesehatan, tingkatkan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi standar di rumah sakit, khususnya di departemen darurat.
  6. Jangan melakukan perjalanan ke negara China maupun negara yang telah terinfeksi hingga epidemi benar-benar mereda.
  7. Gunakan masker terutama bila berada di lingkungan rumah sakit dan sejenisnya.