Begini Kondisi Halte BRT di Makassar

KabarMakassar.com — Seperti tak terurus, kondisi halte Bus Rapit Transit (BRT) Kota Makassar terlihat kumuh, bahkan sebagian dipenuhi coretan dan juga besi-besi halte berkarat.

Pantauan KabarMakassar.com, nampak BRT yang berada di jalan Urip Sumoharjo, terlihat kusam dan dipenuhi dengan coretan di dinding. Bahkan besinya pun sudah mulai berkarat.

Tak hanya itu halte BRT yang juga berada di jalan yang sama tepatnya di Halte BRT Perum Bulog juga sama memiliki kondisi yang sama, bahkan terlihat BRT tersebut dijadikan tempat nongkrong warga dan sejumlah remaja.

Selain sepi dan tidak terurus, di halte tersebut tercium bau pesing dan terlihat tampak kotor karena dipenuhi dengan dedaunan kering, puntung rokok, dan beberapa sampah plastik lainnya.

Terkait hal ini, salah seorang warga sekitar sangat menyayangkan hal ini. Menurutnya halte BRT pada waktu itu sempat ramai, dan kini terkesan kumuh dan tak terurus.



“Sayang sekali ini halte disini, sudah sepi, kotormi juga padahal dulu ramai disini tapi sekarang sepi mi baru tidak mi juga bus biasa datang,” kata Ridwan sopir angkot yang menunggu penumpangnya, Rabu (8/1).

Tak sampai disitu diketahui halte-halte ini merupakan proyek besar yang memakan anggaran dana yang cukup tinggi hingga puluhan milyar rupiah. Awalnya BRT ini dikenal dengan BRT Mamminasata yang fungsinya guna menghubungkan dan memudahkan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

“Biasa ini halte di pakai berteduh pengendara motor kalau deras hujan, biasa juga kalau malam hari ada anak-anak muda pacaran,” tambah Ridwan.

Berbeda halnya dengan halte BRT yang terletak di jalan Mesjid Raya bisa dibilang masih cukup terawat, meskipun memang tetap saja ada coretan di dindingnya namun dari segi kebersihan masih terbilang cukup bersih dan kalau dari besinya sendiri juga belum berkarat tapi tetap saja nampak sepi dan hanya digunakan untuk tempat singgah ketika hujan turun.

Untuk diketahui jika tahun 2020 BRT bakal kembali beroperasi, dimana Penjabat Wali Kota Iqbal Suhaeb telah melakukan persiapan proyek moda transportasi umum tersebut sedang digenjot.

“Tahun 2019 telah dilakukan pra studi kelayakan, 2020 studi kelayakan, 2021 persiapan konstruksi, dan Insya Allah tahun 2022 BRT akan beroperasi,” kata Iqbal Suhaeb beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said mengatakan, jika BRT akan dikembangkan dan bekerja sama dengan perusahaan asing, yakni State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss dan Deutsche Gesellschaft Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman.

Bahkan kedua perusahaan tersebut diketahui telah mendapatkan mandat dari pemerintah negara masing-masing, yakni Swiss dan Jerman.