Bupati Bulukumba Lantik Anggota BPD Desa Anrang

KabarMakassar.com — Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali melantik Anggota Badan Permusyarawatan Desa (BPD) dilaksanakan di Kantor Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Rabu (15/7).

Mereka yang dilantik adalah Murni, Imran, Arifuddin, Anti Damayanti, Haerul Nurdin, Rusli, dan Mardiana.

Dalam sambutannya, AM Sukri Sappewali mengatakan Anggota BPD adalah perwakilan masyarakat yang menjadi mitra sejajar bagi kepala desa dalam melaksanakan fungsi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

“Olehnya itu keberhasilan pembangunan desa tidak lepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat, seperti anggota BPD ini,” kata AM Sukri Sappewali.

Menurutnya, BPD merupakan badan permusyawaratan di tingkat desa yang turut membahas dan menyepakati berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Makanya posisi anggota BPD sangat strategis dalam menentukan arah pembangunan di desa,” ujarnya.

Turut hadir pada kegiatan itu Wakapolres Bulukumba Kompol Syarifuddin, Kepala Dinas PMD Andi Kurniady, Camat Rilau Ale, Andi Mulyadi Pangki, Kepala Desa Anrang Bahtiar serta Anggota DPRD Kahar Muda.

Pemkab Bulukumba Gelar Rapid Test Covid-19 Gratis

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba melaksanakan rapid test Covid-19 secara gratis kepada masyarakat Bulukumba yang dipusatkan di Tribun Lapangan Pemuda. Rencananya, kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga hari.

Pada hari pertama, sebanyak 150 orang diambil sampel darahnya untuk diuji di alat rapid test. Hasilnya 1 orang perempuan usia 60 tahun alamat Bontobahari memiliki hasil reaktif, sehingga petugas melanjutkan dengan pengambilan sampel tes swab.

Adapun 149 orang lainnya langsung mendapatkan Surat Keterangan telah melakukan rapid test Antobody IgM/IgG dengan hasil non reaktif. Pelaksanaan rapid test ini dimulai sekitar pukul 09.00 sampai pukul 13.00.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengatakan rapid test Covid-19 ini bertujuan untuk meringankan beban biaya warga Bulukumba yang akan keluar daerah untuk urusan pekerjaan, sekolah dan maupun tugas dinas.

“Surat keterangan ini bisa digunakan anak-anak kita yang kembali sekolah atau mendaftar di Kota Makassar atau di wilayah lain,” kata AM Sukri Sappewali, Kamis (9/7).

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya memberikan fasilitas gratis kepada warga di tengah dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

“Rapid Test yang berlangsung selama 3 hari ini hanya semacam kick-off saja sebagai penanda pemerintah hadir memberikan layanan. Ke depan pelaksanaan rapid test ini akan dilanjutkan di Puskesmas wilayah masing-masing,” kata Tomy.

Salah satu warga Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Endang Karmila mengaku bersyukur dan berterima kasih dengan adanya rapid test secara gratis ini. Menurutnya ini membantu warga yang memiliki anak yang akan kembali mondok di pesantren sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya test.

“Pondok Pesantren 77 Kajuara Bone tempat anak saya mondok mensyaratkan surat keterangan hasil rapid test jika mau masuk kembali di pesantren. Jadi ini sangat membantu,” kata Endang.

Terdampak Covid-19, 368 Pekerja Dirumahkan di Bulukumba

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bulukumba dan diterima langsung oleh Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, Kamis (23/4).

Pada kesempatan itu, AM Sukri Sappewali melaporkan bahwa sebanyak 368 orang pekerja dirumahkan akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, tenaga kerja yang dirumahkan itu terdiri dari 48 perusahaan yang ada di Bulukumba dan terdiri dari beberapa sektor usaha.

Diantaranya, kata dia, perhotelan, rumah makan, mall, toko, dan konstruksi atau pengemban perumahan. Menurutnya, tenaga kerja yang paling banyak dirumahkan karena dampak Covid-19 adalah usaha perhotelan dan rumah makan.

“Untuk UMKM sementara dalam proses pendataan. Dari 14 ribu lebih UMKM yang tercatat, diperkirakan saat ini ada 4 ribuan UMKM yang terdampak Covid-19,” kata AM Sukri.

Karena itu, kata dia, Pemkab Bulukumba melalui Dinas Perdagangan melakukan refocusing anggaran sebesar Rp.596 juta untuk penyediaan jaring pengaman sosial bagi tenaga kerja UMKM sebanyak 1000 orang.

“Begitu pula plot anggaran di Dinas Koperasi dan UMKM sebesar Rp.2 milyar untuk pemberian stimulus penguatan modal pelaku UMKM untuk 3900 pelaku usaha,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, untuk melakukan penanganan Covid-19 Pemkab Bulukumba telah merefocusing anggaran pada sektor kesehatan sebesar Rp.15,7 milyar untuk memenuhi operasional dan kebutuhan alat kesehatan, bahan medis habis pakai dan APD.

“Adapun untuk penanganan dampak sosial ekonomi, pihak Dinas Sosial menganggarkan Rp.2,15 milyar untuk bantuan logistik kepada masyarakat terdampak sebanyak 6500 Kepala Keluarga (KK) dan pelaksanaan dapur umum,” pungkasnya.

Pemkab Bulukumba Akan Salurkan Bantuan Kepada 10.000 KK Terdampak Covid-19

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba telah melakukan refocusing dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 untuk melakukan pemberian bantuan sosial kepada warga yang terdampak Covid-19.

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Bulukumba, A.M. Sukri A. Sappewali secara simbolis kepada warga di Kecamatan Ujung Bulu berupa paket yang terdiri dari beras 3 kg, minyak goreng 1 kg, mie instan 1 dos, dan telur 2 rak kepada setiap Kepala Keluarga (KK).

Pada kesempatan itu, A.M. Sukri A. Sappewali mengatakan jika bantuan itu dapat dimanfaatkan masyarakat dan turut bersama sama pemerintah dalam mencegah dan mengatasi Covid-19. Menurutnya ada 3.343 KK penerima bantuan di Kecamatan Ujung Bulu yang akan segera menerima bantuan.

“Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban warga terhadap dampak wabah Covid-19. Saya berharap kita semua sabar dan kuat untuk melewati wabah virus ini,” kata AM Sukri, Rabu (22/4).

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Covid 19 Bulukumba, Daud Kahal menjelaskan bahwa ada 10 ribu KK di Kabupaten Bulukumba pada 10 kecamatan yang akan menjadi sasaran pendistribusian bantuan dampak Covid-19.

Ia mengaku jika jumlah itu di luar dari yang masuk dalam data penerima bantuan lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Ini khusus untuk warga yang terdampak Covid-19, dimana datanya bersumber dari kelurahan dan desa,” kata Daud Kahal.

Lantik 62 Kades Melalui Video Conference, Ini Pesan Bupati Bulukumba

KabarMakassar.com — Pelantikan dan pengambilan sumpah 62 kepala desa se-Kabupaten Bulukumba di sembilan lokasi terpisah yang berlangsung secara virtual melalui video conference berjalan lancar dan sukses, Rabu (15/4).

Sembilan lokasi tersebut yakni di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba (9 orang kepala desa sebagai perwakilan kecamatan), dan 8 kantor kecamatan di wilayah Kabupaten Bulukumba (53 kepala dea terpilih).

Para kepala desa yang terpilih pada Pilkades sserentak bulan Maret kemarin ini dilantik berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45-236 Tahun 2020 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Kepala Desa Terpilih Pada 62 Desa untuk Masa Jabatan Tahun 2020-2026 tertanggal 3 April 2020.

Pelantikan ini tidak dilakukan eperti biasanya, mengingat saat ini berda dalam kondisi tanggap darurat Covid-19. Olehnya itu, pelaksanaanya pun harus mengikuti standar protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, yakni dengan menjaga jarak dan penggunaan masker untuk para undangan.

Yang hadir dalam pelantikan di sembilan lokasi pun dibatasi dan dijaga ketat. Kepala desa yang dilantik hanya boleh membawa pendamping 1 orang. Selain itu, hadir pula perwakilan BPD 1 orang, dan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) 1 orang.

Khusus di Ruang Pola Kantor Bupati, dihadiri oleh Wakil Bupati dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta Ketua Pengadilan Negeri.

Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali yang melantik dan mengambil sumpah para kepala desa dari Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, dalam sambutannya mewanti-wanti para kepala desa yang baru saja dilantik untuk tidak melaksanakan pesta syukuran.

“Jika ada yang melakukan pesta, maka akan berurusan dengan pihak kepolisian,” tegas Sukri.

Sukri meminta para kepala desa yang dilantik untuk segera fokus dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Para kepala desa bisa melakukan refocusing dana desa untuk membiayai penanggulangan wabah Covid-19 seperti biaya jaring pengaman sosial bagi warga desanya yang terdampak.

Pada kesempatan tersebut, Sukri juga menyampaikan beberapa pesan untuk para kepala desa yang baru dilantik. Diantaranya: Melakukan gerakan produksi masker 1.000 buah per desa yang diperuntukkan untuk warga desa dengan memaksimalkan sumber daya di desa; Melaksanakan kegiatan Padat Karya Tunai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak secara ekonomi karena wabah Covid-19, dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan; Senantiasa menghimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, jaga jarak sampai wabah ini mereda.

Sukri juga meminta kepada warga pendatang di wilayah desa masing-masing untuk isolasi diri di rumah dan berkoordinasi dengan tim medis untuk pengecekan kesehatannya.

Selain itu, Gugus Tugas Desa yang dipimpin oleh kepala desa harus senantiasa memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, gotong royong untuk bersama-sama melawan wabah Covid-19.

“Jangan sampai terjadi penolakan terhadap warga yang positif terpapar Covid-19 ataupun yang masih berstatus ODP dan PDP. Justru mereka inilah yang harus kita bantu bersama agar mereka sembuh,” ujarnya.

Terkait penggunaan Dana Desa untuk penanganan Covid-19, Sukri meminta kepala desa untuk tetap mengacu pada prinsip akuntabilitas, transparan, efektif dan efisien, serta bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat.

62 Kepala Desa di Bulukumba Dilantik Melalui Video Conference

KabarMakassar.com — Pelantikan kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bulukumba pada 5 Maret 2020 lalu, akan digelar secara serentak namun terpisah di 9 lokasi pada Rabu (15/4) mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bulukumba, Andi Kurniady mengatakan, para kepala desa terpilih tersebut akan dilantik oleh Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali dari jarak jauh menggunakan video conference.

Rencananya, kata dia, sebagian kepala desa terpilih akan dilantik secara langsung oleh Bupati Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati. Sementara selebihnya akan dilantik di kantor kecamatan masing-masing melalui video conference.

“Jadi bupati akan melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Ruang Pola, dan disiarkan secara live streaming di 8 lokasi lainnya,” kata Andi Kurniady, Senin (13/4).

Menurut Kurniady, meski secara total ada 64 desa di Bulukumba yang melaksanakan Pilkades serentak, namun hanya 62 kepala desa yang akan dilantik pada 15 April mendatang.

“2 desa, yaitu Balangtarong dan Caramming belum dilantik karena penyelesaian sengketanya masih berproses atau belum selesai,” jelasnya.

Proses penyelesaian sengketa hasil pilkades di 2 desa tersebut, kata dia, terkendala adanya wabah Covid-19. Pasalnya dalam proses penyelesaian sengketa, harus ada pemanggilan saksi atas aduan yang masuk. Termasuk proses sidang dan konsultasi dengan pihak pemerintah provinsi dan pusat.

“Untuk melaksanakan kegiatan, tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Terkait sarana prasarana pelantikan melalui video conference, Kurniady mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan di lokasi kantor kecamatan.

“Di Ruang Pola ada 9 orang mewakili sembilan kecamatan, selebihnya di kantor kecamatan masing-masing, kecuali dari Kecamatan Bontobahari bergabung di Kantor Kecamatan Ujungloe. Begitu pula Kecamatan Herlang, lokasi pelantikan kadesnya dipindahkan di Gedung Gema Desa Pataro,” pungkasnya.

Bupati Bulukumba Jamu PPDI di Rujab

KabarMakassar.com — Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali memenuhi janjinya untuk menjamu makan malam para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Janji tersebut pernah disampaikan Bupati AM Sukri Sappewali pada saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang dilaksanakan oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bulukumba yang di gelar pada bulan Desember tahun lalu.

Bupati AM Sukri Sappewali mengaku terharu oleh karena penyandang disabilitas bisa bergabung di rumah jabatan untuk menikmati makan malam bersama sebagai bentuk silaturahim dan menjalin kebersamaan dengan para penyandang disabilitas yang notabene adalah warga Bulukumba juga.

“Jamuan ini untuk pemenuhan janji saya beberapa waktu yang lalu, mengajak saudara-saudaraku sekalian untuk makan bersama di rumah jabatan,” beber AM Sukri Sappewali di depan puluhan penyandang disabilitas se Kabupaten Bulukumba, Rabu malam, 29 Januari 2020.

Ia juga meminta para penyandang disabilitas untuk tetap optimis menjalani kehidupan. Jika ada yang memiliki anak keturunan harus tetap di sekolahkan.

“Jangan sampai ada anakta yang tidak sekolah. Kalau ada kendala sampaikan langsung, nanti pemerintah yang bantu,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Bulukumba akan menjadi tuan rumah Temu Inklusi Nasional pada bulan Juli mendatang. “Kita akan persiapkan dengan baik, sehingga wadah silaturrahhim antara penyandang disabilitas seluruh Indonesia ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” pintanya.

Ketua PPDI Bulukumba, Suherman dalam sambutannya menuturkan jika malam tersebut tuhan membuktikan kebesaranNya, dan memberikan hati yang besar kepada Bupati untuk menerima para penyandang disabilitas.

Mungkin banyak orang di luar sana, lanjut Suherman menganggap penyandang disabilitas hanya beban bagi pemerintah, maupun menjadi beban bagi keluarga.

“Tapi dapat kita buktikan pada malam ini begitu besar perhatian pemda kepada penyandang disabilitas,” bebernya.

Malam itu, Bupati AM Sukri Sappewali mempersembahkan sebuah lagu karya Pance Pondaag dengan judul “Demi Kau dan Si Buah Hati”

Turut hadir, Kepala Dinas Sosial Syarifuddin, pembina PPDI, ustaz Ikhwan Bahar dan Andi Soraya Widyasari. Tampak juga beberapa kepala desa yang ikut mengantar warganya ke rujab.

Bupati Bulukumba Hadiri Rapat Pokja DPRD Provinsi Sulsel

KabarMakassar.com — Pimpinan Kelompok Kerja DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengundang berapa instansi, baik pemerintah daerah, instasi vertikal maupun perguruan tinggi untuk mengikuti rapat kerja.

Rapat yang dihadiri oleh Bupati AM Sukri Sappewali tersebut membahas permohonan Persetujuan Hibah Tanah Milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (20/1) di Gedung DPRD Provinsi Sulsel.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Pokja DPRD, Hj. Sri Rahmi mengapresiasi kehadiran AM Sukri Sappewali sebagai satu-satunya Bupati yang hadir dari beberapa kepala daerah yang diundang.

AM Sukri Sappewali sendiri pun menyebut jika dirinya hadir sebagai bentuk keseriusan agar aset Pemrov Sulsel yang selama ini digunakan Pemkab Bulukumba segera dilakukan penyerahan hibah atas aset tersebut, dalam hal ini kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Namun demikian dari dua kantor tersebut, Pemprov Sulsel baru mengusulkan kantor Dukcapil ke DPRD untuk mendapatkan persetujuan hibah, oleh karena kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian tercatat sebagai aset pemerintah pusat.

DPRD Provinsi pun mendesak pemprov untuk memproses penyerahan aset kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrikan Kabupaten Bulukumba.

Dikatakannnya, untuk meningkatkan pelayanan di Kantor Dukcapil, pihaknya harus melakukan rehabilitasi kantor supaya lebih nyaman dan kondusif dalam melaksanakan pelayanan.

“Namun karena ini (Kantor Dukcapil) masih aset milik Pemprov sehingga kita tidak bisa melakukan rehab kantor,” ungkapnya

Menurut Sri Rahmi, rapat tersebut sebagai salah satu rangkaian proses penyelesaian dari beberapa aset Pemprov yang diusulkan untuk dihibahkan ke pemkab dan instansi lainnya.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan peninjauan lapangan ke obyek tersebut,” bebernya.

Dari rapat kerja tersebut, DPRD Provinsi Sulsel menjadwalkan melakukan peninjauan ke Kabupaten Bulukumba pada Jumat 24 Januari 2020 mendatang.

Tim III Pokja yang akan berkunjung ke Bulukumba adalah Andi Edy Manaf, Arum Spink, Vera Firdaus, A.Ayu Andira, Mulyadi Mustamu, dan Andi Putra Batara Lantara.

Bupati Bulukumba Membuka Kejuaraan Sepakbola KKB Cup I 2020

KabarMakassar.com — Dalam mencari bibit atlet sepakbola di Kabupaten Bulukumba serta rangkaian Hari Jadi Bulukumba ke-60, Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Bulukumba (DPP KKB) menggelar Kejuaraan Sepakbola KKB CUP I 2020, pada 15 Januari hingga 3 Februari 2020 mendatang di tiga lapangan berbeda.

Ketiga lapangan penyelenggaraan KKB CUP I tersebut adalah Lapangan sepakbola H Andi Sulthan Daeng Radja di Ponre Kelurahan Matekko, Lapangan Dannuang di Ujung Loe, dan Lapangan Bicari di Desa Palambarae.

Panitia pelaksana Kejuaraan Sepakbola KKB CUP I 2020 yang disampaikan Hendra Fachri mengatakan kejuaraan sepak bola ini diselenggarakan dalam rangka untuk mencari bibit-bibit atlet sepakbola yang ada di Kabupaten Bulukumba.

“Hari ini saya sampaikan bahwa kami ingin mengembalikan orang yang hilang di Bulukumba. Sebab ada banyak putra putri Bulukumba yang eksis dan berprestasi di daerah lain. Dan melalui KKB kami mengajak untuk kembali membangun kolaborasi dan berkontribusi di bidang pembinaan olahraga apalagi menjelang PORDA 2022 yang ditempatkan di Bulukumba nanti,” ujar Hendra.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Bulukumba (DPP KKB) Andi Badi Sommeng dalam sambutannya mengatakan KKB sebagai organisasi atau paguyuban warga Bulukumba yang ada di perantauan.

“Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) adalah wadah berkumpulnya masyarakat asal Bulukumba yang tersebar di berbagai daerah,” ujar Andi Badi sekaligus turut memperkenalkan beberapa pendiri KKB masing-masing Muh Carda Patawari dan Ambo Marusu.

Andi Badi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba, KONI, Askab PSSI Bulukumba, masyarakat Bulukumba dan pengurus DPP KKB serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Terima kasih banyak atas apresiasi dan kerjasamanya. Kami sarankan kepada para pemain agar menjaga sportifitas. Kepada para penonton jangan terprovokasi apalagi provokasi. Mari kita sukseskan kegiatan ini bersama-sama apalagi untuk menghadapi Porda 2020 mendatang,”sambungnya.

Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali dalam sambutannya mengatakan kejuaraan sepakbola ini tentunya menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mewujudkan impian kejayaan kembali olahraga di Kabupaten Bulukumba.

“Terima kasih kepada pengurus DPP KKB atas inisiasi kejuaraan sepak bola ini semoga melalui ajang ini bisa mencari dan melahirkan bibit bibit atlet sepak bola berpotensi di Bulukumba,” ujarnya.

Dijelaskan juga di Bulukumba ini banyak bibit-bibit unggul atlet bola yang dapat dimaksimalkan potensinya untuk kemajuan olahraga kita.

“Kepada peserta selamat bertanding dan junjung tinggi sportifitas,” imbuhnya.

Pembukaan Kejuaraan KKB ini ditandai dengan pelepasan balon oleh Bupati Bulukumba dan kemudian dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi antara pemain PSM All Star dan Gasiba Bulukumba All Star. Setelah menjalani 2 kali 45 menit, hasil pertandingan imbang dengan skor 3-3.

Turut menyaksikan, Dandim 1411 Bulukumba, Letkol Arm. Joko Triyanto, Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, Ketua KONI, Andi Makkassau Karaeng. Lompo, Ketua Askab PSSI, Anggota DPRD Bulukumba Dapil V Isnayani, Dewan Penasehat KKB dan sejumlah Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Bulukumba.