Karang Taruna Desa Pantama Bulukumba Peringati Hari Pancasila

KabarMakassar.com — Karang Taruna Pammulai Desa Pantama, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020 dengan melakukan aksi bersih di Pantai Batunggulung.

“Memang kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan aksi bersih Pantai Batunggulung yang berlokasi di Desa Pantama. bakti sosial itu merupakan aksi nyata organisasi,” Kata Ketua Karang Taruna Pammulai, Akhmadi Ar, Senin (1/6).

Sementara itu, Kepala Desa Pantama, Syafruddin mengapresiasi aksi Karang Taruna tersebut. Dia mengaku bangga atas kegiatan pemuda dan pemudi Desa Pantama yang selalu berfikir dan berinovasi untuk membuat suatu ide atau gagasan.

“Kegiatan pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih di pinggir Pantai Batunggulung, Dusun Kolikoli Desa Pantama adalah kegiatan yang positif,” kata Syafruddin.

Menurutnya pengibaran bendera yang dilaksanakan Karang Taruna ini sangat baik untuk dijadikan contoh bagi masyarakat.

“Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang maha Esa dimana di tengah pandemik Covid-19 yang menimpa negara, kita tetap dapat memperingatinya walaupun akhirnya kita tidak sepenuhnya melaksanakan seperti tahun tahun sebelumnya,” jelasnya.

Dia berharap pelaksanaan penaikan Bendera Merah Putih mampu mepersatukan anak bangsa dan Karang Taruna di desa dapat memproklamirkan kegiatan positif yang lain.

“Bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, semoga karang taruna Pammulai yang baru terbentuk di Desa Pantama bisa menjadi motivator dalam pembagunan SDM dan SDA Desa Pantama ke depan,” pungkasnya.

Polisi Temukan Indikasi Mark Up Anggaran Bansos Penanganan Covid-19 di Bulukumba

KabarMakassar.com — Kepolisian Resort (Polres) Bulukumba menemukan adanya dugaan korupsi anggaran bantuan sosial penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba.

Kapolres Bulukumba, AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan, pihaknya menemukan indikasi terjadinya mark up anggaran pada pengadaan bahan pokok yang telah dibagikan kepada 5.000 Kepala Keluarga (KK) di Bulukumba tyang terdampak Covid-19.

“Ada niatan orang-orang dalam pelaksanaan kegiatan ini yang memanfaatkan hal tersebut, sehingga negara berpotensi mengalami kerugian Rp400 juta lebih, dari anggaran sebesar Rp1,9 miliar,” kata Gany saat menggelar konfrensi pers di Aula Polres Bulukumba, Rabu (20/5) kemarin.

Meski begitu, kata mantan Kapolres Takalar tersebut, penentuan apakah ada tidaknya kerugian negara nantinya akan ditetapkan oleh tim saksi ahli dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPKP) Makassar yang telah disurati oleh pihak kepolisian.

Gany mengungkapkan, pemeriksaan mendalam dalam kasus ini berawal dari kecurigaan pihaknya dalam pengadaan barang dan jasa bantuan.

Menurut dia, ada beberapa item atau bagian tertentu yang berpotensi merugikan negara. Seperti mie instan yang dibeli perbungkus seharga Rp3.000.

”Contohnya mie perbungkusnya Rp3.000, jadi kalau isi 10 jadinya Rp30 ribu, padahal jika beli satu box hanya Rp1.800 perbungkusnya. Nah kenapa tidak beli satu box langsung? Kenapa hanya beli perbijinya,” ungkap Gany.

“Dari sini sudah ada niat jahat dari oknum tersebut, sehingga kita melakukan penyelidikan lebih mendalam. Pimpinan di Polda Sulsel melalui Bapak Itwasda kita telah kontak dan meminta atensi, karena kita sangat sayangkan di tengah pandemi ini masih ada saja yang coba-coba bermain,” sesalnya.

Dikonfirmasi terkait temuan pihak kepolisian tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal mengatakan, pihaknya menghargai apa yang sudah dilakukan pihak kepolisian dalam mengawal dan mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba.

“Pada prinsipnya pihak pemerintah menghargai, terutama kami di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menghormati segala bentuk pengawasan ataupun jika itu dikatakan temuan. Karena itu adalah bagian fungsi lembaga yang harus ditegakkan,” kata Daud.

Meski begitu, kata dia, penegakan aturan juga penting untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dianggap melakukan pelanggaran.

“Tentu kita juga harus memahami bahwa dalam penegakan aturan penting juga untuk mengedapankan azas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dianggap melakukan dugaan mark up, terutama dalam hal pengadaan sembako atau bantuan logistik Covid-19 melalui Dinas Sosial,” ujarnya.

“Biarkan proses ini berjalan, dan semua pihak penting untuk mengawal. Jika sekiranya kedepan bukti ke arah itu kuat adanya, maka supremasi hukum harus ditegakkan. Namun tentu ada ruang untuk membela diri kepada pihak yang dianggap terlibat. Semua proses tentu akan berjalan dalam koridornya,” pungkasnya.

Battasa Jera’, Tradisi Masyarakat Kajang Jelang Idulfitri

KabarMakassar.com — Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki sejumlah tradisi jelang Hari Raya Idulfitri. Salah satunya yakni Battasa Jera’ yang terus dilestarikan oleh masyarakat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Battasa Jera’ atau membersihkan kuburan merupakan prosesi yang wajib dan rutin dilaksanakan warga Kajang tiap tahun, dan biasanya dilakukan seminggu jelang Idulfitri. Tradisi ini sudah dilaksanakan turun-temurun sejak ratusan tahun silam atau sejak Ammatoa pertama di Kajang.

Adapun tujuan dilakukannya kegiatan Battasa Jera’ ini adalah untuk menghargai dan mendoakan para arwah nenek moyang, maupun keluarganya yang telah meninggal dunia.

Nuraeda Aqiel (31), salah seorang warga Kajang yang setiap tahun rutin melakukan Battasa Jera’ di makam salah satu keluarganya mengatakan, hal ini sudah merupakan kewajiban sebagai keluarga yang masih hidup.

“Ini sudah menjadi tradisi kami sebagai orang Kajang, yakni datang untuk Battasa Jera’. Karena selain kami membersihkan kuburan, kami juga selalu mengirimkan doa untuk para leluhur dan anggota keluarga kami yang lebih dulu berpulang ke Rahmatullah,” tuturnya.

Budaya ini, kata dia, harus terus dilestarikan oleh seluruh masyarakat Kajang. Terlebih, sebagian masyarakat Kajang saat ini sudah modern, sehingga sangat gampang melupakan budaya yang seharusnya dijaga dan dilestarikan.

“Seiring terkikisnya tatanan budaya, saya harapkan kepada para generasi muda Kajang harus bersatu memertahankan budaya yang sudah mulai terkontaminasi oleh budaya modern,” tutupnya.

Pasien Positif Covid-19 Asal Bulukumba yang Dinyatakan Sembuh Bertambah 1 Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif virus Corona atau Covid-19 asal Kabupaten Bulukumba yang dinyatakan sembuh, bertambah 1 orang. Pasien yang dinatakan sembuh tersebut adalah pasien dengan nomor 003 asal Kecamatan Kindang yang merupakan rombongan santri asal Pondok Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur, yang pulang ke Sulsel karena libur pada 18 April lalu.

“Alhamdulillah, pasien positif covid-19 asal Bulukumba yang sembuh bertambah 1 lagi. Jadi yang sembuh sudah sebanyak 3 orang dari total 7 orang warga Bulukumba yang dinyatakan positif Covid-19,” kata Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bulukumba, HM Daud Kahal, Sabtu (16/5).

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi warga Kabupaten Bulukumba. Semoga 4 pasien positif lainnya yang masih dirawat di Makassar juga segera sembuh,” sambungnya.

Menurut Daud, sesuai protokol penanganan Covid-19, meski telah dinyatakan sembuh, sesampainya di Bulukumba yang bersangkutan tetap harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Sekadar diketahui, Pertanggal 16 Mei 2020, total kumulatif kasus positif Covid-9 di Bulukumba tercatat sebanyak 7 orang. Dari jumlah tersebut, 3 diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan 4 lainnya masih dalam perawatan.

Orang Tanpa Gejala (OTG) tercatat sebanyak 175 orang (75 masih dipantau, 100 selesai pemantauan). Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 213 orang (199 selesai pemantauan dan 14 masih dalam pemantauan). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 31 orang (25 sehat, 2 orang isolasi mandiri, 1 orang dirawat, dan 3 meninggal dunia). (*)

62 Kepala Desa di Bulukumba Dilantik Melalui Video Conference

KabarMakassar.com — Pelantikan kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bulukumba pada 5 Maret 2020 lalu, akan digelar secara serentak namun terpisah di 9 lokasi pada Rabu (15/4) mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bulukumba, Andi Kurniady mengatakan, para kepala desa terpilih tersebut akan dilantik oleh Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali dari jarak jauh menggunakan video conference.

Rencananya, kata dia, sebagian kepala desa terpilih akan dilantik secara langsung oleh Bupati Bulukumba di Ruang Pola Kantor Bupati. Sementara selebihnya akan dilantik di kantor kecamatan masing-masing melalui video conference.

“Jadi bupati akan melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Ruang Pola, dan disiarkan secara live streaming di 8 lokasi lainnya,” kata Andi Kurniady, Senin (13/4).

Menurut Kurniady, meski secara total ada 64 desa di Bulukumba yang melaksanakan Pilkades serentak, namun hanya 62 kepala desa yang akan dilantik pada 15 April mendatang.

“2 desa, yaitu Balangtarong dan Caramming belum dilantik karena penyelesaian sengketanya masih berproses atau belum selesai,” jelasnya.

Proses penyelesaian sengketa hasil pilkades di 2 desa tersebut, kata dia, terkendala adanya wabah Covid-19. Pasalnya dalam proses penyelesaian sengketa, harus ada pemanggilan saksi atas aduan yang masuk. Termasuk proses sidang dan konsultasi dengan pihak pemerintah provinsi dan pusat.

“Untuk melaksanakan kegiatan, tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Terkait sarana prasarana pelantikan melalui video conference, Kurniady mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan di lokasi kantor kecamatan.

“Di Ruang Pola ada 9 orang mewakili sembilan kecamatan, selebihnya di kantor kecamatan masing-masing, kecuali dari Kecamatan Bontobahari bergabung di Kantor Kecamatan Ujungloe. Begitu pula Kecamatan Herlang, lokasi pelantikan kadesnya dipindahkan di Gedung Gema Desa Pataro,” pungkasnya.

Lerai Perkelahian, Seorang Warga di Bulukumba Tewas Ditikam

Kabarmakassar.com — Juke bin beddu (50) warga Lingkungan Palampang, Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale, kabupaten Bulukumba, tewas setelah ditikam oleh Marzuki alias Mansur bin Main (34) di sebuah acara pernikahan, Sabtu (29/2).

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa tersebut berawal saat korban hendak melerai perkelahian antara pelaku dengan salah satu penonton electone di sebuah acara pernikahan.

Namun karena saat melerai korban menampar pelaku, sehingga pelaku gelap mata akhirnya menikam korban.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Bery Juana Putra saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang penikaman tersebut.

“Benar ada penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, setelah ditikam oleh pelaku di acara pernikahan,” ujarnya.

Mantan Kasat Narkoba Polres Pinrang itu mengatakan, pelaku menikam korban menggunakan senjata tajam jenis badik di bagian dada sebelah kiri.

Korban sempat menghindar, namun karena tidak puas, akhirnya pelaku kemudian menikamnya kembali di bagian dada kanan, sehingga korban terkapar dan akhirnya meninggal dunia.

“Pelaku awalnya menikam korban tapi tidak kena, akhirnya pelaku kembali menikam korban untuk kedua kalinya. Saat tikaman kedua itulah pelaku mengenai dada kanan korban dan langsung meninggal di lokasi,” terangnya.

Saat ini, kata dia, pelaku telah diamankan bersama barang bukti berupa sebilah badik yang digunakan untuk menikam korban hingga meningal dunia.

“Pelaku beserta barang sudah kita diamankan,” tutupnya.

Tunu Panroli Tradisi Ekstrim Suku Kajang di Bulukumba

KabarMakassar.com — Suku Kajang merupakan salah satu suku di Kabupaten Bulukumba, Sulsel yang terkenal dengan pakaian adat hitamnya. Suku juga terkenal karena masih memegang erat adat istiadat, tradisi dan budayanya.

Suku ini mendiami sebuah wilayah yang disebut Tanah Towa atau Tanah Tertua memiliki beberapa tradisi yang terbilang ekstrim. Salah satunya adalah tradisi Tunu Panroli atau Bakar Linggis. Tradisi dilakukan jika terjadi pencurian di kawasan Adat Ammatoa Kajang.

Sebelum dilaksanakan tradisi Tunu Panroli’, terlebih dahulu diberikan mantra atau baca-baca oleh tetua adat yang sudah ahli yang diberi oleh masyarakat setempat dengan sebutan “Pa’ Tunu Panroli”.

Setelah Panroli dibakar sampai berwarna merah, barulah kemudian orang yang dicurigai bersalah harus memegang atau menginjakkan kakinya ke linggis tersebut. Jika tidak merasakan panas dinyatakan tidak bersalah.

Sebaliknya jika merasakan panas maka para tetua adat akan menunjuk dia sebagai pelaku pencurian dan secara langsung akan dilakukan tindakan hukum adat yang di perintahkan oleh Ammatoa atau Kepala Suku Adat Kajang.

Saat ini Pa’ Tunu Panroli Suku Kajang, hanya ada satu orang yang bernama Puto Gassing Daeng Makkulle. Dia ini dikenal masyarakat setempat sebagai orang memiliki sifat terbuka, senang melucu, seorang petani dan salah satu penegak hukum di Suku Kajang.

Bahkan, Puto Gassing juga aktif dalam berosialisasi dengan masyarakat maupun para pendatang yang berkunjung ke Tanah Towa, Kajang.

“Nakke Mami Akkulle Attunu Panroli, ka andre’ mo tua’ ra attunu (Sisa saya yang bisa membakar linggis, karena masyarakat lain belum sanggup melakukannya)” kata Puto Gassing.

Adapun ketika ditanya mengenai siapa calon peneru Patunu Pandroli, Puto Gassing hanya tertawa. “Andre’mo a’ra, bara’ salloppi isse” (Sudah tidak ada yang berani melakukannya, mungkin nanti),” pungkasnya.

Jelang Pilkades Serentak, Polres Bulukumba Sebar Personel Intel dan Brimob

KabarMakassar.com — Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 64 desa di wilayah Kabupaten Bulukumba pada 5 Maret 2020 mendatang, Polres Bulukumba mulai melakukan upaya antisipasi adanya kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban maupun politik uang (money politic).

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menyebar personel Intel ke 64 desa yang akan menggelar Pilkades, untuk mencari informasi terkait kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.

“Selain personel intelkam, kami juga akan melibatkan 250 personel Sabhara dari Polres Bulukumba dan 2 peleton Brimob Polda Sulsel,” terang Kapolres Bulukumba, AKBP Gani Alamsyah Hatta, Kamis (27/2).

Gani meminta agar para calon kepala desa di Kabupaten Bulukumba tidak melakukan upaya-upaya kampanye dengan cara-cara curang yang bisa memicu terjadinya gangguan kamtibmas.

Mantan Kapolres Takalar itu menegaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu jika menemukan terjadinya money politic atau kecurangan apapun menjelang Pilkades serentak di wilayah hukum Polres Bulukumba.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bulukumba yang mendapatkan pelaku melakukan money politic atau bentuk kecurangan apapun itu agar kiranya melaporkannya. Dan pasti kita tahu siapa-siapa pelakunya karena kami sudah ada sejumlah personel intelkam yang kita sebar,” tegasnya.

Pelaku Pembunuhan Sadis di Bulukumba Dijerat Pasal Berlapis

KabarMakassar.com — Muin bin Raside (60), pelaku penganiayaan hingga berujung kematian terhadap Paba (60), warga Dusun Paojawae, Desa Pallambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba pada Senin (24/2) sore kemarin, terancam pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Tersangka dijerat Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra, Selasa (25/2).

Berry juga memastikan, tidak ada pelaku lainnya dalam peristiwa tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan dua orang saksi, dan tersangka sudah diamankan di Mapolres Bulukumba.

“Untuk meredam ketegangan antara keluarga tersangka dan korban, kami tetap berkoordinasi dengan teman-teman Polsek Gantarang, camat dan Plt Kepala Desa untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, kasus penganiayaan yang berujung kematian Paba (60) pada Senin (24/2) sore kemarin itu berawal saat pelaku yang merupakan Kepala Dusun Bacari, Desa Pallambarae, Kecamatan Gantarang tersebut mendatang rumah korban dalam keadaan mabuk karena pengaruh minuman keras (ballo) untuk mengambil pompa hama milik keluarganya yang dititip di rumah korban.

Namun, korban melarang pelaku mengambil pompa tersebut. Akibatnya, terjadi adu mulut yang membuat korban memukul pelaku. Tak terima dipukul oleh korban, pelaku pun membalasnya kemudian mencungkil biji mata korban. Tidak hanya itu, pelaku pun mengambil parang kemudian memotong kelamin korban.

Resmi Diumumkan, Ini Jagoan PDIP di Pilkada Selayar dan Bulukumba

KabarMakassar.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumumkan para jagoannya yang akan diusung untuk bertarung di sejumlah daerah pada Pilkada Serentak 2020.

Untuk pengumuman tahap I ini, ada satu pasangan gubernur-wakil gubernur dan 49 pasangan calon bupati-wakil bupati dari 20 provinsi yang diumumkan mendapat rekomendasi dari partai berlambang moncong putih itu.

Khusus untuk Sulsel, dari 12 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak tahun ini, baru dua kabupaten yang rekomendasi usungan pasangan bakal calonnya dikeluarkan oleh partai besutan Megawati Soekarno Putri itu. Dua kabupaten tersebut yakni Bulukumba dan kepualauan Selayar.

Dalam Surat Keputusan DPP PDIP tertanggal 19 Februari 2020 yang ditandatangani Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto itu, tercantum nama Tomy Satria Yulianto dan Andi Makkasau sebagai calon bupati dan wakil bupati yang diusung di Pilkada Bulukumba, dan Basli Ali dan Syaiful Arif sebagai calon bupati dan wakil bupati yang diusung di Pilkada Kepualauan Selayar.

Dikonfirmasi terkait surat rekomendasi usungan dari PDIP, Basli Ali yang meruakan calon bupati petahana melalui LO-nya, Darmawang mengaku berterima kasih atas mandat tersebut. Pihaknya berjanji akan bekerja lebih keras untuk bisa memenagkan Pilkada Selayar tahun ini.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan mandat yang diberikan PDIP. Tentu dengan keluarnya rekomendasi ini membuat kami akan bekerja lebih keras dan lebih fokus untuk memenangkan Pilkada nanti,” kata LO pasangan Basli Ali – Saiful Arif, Darmawang, Rabu (19/2).