Satgas Operasi Pendisiplinan Prokes Digelar Senin

KabarMakassar.com — Sesuai Perpres Nomor 82 Tahun 2020, Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulukumba. Satgas yang diketuai oleh Dandim 1411 memiliki tugas operasional dalam upaya memutus mata rantai wabah Covid-19.

Rencananya Satgas akan melaksanakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) yang dimulai pada Senin 27 Juli mendatang dan akan berlangsung selama 14 hari.

“Kita akan menggelar operasi khusus selama 14 hari untuk penegakan disiplin protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak,” ungkap Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali saat rapat persiapan pelaksanaan operasi di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Jumat 24 Juli 2020.

Selama operasi, tambah Bupati, akan diawali dengan sosialisasi, mengedukasi dan mengajak dan menghimbau masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ia mengatakan, hasil dari operasi pendisiplinan itu akan dievaluasi dan menjadi rujukan pertimbangan untuk membuka sekolah pada bulan Agustus mendatang, yang tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pedoman Operasional Protokol Kesehatan Dalam Wilayah Kabupaten Bulukumba.

“Kita akan tegas jika ada warga tidak disiplin menerapkan standar protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19 di Bulukumba. Kalo ada yang melanggar kita beri sanksi moral sampai sanksi berat dengan pencabutan izin usaha,” ucapnya.

Sementara itu, Dandim 1411 Bulukumba, Letkol ARM Joko Triyanto mengatakan operasi yang akan dilakukan oleh Satgas ini untuk menekan penyebaran Covid-19. Dalam pelaksanaan operasi pihaknya melibatkan seluruh elemen seperti TNI Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Dinkes, Kemenag, OKP dan Media/Pers.

Operasi yang menurunkan dua ratusan lebih personil gabungan itu akan dilakukan di beberapa tempat, seperti pasar, warung kopi, warung makan, pertokoan, masjid, dan tempat umum lainnya seperti Lapangan Pemuda.

Terkait sejumlah titik tersebut, Dandim tetap meminta saran masyarakat jika ada lokasi tambahan yang harus dijaga ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Semua wilayah penting, namun yang prioritas untuk operasi adalah di kota karena aktifitas ekonomi terpusat di kota Bulukumba,” ungkapnya.

Selama operasi tersebut, tim akan bekerja memantau dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di sejumlah titik yang telah ditentukan. Para pelanggar juga akan dicatat identitasnya untuk diberikan teguran atau pun sanksi.

Turut hadir dalam rapat persiapan operasi tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Ketua Pengadilan Negeri, Khoiruman Pandi Kesuma Harahap, Kajari Hartam Ediyanto, Wakapolres Kompol Syarifuddin, Sekda Andi Bau Amal, beberapa Kepala OPD, Kepala Kemenag Ali Yafid dan sejumlah tokoh masyarakat pemuda dan pers.

Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah 34 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba terus meningkat. Bahkan, berdasarkan data terbaru terdapat 34 orang terpapar Covid-19, Sabtu (27/6). Hal ini pun merupakan tambahan terbanyak di Bulukumba.

Terkait hal itu, Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Covid-19 Bulukumba, Daut Kahal mengatakan jumlah tambahan positif paling banyak terjadi pada Juni jika dibandingkan pada bulan sebelumnya.

“Pada Juni ini ini sudah tercatat ada 123 tambahan kasus positif Covid-19,” kata Daud.

Ia mengatakan tambahan pasien positif ini merupakan hasil tracing atau penelusuran kontak erat dengan beberapa pasien positif sebelumnya diantaranya dari pasien 029, 030, 031, 034, 042 dan 043.

“Data ini termasuk tambahan 1 kasus positif meninggal (70) asal Ujungbulu Jumat kemarin dan laporan tertulisnya baru diterima hari ini. Namun nomor register yang bersangkutan berubah dari register 100 menjadi register 123,” jelasnya.

Ia menambahkan kecamatan yang paling banyak tambahan positif adalah Kecamatan Ujungbulu yakni sebanyak 23 orang. “Total pasien positif di Ujungbulu sebanyak 73 orang, 2 meninggal dan 7 sembuh,” pungkasnya.

“Dengan bertambahnya kasus positif ini maka jumlah pasien positif Covid-19 Bulukumba sebanyak 134 orang dengan keterangan 25 sembuh, 3 orang meninggal dan 106 masih dirawat atau isolasi mandiri,” tambahnya.

Anggota Dinas Perhubungan Bulukumba Dianiayaya Pengantar Jenazah

KabarMakassar.com — Sebuah video penganiayaan di jalan raya yang berdurasi 13 detik viral di jagad maya sosial facebook, Senin (22/6). Pada video itu terlihat seorang staff yang bekerja di Dinas Perhubungan Bulukumba tampak berlari menghindari kerumunan.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun Kabar Makassar, kejadian itu terjadi di Jalan Sam Ratulangi, Bulukumba. Penganiayaan itu diduga dilakukan oleh massa pengantar jenazah dan korban bernama Rizal.

Penganiayaan tampak jelas, apalagi sejumlah massa memukul dengan mengunakan balok kayu dan yang lain telihat mengambil sebuah batu yang akan dilempar kepada korban.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Bulukumba, Haerul yang dikonfirmasi via telfon membenarkan kejadian itu. Ia mengaku jika Rizal merupakan salah satu stafnya yang bertugas mengatur jalan di pertigaan Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Matahari.

”Kasihan anggota saya, dia dipukul hingga babak belur, tapi katanya kini sudah di rawat di RSUD Bulukumba,” kata Haerul

Atas kejadian itu, Haerul mengaku telah meminta pihak kepolisan untuk mengusut kejadian ini. Ia mengatakan tidak terima stafnya yang sedang bertugas dianiaya. ”Kita minta kasus ini diusut dan hukum harus ditegakkan,” ungkapnya.

Pejabat di Bulukumba Umumkan Dirinya Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten (pemkab) Bulukumba mengumumkan dirinya terpapar Covid-19 melalui media sosial di akun Facebook miliknya, adalah Amran Syaukani merupakan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bulukumba.

Ia mengaku terpapar virus tersebut berdasarkan hasil Swab nya di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selayan melalui Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bulukumba. Hal tersebut menambah jumlah pasien Covid-19 di Bulukumba yang mencapai 59 orang. Dimana sebelumnya 45 orang dan kini sudah bertambah 14 orang, per Minggu 21 juni 2020.

Amran Syaukani belum menjelaskan dan memberikan pernyataan ia terpapar virus ini dari mana, ia hanya mengatakan dirinya positif, sementara istrinya negatif dari hasil swab.

Ia menjelaskan jika sejak terjadinya pandemi, khususnya di Bulukumba, dirinya lebih banyak menjalankan aktivitas di kantor daripada work from home (WFH).

“Seingat saya hanya 4 hari saya tidak masuk kantor selama pandemi ini berlangsung. Selama masa pandemi ini, saya juga cukup sering menemani (menyopiri) isteri dalam menjalankan tugasnya selaku Koordinator Tim Gerak Cepat (TGC) Kabupaten pada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bulukumba. Terutama di hari libur sabtu-minggu ataupun pada malam hari, termasuk di antaranya ketika melakukan kegiatan pengambilan sampel swab. Dalam 14 hari terakhir sebelum dilakukan pengambilan sampel swab, saya masih terus beraktifitas dengan beberapa kawan dan kerabat, terutama kegiatan kedinasan. Untuk itu melalui tulisan ini, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan meminta kepada kita semua, untuk tetap menjaga diri dan tidak ragu untuk memeriksakan diri sekiranya ada gejala sakit. Alhamdulillah, hingga saat ini, saya tidak mengalami suatu gejala sakit apapun, baik flu, bersin, batuk ataupun sesak. Sehingga jika memang tidak melakukan pemeriksaan swab, sayapun tidak akan percaya jika dalam tubuh saya telah ada virus corona yang mungkin saja pagi ini sedang “jogging”. Mohon maaf karena baru sempat menyampaikan, yang pasti sebelum saya memposting tulisan ini, kondisi saya sudah tersampaikan kepada kawan dan kerabat yang pernah kontak erat dengan saya dalam beberapa hari terakhir ini. Akhirnya mari kita berdoa, semoga kita semua senantiasa dalam Lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita segera terbebas dari wabah ini dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa. #051Wassalam Amran Syaukani”,” petikan tulisan Amran Syaukani melalui facebooknya.

Selain dari Amran beberapa warga lain yang dinyatakan positif juga menyampaikan bahwa dirinya beserta 5 angota keluarganya juga dinyatakan positif covid 19. Bahkan mengunggah postingan dirinya di akun media sosial terpapar Covid-19, dan ini merupakan bentuk dan dukungan untuk memutus mata rantai penyebaran covid khususnya di wilayah Bulukumba.

Mengejutkan, Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah 16 Orang

KabarMakassar.com — Sejak lima hari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba terus bertambah. Teranyar berdasarkan laporan hasil swab yang keluar sebanyak 16 orang terpapar Covid-19, Kamis (19/6).

Dari 16 tambahan positif ini, 4 diantaranya adalah tenaga kesehatan dan 1 orang ASN. Seluruh pasien positif ini merupakan hasil tracing atau penelusuran kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

Terkait hal itu, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Bulukumba, Daud Kahal mengatakan bahwa penularan Covid-19 ini masih menjadi ancaman yang serius, sehingga masyarakat harus tetap waspada.

“Ini hasil tracing kontak dan bisa kita lakukan upaya atau strategi untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Namun disisi lain, jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan maka tingkat penularannya juga akan sulit dikendalikan,” kata Daud Kahal.

Ia berharap semua pihak membangun kesadaran kolektif diantara warga masyarakat dan pemerintah melalui Gugus Tugas melakukan upaya edukasi, pencegahan dan penanganan.

“Demikian pula halnya dengan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara sadar dan konsisten, seperti pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan pakai sabun dalam setiap aktifitas khususnya di luar rumah,” pinta Daud Kahal.

Karena itu, dengan bertambahnya kasus positif ini maka jumlah pasien positif Covid-19 Bulukumba sebanyak 45 orang. “Dengan keterangan 11 orang sudah sembuh, 1 orang meninggal dan 33 masih dirawat dan isolasi mandiri,” pungkasnya.

HBCI Bulukumba Chapter Berbagi Sembako Korban Banjir Bantaeng

KabarMakassar.com — Puluhan anggota komunitas Honda Brio Club Indonesia (HBCI) chapter Bulukumba mebagikan ratusan paket sembako dan air mineral kepada para korban banjir bandang yang melanda kabupaten Bantaeng beberap waktu lalu.

Inisiatif para pemuda yang dalam naungan komunitas Honda Brio Club Indonesia ini untuk membantu masyarakat yang menjadi korban banjir bandang ditengah wabah pandemi atau covid -19 yang melanda khususnya kabupaten Bantaeng

Ratusan paket sembako berisi beras telur dan sejumlah bahan pokok serta puluhan kardus air mineral ini diberikan langsung diposko utama yang terletak di kantor Damkar bantaeng untuk selanajutnya dibagikan langsung kerumah warga yang terdampak banjir di bebberapa kecamatan desa

Bantuan sembako ini diterima langsung salah seoarang warga di kabupaten Bantaeng

“Alhamdulillah saya bersyukur skli ada bantuan dari pemuda dibulukumba ujar lina”

Komunitas HBCI chapter Bulukumba diketahuai baru berdiri sekitar satu tahun namun angotanya sudah mencapai sekitar 50-an untuk wilayah Bulukumba

Menurut Arman, selaku Ketua HBCI Ini merupakan kegiatan atas dasar kebersamaan untuk membantu sodara sodara kita yang digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yg mengalami bencana

“Ini merupakan inisitif teman teman untuk saling berbagi jadi kami meminta sumbangan dari anggota alhamdulillah terkupul banyak,dan langsung kita belikan sembako untuk dibawah keposko bantuan bantaeng untuk disalurkan berharap dapat mengurangi beban warga yang sudah terkena banjir” ujar Arman.

Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah Empat Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 kembali bertambah di Kabupaten Bulukumba, Rabu (17/6). Hal ini disampaikan langsung
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba, H. Muh. Daud Kahal.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Bulukumba itu mengungkapkan ada empat pasien positif resmi bertambah. Menurutnya, penambahan pasien ini adalah nomor registrasi 025 jenis kelamin perempuan, usia 27 tahun, tenaga kesehatan.

“Kemudian pasien 026 adalah perempuan usia 47 tahun, tenaga kesehatan, 027 juga perempuan usia 32 tahun sebagai tenaga kesehatan dan nomor registrasi 028 merupakan kaki-laki berusia 45 tahun status Apratur Sipil Negara (ASN),” kata Daud Kahal.

Ia mengaku jika seluruh pasien positif tersebut sudah dirujuk ke Kota Makassar untuk mendapatkan perawatan. ”Mohon maaf, demi privasi pasien, kami tidak boleh membeberkan identitas pasien. Jadi saya menjalankan aturan untuk menjaga kerahasiaan pasien,” ujarnya.

Ia menambahkan jika total pasien positif Covid-19 di Bulukumba sebanyak 28 orang. Kata dia, satu pasien yang bersttus PDP yang merupakan seorang ASN di Dinas Kesehatan meninggal di RSUD Sultan Daeng Raja.

“Infox betul ada yang meninggal PDP tapi konfirmasi statusnya belum bisa saya konfirmasi. Sementara kita menunggu hasil swab dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Sinjai,” ungkapnya.

Diketahui, dari 28 orang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba, 15 orang diantaranya masih menjalani proses perawatan di Kota Makassar, satu orang isolasi mandiri dan 11 orang sudah dinyatakan sembuh.

Jumlah Nakes Positif Korona Bertambah jadi 10 Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif dari Tenaga Kesehatan (Nakes) bertambah 1 orang lagi. Pasien dengan register 024 tersebut diduga terkena virus karena kontak erat dengan pasien 013 sebelumnya yang merupakan rekan sejawatnya di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja.

Pasien 024 perempuan umur 28 tahun alamat Desa Dampang Kecamatan Gantarang dinyatakan positif setelah hasil Swabnya keluar pada tanggal 15 Juni 2020.

“Pasien 024 ini sudah dirujuk ke Makassar usai shalat Ashar tadi sore. Dia akan dirawat di Hotel Grand Palace Makassar,” beber Jubir Covid-19 Bulukumba H Daud Kahal.

Dengan bertambahnya kembali pasien positif Covid-19, lanjut Daud maka total tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 kini berjumlah 10 orang. Tim Surveilens saat ini masih terus bekerja untuk melakukan penelusuran epideimologi terhadap kontak erat pasien positif Covid-19, terutama dari para tenaga kesehatan, baik yang di rumah sakit maupun puskesmas.

Untuk diketahui jumlah pasien Positif Covid-19 Bulukumba saat ini berjumlah 24 orang dengan keterangan sembuh 11 orang, dirawat 13 orang. Adapun Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 469 (masih dipantau 285, selesai dipantau 184 orang). Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 261 (masih dipantau 29, selesai dipantau 232 orang).

Sedangkan orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 37 orang (sembuh 28, dirawat 1, isolasi mandiri 2 orang, dan meninggal 6 orang).

Enam Tenaga Kesehatan di Bulukumba Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba kembali bertambah delapan orang. Diduga pasien positif tambahan ini merupakan transmisi lokal dari pasien positif pasien 011 dan 012.

Bahkan, enam dari delapan pasien positif itu merupakan tenaga kesehatan dengan rincian bertugas di Puskemas Tanete 3 orang dan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja juga 3 orang.

Tambahan pasien positif lainnya adalah 1 orang umur 3 tahun yang merupakan anak dari tenaga kesehatan Puskesmas Tanete dan 1 orang lagi bertugas sebagai Cleaning Servis Puskesmas Tanete.

“Hari ini kita menerima hasil Swab dari Dinas Kesehatan Provinsi yang mana hasilnya dari petugas medis kita yang ada di Bulukumba. Dari 153 yang kita Swab ada 8 orang yang positif,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19, AM Sukri Sappewali, Senin (8/6).

Ia mengaku jika mereka positif karena konsekuensi dari pengabdiannya sebagai petugas medis sehingga rawan terpapar Covid-19.

“Untuk itu Pemkab bertekad bagaimana bisa menyembuhkan mereka dan mengevakuasi untuk dirawat di Makassar. Mari kita berdoa semoga para tenaga medis dan masyarakat yang terpapar bisa segera sembuh,” jelasnya.

Bupati Bulukumba itu mengatakan bahwa dari satu dari enam tenaga kesehatan tersebut adalah seorang dokter dari RSUD dan 1 orang adalah dokter Puskesmas Tanete dan 4 orang tenaga perawat.

“Ada 1 orang anak dari tenaga kesehatan umur 3 tahun, tapi orang tuanya yang tenaga hasil swabnya negatif. Kemungkinan anak ini terpapar karena sering dibawa ke Puskesmas,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap agar petugas kesehatan tidak membawa keluarganya dalam bertugas. Apalagi, kata dia, kalau anak-anak memasuki ruang perawatan atau area terlarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Wahyuni mengatakan pihaknya kembali akan melakukan upaya pencegahan penularan seperti penelusuran kontak erat dan penyemprotan disinfektan di lokasi yang dinilai rawan.

“Hari ini kami dapat berita yang cukup menyedihkan karena tenaga kesehatan sebagai garda terdepan ternyata terpapar. Namun kasus ini tidak menurunkan semangat kami untuk tetap mengajak tenaga kesehatan dalam upaya penanggulangan dan pencegah penyebaran Covid-19,” kata dr. Wahyuni.

Ia menambahkan agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan seperti setiap ketika ke luar rumah memakai masker, menjaga jarak, dan sering cuci tangan.

“Dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 Bulukumba maka jumlah kasus positif Covid-19 saat ini sebanyak 20 orang, dimana 10 orang sudah sembuh dan 10 lainnya masih dirawat,” pungkasnya.

Kapal Layar Pinisi Panrita Lopi Resmi Aset Pemda Bulukumba

KabarMakassar.com — Setelah sekian lama, untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Bulukumba baru memiliki Kapal Pinisi. Meski Kabupaten Bulukumba dikenal sebagai daerah pembuat perahu Pinisi atau Panrita Lopi, namun selama ini kapal Pinisi ini tersebut belum ada satu yang menjadi milik atau aset dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Harapan memiliki aset Kapal Pinisi tersebut akhirnya terkabul setelah salah seorang Panrita Lopi yakni Syarifuddin bersama keluarganya menghibahkan perahu jenis Jolloro miliknya yang dibuat tahun 2018 yang lalu untuk diperbaiki dan dimodifikasi menjadi kapal Pinisi yang didesain untuk wisata pesiar.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bulukumba sendiri melalui Dinas Pariwisata hanya menggelontorkan anggaran sekitar Rp190 juta untuk melahirkan kapal Pinisi yang diberi nama Kapal Motor Layar (KLM) Pinisi Panrita Lopi.

Nama kapal Panrita Lopi ini diberikan untuk menghargai semangat dan kerja keras para panrita lopi di Bulukumba, dan diharapkan agar Warisan Budaya Dunia Takbenda dari UNESCO tersebut tetap lestari sepanjang masa.

“Apa yang kita saksikan hari ini, terasa memberikan kebanggaan dan kesyukuran tersendiri bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba, karena untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Bulukumba memiliki aset kapal Pinisi jenis Pesiar yang akan menunjang sektor pariwisata Bulukumba,” ujar Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali saat melaunching kapal Pinisi tersebut di PPI Bontobahari, Sabtu (6/6), kemarin.

AM Sukri Sappewali menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Bapak Syarifuddin atas sumbangsinya mewujudkan perahu Pinisi Panrita Lopi yang menjadi aset Pemerintah Daerah.

“Semoga Pinisi Panrita Lopi ini menjadi contoh akan kebangkitan semangat sosial orang Bontobahari, khususnya para Panrita Lopi untuk senantiasa berbuat mencipta dan berkarya yang nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat Bulukumba,” tambahnya.

Hadir dalam peresmian kapal pinisi milik Pemda diantaranya, Ketua DPRD Bulukumba, Dandim, unsur Muspida hingga masyarakat yang antusias menyaksikan pinisi yang resmi dimiliki Pemda Bulukumba.

Sementara itu Alfian anak dari Syarifuddin menjelaskan secara detail kapal yang berukuran 27 x 4,8 meter ini dirancang sebagai kapal wisata pesiar.

Badan kapal terdiri dari lower deck, main deck, upper deck, top roof view. Kapal dengan kemudi power stering ini memiliki 2 kamar tidur. Kamar tidur pertama berada di Lower Dek (bagian paling bawah) dengan 3 tempat tidur. Kamar tidur yang kedua berada di Uper Dek yang dilengkapi toilet dengan 2 tempat tidur. Pembuangan toiletnya sendiri mengarah ke Septi tank yang berada di Lower Deck, sehingga kotoran tidak terbuang ke laut

“Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan fasilitas restoran, station diving, dan home theater,” terang Alfian.

Lahirnya KLM Pinisi Panrita Lopi ini membawa angin segar bagi industri pariwisata Bulukumba. Pinisi Panrita Lopi akan menawarkan pengalaman wisata berlayar yang berbeda. Mengarungi lautan  menuju tempat-tempat yang eksotis merupakan salah satu pilihan berwisata yang sedang diminati oleh masyarakat.

Dengan fasilitas yang dilengkapi dengan tempat bersantai, kamar yang nyaman serta kuliner yang lengkap menjadikan kapal ini akan terasa lebih ‘homey’ atau seperti di rumah sendiri.

Wisatawan juga akan dimanjakan dengan perlengkapan diving bagi yang ingin merasakan sensasi pemandangan bawah laut yang indah. Bagi wisatawan yang ingin melakukan pertemuan, kapal ini juga dilengkapi dengan sarana meeting. Sehingga kehadiran Panrita Lopi menjadi salah satu alternative dalam mendukung pengembangan wisata bahari Bulukumba.