Perahu Padewakang Berlayar ke Australia

KabarMakassar.com — JANGKAR perahu Padewakang hari ini, melakukan perjalanannya ke Australia, dimana perahu asli Bulukumba, Sulawesi Selatan ini berangkat pada pukul 17:00 Wita dari perairan Kepulauan Tannimbar, Provinsi Maluku.

Perahu Padewakang ini sedang menjalankan misi bertajuk Ekspedesi Padewakang dalam rangka Napak Tilas Sejarah Maritim Indonesia, khususnya hubungan budaya antara pelaut Bugis Makassar dan Suku Aborigin di Australia.

“Kami lepas sauh dari Samluaki, Doakan kami akan menempuh perjalanan 3-5 hari untuk sampai ke Darwin Australia,” kata Ridwan Alimuddin awak Padewakang kepada KabarMakassar.com sesaat lepas jangkar, (24/1).

Perjalanan perahu Padewakang dilepas Kapal Perang P Pustual III-9-16 dipimpin kapten Abson Nizam dari kesatuan Lanal Saumlaki.

Perahu Padewakang adalah salah satu perahu tradisional berusia lebih dari 300 tahun atau pada abad 3-4 dan telah di replika. Perahu ini melakukan misi pelayaran dengan rute dari kabupaten Bulukumba-Makassar-Larantuka-Saumlaki-Darwin.

Kapal Layar Padewakang bernama Kapal Layar Nur Al Maregeh yang dinahkodai oleh Anton Daeng Tompo.

Pelepasan Ekspedisi Padewakang yang beranggotakan 10 kru melanjutkan pelayarannya ke Darwin, setelah 48 hari dari Bulukumba.

Ridwan mengatakan, perahu Padewakang dalam pelayarannya hingga ke Saumlaki dari Bulukumba sempat mengalami berbagai kendala, dikarenakan kapal tersebut sangat tradisional.

“Kemudi sempat patah dan layar yang terbuat dari bahan alam sempat sobek karena cuaca,” Kata Ridwan yang juga tercatat sebagai jurnalis dan Ketua AJI Mandar Sulawesi Barat.

Ekspedisi Padewakang juga membawa misi persahabatan antara dua negara Indonesia dan Australia.

“Kami berangkat membawa merah putih dan persahabatan ke Australia. Persahabatan yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun. Orang Makasaar semenjak 300 tahun lalu, berlayar ke Australia mencari teripang. Ini sebuah misi sejarah dan juga kebudayaan,” kata Ridwan kepada Upishow yang akan tayang dalam waktu dekat.

Ekspedisi Padewakang

Ekspedisi Padewakang ini, menumbuhkan ingatan sejarah tentang budaya nenek moyang pelaut Indonesia yang sejak dulu kala telah berlayar bukan hanya di Nusantara tapi juga sampai di Mancanegara.

Ekspedisi ini bertepatan peringatan 250 tahun James Cock ke Australia ini juga merupakan Napak tilas perahu Padewakang yang mengingatkan masyarakat Australia bahwa jauh hari sebelum James Cook dari Inggris ke Australia, orang Makassar sudah lebih dulu ke Australia, dengan tujuan mencari teripang.

Perahu Padewakang ini adalah salah satu kapal tradisional yang kemudian berkembang sebagai asal muasal kapal phinisi.

Ekspedisi yang membawa 10 kru, diharapkan akan tiba di Darwin Australia paling lambat 30 Januari 2020. Pelayaran ini sendiri dikoordinir oleh Horst. H. Liebner, warga Jerman yang berpuluh tahun mendedikasikan hidupnya buat perahu-perahu tradisional di Sulawesi Selatan. Ia juga tenaga ahli Kemenko Maritim, yang dalam waktu dekat akan jadi warga negara Indonesia. Selamat berlayar Padewakang.