Wa Liming Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Wilayah Penyisiran

KabarMakassar.com — Penggerebekan dan pengejaran pelaku sabung ayam yang dilakukan oleh Polres Pinrang di Kampung Batu Batu, Kelurahan Pekkabata, Duampanua berujung duka. Pasalnya, seorang warga yang menghindari kejadian itu tenggelam di Sungai Saddang, Senin (6/7) lalu.

Bahkan, korban yang bernama Wa Liming itu belum ditemukan oleh Basarnas Makassar, Tim SAR Pinrang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pinrang, Tagana, serta Palang Merah Indonesia (PMI) yang terjun melakukan pencarian.

“Tiga hari pencarian, korban belum ditemukan,” kata Ketua SAR Pinrang, Ferish, Kamis (9/7).

Kata dia, pada hari pertama pencarian, pihaknya menyisir sungai seputaran TKP yang ada di sekitar Kampung Batu Batu hingga Desa Kaliang, hari kedua dilakukan penyisiran hingga ke muara, sementara ketiga diperluas hingga ke laut.

“Masih terkendala akibat cuaca buruk, serta arus sungai cukup deras,” ungkapnya.

Sebelumnya, dikabarkan seorang warga Dusun Tonronge, Desa Kaliang, Kecematan Duampanua, Kabupaten Pinrang dikabarkan tenggelam di aliran Sungai Saddang.

Tim dari Basarnas dan SAR Pinrang sementara melakukan pencarian korban tenggelam di sungai tersebut hingga hari ini dan dibantu warga setempat.

“Tim masih sementara melakukan pencarian,” kata Budi, Koordinator operasi SAR Pinrang kepada KabarMakassar.com saat ditemui di TKP pencarian, Selasa (7/7).

Budi mengatakan pihaknya cukup kesulitan mencari korban karena arus sungai cukup deras, beruntung tim Basarnas Makassar ikut membantu dalam pencarian.

“Arus cukup deras, alhamdulillah tim dari Basarnas ikut membantu dalam operasi,” pungkasnya.

Data BPBD Pinrang, 888 Rumah Rusak Diterpa Angin Kencang

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang merilis data terbaru akibat terjangan angin kencang, Minggu (5/1) lalu sebanyak 888 Unit Rumah rusak ringan, sedang maupun rusak berat di sembilan kecamatan di wilayah Pinrang.

Kepala BPBD Pinrang, Andi Matalatta melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pinrang Muh Sayuti Made, menyebut bahwa data sementara sebanyak 888 rumah mengalami kerusakan dengan nilai kerugian akibat angin kencang mencapai Rp. 2 Miliar lebih di 9 Kecamatan di Pinrang.

“Kerugian di taksir sekitar 2 M lebih akibat bencana di 9 kecamatan sesuai data yang masuk, semua kita bantu ini bervariasi sesuai tingkat kerusakannya dan sesuai dengan hasil verifikasinya”, Kata Sayuti, kepada KabarMakassar.Com, Rabu (8/1)

Diketahui, kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Lanrisang, Pinrang sebanyak 125 di susul Kecamatan Mattiro Bulu sebanyak 124 Unit Rumah yang mengalami kerusakan.

Rincian Data Kerusakan :

  • Kecematan Paleteang Total : 20 Unit
  1. Rusak Berat : 8 Unit
  2. Rusak Sedang : 11 Unit
  3. Rusak Ringan : 1 Unit
  • Kecematan Mattiro Sompe Total : 102 Unit
  1. Rusak Berat : 37 Unit
  2. Rusak Sedang : 14 Unit
  3. Rusak Ringan : 51 Unit
  • Kecematan Mattiro Bulu Total : 124 Unit
  1. Rusak Berat : 2 Unit
  2. Rusak Sedang : 5 Unit
  3. Rusak Rinngan : 117 Unit
  • Kecematan Lanrisang Total : 125 Unit
  1. Rusak Berat : 19 Unit
  2. Rusak Sedang : 38 Unit
  3. Rusak Ringan : 68 Unit
  • Kecematan Duampanua Total : 12 Unit
  1. Rusak Berat : 2 Unit
  2. Rusak Sedang : –
  3. Rusak Ringan : 10 Unit
  • Kecematan Cempa Total : 33 Unit
  1. Rusak Berat : 4 Unit
  2. Rusak Sedang : 29 Unit
  3. Rusak Ringan : –
  • Kecematan Tiroang Total : 42 Unit
  1. Rusak Berat : 17 Unit
  2. Rusak Sedang : 25 Unit
  3. Rusak Ringan : –
  • Kecematan Patampanua Total : 5 Unit
  1. Rusak Berat : 1 Unit
  2. Rusak Sedang : 3 Unit
  3. Rusak Ringan : 1 Unit
  • Kecematan Suppa Total : 425 Unit
  1. Rusak Berat : 72 Unit
  2. Rusak Sedang : 120 Unit
  3. Rusak Ringan : 233 Unit

Data Sementara

Rusak Berat : 162 Unit
Rusak Sedang : 245 Unit
Rusak Ringan : 481 Unit

Total Rumah Terdampak : 888 Unit Rumah

Kepala BPBD Pinrang: 120 Rumah Terdampak Bencana Angin Kencang

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, terus melakukan pendataan di sejumlah titik yang kena dampak angin kencang di wilayah yang ada di Kabupaten Pinrang, Sulsel, sejak Ahad sore (5/1/2020).

Selain melakukan pendataan, BPBD Pinrang juga menyalurkan bantuan ke sejumlah warga yang terkena dampak angin kencang.

Data yang dihimpun KabarMakassar.Com dari BPBD Pinrang, sementara tiga Kecamatan yang terdata akibat angin kencang, yaitu Kecamatan Suppa, Kecamatan Lanrisang, dan Kecamatan Mattiro Sompe sebanyak 120 rumah.

Kepala BPBD Pinrang, Andi Matalatta mengatakan, pihaknya sementara melakukan pendataan dan melakukan rapat dengan para camat untuk segera melaporkan data Ril di wilayahnya.

“Data sementara baru 120 rumah dari tiga kecamatan. Kami baru selesai melakukan rapat dengan para camat agar memerintahkan para kades dan lurah yang wilayahnya terdampak angin kencang untuk segera membuat laporan ril kejadian,” kata Matalatta via seluler, Senin (6/1).