Hujan Disertai Angin Kencang, Kepala BPBD Bulukumba Imbau Masyarakat Waspada

KabarMakassar.com — Memasuki tahun baru yang bertepatan dengan musim hujan acapkali diiringi dengan berbagai bencana yang melanda sebagian wilayah Indonesia. Begitupula di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan, hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi, salah satunya terjadi di Bulukumba.

Sehingga beberapa jadwal penyeberangan kapal ferry ke Selayar mengalami penundaan. Selain itu, air setinggi betis orang dewasa juga mengenangi area parkiran di Pantai Bira.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba, Andi Akrim Amir mengatakan pada dasarnya tidak ada wilayah yang aman dari bencana. Jenis potensi bencana di Bulukumba yaitu banjir, tanah longsor, abrasi dan angin kencang.

“Adapun wilayah yang potensi bencana yang kita petakan yaitu potensi tanah longsor disebagian wilayah Kecamatan Kindang yaitu Desa Kahayya, Desa Kindang dan Kelurahan Borong Rappoa,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk potensi abrasi pantai disepanjang pesisir Kecamatan Gantarang, Ujung Bulu, Ujung Loe, Bontobahari, Herlang, Bontotiro dan Kajang.

“Untuk potensi banjir di Kecamatan Ujung Bulu, sebagian Kecamatan Ujung Loe yaitu Kelurahan Dannuang, Desa Salemba, Desa Manyampa. Sebagian Kecamatan Bontobahari, sebagian Kecamatan Herlang yakni Desa Singa, Desa Gunturu, sebagian Kecamatan Kajang dan Bontoriro,” lanjutnya.

Sedangkan untuk bencana angin kencang berpotensi terjadi di semua Kecamatan sehingga masyarakat diharapkan selalu waspada.

“Untuk angin kencang semua kecamatan di Bulukumba berpotensi terjadi Dinda,” tutupnya ketika dikonfirmasi lewat WhattsApp, Senin (06/01/2020).

Sebelumnya Minggu (05/01/2020) santer diberitakan media online dan juga media sosial terkait banyaknya pohon tumbang di Borong Rappo, Kecamatan Kindang, Bulukumba.

Sehingga salah satu warga Kindang, Indra (17) dalam status media sosialnya selain memposting foto pohon tumbang diselingi juga pernyataan penyebab tumbangnya pohon tersebut.

“Pohon tumbang akibat banyak yang sering pacaran atau lending di area jembatan pelangi,” ungkapnya.