Warga Bonto Bahari Tuntut Direktur PDAM Mundur

KabarMakassar.com — Aliansi masyarakat Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menggelar aksi unjuk rasa menuntut Direktur PDAM Bulukumba mundur dari jabatanya, di depan kantor DPRD Bulukumba, Rabu (5/2).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Bonto Bahari akibat kelangkaan air bersih yang sudah berlangsung selama 10 tahun. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, Edi Aswar mengatakan, kelangkaan air bersih yang terjadi di beberapa desa dan Kelurahan di Kecamatan Bonto Bahari ini sudah sangat meresahkan, karena menyangkut kelangsungan hidup masyarakat.

“Sudah 10 tahun kami menjerit, hanya di balas dengan janji dan ketidakpastian. Kami butuh air,” tegas Edi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Bulukumba, H Nur mengatakan, minggu lalu pihaknya telah melakukan dialog dengan masyarakat Bonto Bahari yang dihadiri Camat setempat. Dalam dialog tersebut, ia mengaku telah menyampaikan bahwa Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali telah memberikan disposisi untuk penyertaan modal sebesar Rp3,7 miliar.

“Ini perlu diketahui anggota DPRD Bulukumba. Artinya, PDAM sudah bisa bernafas sedikit,” kata Nur.

Selain itu, lanjut Nur, juga ada anggaran khusus dari Dinas Perumahan sebesar Rp2 miliar untuk Tanah Beru, Lotong-lotong.

“Permasalahan masyarakat ini kan sudah lama. Bayangkan perpompaan tahun 2007 dan itu nonstop jalan terus, jadi pasti rusak.

Hari ini juga saya bersama anggota DPRD akan langsung meninjau lokasi di Bontobahari,” ujarnya.