Teken MoU, MUI-BNPB akan Libatkan Ulama Edukasi New Normal

Kerjasama itu tertuang dalam penandatangan MoU bersama Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (8/5).
 
Nota kesepamahan ini ditandangani langsung Kepala BNPB, Letnan Jenderal Doni Monardo bersama Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi.    
 
Menurut Doni Monardo, MoU ini sangat penting untuk menghadapi Covid-19, apalagi saat ini sudah memasuki era new normal.

“MoU ini sangat penting bagi kita sebagai bangsa Indonesia untuk menghadapi Covid-19 ini,” tutur dia di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (8/6).  
 
Doni menjelaskan bentuk kerjasama yang sangat diharapkan dari para ulama adalah bagaimana  MUI lewat pada ustadz, dai di berbagai daerah bisa menyampaikan pesan tentang pentingnya protokol kesehatan.
 
“Supaya masyarakat kita tahu bahwa mengabaikan protokol kesehatan berisiko pada ancaman kesehatan,” kata dia.     
 
Lebih lanut Doni mengatakan, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini masyarakat perlu memperbaiki perilakunya, lebih taat kepada aturan dan lebih patuh kepada protokol kesehatan.
 
Namun, menurut dia, protokol kesehatan ini terkadang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. 
Karena itu, untuk menghadapi Covid-19 dia menekankan pentingnya selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
“Ketiga bagian penting inilah yang harus kita lakukan selama Covid ini masih ada, selama wabah ini masih menjadi ancaman,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini. 
 
Dia menambahkan, melalui kerjasama dengan MUI ini diharapkan nantinya para ulama bisa menyampaikan pentingnya protokol kesehatan itu setiap saat, baik di lingkungan pendidikan formal maupun di pendidikan non formal seperti pesantren. 
 
“Sehingga masyarakat kita yang mayoritas Islam ini betul-betul bisa memahami karena yang menyampaikannya adalah ulama,” katanya. 
 
Doni yakin masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam sangat patuh dan taat terhadap para ulama. Semakin banyak tokoh-tokoh Islam yang menyampaikan pesan pentingnya protokol kesehatan, sehingga bangsa akan semakin cepat mengatasi Covid-19. “Inilah yang menjadi harapan kami semua,” ujar dia.   
 
Sementara itu, Kiai Muhyiddin Junaidi mengatakan, MUI merasa tersanjung telah diberikan kepercayaan oleh BNPB untuk membantu memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia.
 
Dengan ditandanganinya MoU ini, menurut dia, MUI memiliki beberapa kewajiban yang di antaranya menyiapkan materi khutbah atau ceramah untuk menghadapi Covid-19.   
 
Kiai Muhyiddin menjelaskan, kewajiban dari MUI antara lain adalah menyiapkan materi khutbah, ceramah dan juga tausiyah kepada masyarakat apabila dalam kondisi musibah harus memperbanyak bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 
Dia mengatakan, kedepannya MUI juga akan meminta saran kepada BNPB untuk meningkatan kedisiplinan umat Islam dalam menghadapi Covid-19 ini.
 
Dia juga berharap para ulama nantinya lebih disiplin lagi seperti halnya tentara dalam menghadapi pandemi tersebut.  “Mudah-mudahan disiplin tentara ini dapat ditularkan kepada alim ulama. Dan kalau dua-duanya dilakukan insyaAllah upaya kita bisa memberantas Covid-19 dan terputus mata rantainya,” ujar dia.
 
Sementara itu,  Sekretaris Satgas Covid-19 MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan penandatanganan MoU antara MUI dan BNPB ini bertujuan mempererat hubungan untuk penanggulangan bencana. Kerjasama ini nantinya akan memprioritaskan penanggulangan pandemi Covid-19.   
 
Namun, menurut dia, MUI kedepannya juga akan membantu BNPB untuk menanggulangi bencana lainnya, seperti bencana konflik maupun bencana alam. Karena itu, Kiai Cholil berharap para dai kedepannya bisa menjadi pahlawan kemanusiaan. 
 
“Harapannya, para dai menjadi pahlawan kemanusiaan untuk menyelamatkan umat dari bencana memberi pelajaran dan kesadaran umat untuk mematuhi protokol kesehatan,” kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI ini. (Rilis/Divisi Media Satgas Covid-19 MUI).

BNPB Bantah Terima 1 Juta Masker dari Shopee

KabarMakassar.com – Banyak media massa, terutama media online pada tanggal 2, 3, dan 4 April 2020 menerbitkan berita dengan judul ‘Perangi Covid-19, Shopee Sumbang 1 Juta Masker’.

Dalam berita yang bersumber dari press release pihak Shopee Indonesia, salah satu platform e-commerce itu, tertulis: ‘Shopee kembali memberikan donasi sebanyak 1 juga masker kepada dokter dan tenaga medis. Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI) dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun akhirnya buka suara dan membantah (meluruskan) pemberitaan tersebut.

“Ini bisa menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Dalam press release pihak Shopee maupun pemberitaan disebutkan bahwa bantuan 1 juta masker itu diserahkan melalui BNPB. Sedangkan faktanya, per hari ini 6 April 2020 BNPB hanya menerima 50 ribu masker, dan itu kami didistribusikan kepada para pihak yang membutuhkan,” kata Tenaga Ahli bidang Media BNPB, Egy Massadiah melalui pernyataan tertulisnya.

“Berhubung sampai hari ini tidak ada ralat dari pihak Shopee, maka saya berkepentingan untuk membuat pelurusan, biar masyarakat mengerti situasi yang sebenarnya. Jangan pula ada persepsi BNPB atau Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 menimbun masker. BNPB hanya menerima 50 ribu masker, bukan 1 juta seperti yang dirilis Shopee,” tegasnya.

Egy berharap, masyarakat mengetahui duduk persoalan ini, bahwa yang ebenarnya terjadi adalah saat ini baru 50 ribu masker yang sudah diterima oleh BNPB. Menurut pihak Shopee, kata dia, sisanya sebanyak 50 ribu lagi akan dikirim secara berkala oleh Shopee hingga akhir bulan April.

Shopee sendiri, lanjut Egy, telah berjanji akan meluruskan bahwa dari 1 juta masker yang sedang dalam proses impor itu, 100 ribu akan didonasikan melalui BNPB, dan 900 ribu sisanya akan didistribusikan melalui aplikasi Shopee dengan bentuk subsidi transaksi.

Di sisi lain, Egy mengapresiasi para pihak yang atas kesadaran kolektif, berkenan membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19 dengan menyumbang APD, dana, serta bantuan lain yang bermanfaat.

Egy pun juga mengaku memahami jika para pihak yang memberi bantuan itu punya keinginan untuk diketahui oleh masyarakat luas.

“Yang saya minta, jika merasa harus memberitakan bantuan, maka sampaikan berita dengan data yang benar. Ini supaya tidak timbul salah persepsi,” ucapnya.

Eegy menambahkan, semua pihak baik itu corporate maupun perorangan sejatinya sangat diharapkan memberi bantuan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

“Masyarakat, orang per orang, korporasi sudah sangat membantu penanganan Covid-19 dengan cara tetap tinggal di rumah, berpola hidup sehat, serta mematuhi anjuran pemerintah,” pungkas Egy

Tokopedia, OVO dan Grab Bersatu Perangi COVID-19

KabarMakassar.com — Tokopedia, OVO dan Grab — ekosistem digital terbesar di Indonesia — mendonasikan masing-masing Rp1 miliar (total Rp3 miliar) untuk membantu memerangi COVID-19.

Inisiatif gabungan ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh kalangan masyarakat agar menyatukan suara dan langkah, bergotong royong menekan laju penyebaran COVID-19.

Donasi akan digunakan untuk membantu penyediaan alat perlindungan diri bagi para tenaga medis. Bekerja sama dengan Benih Baik pimpinan Andy F. Noya, donasi disalurkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB RI), yang memimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Bersama dengan BNPB RI dan berbagai mitra di industri, kami menyatukan suara, upaya dan semangat dalam memerangi COVID-19. Salah satunya adalah dengan menyumbang dana sebesar Rp1 miliar dari Tokopedia dan membuka jalur donasi agar masyarakat juga dapat turut berkontribusi,” kata Vice Chairman sekaligus Co-Founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison.

“Sejak awal, Tokopedia melakukan berbagai inisiatif dan mengambil tindakan tegas untuk membantu penjual, pembeli dan mitra strategis lainnya tetap dapat memanfaatkan layanan Tokopedia dengan harga dan kualitas terjaga. Berbagai hal tersebut adalah bagian dari upaya Tokopedia untuk meredam laju penyebaran COVID-19 dan memudahkan masyarakat untuk #DiRumahAjaDulu,” tambahnya.

Lebih jauh Leontinus mengatakan, di sisi lain Tokopedia juga telah menyumbang lebih dari 150.000 masker mulut untuk TKI di Hongkong yang membutuhkan, seperti ART, pekerja kapal dan buruh migran lain yang rentan namun cenderung tidak punya akses ke produk kesehatan.

Selain itu, Tokopedia membuka dua kanal berdonasi demi mengajak masyarakat membantu pengadaan multivitamin, APD standar dan sanitizer untuk tenaga medis, yaitu lewat fitur ‘Bantu Pejuang COVID-19’ dan halaman Checkout Tokopedia.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra mengatakan, di tengah pandemi global yang kini juga menyeret Indonesia ke masa yang penuh tantangan ini, OVO juga memiliki tanggung jawab untuk berperan nyata dalam mendukung upaya pemerintah meredam dan mengatasi penyebaran virus ini.

“Termasuk, memainkan peran kami sebagai penyedia layanan e-money untuk terus menggerakkan roda perekonomian nasional, khususnya di ranah ekonomi digital,” kata Karaniya.

Untuk itulah, kata dia, OVO mencanangkan program #BersatuLawanCorona yang menggarisbawahi komitmen untuk secara proaktif dan tanpa henti mencari cara-cara inovatif untuk meringankan dampak COVID-19 di seluruh lapisan masyarakat.

“Salah satu upaya kami adalah memberikan dukungan dan bantuan berupa dana sebesar Rp 1 miliar melalui Benih Baik, yang akan disalurkan melalui BNPB RI kepada barisan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi pandemi ini,” ujarnya.

Pihaknya meyakini, bantuan berupa alat perlindungan diri seperti masker, pembersih tangan, multivitamin hingga sarung tangan sangat dibutuhkan ketika jumlah pasien terus melonjak.

Selain telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai tindakan pencegahan di kantor bagi karyawan, lanjut Karaniya, OVO juga meluncurkan program bantuan untuk merchant termasuk UKM, yakni dengan membagikan 10.000 pembersih tangan (hand sanitizer) di wilayah Jabodetabek dan Bali.

“OVO juga telah melakukan sosialisasi kepada semua merchant untuk bersikap waspada dan terus menjaga kebersihan usai melakukan transaksi,” terangnya.

Sementara, Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, melalui gerakan #KitaVSCorona, Grab berupaya untuk menyebarkan nilai-nilai positif, memberdayakan serta membangun masyarakat yang tangguh dengan bergotong royong untuk meratakan kurva pandemi.

Sebagai bagian dari ekosistem digital terbesar di Indonesia, kata dia, Grab Indonesia berkomitmen untuk mendukung kinerja tenaga medis sebagai garda terdepan di Indonesia untuk memerangi pandemi COVID-19.

“Donasi alat perlindungan diri bagi para garda terdepan profesi medis sangat penting untuk menjadi prioritas negara dan GrabHealth powered by GoodDoctor siap mendukung. Dukungan menyeluruh juga diberikan kepada para mitra Grab yang bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dalam masa penuh tantangan ini,” kata Neneng.

Grab Indonesia, lanjut dia, juga telah menempatkan berbagai upaya pencegahan tambahan serta bentuk dukungan untuk melindungi kesehatan, kesejahteraan dan keberlangsungan hidup para Mitra Grab.

Dukungan yang disebut GrabCare tersebut berupa: memberikan bantuan finansial bagi Mitra Pengemudi yang positif COVID-19, kolaborasi pengumpulan 1 Juta Masker lewat PMI dan ketersediaan cakupan asuransi Mandiri In-Health.

Neneng menambahkan, Grab juga mendukung Mitra merchant GrabFood untuk memastikan para pelaku industri makanan dan minuman mengimplementasikan standar keamanan dan kebersihan pangan yang tinggi agar pelanggan merasa aman sekaligus mendukung keberlangsungan bisnis industri makanan dan minuman lokal, terutama UMKM kuliner.

Founder sekaligus CEO BenihBaik.com, Andy F Noya mengaku pihaknya sangat mengapresiasi upaya dan inisiatif dari Tokopedia, OVO, dan Grab ini.

“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk bersatu dan mendukung upaya pemerintah dalam melawan COVID-19. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaannya terhadap Benih Baik, dan kami akan menjaga dan meneruskan kepercayaan ini dengan baik,” kata Andy F Noya.

BNPB RI, Doni Monardo juga menyambut baik inisiatif ini. Ia mengatakan, dana ini akan didedikasikan untuk tim tenaga kesehatan yang telah menjadi bagian yang sangat strategis dan penting dalam penanganan Covid-19.

“Termasuk untuk memberikan bantuan logistik, bantuan obat-obatan kepada para dokter para perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Supaya mereka bisa mendapat dukungan yang baik, sebagai pekerja terdepan bisa mendapatkan perhatian yang optimal,” kata Doni.

Sekadar diketahui, selain menyalurkan dana bantuan, Tokopedia, OVO dan Grab juga segera membuka kanal penghimpunan donasi (crowdfunding) di platform masing-masing yang memungkinkan masyarakat ikut berkontribusi melawan COVID-19. Program ini juga bekerja sama dengan Benih Baik dan akan disalurkan untuk berbagai keperluan mendesak terkait dampak pandemi COVID-19. (*)

Jokowi: Saatnya Kita Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah

KabarMakassar.com — Jumlah pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) per Ahad (15/3) siang, sudah sebanyak 117 orang. Dari jumlah tersebut, 5 diantaranya meninggal dunia dan ada 8 orang yang dinyatakan sembuh. Sisanya, masih menjali perawatan insentif di sejumlah Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai rujukan penanganan kasus Covid-19.

Menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang dalam 13 hari sejak pertama kali diumumkan adanya pasien positif Covid-19 di Indonesia (2 Maret 2020) jumlahnya bertambah sebanyak 115 kasus ini, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajadnya bervariasi antar daerah.

Olehnya itu, Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus memonitor kondisi dan berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi di daerahnya masing-masing.

Selain itu, Jokowi juga meminta seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukan status daerahnya masing-masing apakah masuk kategori siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.

Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran pemerintah daerah dibantu TNI dan Polri serta dukungan dari pemerintah pusat selanjutnya diminta untuk melakukan langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran serta dampak Covid-19. Mulai dari membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa; membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” kata Jokowi di Istana Bogor, Ahad (15/3).

Jokowi juga meiminta kepala daerah untuk menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang, dan meningkatkan pelayanan penge-test-an infeksi Covid-19 serta pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit daerah dan bekerja sama dengan Rumah Sakit swasta serta lembaga riset dan pendidikan tinggi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan, instruksi untuk memberikan dukungan anggara tersebut merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

Selain itu, kata dia, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah serta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

“Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Terkait dampak pandemik Covid-19 ini yang telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia, Jokowi mengatakan, menyikapi hal itu, pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini.

“Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi untuk menjaga agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa. Saya juga minta kepada Kepala Daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah,” paparnya.

Jokowi meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 ini bisa dihambat dan di-stop.

“Kita melihat, beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19,” katanya.

Lebih jauh Jokowi mengatakan, pemerintah terus berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan mempergunakan Protokol Kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah, kata dia, juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo.

“Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat maupun di daerah, melibatkan ASN, TNI dan Polri, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi,” terangnya.

“Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga Indonesia dari penyebaran Covid-19 dan meminimalkan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Minimalisir Jumlah Korban Bencana, BNPB Perkuat Mitigasi

KabarMakassar.com — Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat lebih dari 400 bencana terjadi hingga minggu ketiga Februari 2020, atau per (10/2). Hal ini membuat pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat mitigasi dalam rangka meminimalisir jumlah korban dari bencana.

Berdasarkan hal ini, Pemprov Sulseln menggelar Penataran Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulawesi Selatan, yang mengusung tema ‘Penanggulangan Bencana Urusan Bersama’, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, dihadapan 24 kepala daerah dan unsur BPBD serta semua jajaran TNI-Polri di Sulsel Senin,(10/2).

Kepala BNPB Doni Monardo, mengungkap dengan adanya kegiatan ini diharapkan. Pemerintah daerah setempat, mampu melakukan management kebencanaan dan dapat mengetahui tentang pontensi ancaman di wilayah masing-masing.

“Baik itu ancaman geologi,vulkanologi kemudian Ancaman hidrometeorologi yang berhubungan dengan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan dan juga ancaman hidrometeorologi yang mengakibatkan banjir, banjir bandang tanah longsor angin puting beliung dan abrasi pantai dan yang terakhir adalah ancaman dari non alam yaitu tentang wabah penyakit, kemudian dampak dari limbah dan juga kegagalan dibidang industri” jelas Doni.

Ia menambahkan agar kiranya pemerintah daerah menyusun contingency plan secara terintegrasi dan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Termasuk BMKG badan geologi kemudian unsur TNI dan Polri sehingga contingency plan ini betul-betul bisa terintegrasi kemudian bagaimana juga harus ada suatu upaya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, juga mitigasi, kemudian bagaimana meningkatkan kesiap siagaan dari sejumlah potensi ancaman yang mungkin terjadi” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memastikan akan menindaklanjuti kegiatan pada hari dengan kembali mengundang Bupati/walikota Se-Sulsel.

“Terutama dalam rangka membangun konstruksi rumah yang tentu harus tahan gempa demikian juga rumah-rumah yang sudah jadi gak perlu dibongkar saya kira tapi dibuat penguatan supaya rumah itu bisa tahan gempa kita juga tidak tau kapan datangnya(bencana) tapi dalam rangka pencegahan lebih bagus kita mempersiapkan itu,” ungkap Nurdin.

Berdasarkan data BNPB, Bencana hidrometeorologi adalah yang paling sering terjadi dan yang banyak menelan korba, yang terdiri atas bencana banjir 171 kejadian, puting beliung 155 kejadian, tanah longsor 98 kejadian dan abrasi 2 kejadian.

Banjir menjadi bencana yang paling banyak mengakibatkan korban jiwa, yaitu 86 orang, disusul tanah longsor lima orang, dan puting beliung 3 tiga orang, dan dua diantaranya hilang.

Selain mengakibakan korban jiwa, bencana yang terjadi mengakibatkan kerusakan infrastruktur, seperti tempat tinggal dan fasilitas lain, seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.

Jumlah total rumah rusak dengan kategori rusak berat (RB) mencapai 2.512 unit, rusak sedang (RS) 1,725 dan rusak ringan 6.707. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, fasilitas pendidikan berjumlah 142, peribadatan 121, perkantoran 47 dan kesehatan 11. Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori RS disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi.

Banjir Jabodetabek, BNPB: 53 Orang Meninggal dan Satu Hilang

KabarMakassar.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban banjir yang mengungsi di kawasan Jabodetabek mencapai 173.064 Orang.

Sedangkan, untuk korban meninggal berjumlah 53 orang termasuk 1 orang masih dikabarkan hilang.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra mengatakan, laporan tersebut tercatat pada Sabtu (4/1/2020) per pukul 06.00 WIB.

“Hingga saat ini tercatat ada 173.064 pengungsi itu tersebar di 277 titik pengungsian, di Jabodetabek,” kata Bambang dalam diskusi bertajuk “Banjir Bukan Takdir?” di Jalan Baiduri Bulan, Bidara Cina, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2020). Dikutip dari Suara.com.

Berkaitan dengan kondisi debit air sendiri, Bambang menginfornasikan rata-rata banjir di sejumlah titik sudah surut.

Begitupun dengan debit air yang berada di sungai-sungai juga sudah turun meski masih ada beberapa yang masih tinggi terutama di Bekasi dan Kabupaten Bogor.

“Namun ada beberapa bagian sungai di Bekasi dan Kabupaten Bogor itu memang tanggulnya ya jebol. Jadi itu lagi ditangani, ujarnya.

Kepala BNPB, Menteri PUPR dan Anies Tinjau Banjir Pakai Helikopter

KabarMakassar.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pantau banjir Jakarta menggunakan Helikopter.

Ketiganya berangkat dari Monas untuk bersama-sama memantau banjir dari udara.

“Jadi Bapak dan Pak Anies dan Pak Basuki akan memantau dari heli dengan titik awal Monas,” kata salahsatu staf BNPB, Rabu (1/1).

Dalam keterangan persnya, Kepala BNPB Doni Monardo berpesan untuk lebih mengutamakan nyawa selamat daripada harta.

“Utamakan nyawa selamat terlebih dahulu daripada harta,” kata Doni.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan kepada BPBD DKI Jakarta dan sekitarnya agar lebih fokus kepada rencana yang sudah disusun dan dipresentasikan terkait musibah banjir
“Pastikan posko yang ada diaktifkan dan dilengkapi dengan dapur umur, MCK, dan sebagainya agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tambah Doni.

Dikabarkan hujan turun sejak, Selasa 31 Desember 2019 dengan curah hujan sangat tinggi, akibatnya sejumlah wilayah di Ibu Kota Negara terendam banjir.

Dari catatan BNPB, Sebanyak 7 kelurahan dari 4 kecamatan di Jakarta teremdam banjir. Dimana 7 kelurahan itu tersebar di Jakarta Pusat, Selatan, Utara dan mayoritas Jakarta Timur.

Berikut 7 kelurahan yang terdampak banjir, Kelurahan Makasar (Jakarta Timur), Pinang Ranti (Jakarta Timur), Halim Perdana Kusuma (Jakarta Timur), Kampung Melayu (Jakarta Timur), Rorotan (Jakarta Utara), Rawa Buaya (Jakarta Barat) dan Manggarai Selatan (Jakarta Selatan).