Wajo Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 2.8, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

KabarMakassar.com — Wilayah Kabupaten Wajo diguncang gempabumi tektonik, Jumat (27/3) pagi. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa terjadi pada pukul 07:09:52 WITA tersebut berkekuatan M=2.8.

Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan melalui pernyataan tertulisnya mengatakan, episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 4.02 LS dan 120.16 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 Km Tenggara Wajo, Sulawesi Selatan, pada kedalaman 10 Km

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Walane yang berdekatan dengan pusat epicenter,” jelas Darmawan.

Berdasarkan laporan masyarakat, lanjut Darmawan, gempabumi ini dirasakan dengan skala sebesar II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Majauleng Kabupaten Wajo.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” terangnya.

Olehnya itu, Darmawan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg). Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG,” pungkasnya.

Minimalisir Jumlah Korban Bencana, BNPB Perkuat Mitigasi

KabarMakassar.com — Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat lebih dari 400 bencana terjadi hingga minggu ketiga Februari 2020, atau per (10/2). Hal ini membuat pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat mitigasi dalam rangka meminimalisir jumlah korban dari bencana.

Berdasarkan hal ini, Pemprov Sulseln menggelar Penataran Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulawesi Selatan, yang mengusung tema ‘Penanggulangan Bencana Urusan Bersama’, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, dihadapan 24 kepala daerah dan unsur BPBD serta semua jajaran TNI-Polri di Sulsel Senin,(10/2).

Kepala BNPB Doni Monardo, mengungkap dengan adanya kegiatan ini diharapkan. Pemerintah daerah setempat, mampu melakukan management kebencanaan dan dapat mengetahui tentang pontensi ancaman di wilayah masing-masing.

“Baik itu ancaman geologi,vulkanologi kemudian Ancaman hidrometeorologi yang berhubungan dengan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan dan juga ancaman hidrometeorologi yang mengakibatkan banjir, banjir bandang tanah longsor angin puting beliung dan abrasi pantai dan yang terakhir adalah ancaman dari non alam yaitu tentang wabah penyakit, kemudian dampak dari limbah dan juga kegagalan dibidang industri” jelas Doni.

Ia menambahkan agar kiranya pemerintah daerah menyusun contingency plan secara terintegrasi dan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Termasuk BMKG badan geologi kemudian unsur TNI dan Polri sehingga contingency plan ini betul-betul bisa terintegrasi kemudian bagaimana juga harus ada suatu upaya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, juga mitigasi, kemudian bagaimana meningkatkan kesiap siagaan dari sejumlah potensi ancaman yang mungkin terjadi” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memastikan akan menindaklanjuti kegiatan pada hari dengan kembali mengundang Bupati/walikota Se-Sulsel.

“Terutama dalam rangka membangun konstruksi rumah yang tentu harus tahan gempa demikian juga rumah-rumah yang sudah jadi gak perlu dibongkar saya kira tapi dibuat penguatan supaya rumah itu bisa tahan gempa kita juga tidak tau kapan datangnya(bencana) tapi dalam rangka pencegahan lebih bagus kita mempersiapkan itu,” ungkap Nurdin.

Berdasarkan data BNPB, Bencana hidrometeorologi adalah yang paling sering terjadi dan yang banyak menelan korba, yang terdiri atas bencana banjir 171 kejadian, puting beliung 155 kejadian, tanah longsor 98 kejadian dan abrasi 2 kejadian.

Banjir menjadi bencana yang paling banyak mengakibatkan korban jiwa, yaitu 86 orang, disusul tanah longsor lima orang, dan puting beliung 3 tiga orang, dan dua diantaranya hilang.

Selain mengakibakan korban jiwa, bencana yang terjadi mengakibatkan kerusakan infrastruktur, seperti tempat tinggal dan fasilitas lain, seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.

Jumlah total rumah rusak dengan kategori rusak berat (RB) mencapai 2.512 unit, rusak sedang (RS) 1,725 dan rusak ringan 6.707. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, fasilitas pendidikan berjumlah 142, peribadatan 121, perkantoran 47 dan kesehatan 11. Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori RS disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi.

BMKG: Hujan Lokal Terjadi Malam Hari di Tator dan Torut

KabarMakassar.com — Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Pongtiku Toraja memprakirakan cuaca yang terjadi pada, Senin (21/1). Dimana pada siang hari di dua kabupaten kemabr di Toraja ini terjadi hujan lokal pada malam hari.

Sementara pada pagi hari hingga siang terjadi cuaca cerah berawan. Tak hanya itu dini hari juga wilayah tersebut cuaca berawan.

Dengan suhu udara 19-29 derajat celcius, kelembaban udara70-98 persen dan angin bertiup dari Barat 10-30 km perjam.

Prakiraan cuaca juag bisa diakses melalui, http://www.bmkg.go.id/.

BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat

KabarMakassar.com — Sabtu (18/1) Sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata saat ini masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat.

Tingkat labilitas udara yang signifikan juga cukup berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan kedepan, curah hujan dengan Intensitas Lebat yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi wilayah sebagai berikut:

Periode 17-19 Januari 2020 :
– Sumatera Barat
– Jambi
– Bengkulu
– Bangka Belitung
– Sumatera Selatan
– Lampung
– DKI Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Utara
– Kalimantan Timur
– Kalimantan Selatan
– Sulawesi Barat
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Papua

Periode 20-23 Januari 2020 :
– Aceh
– Sumatera Utara
– Sumatera Barat
– Riau
– Kep. Riau
– Jambi
– Bengkulu
– Bangka Belitung
– Sumatera Selatan
– Lampung
– DKI Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Bali
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Selatan
– Sulawesi Barat
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Papua

Berdasarkan Peta Prakiraan Berbasis Dampak Hujan Lebat di Indonesia, perlu diwaspadai potensi BANJIR/LONGSOR untuk 3 hari ke depan (17-19 Januari 2020) di wilayah ;
– Sumatera Barat (siaga)
– Sumatera Selatan (siaga)
– Jambi (siaga)
– Bengkulu (siaga)
– Jawa Barat (Siaga)
– Aceh (Waspada)
– Sumatera Utara (Waspada)
– Lampung (Waspada)
– Jawa Tengah (Waspada)
– Jawa Timur (Waspada)
– Sulawesi Selatan (Waspada)

Potensi HUJAN LEBAT di wilayah JABODETABEK (17-19 Januari 2020) perlu diwaspadai di: Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi, Depok dan Bogor.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin . Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:

– call center 021-6546315/18;
– http://www.bmkg.go.id;
– follow media sosial @infoBMKG;
– aplikasi iOS dan android “Info BMKG”;
– atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Bupati Pinrang: Warga Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

KabarMakassar.com — Bupati Pinrang, Irwan Hamid mengajak warganya untuk meningkatkan kewaspadaan akan intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang. Hal tersebut disampaikan Bupati Irwan saat mengunjungi rumah warga yang terdampak angin kencang.

“Kita tingkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam yang terjadi di musim penghujan ini,” Imbau Bupati Irwan Hamid, Senin (6/1).

Selain itu Bupati juga menginstruksikan kepada sejumlah dinas terkait untuk membantu korban terdampak angin kencang yang merusak sejumlah rumah warga di Pinrang.

Angin yang berhembus dengan sangat kencang itu juga membuat beberapa pohon serta tiang listrik milik PT PLN mengalami kerusakan dan tumbang di sejumlah kecematan Kabupaten Pinrang, yang berakibat pada pemadaman listrik saat terjangan angin kencang, Minggu 5 Januari 2020, kemarin.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar melalui Kepala Sub Bidang Pelayananan Jasa Siswanto mengungkapkan, fenomena ini adalah dampak dari Bibit Siklon Tropis yang terdeteksi di wilayah selatan Indonesia.

“Bibit siklon tropis ini, berdampak pada terjadinya gelombang tinggi, hujan dengan intensitas tinggi hingga angin kencang yang terjadi di sebagian besar Provinsi Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Pinrang,” ungkap Siswanto.

Pelayaran Lintas Pamatata-Bira (PP) Terapkan Sistem Buka Tutup

KabarMakassar.com — Pelayaran lintas Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar ke Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan dan sebaliknya, hari ini Minggu (5/1/2020) menerapkan sistem buka tutup.

Manager Usaha dan Teknik Supervisi lintas Pamatata bersama Satker Syahbandar Pamatata mengeluarkan pengumuman disampaikan kepada seluruh pengguna jasa lintas Pamatata-Bira (PP) tidak ada pelayaran dikarenakan cuaca buruk dan angin kencang. Pelayaran akan dibuka kembali apabila cuaca membaik (buka-tutup).

Sementara Kepala UPT Pelabuhan Pamatata Syamsul Qadri membenarkan bahwa hari ini tidak pelayaran mengingat cuaca buruk terus melanda perairan Selayar selama beberapa hari terakhir, khususnya pada lintas Pamatata-Bira.

“Memang benar bahwa untuk sementara waktu belum ada izin untuk berlayar, sambil kita melihat cuaca membaik sehingga memang kami terapkan sistem buka tutup,” ucap Syamsul Qadri.

Sementara BMKG Stasiun Metereologi Maritim Paotere Makassar merilis bahwa prakiraan cuaca perairan barat Kepulauan Selayar, arah angin barat-utara dengan kecepatan 10-25 knot dengan tinggi gelombang 1,5-3,5 meter, berlaku sampai 3 hari ke depan.

Dengan kondisi ini, mengakibatkan ratusan kendaraan dan calon penumpang lainnya kembali menumpuk di Pelabuhan Pamatata dan Pelabuhan Bira.

BMKG Prediksi Akhir Pekan Sebagian Besar Wilayah di Sulsel Diguyur Hujan

KabarMakassar. Com– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan di akhir pekan ini, Sabtu (4/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari ini berpotensi hujan ringan di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watansoppeng, Sidrap, Takalar, Gowa, Makassar, Maros dan Selayar.

Sama halnya untuk di siang hingga sore hari nanti hujan ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Kecuali berawan di wilayah Sengkang, Watansoppeng, Sidrap, Pinrang dan Enrekang.

Begitupun di malam hari nanti berpotensi hujan ringan di wilayah Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Enrekang, Makale, Rantepao, Belopa dan Selayar. Bahkan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili dan Palopo.

Kemudian untuk dini hari esok juga berpotensi hujan ringan di wilayah Selayar, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watampone, Palopo, dan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili serta Belopa.Suhu udara : 19 sampai 31 °C, kelembapan udara : 75 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat – Barat Laut / 10 – 40 km/jam.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea 1.25-2.5 meter terjadi di  Perairan Pare-Pare, Perairan barat Kepulauan Selayar, Perairan Sabalana, Perairan timur Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian utara.

Rough Sea atau gelombang 2.5-4.0 meter terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian selatan, Laut Flores bagian timur

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Sulsel Diguyur Hujan Hari Ini

KabarMakassar.com– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan intensitas ringan masih berpotensi turun di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan hari ini, Jumat (3/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari, hujan dengan intensitas ringan bakal turun di seluruh wilayah Sulsel. Kecuali di wilayah Sengkang berawan.

Begitupun di siang hingga sore hari nanti hujan dengan intensitas ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulsel. Kecuali berawan di wilayah Watampone dan Sengkang.

Hal yang sama juga terjadi di malam hari nanti, hujan dengan intensitas ringan diprediksi turun di seluruh wilayah Sulsel. Kecuali berawan di wilayah Sengkang, Watampone dan Pinrang.

Begitupun juga dini hari esok hampir seluruh wilayah Sulsel hujan dengan intensitas ringan. Kecuali berawan di wilayah Sengkang, Watampone, Masamba, Sidenreng, Rantepao, Pinrang, Palopo, Makale, Enrekang dan Watansoppeng.

Suhu udara : 20 – 31 °C, kelembapan udara : 70 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat Daya – Barat Laut / 10 – 30 km/jam.

Selain itu BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea atau gelombang setinggi 1.25 – 2.5 meter terjadi di Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Pare-pare, Perairan Spermonde Pangkep bagian Barat, Perairan Spermonde pangkep.

Perairan Spermonde Makassar, Perairan Barat Kepulauan Selayar, Perairan Kep. Sabalana, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Timur kepulauan Selayar, Laut Flores bagian Utara dan Laut Flores bagian Timur. 

Serta Rough Sea atau gelombang 2,5 – 4 meter  terjadi di Laut Flores bagian Barat, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bag.Utara dan Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian Selatan;.

Cuaca Ekstrem, Brimob Parepare Dirikan Posko SAR Dipinggir Laut

Kabarmakassar.com — Cuaca ektrem mulai melanda wilayah Sulawesi Selatan tak terkecuali wilayah di Kota Parepare, mengantisipasi cuaca ektrem tersebut, personel Brimob Batalyon B Pelopor satuan Polda Sulawesi Selatan mendirikan posko Search And Rescue (SAR) di kawasan Pantai Lumpue, Kota Parepare.

Hal tersebut diungkapkan Komandan Batalyon (Danyon) B Pelopor Parepare, Kompol Sapari kepada awak media saat ditemui, Minggu (1/12) siang.

Kompol Sapari mengungkapkan bahwa, giat tersebut dilakukan berdasarkan instruksi dari Dansat Brimob Polda Sulsel.

“Bentuk kesiapsiagaan anggota kami, maka kami dirikan tenda posko siaga SAR, di Wisata Alam Pantai Lumpue ini,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Kompol Sapari juga menjelaskan bahwa, posko SAR itu didirikan sebagai bentuk antisipasi akan bahaya cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada akhir dan awal tahun, terkhusus di wilayah Parepare.

“Ini digelar sebagai bentuk antisipasi akan bahaya cuaca ekstrem,” katanya.

Sejumlah peralatan, lanjut Kompol Sapari, telah disiapkan seperti yang digunakan untuk penanggulangan bencana alam, yakni perahu karet, live jacket, sepatu katak dan selam, snorkel, pelampung dan lainnya.

“Kita sudah siapkan segala peralatan yang dibutuhkan, serta sudah mengecek semuanya,” ujar dia.

Tak hanya itu, personel juga akan terus bekerja sama dengan pihak terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan masyarakat terkait penanggulangan bencana.

Sementara itu, BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

“BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah termasuk Sulawesi Selatan. Terhitung mulai 1-4 Januari,” seperti dikutip di laman bmkg.co.id.

Info BMKG Januari 2020, Sulsel Curah Hujan Lebat Disertai Petir

KabarMakassar.com — Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengupdate potensi cuaca ektrem di beberapa wilayah provinsi dan kota se-Indonesia, Rabu (1/1).

BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ektrem di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Provinsi Sulawesi Selatan masuk dalam wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang periode 1 hingga 4 Januari 2020 mendatang. Pantauan kabarmakassar.com curah hujan deras terjadi dibeberapa lokasi diantaranya, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.

Hujan deras terjadi pada pukul 15:40 WITA hingga jelang maghrib pukul 18:11 WITA. Hingga berita ini diturunkan hujan sudah redah di tiga daerah pantauan kabarmakassar.com.

Pihak BMKG, Deputi Bidang Meteorologi R. Mulyono R. Prabowo dalam rilisnya menjelaskan jika potensi cuaca ektreme sepekan kedepan, dikarenakan oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yaitu: aktifnya Monsun Asia.

“Fenomena atmosfer skala regional hingga lokal itu karena aktifnya Monsun Asia yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, terbentuknya pola konvergensi dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah, suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat sehingga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan, serta diperkuat dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia,” tulis rilis BMKG.

Berikut beberapa wilayah di Indonesia yang di perkirakan terdampak potensi cuaca ektrem, hujan lebat disertai petir dan angin kencang diantaranya,

Periode Tanggal 1 – 4 Januari 2020 :

  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • D.I. Yogyakarta
  • NTB
  • NTT
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku
  • Papua

Periode 5 – 7 Januari 2020 :

  • Bengkulu
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • D.I. Yogyakarta
  • NTB
  • NTT
  • Kalimantan Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.