CJH Bisa Tarik Kembali Bipih yang Sudah Dilunasi, Ini Syaratnya

KabarMakassar.com — Pemerintah melalui Kementerian Agama telah memutuskan membatalkan pemberangkatan seluruh calon jemaah haji (CJH) Indonesia tahun ini. Kebijakan pembatalan ini diambil karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi Corona (Covid-19) yang belum usai.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Kaswad Sartono mengatakan, para CJH yang pemberangkatannya tahun ini dibatalkan tersebut secara otomatis akan masuk dalam daftar yang akan diberangkatkan tahun depan.

Para JCH pemberangkatannya tahun ini dibatalkan tersebut, kata dia, juga bisa mengambil atau menarik kembali Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang sudah terlanjur dilunasi.

“‘Biaya perjalanan ibadah haji yang sudah disetorkan oleh jemaah itu dapat ditarik kembali jika yang bersangkutan membutuhkan. Adapun prosedur jemaah yang mau mengambil, yakni biaya pelunasannya saja yang bisa ditarik, bukan biaya tabungannya. Kalau biaya tabungannya yang diambil, berarti dia mengundurkan diri,” terang Kaswad, Rabu (3/6).

Meski begitu, Kaswad mengimbau para JCH untuk tidak menarik Bipih yang sudah dilunasi.

Ia menjelaskan, Bipih akan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Ibadah Haji, yang dibentuk oleh presiden secara independen.

“Jadi yang membutuhkan bisa mengambil kembali biaya perjalanannya, dan tentu ini tidak menghalangi keberangkatan tahun depan. Namun sebaiknya tidak usah ditarik kembali jika sudah disetorkan kalau memang tidak dibutuhkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Anwar Abu Bakar juga mengimbau para CJH yang sudah melunasi Bipih untuk tidak menarik semua dananya di rekening jika tak ada hal mendesak.

“Sebaiknya calon jemaah haji tidak menarik tabungannya sekiranya tidak ada hal yang mendesak, karena akan ada azas manfaat yang akan didapatkan oleh JCH dari biaya pelunasan itu,” kata Anwar.

“Dan itu akan dikembalikan kepada calon jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan pada tahun yang akan datang, tetapi tentu sesuai dengan perhitungan masing-masing,” sambungnya.

Lebih jauh Anwar mengatakan, dalam 2-3 hari kedepan, Kanwil Kemenag Sulsel juga akan melakukan sosialisasi dalam bentuk imbauan kepada para JCH.

“Kita akan lakukan sosialisasi supaya tak ada yang nekat untuk tetap berangkat. Karena takutnya ketika ada yang tidak menegindahkan imbauan pemerintah dan tetap melakukan hal yang membuat nekat atau cara lain untuk tetap berangkat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, khusus untuk di Provinsi Sulsel, jumlah jemaah yang terkena imbas pembatalan pemberangkatan CJH tahun ini sebanyak 7.272. Jumlah tersebut sesuai dengan kuota haji untuk tahun 2020.

Keppres BPIH 2020 Terbit, Biaya Haji Embarkasi Makassar Tertinggi

KabarMakassar.com — Keputusan Presiden (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441H/2020M, sudah terbit. Keppres Nomor 6 Tahun 2020 yang mengatur Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jemaah haji reguler, serta Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) itu ditetapkan pada Kamis (12/3) kemarin.

Berdasarkan data jumlah besaran Bipih untuk jemaah haji reguler yang diatur dan ditetapkan dalam Perpres tersebut, dari total 13 embarkasi di seluruh Indonesia yang akan melayani pemberangkatan haji tahun 2020, Embarkasi Makassar menjadi embarkasi dengan Bipih tertinggi, yakni sebesar Rp38.352.602. Sementara yang terendah yakni Embarkasi Aceh, yaitu sebesar Rp31.454.602.

Kepala Bidang Penyelengara haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulsel, Kaswad Sartono yang dikonfirmasi terkait besaran Bipih untuk jemaah haji reguler dari Embarkasi Makassar, membenarkan hal tersebut.

Menurut Kaswad, jumlah besaran Bipih untuk Embarkasi Makassar itu sangat rasional, mengingat dari 13 embarkasi di Indonesia, Makassar merupakan embarkasi dengan jarak terjauh dari Arab Saudi.

“Bukan paling mahal, tapi paling tinggi jumlahnya. Itu hitung-hitungan rasionalnya. Kenapa bisa begitu? Karena jarak dari Saudi paling jauh itu embarkasi Makassar. Karena paling jauh, maka biaya perjalanannya itu paling tinggi,” kata Kaswad, Jumat (13/3).

“Aceh paling rendah karena memang dia paling dekat. Kalau dari Aceh itu hanya 7,5 jam sudah sampai. Sedangkan kalau dari Makassar itu 11 jam (ke Saudi),” lanjutnya.

Perihal kuota jemaah haji Sulsel untuk musim haji tahun ini (2020), Kaswad mengatakan, jumlahnya tak sama (lebih sedikit) dibanding tahun 2019 lalu (2019) yang jumlahnya 7.789 orang.

“Kuota Sulsel tahun ini 7.272 orang. Itu terdiri dari jemaah lansia 73 orang, petugas haji daerah 49 orang, dan sisanya jemaah haji reguler,” terangnya.

Sekadar diketahui, setelah Keppres BPIH ini terbit, maka tahapan selanjutnya adalah pelunasan Bipih oleh para calon jemaah haji.

“Pelunasan masih menunggu terbitnya Keputusan Menteri Agama atau KMA. Rencananya, pelunasan tahap pertama akan dimulai pada 17 Maret 2020. Pelunasan Bipih ini dilakukan dengan mata uang rupiah,” tegas Direktur Pengelolaan Dana Haji, Maman Saepulloh, di Jakarta.

“Bipih disetorkan ke rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih, baik secara tunai atau nonteller,” lanjutnya.

Ditjen PHU juga sudah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak melunasi BPIH Reguler 1441H/2020M. Jemaah haji yang meninggal setelah ditetapkan berhak melakukan pelunasan, bisa dilimpahkan porsinya kepada keluarga sesuai ketentuan.

Maman menambahkan, Kementerian Agama terus melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji, baik dalam maupun luar negeri, sesuai dengan jadwal dan tahapan yang telah direncanakan.

Berikut ini daftar besaran Bipih 1441H/2020M jemaah haji reguler per embarkasi berdasarkan Keppres Nomor 6 Tahun 2020:

  1. Embarkasi Aceh Rp31.454.602;
  2. Embarkasi Medan Rp32.172.602;
  3. Embarkasi Batam Rp33.083.602;
  4. Embarkasi Padang Rp33.172.602;
  5. Embarkasi Palembang Rp33.073.602;
  6. Embarkasi Jakarta Rp34.772.602;
  7. Embarkasi Kertajati Rp36.113.002;
  8. Embarkasi Solo Rp35.972.602;
  9. Embarkasi Surabaya Rp37.577.602;
  10. Embarkasi Banjarmasin Rp36.927.602;
  11. Embarkasi Balikpapan Rp37.052.602;
  12. Embarkasi Lombok Rp37.332.602; dan
  13. Embarkasi Makassar Rp38.352.602.

Berikut ini daftar besaran Bipih 1441H/2020M Petugas Haji Daerah dan Pembimbing KBIHU per embarkasi berdasarkan Keppres Nomor 6 Tahun 2020:

  1. Embarkasi Aceh Rp65.393.168;
  2. Embarkasi Medan Rp66.111.168;
  3. Embarkasi Batam Rp67.022.168;
  4. Embarkasi Padang Rp67.111.168;
  5. Embarkasi Palembang Rp67.012.168;
  6. Embarkasi Jakarta Rp68.711.168;
  7. Embarkasi Kertajati Rp70.051.568;
  8. Embarkasi Solo Rp69.911.168;
  9. Embarkasi Surabaya Rp71.516.168;
  10. Embarkasi Banjarmasin Rp70.866.168;
  11. Embarkasi Balikpapan Rp70.991.168;
  12. Embarkasi Lombok Rp71.271.168; dan
  13. Embarkasi Makassar Rp72.291.168.