Wagub Sulsel Pimpin Rapat Siaga Bencana

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memimpin rapat pertemuan Siaga Bencana Tahun 2020 bersama seluruh Instansi Lintas Sektoral di Ruang Rapat Pimpinan, Jum’at (10/1).

Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan rapat bersama seluruh lintas sektoral ini untuk mengetahui seperti apa gambaran kondisi cuaca kedepan, termasuk seperti apa kesiapsiagaan yang harus dilakukan dalam mengantisipasi cuaca ekstrim

“Sejauh ini kita sudah mengetahui melalui laporan BMKG, dalam beberapa hari kedepan akan terjadi hujan dan angin yang cukup kencang sehingga melalui rapat ini telah dilakukan kesiap-siagaan dan langkah antisipasi,”ungkap Andi Sudirman.

“Saya juga menekankan perlunya ada jalur evakuasi didaerah masing-masing yang menjadi paduan bagi masyarakat, bila terjadi bencana alam utamanya banjir,”tegasnya.

Wagub menyebutkan seluruh wilayah di Sulsel yang sudah masuk daerah rawan bencana dan menjadi langganan banjir perlu terus dilakukan peningkatan kewaspadaan termasuk diantaranya Makassar.

“Kita doakan semoga cuaca ekstrim tidak terjadi di Sulsel meski dari laporan BMKG akan terjadi angin kencang dan hujan deras antara tanggal 10 sampai 12 Februari,”harapnya.

Andi Sudirman menambahkan, normalisasi sungai harus dilakukan sehingga fungsinya bisa normal kembali, termasuk pengembalian hutan dan perlunya remote kontrol untuk mengatur dan membuka tutup saluran air.

“Normalisasi sungai dan waduk harus dilakukan untuk mengembalikan fungsinya mengingat banyak yang dipenuhi enceng gondok, penghijauan hutan, serta lainnya,”tutupnya.

Hadir pada pertemuan itu, beberapa pimpinan OPD Provinsi Sulsel, Kepala Basarnas Provinsi Sulsel, Kepala BMKG Wilayah lV Makassar.

Kenali 5 Penyakit Ini yang Sering Muncul saat Banjir dan Cara Mencegahnya

KabarMakassar.com– Dimusim penghujan yang melanda Indonesia saat ini tentunya akan ada salah satu kondisi yang sering membawa keresahan tersendiri bagi banyak orang. Selain rentan musibah dan bencana, musim hujan juga identik dengan beragam penyakit yang sering melanda. Hal ini bahkan semakin memburuk, bagi mereka yang tinggal di kawasan yang termasuk area rawan banjir.

Beragam penyakit bisa saja datang dan terbawa bersama banjir, sehingga pada musim-musim hujan seperti ini harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Sejak terakhir artikel ini ditulis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaporkan ada sekitar puluhan orang korban tewas akibat banjir 2020 ini. Itu sebabnya, tak boleh menyepelekan kebersihan walau air banjir sudah menyurut di wilayah Anda. Bahkan, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, masyarakat juga perlu waspada pada penyakit pasca banjir ini.

Dikutip dari Health.com, dr. Amesh Adalja, MD, dokter pengobatan darurat di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins mengatakan, “Air banjir dapat memiliki tingkat bakteri, virus, kotoran, dan parasit yang sangat tinggi yang dapat menginfeksi Anda jika masuk ke mulut, mata, atau luka di kulit.”

Dalam kondisi tersebut, beberapa penyakit kerap ditemui pada masyarakat usai banjir surut. Menurut PDEI dilansir dari klikdokter.com Jumat (03/01/2020), beberapa penyakit kesehatan yang muncul itu adalah sebagai berikut ini. 

1. Gangguan Pencernaan

Salah satu risiko terbesar yang kerap terjadi adalah menelan air banjir yang mengandung bakteri, virus, atau parasit. Hal ini dapat menyebabkan penyakit pencernaan. “Sebagian besar infeksi ini mungkin akan sangat jinak dan hanya menyebabkan muntah atau diare,” kata dr. Adalja.

Akan tetapi, gejala-gejala ini juga bisa menjadi serius dan dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa. Cryptosporidium, Giardia, E. coli, dan Salmonella adalah beberapa contoh kuman yang dapat mencemari air banjir dan menyebabkan masalah pada perut dan pencernaan Anda.

Selain itu, ada juga leptospirosis, penyakit yang berpotensi fatal yang menyebar melalui urine tikus. Penyakit ini berisiko besar  menyerang masyarakat pasca banjir. Para ahli juga memperingatkan tentang kolera dan demam tifoid, yang keduanya dapat disebabkan oleh air yang terkontaminasi bakteri setelah bencana alam dan banjir.

PDEI juga berpendapat demam tifoid atau tifus  juga sangat berpotensi menyerang masyarakat pasca banjir. Hal in disebabkan  konsumsi makanan dan minuman  yang terkontaminasi oleh air banjir atau tidak bersih. Ditambah lagi, selama banjir berlangsung banyak tumpukan sampah dan kotoran bercampur ke dalam rumah dan menempel di tubuh.

Asam lambung  naik dan migren  juga sering dialami orang usia produktif dan lansia ketika banjir usai. Hal ini disebabkan karena korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu. Apalagi ketika Anda selama beberapa hari tidak bisa mengakses keluar rumah atau berada di tempat pengungsian.

2. Masalah Kulit

Air banjir yang kotor rentan menyebabkan beragam masalah kulit. Salah satunya adalah ruam atau gatal-gatal. Ruam atau gatal–gatal pada kulit dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau parasit. Jika kulit kontak dengan air banjir dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

“Untuk mencegah infeksi kulit, gunakan sepatu boot saat membersihkan rumah atau melakukan aktivitas di area banjir. Jangan lupa, bersihkan tubuh Anda dengan air dan sabun antiseptik supaya terhindar dari penyakit tersebut,” dr. Nadia menambahkan.

3. Penyakit yang Dibawa Nyamuk

“Masalah lain pasca banjir adalah kondisi itu menarik nyamuk,” kata dr. Adalja. Menurutnya, nyamuk akan menemukan tempat berkembang biak di semua puing-puing yang bisa menampung air pasca banjir. Beberapa penyakit yang dibawa nyamuk adalah demam berdarah (dbd) dan chikungunya.

Di Indonesia sendiri, demam berdarah kerap mewabah saat musim hujan tiba. Untuk mencegah tertular penyakit melalui nyamuk, disarankan masyarakat untuk menggunakan penolak serangga atau memakai baju lengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.

4. Hepatitis

Hepatitis sering dianggap sebagai penyakit yang menyebar melalui hubungan seks atau penggunaan narkoba. Akan tetapi, beberapa jenis penyakit hepatitis tertentu rupanya dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Hepatitis A dan E, khususnya, dapat menjadi berbahaya di daerah yang pernah mengalami banjir.

Selain hepatitis, SPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) juga bisa berisiko dialami saat usai banjir. Penyebabnya adalah udara dingin lembap yang bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung. Selain itu, ada juga  penyakit flu dan demam yang disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama.

5. Konjungtivitis

Konjugtivitas atau infeksi pada mata dapat disebabkan oleh bakteri. “Saat banjir, Anda rentan terkena konjungtivitis karena kebiasaan menggosok mata dengan tangan atau handuk yang kotor,” ujar dr. Nadia

Untuk menghindari terkena konjungtivitis, dr. Nadia menyarankan Anda untuk selalu cuci tangan. Jika Anda merasakan gatal di area mata, hindari mengucek atau menggosok mata Anda langsung dengan tangan.

Beberapa kondisi seperti, kedinginan, lelah, dan makan tidak teratur yang kerap dialami pasca banjir, membuat daya tahan tubuh turun. Hal ini semakin memudahkan Anda untuk terserang penyakit. Untuk itu, senantiasa menjaga tubuh dengan asupan bernutrisi lengkap dan seimbang. Misalnya perbanyak makan buah dan sayuran, serta rutin berolahrag

Cegah dengan langkah yang tepat

Pada dasarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan penyakit di musim hujan dan banjir, beberapa di antaranya seperti berikut ini:

Beberapa penyakit bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin yang dilakukan oleh dokter profesional, antara lain: vaksin hepatitis A, influenza, dengue, dan yang lainnya.

Mengatur pola makan dan istirahat yang seimbang, sehingga tubuh selalu fit dan tidak rentan sakit.

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan bergizi. 

Menguras bak mandi secara teratur dan menjaga kebersihan rumah secara keseluruhan, sehingga perkembangan nyamuk bisa ditekan. 

Menghindari hujan dan mengatur waktu dengan lebih baik lagi, sehingga bisa tiba lebih awal di rumah tanpa kehujanan.

Hindari kubangan atau genangan air banjir.

Mencuci tangan, bahan makanan, dan juga berbagai perabotan dengan bersih sebelum digunakan.

Cek kesehatan anggota keluarga dan segera bawa berobat jika ada yang sakit, agar tidak menular yang lainnya. 

Jika terkena banjir, segera bersihkan seluruh area rumah dengan baik, gunakan disinfektan.

Jaga Kesehatan dengan Baik selama Musim Hujan 

Musim hujan identik dengan banjir dan juga berbagai gangguan kesehatan lainnya. Berbagai penyakit memang berkembang dengan lebih pesat di musim seperti ini, sehingga sangat penting untuk dihindari. Tetaplah jaga kondisi kesehatan tubuh dan juga kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan berbagai penyakit yang rentan menyerang di musim hujan.

Ini yang Harus Dilakukan Sebelum, Sesaat dan Sesudah Banjir

KabarMakassar.com– Bencana alam itu selalu ada menghiasi warna-warni kehidupan di alam ini. Baik itu merupakan bencana alam kecil atau pun besar. Bencana alam banyak yang menimbulkan kerusakan dalam skala kecil maupun yang dapat menimbulkan kerusakan dalam skala besar. 

Nah, belakangan ini marak diberitakan berbagai bencana alam yang telah terjadi hampir di seluruh dunia, di Negara kita Indonesia pun tidak luput dari berbagai bencana alam, salah satunya banjir.

Banjir merupakan peristiwa meluapnya air yang menggenangi permukaan tanah, namun ketinggiannya melebihi batas normal. Banjir dapat disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, badai, gelombang pasang, atau peristiwa alam lainnya. Banjir juga dapat diakibatkan oleh perilaku manusia, seperti berkurangnya daerah resapan air akibat penebangan hutan dan pengembangan pemukiman, buruknya penanganan sampah dan saluran air, dan sebagainya.

Banjir yang tidak dapat ditangani bisa menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Bencana banjir sering diikuti dengan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit kulit, diare, demam berdarah, leptospirosis, dan lain-lain. Penyakit yang timbul disebabkan oleh cara hidup yang tidak sehat, termasuk mengonsumsi air yang tidak bersih.

Ingatkah Anda pada peristiwa banjir Jakarta di tahun 2007? Pada 1 Februari 2007, hampir 60% wilayah DKI Jakarta tergenang air. Menurut data PMI DKI Jakarta terdapat 48 orang meninggal dan 337.181 orang terpaksa mengungsi di tempat penampungan, seperti di sekolah, rumah ibadah, jalan raya, dan fasilitas umum lainnya. Dengan banyaknya kerugian yang ditimbulkan oleh banjir, maka Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan berbagai informasi kepada kita semua untuk menghadapi banjir.

Persiapan untuk menghadapi banjir

Bila tempat tinggal Anda merupakan daerah rawan banjir, atau daerah yang mempunyai potensi banjir, maka dilansir dari hellosehat.com, Kamis, (02/01/2020) Anda perlu melakukan hal-hal berikut ini:

1. Buatlah denah atau peta rumah dan lingkungan sekitar Anda. Beri tanda tempat-tempat yang biasanya terendam banjir. Tempat-tempat yang aman dan yang membahayakan juga harus ditandai. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri, ajaklah keluarga Anda untuk melakukannya. Carilah informasi dari orang lain di sekitar Anda. Jika peta sudah jadi, diskusikan langkah-langkah penanggulangan banjir.

2. Ketahui sistem peringatan dini di lingkungan Anda. Misalnya, imbauan dari pengeras suara rumah ibadah, lonceng, kentongan, sirine, dan lain-lain. Jika lingkungan rumah Anda tidak memilikinya, laporkan ke ketua RT/RW atau kepala desa agar disepakati.

3. Pahami tanda-tanda terjadinya banjir dan waspadai jika itu terjadi. Misalnya adanya hujan lebat terus menerus, selokan yang meluap, dan tingginya air di dam atau di pintu air yang melebihi batas normal.

4. Perhatikan kondisi sungai di sekitar rumah Anda. Apakah lebih keruh dari biasanya? Jika ya, maka Anda harus mewaspadai datangnya banjir, karena hujan di daerah yang lebih tinggi bisa menyebabkan banjir di daerah yang lebih rendah.

5. Simpanlah surat-surat penting seperti sertifikat tanah, ijazah, akte, rapor, dan lain-lain dalam plastik atau dalam kantong apapun yang kedap air.

Yang perlu dilakukan saat banjir melanda

Terkadang banjir memiliki tanda-tanda yang telah dicantumkan di atas. Namun, banjir bandang akan sangat berbahaya dan datang secara tiba-tiba tanpa tanda apapun. Jika banjir terjadi perlahan, Anda dapat melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

1. Pindahkan barang-barang atau perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi dan tidak terjangkau oleh genangan air.

2. Segera padamkan listrik dan gas di rumah.

3. Pantaulah informasi penting yang disampaikan melalui radio, televisi, atau apapun yang ada di sekitar Anda.

4. Bersiaplah untuk kemungkinan mengungsi.

5. Perhatikan kondisi air, apakah terus meningkat atau tidak.

6. Jika hujan tidak berhenti dan air kelihatan tidak surut atau bahkan meningkat, segeralah mengungsi ke tempat yang aman atau ke tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.

7. Jika ada imbauan mengungsi, segera lakukan dengan tetap tenang dan tertib.

8. Jika terjebak dalam rumah, cobalah untuk tenang. Berusahalah untuk mencari pertolongan dengan menghubungi kerabat, PMI, kantor pemerintah, atau polisi.

9. Tetaplah menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

10. Usahakan untuk tidak tidur di tempat terbuka.

Yang perlu dilakukan setelah banjir

Usai banjir, Anda mungkin terpikir untuk kembali ke rumah. Oleh karena itu, ikutilah langkah-langkah berikut ini:

1. Jika mengungsi, kembalilah ke rumah jika keadaan sudah benar-benar aman.

2. Jangan langsung masuk ke dalam rumah, lihatlah situasi dengan saksama.

3. Periksalah lingkungan sekitar rumah kalau-kalau ada bahaya yang tersembunyi, seperti bagian rumah yang roboh, kabel beraliran listrik, bocoran gas, atau binatang berbahaya.

4. Gunakan selalu alas kaki.

5. Mulailah membersihkan rumah dan lingkungan sekitar Anda.

6. Cucilah perlengkapan makan dan barang lainnya dengan sabun anti kuman.

7. Perhatikan kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit.

Nah itulah beberapa tips yang harus anda lakukan sebelum dan setelah banjir dan perlu anda  ketahui bahwa setelah banjir surut, sampah yang hanyut, kotoran lumpur, dan genangan air masih ada di sekitar rumah. Berbagai penyakit bisa berjangkit, terutama disebabkan oleh air yang kotor, cara hidup tidak sehat, dan binatang seperti lalat, nyamuk, dan tikus. Jenis penyakit yang sering berjangkit antara lain: batuk dan pilek, Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), flu, penyakit kulit, diare dan muntaber, demam berdarah, dan leptospirosis.