Jembatan di Bojo Jebol, DPRD Sulsel Soroti Ketegasan Pemerintah

KabarMakassar.com — Jebolnya lantai Jembatan Bojo I di Kabupaten Barru pada Kamis (13/2) lalu menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel.

Senin (17/2), DPRD Sulsel memanggil pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar dan sejumlah instansi terkait untuk melaksanakan rapat kerja, di ruang rapat Komisi D DPRD Sulsel.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi D DPRD Sulsel menyoroti sikap pemerintah yang dinilai kurang tegas, sehingga peristiwa jebolnya lantai jembatan di Bojo ini terjadi.

“Ini karena over load, jadi kalau kita pemerintah harusnya bisa lebih tegas agar tidak ada lagi terjadi yang seperti ini. Kalau ada kendaraan yang tidak sesuai, yah jangan dibiarkan lewat (jalan),” kata anggota komisi D, Fadriyati.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Jhon Rende Mangontan mengaku, pihaknya akan mendorong upaya perbaikan di jalan yang menjadi jalur utama Trans Sulawesi.

“Kita mendorong supaya pembangunan atau perbaikan jembatan itu bisa dilaksanakan secepatnya,” kata Jhon Rende.

Selain itu, Jhon Rende juga meminta kepada dinas terkait agar segera menginventarisir kondisi jembatan-jembatan yang ada di sepanjang ruas-ruas jalan nasional, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Mungkin kita tetap mengacu pada aturan-aturan yang ada, supaya beban-beban maksimum dari kendaraan yang akan melintasi jembatan itu tidak overload, sehingga tidak menimbulkan kejadian yang kayak kemarin terjadi,” ujarnya.

Sementara, Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftachul Munir mengatakan, perbaikan Jembatan Sungai Bojo I yang lantainya jebol itu akan dilakukan berdasarkan rekomendasi dari tim Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJT).

“Apakah diganti girdernya ataukah diperkuat, karena kalau diganti keseluruhan sama saja kita ganti baru. Semua komponen harus kita lepas, baru dilepas girdernya untuk kemudian dicek. Setelah itu baru dirangkai ulang. Kemarin tim Wika Beton sudah hadir dan menyatakan kesediaan untuk perbaikan. Besok akan ada pembahasan di Jakarta,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Miftachul juga memastikan jika jebolnya jembatan Sungai Bojo I tersebut bukan karena sudah tidak layaknya jembatan tersebut.

“Laporan disana, tiap tahun 15 ribu meter sekian ribu survey. Kalau tidak layak, pasti akan kita tutup. Seperti kondisi sekarang, kita tutup. Saat ini tidak ada kondisi mengatakan tidak layak. Kan kalau tidak layak rasanya semua kendaraan tidak bisa lewat,” ujarnya.

Jembatan Sumpang Minangae Parepare Perlu Direvitalisasi

KabarMakassar.com — Jembatan Sumpang Minangae di Kota Parepare yang berada di jalur Trans Sulawesi dikhawatirkan senasib dengan Jembatan Bojo yang baru-baru sebagian lantainya jebol akibat deck slab beton patah.

Saat ini, kondisi Jembatan Sumpang Minangae Parepare cukup memprihatinkan. Di lantai jembatan, terdapat banyak lubang. selain kerap menyebabkan perlambatan arus kendaraan yang melintas menurunkan kecepatran, lubang tersebut juga mengancam keselamatan pengendara.

Kepala Dinas PUPR Kota Parepare, Laetteng mengatakan, jembatan itu sudah harus direvitalisasi.

Menurut dia, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar sebelumnya berjanji akan merevitalisasi jembatan itu Februari ini.

“Bulan ini dijanji dengan Balai Besar Jalan (BBPJN). Kita tunggu-tunggu ini, tapi belum datang. Katanya masih di Sidrap. Nanti selesai di sana baru di sini,” kata Laeteng, Jumat (14/2).

Pihak PUPR Parepare sendiri, lanjut Laetteng, telah berulang kali melakukan penambalan lantai jembatan tersebut.

“Baru saya tambal itu. Sebenarnya, itu bukan tanggungjawab kami. Selalu kita tambal. Kalau datang hujan, berlubang lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftachul Munir yang dikonfirmasi mengatakan, rencana revitalisasi Jembatan Sumpang Minangae Parepare itu masih dalam proses usulan program. Pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu pelaksanaan revitalisasi.

“Secara teknis, jembatan itu masih mempunyai umur teknis sesuai dengan perencanaan awal,” ujarnya singkat.

Ini Penyebab Jebolnya Lantai Jembatan Bojo Versi BBPJN

KabarMakasar.com — Jembatan sisi kiri Sungai Bojo I di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, yang berada di jalur utama Trans Sulawesi dan menghubungkan Kabupaten Barru – Kota Parepare, Kamis (13/2) malam sekira pukul 22.00 WITA, tiba-tiba sebagian lantainya jebol.

Akibat kejadian ini, sebuah truk 10 rada bermuatan pupuk yang melintas di jembatan tersebut terperosok masuk ke dalam sungai.

Tekait peristiwa ini, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar memastikan peristiwa itu terjadi karena deck slab beton pada jembatan tersebut patah.

Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftachul Munir mengatakan, patahnya deck slab beton pada Jembatan segmen sisi kiri Sungai Bojo I itu diakibatkan truk bermuatan pupuk yang melintas saat kejadian over load.

Dimana diketahui jika truk tersebut mengakut 600 zak pupuk, yang berat per zak 50 kg, sehingga total berat truk tersebut saat melintas seberat 38 ton.

“Jadi angkutannya saja sudah 30 ton, belum berat mobil 8 ton. Jadi total 38 ton. Beban axle kira-kira 20 ton. Desain (jembatan) hanya untuk beban garis 12 ton. Akibatnya, deck Slab beton patah tidak mampu menahan beban,” kata Miftachul Munir, Jumat (14/2).

Miftachul Munir juga menegaskan, jebolnya lantai Jembatan segmen sisi kiri Sungai Bojo I itu bukan karena adanya kesalahan konstruksi.

“Konstruksi masih kokoh. Tidak ada tanda-tanda crack (retak). Frame trust rangka baja aman. Kalau karena kesalahan konstruksi, jembatan akan ambruk,” ujarnya.

Lebih jauh Miftachul Munir mengatakan, jembatan ini sebelumnya telah dilakukan penggantian lantai slab double T pada tahun 2013 lalu.

Saat ini, BBPJN sedang melakukan evaluasi terkait penggantian slab jembatan.

“Rencana penggantian slab double T orthotropic dipesan ke pabrikan WIKA Beton. Selanjutnya di-stressing kembali dirangkaikan dengan slab yang lain, termasuk penggantian strand anyaman kawat baja,” terangnya.

Miftachul Munir menambahkan, pascakejadian semalam, Polres Barru akan memberlakukan sistem satu arah di lokasi tersebut per hari ini, Jumat (14/2).

“Hasil koordinasi dengan Polres Barru Sementara jembatan ditutup, dan lalu lintas satu arah (contra flow) akan diberlakukan pada jembatan sebelahnya, termasuk pemasangan barrier dan rambu-rambu pengarah. Diharapkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan kapasitas kendaraan,” tutupnya.