Pertamina Pasok BBM dan Pelumas untuk Polda Sulawesi Selatan

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII kembali mengikat kontrak kerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Rabu (22/1).

Dalam kerja sama tersebut, Pertamina MOR VII yang diwakili fungsi corporate sales menandatangani kontrak pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pelumas di lingkungan Polda Sulsel untuk Tahun Anggaran 2020.

Penandatanganan kontrak dilakukan antara Region Manager Corporate Sales VII, Jeffri Affandi mewakili Pertamina dengan pimpinan 29 satuan kerja (satker) di bawah jajaran Polda Sulawesi Selatan yang disaksikan oleh Kepala Biro Logistik Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Mukhlis, yang berlangsung di Hotel Rinra, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kombes Pol. Mukhlis menjelaskan kerjasama antara Polda Sulawesi Selatan dengan Pertamina sudah terjalin sejak tahun-tahun sebelumnya. “Peran Polda Sulawesi Selatan dalam pengamanan masyarakat berjalan dengan optimal karena dukungan semua pihak, termasuk suplai BBM dan Pelumas Pertamina,” ujarnya.

Tentunya kerja sama ini, masih menurut Kombes (Pol) Mukhlis akan terus berkelanjutan, karena Pertamina sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di bidang energi mengemban tugas dalam penyediaan energi bagi bangsa. “Harapan kami ke depannya agar kerja sama ini terus terjalin dengan baik, di mana kunci utamanya adalah komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif,” jelasnya.

Sementara itu, Jeffri mengungkapkan pihaknya sangat menyambut baik kerja sama yang telah terjalin antara Polda Sulawesi Selatan dan Pertamina. Tahun ini, penyediaan BBM dan pelumas untuk keperluan operasional Polda Sulawesi Selatan mencapai Rp 85 miliar. Adapun cakupan kerja sama yang akan dijalankan berdasarkan kontrak meliputi penyediaan produk Pertamax, Pertalite, Dexlite dan Pertamina Dex, serta pelumas Pertamina.

“Perseroan merasa bangga dapat menjadi mitra Polri, khususnya Polda Sulawesi Selatan, kami sangat mengapresiasi kesetiaan aparat kepolisian mengunakan produk-produk Pertamina. Semoga apa yang telah kami lakukan pada tahun lalu dalam pelayanan penyediaan BBM dan pelumas menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Penyaluran Solar Bersubsidi Pertamina Siap Laksanakan Penugasan Pemerintah

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) siap melaksanakan penugasan Pemerintah terkait penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Minyak Solar di tahun 2020. Hal ini seiring dengan telah ditetapkannya Kuota JBT di wilayah Sulawesi oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), akhir tahun lalu.

Tahun 2020 ini, kuota JBT Jenis Solar yang diamanahkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) kepada PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII untuk wilayah Sulawesi sebesar 987.551 KL. Angka tersebut naik 5,4% dari kuota tahun 2019 yang sebesar 936.842 KL.

Total kuota tersebut nantinya akan dibagi lagi kepada enam provinsi yang ada di Sulawesi dengan rincian Sulawesi Barat sebesar 54.641 KL, Sulawesi Tengah sebesar 127.920 KL, Sulawesi Tenggara sebesar 116.259 KL, Sulawesi Utara sebesar 140.911 KL, dan Gorontalo sebesar 34.994. Sedangkan Sulawesi Selatan mendapatkan jatah kuota sebesar 512.826 KL.

Penentuan besaran kuota BBM JBT tersebut ditetapkan BPH Migas melalui Surat Keputusan BPH Migas Nomor 56/P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Kuota Volume Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Per Provinsi / Kabupaten / Kota oleh PT Pertamina (Persero) Tahun 2020 tanggal 11 Desember 2019 dan ditandatangani oleh Kepala BPH Migas.

Selain penugasan BBM JBT Jenis Solar, Pertamina juga ditugaskan untuk menyalurkan BBM JBT Jenis Kerosene.

Sulawesi Utara menjadi provinsi yang mengalami penambahan kuota paling tinggi diantara provinsi lainnya di Sulawesi dengan penambahan sekitar 10,9% dari yang semula kuota tahun lalu sebesar 127.037 KL. Disusul kemudian Sulsel (8,8%) sebelumnya 471.327 KL, Sulteng (3,4%) sebelumnya 123.694 KL, dan Gorontalo (1%) sebelumnya 34.649 KL. Adapun Sulbar dan Sultra mengalami penurunan kuota sebesar 2,2% dan 6,4% dari kuota sebelumnya masing-masing 55.873 KL dan 124.262 KL.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII, Hatim Ilwan, mengatakan bahwa penentuan besaran kuota tersebut merupakan instruksi dari BPH Migas.

“Kuota BBM JBT telah ditentukan oleh Pemerintah dan Pertamina berkomitmen untuk melaksanakan penugasan tersebut,” ujarnya.

Selain penugasan BBM JBT Jenis Solar, Pertamina juga ditugaskan untuk menyalurkan BBM JBT Jenis Kerosene (minyak tanah) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) Jenis Premium.

Pertamina Raih Tiga Sertifikat ISO

KabarMakassar.com — Tiga Sertifikat ISO (International Organization for Standardization) kembali berhasil diraih PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII.

Ketiga sertifikat tersebut diraih secara bersamaan yakni sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015, dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ISO 45001:2018 yang diterapkan secara terintegrasi dalam proses bisnis suplai dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK).

General Manager Pertamina MOR VII, Chairul Alfian Adin menyampaikan sertifikasi ini diraih oleh fungsi Supply & Distribution (S&D) MOR VII yang wilayah kerjanya mencakup Sulawesi, yang terdiri dari S&D MOR VII Office dan 15 (lima belas) lokasi Integrated/Fuel Terminal yang beroperasi dan tersebar di seluruh wilayah Sulawesi.

Kelima belas lokasi tersebut yaitu: Integrated Terminal Makassar, Integrated Terminal Bitung, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Kendari, Fuel Terminal Donggala, Fuel Terminal Gorontalo Group, Fuel Terminal Poso Group, Fuel Terminal Palopo, Fuel Terminal Luwuk, Fuel Terminal Raha, Fuel Terminal Kolaka, Fuel Terminal Tolitoli, Fuel Terminal Banggai, dan Fuel Terminal Tahuna.

Raihan ISO yang terintegrasi ini melengkapi sekaligus perluasan ruang lingkup dari penerapan sistem manajemen mutu, lungkungan, dan keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi di 15 lokasi integrated/fuel terminal termasuk S&D Region Office MOR VII.

Perolehan sertifikat ISO ini, menurut Chairul, memiliki makna bahwa setiap proses operasi penyuplaian dan pendistribusian BBM/BBK yang dilakukan di wilayah Sulawesi oleh Pertamina, telah memiliki standar yang baku, dan berwawasan lingkungan, serta diakui secara internasional. “Sekaligus juga menunjukan bahwa Pertamina peduli terhadap BBM/BBK yang didistribusikan ke masyarakat dilakukan secara tepat waktu, tepat mutu, dan tepat jumlah,” ujarnya, Senin (13/1/2020)

Masih menurut Chairul, capaian ini juga merupakan salah satu bentuk langkah nyata Pertamina Supply & Distribution Marketing Operation Region VII dalam mendukung pencapaian visi dan misi Pertamina untuk menjadi Perusahaan Energi Nasional Berkelas Dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Sebagai BUMN, Pertamina memiliki tugas utama untuk menjamin ketersediaan BBM/BBK untuk masyarakat dengan kegiatan operasi dan pelayanan terbaik (operation and service excellence).

“Dengan raihan ini menunjukan bahwa Pertamina mampu menjaga sistem manajemen mutu, lingkungan, dan K3LL di setiap tahapan operasional dalam rangka memenuhi ekspektasi pelanggan, guna mewujudkan tata nilai Pertamina, khususnya dalam hal customer focus,” tutup Chairul.

Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series dan Dex Series

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum jenis bensin dan solar di awal tahun 2020.

Penyesuaian harga tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan mengatakan, penyesuaian harga tersebut juga berlaku di seluruh wilayah operasional MOR VII, yang meliputi 6 Provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Adapun waktunya dimulai Hari Minggu, Tanggal 5 Januari 2020 pukul 00.00 WITA,” ujarnya.

Penyesuaian harga BBM Umum  menurut Hatim, merupakan aksi korporasi yang mengacu pada ketentuan yang berlaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dengan baik, terutama pelanggan setia produk-produk unggulan Pertamina,” ujar Hatim.

Penyesuaian harga yang dimaksud adalah untuk jenis Pertamax Series dan Dex Series yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite.

Harga baru yang berlaku di beberapa daerah di Indonesia, masih menurut Hatim, bisa berbeda-beda lantaran dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Berikut adalah penyesuaian harga untuk 6 provinsi di wilayah Sulawesi.

Pertamax mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 10.050,- menjadi Rp 9.400,- per liter. Pertamax Turbo mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 11.400,- menjadi Rp 10.100,- per liter. Pertamina Dex mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 11.950,- menjadi Rp 10.450,- per liter. Sedangkan Dexlite mengalami penyesuaian dari harga semula Rp 10.400,- menjadi Rp 9.700,- per liter. Untuk detail harga BBM dapat dilihat di www.pertamina.com. 

Hatim berharap dengan adanya penyesuaian harga ini dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan setia produk Pertamina.

“Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas,” tutup Hatim.

Pertamina Turunkan Harga BBM, Berikut Daftarnya

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) turunkan harga BBM. Penurunan ini berlaku mulai Minggu 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat.

“Penyesuaian harga BBM Umum merupakan aksi korporasi yang mengacu pada ketentuan yang berlaku yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dengan baik, terutama pelanggan setia produk-produk unggulan Pertamina,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman lewat keterangan tertulis, Sabtu (4/1/2020).

Penyesuaian harga tersebut dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Pertamina hanya melakukan penyesuaian harga pada jenis BBM Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Sementara itu harga Pertalite tidak ada perubahan.

Berikut ini daftar harga terbaru BBM Pertamina:

  1. Pertalite Rp 7.650 per liter
  2. Pertamax Rp 9.200 per liter
  3. Pertamax Turbo Rp 9.900 per liter
  4. Pertamina Dex Rp 10.200 per liter
  5. Dexlite Rp 9.500 per liter