Sepekan PascaIdulfitri, Harga Bawang di Pangkep Berangsur Normal

KabarMakassar.com — Sepekan pascaidulfitri, harga bawang di Pasar Sentral Kabupaten Pangkep berangsur normal. Jika sebelum Idulfitri harga bawang merah perkilonya mencapai Rp58 sampai Rp68 ribu, kini turun menjadi Rp48 ribu perkilo.

Begitu juga dengan bawang putih, yang sebelumnya mencapai Rp35 sampai Rp40 ribu perkilo, kini harganya turun menjadi Rp25 ribu perkilo.

“Harga rempah-rempah seperti bawang merah dan bawang putih ini baru dua hari lalu kembali normal, menjelang lebaran kemarin memang mahal,” ungkap Trisnawati (40), salah seorang pedagang di Pasar Sentral Pangkep, Selasa (2/6).

“Bahkan untuk tomat dan cabai harganya turun sampai Rp10 hingga Rp15 ribu perkilo,” sambungnya.

Meski begitu, sebagian pedagang di pasar tersebut masih ada yang menjual dengan harga tinggi.

Harga Bawang Merah di Pangkep Melonjak

KabarMakassar.com — Beberapa hari belakangan, harga sejumlah rempah-rempah kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Pangkep mengalami kenaikan. Salah satunya bawang merah.

Pantauan KabarMakassar.com di Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Pangkep, Selasa (11/2), harga bawang merah mengalami kenaikan hingga Rp10 ribu, dari yang awalnya Rp30-35 ribu per/Kg, naik menjadi Rp40-45 ribu/Kg.

Darmi, salah seorang pedagang di Pasar Tradisonal Pangkep mengatakan, keniakn harga bawang merah ini dikeluhkan para pembeli.

“banyak pelangganku mengeluh. Mudah-mudahan harganya bisa segera stabil,” Darmi.

Sementara, Aisyah, salah seorang pembeli mengaku tak hanya bawang merah, harga bawang putih, cabai dan tomat pun mengalami kenaikan.

“Meski harganya naik, mau tidak mau kita tetap beli karena dibutuhkan. Hanya saja, kita terpaksanharus berhemat kalau keadaannya seperti ini,” tuturnya.

Sebelumnya, pihak Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortilkultura, Anton Prihastono pada Selasa (4/2) lalu menyampaikan, kenaikan harga bawang putih dan beberapa kebutuhan pokok lainnya di beberapa daerah di Indoensia lebih disebabkan adanya masalah dalam pendistribusian dan faktor curah hujan.