Perumahan Mewah di Makassar Bakal Diminta Sediakan Bank Sampah

KabarMakassar.com — Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb berencana berkoordinasi dengan para pengembang perumahan,

khususnya perumahan menengah ke atas, dan meminta mereka untuk menyiapkan Bank Sampah atau tempat pengolahan sampah organik di setiap kompleks perumahan yang dibangun.

“Kita mau tidak ada lagi sampah yang keluar dari perumahan mewah. Semua teknologi sudah kita punyai, dan itu tidak perlu teknologi yang canggih-canggih amat. Tidak perlu teknologi yang susah, semuanya lebih kepada kesadaran sebenarnya,” kata Iqbal, usai menghadiri acara Lokakarya membahas tentang permasalahan sampah, yang digelar Alumni SMANSA 1 Angkatan 85, di Hotel Imperial Aryaduta, Sabtu (8/2).

Iqbal mengatakan, sebenarnya yang sangat diharapkan dari sebuah kompleks perumahan terkait permasalahan sampah adalah adanya share away atau daur ulang.

“Misalnya kalau dia bisa mengelola sampahnya dengan baik, sampah plastik bisa dimasukkan ke bank sampah, yang organik bisa jadi kompos. Kita berharap perumahan mewah di Makassar semua bisa seperti itu,” ujarnya.

Sekadar diketahui, kegiatan Lokakarya yang digelar Alumni SMANSA Makassar angkatan 85 ini mengangkat tema ‘Reduce, Reuse dan Recyle’, dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dibidangnya, yakni Deputi IV Kemenko Bidang Kemaritiman, Kepala Subdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (Indonesia Bebas Sampah 2025), Direktur Green Indonesia Foundation ,dan Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Chaerul Amin, yang juga merupakan Alumni SMANSA Makassar angkatan 85 mengatakan, kegiatan Lokaakarya ini digelar dengan tujuan untuk membuka wawasan tentang paradigma pengelolaan sampah melalui upaya pengurangan dan upaya penanganan sampah, membangun konsep mekanisme pengelolaan sampah bersama pihak pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, serta melakukan fun education tentang pentingnya pengendalian sampah plastik.

“Kami berharap, dengan kegiatan yang terselenggara ini dapat merubah perilaku di semua lapisan masyarakat, pemerintah dan swasta dalam pengendalian limban palstik dan perilaku dalam melestarikan lingkungan hidup,” ungkapnya.