Remaja Masjid Nur Salam dan GMB Bagi Sembako untuk Korban Banjir di Jeneponto

KabarMakassar.com — Remaja Massjid Nur Salam dan Generasi Muda Bontoa (GMB) menyambanangi korban banjir dan tanah longsor di Desa Rumbia, Kecematan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, untuk membagikan sembako, Minggu (21/6).

Penanggung jawab kegiatan Aksi Sosial, Kasmawati mengatakan bahwa tujuan dari kegiatannya ini demi untuk membantu meringankan beban korban yang terdampak banjir dan tanah longsor yang ada di Desa Rumbia.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh GMB bersama teman-teman dari Remaja Masjid Nur Salam Bontoa. Kami ingin membantu meringankan beban korban dengan rasa persaudaraan saling berbagi sesama dan kami sangat bersyukur bisa membantu korban walaupun sedikit,” Kata Kasmawati.

Ia berharap dalam aksi sosialnya bisa menjadi harapan bersama untuk warga terdampak agar lebih sabar dan tabah menghadapi cobaan. “Semoga kegiatan positif seperti ini menjadi awal dari berkembangnya komunitas dan samaturu’ kami di Dusun Bontoa, Desa Mangepong,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Remaja Mesjid Nur Salam Bontoa Faisal mengatakan bahwa sumber dana yang berhasil mereka kumpulkan merupakan dari berbagai partisipan masyarakat Desa Mangepong.

“Sumber dananya kami kumpulkan dari partisipasi masyarakat Desa Mangepong. Adapun bantuan yang kami salurkan itu berupa beras, minyak, indomie, ikan sarden, sabun mandi, shampo, dan, pakaian” kata Faisal.

Pasca Diterjang Banjir, Warga Jeneponto dan Bantaeng Mulai Beraktivitas

KabarMakassar.com — Pasca diterjang banjir bandang, Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng sudah mulai membaik. Sejumlah warga pun terus mulai melakukan pembersihan sisa lumpur akibat banjir di depan rumah mereka. Bahkan, sejumlah jalan yang terputus akibat banjir maupun tanah longsor juga sudah mulai diperbaiki sehingga bisa dilalui kendaraan.

Terkait hal itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Abd Rasyak Baso mengatakan jika kondisi di Kabupaten Jeneponto sudah terkendali. Tapi, kata dia, kerugian yang dialami akibat banjir ini belum bisa menafsirkan kisarannya.

“Kondisi Jeneponto sudah terkendali, akses jalan yang longsor juga sudah dibuka, sementara kisaran kerugian belum bisa kami jawab,” kata Rasyak Baso, Senin (15/6).

Ia mengaku jika total korban meninggal sebanyak 4 orang dan semuanya sudah ditemukan. “Seluruh instansi dan pihak terkait dan relawan dari luar dan dalam daerah, telah membantu masyarakat juga telah mendirikan dapur umum,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator SAR Kabupaten Bantaeng, Arman mengatakan hal yang sama. Ia mengaku jika kondisi Bantaeng secara umum sudah aman dan tidak ada lagi permintaan dari warga untuk dilakukan evakuasi.

“Untuk kondisi Bantaeng saat ini sudah aman dan tidak ada lagi laporan masuk baik permintaan evakuasi atau orang hilang. Semua unsur yang terlibat adalah seluruh unsur pemerintahan, TNI, Polri, BPBD, LSM dan masyarakat turut membantu upaya pemulihan,” kata Arman.

Banjir dan Tanah Longsor di Jeneponto Telan Dua Korban Jiwa

KabarMakassar.com — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jeneponto sejak hari Jumat (12/6) kemarin, berdampak mengakibatkan sejumlah banjir dan tanah longsor dibeberapa kecamatan seperti Kecamatan Rumbia, Turatea, dan Binamu.

Bahkan sejumlah ruas jalan desa pada tiga kecamatan tersebut seperti Desa Sapananag dan Desa Jombe tidak bisa dilalui kendaraan karena banjir.

“Banjir sudah mulai naik setelah sholat isya kemarin malam, banjir mi depan rumahku, sungainya meluap,” kata salah satu warga Kecamatan Binamui, Amril, Sabtu (13/6).

Menurutnya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan sejumlah orang yang tinggal di bantaran sungai sementara diungsikan ketempat yang lebih aman.

“Orang pergi semua mi. Diungsikan karena aliran sungai semakin deras, pergi semua mi orang selamatkan barangnya seperti kendaraan dan barang berharga lainnya. Orang-orang panik dan trauma karena kejadian tahun lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Abd Rasyak Baso mengatakan bahwa banjir terparah terjadi di Kecamatan Rumbia. Karena itu, kata dia, fokus penanganan dilakukan di kecamatan ini karena ada korban yang tertimpa longsor dan yang terbawa banjir.

“Iye di Rumbia paling parah karena ada tanah longsor dan sementara korban masih sementara dicari, ada juga korban yang terbawa banjir dan juga belum ditemukan. Kami terus bekerja,” kata Abd Rasyak.

“Korban hilang di Belong atas nama Made’, di Kampung Tokka atas nama Abu Seke. Sudah ada satu yang ditemukan, yang lain masih dalam pencarian,” tambahnya.

Dikepung Banjir, Kota Bantaeng Lumpuh

KabarMakassar.com — Hujan yang mengguyur Kabupaten Bantaeng sejak siang mengakibatkan banjir pada sejumlah wilayah. Akibatnya,
Kota Bantaeng lumpuh total tidak bisa diakses kendaraan dari luar daerah.

“Bantaeng secara umum lumpuh total banyak jembatan terputus, kami mau evakuasi juga tidak bisa lewat karena air sudah mencapai 3 meter daerah kota,” kata kata salah satu patugas PSC 119 Kabupaten Bantaeng, Darman, Jumat (12/6).

Ia mengaku jika wilayah banjir terparah ada di Kecamatan Bantaeng yakni sekitar Jalan Garegea, Jalan Kayangan dan Jalan Lorong Sunyi. “Hujan deras sejak pukul 13.00 Wita dan sampai saat ini belum reda, bahkan semakin deras,” ungkapnya.

Ia menambahkan jika akses menuju Kota Bantaeng saat ini tidak bisa dilalui. “Genangan air yang meluap terutama setiap jembatan yang ada di dalam Kota Bantaeng sehingga tidak bisa dilalui kendaraan,” pungkasnya.

Tiga Desa di Kecamatan Rumbia Jeneponto Tergenang Banjir

KabarMakassr.com — Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Jeneponto membuat sejumlah wilayah dilanda banjir. Bahkan, tiga desa di Kecamatan Rumbia yakni Desa Lebang, Desa Rumbia, dan Desa Lebang Manai Utara terdampak cukup parah.

“Paling parah di Ramba karena disitumi pusat genangan air pas depan sekolah SD, sampai paha orang dewasa. Desa lain yang juga terdampak adalah Desa Lebang Manai, Lebang Manai Utara sama dan Desa Rumbia,” kata Arman, salah seorang warga yang dihubungi Kabar Makassar, Jum’at (12/6).

Menurut Arman, hingga saat ini banjir masih menggenangi beberapa ruas jalan dan rumah warga. Menurutnya hujan tidak berhenti sejak siang sehabis sholat Jumat. “Iye masih hujan sampai sekarang, sekitar jam 4 mulai banjir, sebelum shalat Jumat ji orang di sini na hujan,” ungkapnya.

Ia mengatakan jika Jalan Rumbia tidak dapat dilalui kendaraan akibat banjir yang sangat deras. “Pengguna jalan yang hendak ke Bantaeng tidak bisa melintas,” katanya.

Sementara itu, Dewan Pembina Tagana Jeneponto, Rusli Ramli mengatakan bahwa curah hujan di Jeneponto khususnya di Kecamatan Rumbia memang sangat tinggi. Bahkan, Rusli Ramli mengaku jika hujan masih berlangsung hingga sekarang.

“Curah hujan di Rumbia hari ini cukup tinggi, mulai tadi siang sampai dengan malam ini masih hujan deras. Saat ini jalur poros yang menghubungkan tiga kabupaten yakni Jeneponto-Gowa-Bantaeng di Kecamatan Rumbia belum bisa dilalui,” kata Rusli Ramli.

Sungai Saddang Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam Air

KabarMakassar.com — Puluhan rumah warga dan satu masjid terancam ambruk akibat banjir dari luapan air Sungai Saddang, di Dusun Cilallang, Desa Bababinanga Kecamatan Duampanua, Pinrang, Jum’at (22/5).

Salah seorang warga, Salman mengatakan jika banjir itu terjadi karena tanggul sungai jebol sekitar 50 meter. Karena itu, kata dia, air meluap dan merendam sejumlah rumah warga, sekolah, dan satu masjid yang terancam ambruk.

“Takut dibawa banjir sudah dua kepala keluarga yang mengungsi. Sekitar 20-an rumah yang masih bertahan belum mengungsi, air saat ini setinggi pinggang hingga dada orang dewasa,” kata Salman.

Hal yang sama juga disampaikan warga lain, H Gaddong. Ia mengaku banjir diakibatkan tanggul sungai jebol sekitar 50 meter itu juga telah merendam area tambak sekitar 380 hektar.

“Ini banjir terparah, satu masjid terancam roboh. Sekirar 380 hektar tambak terendam banjir,” kata H. Gaddong.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Pinrang, Andi Mattalata mengatakan jika pihaknya akan terus melakukan pemantauan. “Saat ini anggota BPBD dan Tim Sar Pinrang sudah menuju lokasi,” kata Andi Mattalata.

Hujan Deras Sejak Dini Hari, Kantor Lapas Bulukumba Terendam Banjir

KabarMakassar.com — Hujan deras yang terus menguyur Kabupaten Bulukumba sejak dini hari tadi hingga saat ini, membuat sejumlah ruas jalan dan perkantoran di wilayah tersebut terendam banjir, Kamis (14/5).

Salah satunya Kantor Lapas Kelas 2A Bulukumba yang berlokasi di Jalan Pahlawan (poros Bulukumba – Sinjai) yang tergenang air setinggi mata kaki.

Kepala Lapas Bulukumba, Saripuddin Nakku mengatakan, hal ini terjadi akibat tanggul pembatas di belakang Kantor Lapas kelas 2 A Bulukumba yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tak mampu lagi menampung debit air yang terus bertambah karena tingginya curah hujan.

“Air meluap hingga masuk merembes ke kantor. Namun kondisinya saat ini masih aman, karena untuk ke blok tahanan warga binaan lokasinya cukup tinggi,” kata Saripuddin.

“Sebelumnya kita sudah melakukan upaya atau langkah-langkah perbaikan tanggul, namun debit air cukup deras, sehingga merembes masuk ini kita antisipasi semoga hujannya segera reda,” sambungnya.

Sekadar diketahui, tidak hanya kantor, banjir tersebut juga merendam sejumlah ruas jalan dan rumah dinas di sekitar Lapas Kelas 2A Bulukumba. Para pegawai yang rumahnya terendam banjir terpaksa harus mengamankan sejumlah barang berharga dengan peralatan seadanya ke tempat yang lebih aman.

Ratusan Rumah dan Sawah di Pinrang Terendam Banjir

KabarMakassar.com — Ratusan rumah penduduk di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur daerah tersebut sejak Sabtu (25/4).

“Sekitar ratusan rumah penduduk di Desa Bungi dan Desa Buttusawe terendam banjir karena hujan deras sejak semalam,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, Andi Matalatta, Ahad (26/4) pagi.

Selain rumah penduduk, kata dia, banjir juga merendam area persawahan.

“Kami belum bisa merinci jumlah pasti berapa rumah penduduk dan area persawahan yang terdampak banjir. Tim kami baru mengevakuasi korban banjir. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” terang Matalatta.

Jalan Poros Pinrang – Parepare Amblas, Pengguna Jalan Hati-hati Melintas

KabarMakassar.com — Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Pinrang selama 2 hari membuat beberapa pohon tumbang, pemukiman serta area persawahan digenangi air, bahkan bahu jalan poros Pinrang – Parepare ambruk.

Data yang dihimpun KabarMakassar.com, Minggu (12/1) sejak pagi hari di beberapa titik wilayah Kabupaten Pinrang membuat sejumlah pohon, pemukiman penduduk dan area persawahan digenagi air. Selain itu, bahu jalan negara (Poros) Pinrang yang menghubungkan kota Parepare itu terlihat amblas. Kondisi jalan amblas tersebut tepat di depan Masjid Al-Mustafa, Dusun Majakka Desa Wattang Palu Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Mantong salah seorang pengendara mengatakan, kondisi jalan tersebut terbilang berbahaya. Pasalnya terdapat bebatuan yang di bawa arus air dari atas tebing atas jalan, sehingga mengakibatkan bahu jalan sebelahnya ambruk.

“Bahaya jalannya, banyak batu yang turun dari atas dibawa air hujan. Bahu jalan sebelahnya ambruk,” Kata Mantong.

Kasat Lantas Polres Pinrang, AKP Regina Faradikta S,Ik di konfirmasi melalui selularnya mengatakan, anggotanya sudah di lokasi kejadian. Sementara masih dalam proses perbaikan drainase akibat material tanah yang terbawah oleh air hujan sehingga meluap ke jalan raya mengakibatkan tanah amblas.

“Anggota sudah di lokasi, sementara masih dalam proses perbaikan saluran air akibat tertimbun material tanah yang membuat air meluap ke jalanan dan mengakibatkan tanah longsor,” katanya.

“Alhamdulillah, akibat perbaikan itu, situasi lalulintas lancar air sudah tidak meluap ke jalan raya dan jalan yang longsong akan dipasangi garis police,” ujar Fara sapaan Perwira balok tiga itu.

Hujan Deras, Dusun Buludua di Barru Banjir

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel menginformasikan banjir yang terjadi di dusun Buludua, Desa Balusu, Kabupaten Barru, Minggu (12/1).

Hujan deras yang mengakibatkan banjir di dusun tersebut sekira pukul 10:30 WITA, hingga berita ini diturunkan intensitas hujan terus meningkat. Dikabarkan jika jumlah warga yang berada di lokasi tersebut sebanyak 121 kepala keluarga (KK).

“Ini sejak dini hari, Barru di guyur hujan deras pada pukul 00.00 WITA sampai Pukul 10.30 WITA,” ujar salahsatu anggota BPBD Sulsel, yang diterima redaksi Kabarmakassar.com, Minggu (12/1).

Informasi yang diterima jika tim TRC PB BPBD dan Tagana dari Dinas Sosial setempat menuju lokasi banjir.

Posko BPBD Sulsel juga memberikan nomor kontak di wilayah masing-masing jika ada wilayah terdampak banjir di wilayah Sulsel,

Kontact TRC +62 852-5593-0121 atas nama Edy Sanjaya.