Jalan Poros Pinrang – Parepare Amblas, Pengguna Jalan Hati-hati Melintas

KabarMakassar.com — Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Pinrang selama 2 hari membuat beberapa pohon tumbang, pemukiman serta area persawahan digenangi air, bahkan bahu jalan poros Pinrang – Parepare ambruk.

Data yang dihimpun KabarMakassar.com, Minggu (12/1) sejak pagi hari di beberapa titik wilayah Kabupaten Pinrang membuat sejumlah pohon, pemukiman penduduk dan area persawahan digenagi air. Selain itu, bahu jalan negara (Poros) Pinrang yang menghubungkan kota Parepare itu terlihat amblas. Kondisi jalan amblas tersebut tepat di depan Masjid Al-Mustafa, Dusun Majakka Desa Wattang Palu Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Mantong salah seorang pengendara mengatakan, kondisi jalan tersebut terbilang berbahaya. Pasalnya terdapat bebatuan yang di bawa arus air dari atas tebing atas jalan, sehingga mengakibatkan bahu jalan sebelahnya ambruk.

“Bahaya jalannya, banyak batu yang turun dari atas dibawa air hujan. Bahu jalan sebelahnya ambruk,” Kata Mantong.

Kasat Lantas Polres Pinrang, AKP Regina Faradikta S,Ik di konfirmasi melalui selularnya mengatakan, anggotanya sudah di lokasi kejadian. Sementara masih dalam proses perbaikan drainase akibat material tanah yang terbawah oleh air hujan sehingga meluap ke jalan raya mengakibatkan tanah amblas.

“Anggota sudah di lokasi, sementara masih dalam proses perbaikan saluran air akibat tertimbun material tanah yang membuat air meluap ke jalanan dan mengakibatkan tanah longsor,” katanya.

“Alhamdulillah, akibat perbaikan itu, situasi lalulintas lancar air sudah tidak meluap ke jalan raya dan jalan yang longsong akan dipasangi garis police,” ujar Fara sapaan Perwira balok tiga itu.

Hujan Deras, Dusun Buludua di Barru Banjir

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel menginformasikan banjir yang terjadi di dusun Buludua, Desa Balusu, Kabupaten Barru, Minggu (12/1).

Hujan deras yang mengakibatkan banjir di dusun tersebut sekira pukul 10:30 WITA, hingga berita ini diturunkan intensitas hujan terus meningkat. Dikabarkan jika jumlah warga yang berada di lokasi tersebut sebanyak 121 kepala keluarga (KK).

“Ini sejak dini hari, Barru di guyur hujan deras pada pukul 00.00 WITA sampai Pukul 10.30 WITA,” ujar salahsatu anggota BPBD Sulsel, yang diterima redaksi Kabarmakassar.com, Minggu (12/1).

Informasi yang diterima jika tim TRC PB BPBD dan Tagana dari Dinas Sosial setempat menuju lokasi banjir.

Posko BPBD Sulsel juga memberikan nomor kontak di wilayah masing-masing jika ada wilayah terdampak banjir di wilayah Sulsel,

Kontact TRC +62 852-5593-0121 atas nama Edy Sanjaya.

Banjir di Parepare, RSUD Andi Makkasau Banjir 14 Pasien Dievakuasi

KabarMakassar.com — Akibat hujan dengan intensitas tinggi, RSUD Andi Makkasau Parepare tergenang banjir. Banjir tampak memasuki salah satu gedung rumah sakit.

Pantauan kabarmakassar.com air yang masuk ke kamar pasien dengan tinggi sekira 10 cm. Tampak keluarga pasien dan suster berjibaku menimba air hingga surut.

Saat ditemui, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Andi Makkasau, dr Ibrahim Kasim mengungkapkan banjir itu terjadi karena banyaknya sampah yang tersumbat disaluran air.

“Debit air besar karena curah tinggi. Lalu saluran buntu akibat sampah. Karena ada keluarga pasien yang tidak sadar membuang sampah. Itu yang tersumbat,” ungkapnya.

Ibrahim pun menuturkan pihaknya membobol saluran buntu untuk mengalihkan air yang berpotensi tergenang. Kata dia, segera dilakukan pembongkaran dan membuat saluran lebih besar.

“Sebanyak 14 pasien terpaksa harus dievakuasi. Kita sebar ke ruangan yang kosong,” ujarnya

Sementara itu, Dewan Pengawas RSUD Andi Makkasau, Minhajuddin Ahmad memohon maaf atas kejadian ini. Kejadian ini, kata dia diatas normal yang diperkirakan.

“Kami sudah evakuasi semua pasien dan sudah ada penanganan dari beberapa petugas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, jalan lorong rumah sakit itu tampak licin gegara hujan(

Musim Penghujan, Gubernur Sulsel Ajak Warga Mulai Tanam Pohon

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. HM Nurdin Abdullah, mengungkapkan, salah satu penyebab banjir adalah akibat perubahan penggunaan lahan.

“Salah satu penyebab bencana yang terus setiap tahun ini karena apa? Banjir itu diakibatkan oleh perubahan penggunaan lahan,” kata Nurdin Abdullah, Sabtu, 4 Januari 2019.

Ia mengatakan, hutan dan gunung hadir untuk menjaga keseimbangan alam. Namun, manusia menyebabkan kerusakan alam.

“Tuhan sudah menciptakan hutan, gunung itu untuk menjaga keseimbangan alam. Tetapi yang merusak itu kan kita (manusia) sendiri,” sebutnya.

Alih fungsi lahan yang tadinya merupakan fungsi konservasi, berubah menjadi perumahan dan menjadi perkebunan. Tadinya merupakan daerah tangkapan atau resapan air, dibuat jadi perumahan.

“Jangan heran kalau ada kubangan ditimbun dibikin perumahan, dan banjir. Karena memang itu tempatnya air kesana,” jelasnya.

Ia menilai, lahan yang ada di Sulsel juga dalam kondisi sangat kritis. Demikian juga dengan dengan cekdam yang dibangun, diprediksi pendangkalan terjadi dalam 50 tahun, tetapi hanya 20 tahun.

“Ini 20 tahun sudah dangkal, itu artinya hulu sudah rusak. Makanya, kita sekarang harus ramai-ramai bikin program tiada hari tanpa menanam,” ajaknya.

Kenali 5 Penyakit Ini yang Sering Muncul saat Banjir dan Cara Mencegahnya

KabarMakassar.com– Dimusim penghujan yang melanda Indonesia saat ini tentunya akan ada salah satu kondisi yang sering membawa keresahan tersendiri bagi banyak orang. Selain rentan musibah dan bencana, musim hujan juga identik dengan beragam penyakit yang sering melanda. Hal ini bahkan semakin memburuk, bagi mereka yang tinggal di kawasan yang termasuk area rawan banjir.

Beragam penyakit bisa saja datang dan terbawa bersama banjir, sehingga pada musim-musim hujan seperti ini harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Sejak terakhir artikel ini ditulis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaporkan ada sekitar puluhan orang korban tewas akibat banjir 2020 ini. Itu sebabnya, tak boleh menyepelekan kebersihan walau air banjir sudah menyurut di wilayah Anda. Bahkan, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, masyarakat juga perlu waspada pada penyakit pasca banjir ini.

Dikutip dari Health.com, dr. Amesh Adalja, MD, dokter pengobatan darurat di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins mengatakan, “Air banjir dapat memiliki tingkat bakteri, virus, kotoran, dan parasit yang sangat tinggi yang dapat menginfeksi Anda jika masuk ke mulut, mata, atau luka di kulit.”

Dalam kondisi tersebut, beberapa penyakit kerap ditemui pada masyarakat usai banjir surut. Menurut PDEI dilansir dari klikdokter.com Jumat (03/01/2020), beberapa penyakit kesehatan yang muncul itu adalah sebagai berikut ini. 

1. Gangguan Pencernaan

Salah satu risiko terbesar yang kerap terjadi adalah menelan air banjir yang mengandung bakteri, virus, atau parasit. Hal ini dapat menyebabkan penyakit pencernaan. “Sebagian besar infeksi ini mungkin akan sangat jinak dan hanya menyebabkan muntah atau diare,” kata dr. Adalja.

Akan tetapi, gejala-gejala ini juga bisa menjadi serius dan dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa. Cryptosporidium, Giardia, E. coli, dan Salmonella adalah beberapa contoh kuman yang dapat mencemari air banjir dan menyebabkan masalah pada perut dan pencernaan Anda.

Selain itu, ada juga leptospirosis, penyakit yang berpotensi fatal yang menyebar melalui urine tikus. Penyakit ini berisiko besar  menyerang masyarakat pasca banjir. Para ahli juga memperingatkan tentang kolera dan demam tifoid, yang keduanya dapat disebabkan oleh air yang terkontaminasi bakteri setelah bencana alam dan banjir.

PDEI juga berpendapat demam tifoid atau tifus  juga sangat berpotensi menyerang masyarakat pasca banjir. Hal in disebabkan  konsumsi makanan dan minuman  yang terkontaminasi oleh air banjir atau tidak bersih. Ditambah lagi, selama banjir berlangsung banyak tumpukan sampah dan kotoran bercampur ke dalam rumah dan menempel di tubuh.

Asam lambung  naik dan migren  juga sering dialami orang usia produktif dan lansia ketika banjir usai. Hal ini disebabkan karena korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan tidak makan tepat waktu. Apalagi ketika Anda selama beberapa hari tidak bisa mengakses keluar rumah atau berada di tempat pengungsian.

2. Masalah Kulit

Air banjir yang kotor rentan menyebabkan beragam masalah kulit. Salah satunya adalah ruam atau gatal-gatal. Ruam atau gatal–gatal pada kulit dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau parasit. Jika kulit kontak dengan air banjir dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

“Untuk mencegah infeksi kulit, gunakan sepatu boot saat membersihkan rumah atau melakukan aktivitas di area banjir. Jangan lupa, bersihkan tubuh Anda dengan air dan sabun antiseptik supaya terhindar dari penyakit tersebut,” dr. Nadia menambahkan.

3. Penyakit yang Dibawa Nyamuk

“Masalah lain pasca banjir adalah kondisi itu menarik nyamuk,” kata dr. Adalja. Menurutnya, nyamuk akan menemukan tempat berkembang biak di semua puing-puing yang bisa menampung air pasca banjir. Beberapa penyakit yang dibawa nyamuk adalah demam berdarah (dbd) dan chikungunya.

Di Indonesia sendiri, demam berdarah kerap mewabah saat musim hujan tiba. Untuk mencegah tertular penyakit melalui nyamuk, disarankan masyarakat untuk menggunakan penolak serangga atau memakai baju lengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.

4. Hepatitis

Hepatitis sering dianggap sebagai penyakit yang menyebar melalui hubungan seks atau penggunaan narkoba. Akan tetapi, beberapa jenis penyakit hepatitis tertentu rupanya dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Hepatitis A dan E, khususnya, dapat menjadi berbahaya di daerah yang pernah mengalami banjir.

Selain hepatitis, SPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) juga bisa berisiko dialami saat usai banjir. Penyebabnya adalah udara dingin lembap yang bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung. Selain itu, ada juga  penyakit flu dan demam yang disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama.

5. Konjungtivitis

Konjugtivitas atau infeksi pada mata dapat disebabkan oleh bakteri. “Saat banjir, Anda rentan terkena konjungtivitis karena kebiasaan menggosok mata dengan tangan atau handuk yang kotor,” ujar dr. Nadia

Untuk menghindari terkena konjungtivitis, dr. Nadia menyarankan Anda untuk selalu cuci tangan. Jika Anda merasakan gatal di area mata, hindari mengucek atau menggosok mata Anda langsung dengan tangan.

Beberapa kondisi seperti, kedinginan, lelah, dan makan tidak teratur yang kerap dialami pasca banjir, membuat daya tahan tubuh turun. Hal ini semakin memudahkan Anda untuk terserang penyakit. Untuk itu, senantiasa menjaga tubuh dengan asupan bernutrisi lengkap dan seimbang. Misalnya perbanyak makan buah dan sayuran, serta rutin berolahrag

Cegah dengan langkah yang tepat

Pada dasarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan penyakit di musim hujan dan banjir, beberapa di antaranya seperti berikut ini:

Beberapa penyakit bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin yang dilakukan oleh dokter profesional, antara lain: vaksin hepatitis A, influenza, dengue, dan yang lainnya.

Mengatur pola makan dan istirahat yang seimbang, sehingga tubuh selalu fit dan tidak rentan sakit.

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan bergizi. 

Menguras bak mandi secara teratur dan menjaga kebersihan rumah secara keseluruhan, sehingga perkembangan nyamuk bisa ditekan. 

Menghindari hujan dan mengatur waktu dengan lebih baik lagi, sehingga bisa tiba lebih awal di rumah tanpa kehujanan.

Hindari kubangan atau genangan air banjir.

Mencuci tangan, bahan makanan, dan juga berbagai perabotan dengan bersih sebelum digunakan.

Cek kesehatan anggota keluarga dan segera bawa berobat jika ada yang sakit, agar tidak menular yang lainnya. 

Jika terkena banjir, segera bersihkan seluruh area rumah dengan baik, gunakan disinfektan.

Jaga Kesehatan dengan Baik selama Musim Hujan 

Musim hujan identik dengan banjir dan juga berbagai gangguan kesehatan lainnya. Berbagai penyakit memang berkembang dengan lebih pesat di musim seperti ini, sehingga sangat penting untuk dihindari. Tetaplah jaga kondisi kesehatan tubuh dan juga kesehatan seluruh anggota keluarga, termasuk menjaga kebersihan dan mencegah penularan berbagai penyakit yang rentan menyerang di musim hujan.

Keliling Makassar, Pj Wali Kota Tinjau Titik Rawan Banjir

Kabarmakassar.com — Memasuki musim penghujan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar melakukan kunjungan ke beberapa titik rawan banjir guna mengecek dan melihat situasi kanal, drainase maupun selokan yang ada dibeberapa wilayah di Kota Makassar.

Lokasi yang ditinjau diantaranya, kanal Abdesir, kanal samping UMI, kanal Helmin residence aroepala, kanal Sungai Saddang, Veteran Selatan. Sementara itu ada 30 titik yang menjadi rawan banjir yakni jalan poros Antang, Manggala, Panakkukang, Pettarani, dan jalan Urip Sumoharjo.

Kondisi kota Makassar diguyur hujan deras, Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb melakukan peninjauan ke beberapa titik yang rawan banjir untuk melihat keadaan air yakni di beberapa kanal, drainase maupun selokan-selokan besar.

“Memasuki musim hujan kita mau meninjau beberapa titik yang biasanya banjir, dimana potensi-potensi banjirnya paling tidak kita bisa membuat airnya dapat mengalir karena jangan sampai ada air yang tidak mengalir dan kami juga sudah sediakan pompanya dan sudah kita siapkan dengan baik.” ucap Iqbal saat ditemui didepan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (2/1).

Menurutnya pengecekan atau pantauan yang dilakukan guna mengantisipasi akan terjadinya banjir karena curah hujan yang cukup tinggi.

“Kita tetap antisipasi kita cek alat-alatnya kemudian petugasnya juga ada yang standby 24 jam di titik-titik terjadinya rawan banjir.” lanjutnya.

Iqbal menambahkan telah bersinergi dengan kabupaten kota yang ada di Sulawesi Selatan untuk menjaga, mengawasi dan mengantisipasi kenaikan air hingga dapat menyebabkan banjir.

“Inikan airnya bukan hanya dari Makassar melainkan dari beberapa kabupaten misalnya Maros dan Gowa, nah makanya melalui Provinsi kita bersinergi dengan kabupaten kota lain bagaimana kita menjaga karena diharapkan sungai-sungai itu di hulunya tidak terjadi kenaikan air,” tuturnya.

Tak sampai disitu Pj Wali Kota Makassar tersebut juga telah melakukan sidak ke pusat pelayanan terutama pelayanan kesehatan.

“Tadi pagi kami sidak di pusat pelayanan terutama pelayanan kesehatan, kami ingin memastikan semua pelayanan kesehatan tidak mengenal yang namanya tahun baru saya cek dari beberapa lokasi semua lengkap petugas lengkap sistem lengkap paramedis lengkap dan pasien terlayani dengan baik.” tutupnya.

Tinjauan ke beberapa titik rawan banjir berlangsung pukul 14.00 Wita hingga 17.00 Wita dengan kantor gubernur menjadi titik pertama yang kunjungi oleh Pj Wali Kota Makassar tersebut.

Ini yang Harus Dilakukan Sebelum, Sesaat dan Sesudah Banjir

KabarMakassar.com– Bencana alam itu selalu ada menghiasi warna-warni kehidupan di alam ini. Baik itu merupakan bencana alam kecil atau pun besar. Bencana alam banyak yang menimbulkan kerusakan dalam skala kecil maupun yang dapat menimbulkan kerusakan dalam skala besar. 

Nah, belakangan ini marak diberitakan berbagai bencana alam yang telah terjadi hampir di seluruh dunia, di Negara kita Indonesia pun tidak luput dari berbagai bencana alam, salah satunya banjir.

Banjir merupakan peristiwa meluapnya air yang menggenangi permukaan tanah, namun ketinggiannya melebihi batas normal. Banjir dapat disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, badai, gelombang pasang, atau peristiwa alam lainnya. Banjir juga dapat diakibatkan oleh perilaku manusia, seperti berkurangnya daerah resapan air akibat penebangan hutan dan pengembangan pemukiman, buruknya penanganan sampah dan saluran air, dan sebagainya.

Banjir yang tidak dapat ditangani bisa menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Bencana banjir sering diikuti dengan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit kulit, diare, demam berdarah, leptospirosis, dan lain-lain. Penyakit yang timbul disebabkan oleh cara hidup yang tidak sehat, termasuk mengonsumsi air yang tidak bersih.

Ingatkah Anda pada peristiwa banjir Jakarta di tahun 2007? Pada 1 Februari 2007, hampir 60% wilayah DKI Jakarta tergenang air. Menurut data PMI DKI Jakarta terdapat 48 orang meninggal dan 337.181 orang terpaksa mengungsi di tempat penampungan, seperti di sekolah, rumah ibadah, jalan raya, dan fasilitas umum lainnya. Dengan banyaknya kerugian yang ditimbulkan oleh banjir, maka Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan berbagai informasi kepada kita semua untuk menghadapi banjir.

Persiapan untuk menghadapi banjir

Bila tempat tinggal Anda merupakan daerah rawan banjir, atau daerah yang mempunyai potensi banjir, maka dilansir dari hellosehat.com, Kamis, (02/01/2020) Anda perlu melakukan hal-hal berikut ini:

1. Buatlah denah atau peta rumah dan lingkungan sekitar Anda. Beri tanda tempat-tempat yang biasanya terendam banjir. Tempat-tempat yang aman dan yang membahayakan juga harus ditandai. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri, ajaklah keluarga Anda untuk melakukannya. Carilah informasi dari orang lain di sekitar Anda. Jika peta sudah jadi, diskusikan langkah-langkah penanggulangan banjir.

2. Ketahui sistem peringatan dini di lingkungan Anda. Misalnya, imbauan dari pengeras suara rumah ibadah, lonceng, kentongan, sirine, dan lain-lain. Jika lingkungan rumah Anda tidak memilikinya, laporkan ke ketua RT/RW atau kepala desa agar disepakati.

3. Pahami tanda-tanda terjadinya banjir dan waspadai jika itu terjadi. Misalnya adanya hujan lebat terus menerus, selokan yang meluap, dan tingginya air di dam atau di pintu air yang melebihi batas normal.

4. Perhatikan kondisi sungai di sekitar rumah Anda. Apakah lebih keruh dari biasanya? Jika ya, maka Anda harus mewaspadai datangnya banjir, karena hujan di daerah yang lebih tinggi bisa menyebabkan banjir di daerah yang lebih rendah.

5. Simpanlah surat-surat penting seperti sertifikat tanah, ijazah, akte, rapor, dan lain-lain dalam plastik atau dalam kantong apapun yang kedap air.

Yang perlu dilakukan saat banjir melanda

Terkadang banjir memiliki tanda-tanda yang telah dicantumkan di atas. Namun, banjir bandang akan sangat berbahaya dan datang secara tiba-tiba tanpa tanda apapun. Jika banjir terjadi perlahan, Anda dapat melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

1. Pindahkan barang-barang atau perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi dan tidak terjangkau oleh genangan air.

2. Segera padamkan listrik dan gas di rumah.

3. Pantaulah informasi penting yang disampaikan melalui radio, televisi, atau apapun yang ada di sekitar Anda.

4. Bersiaplah untuk kemungkinan mengungsi.

5. Perhatikan kondisi air, apakah terus meningkat atau tidak.

6. Jika hujan tidak berhenti dan air kelihatan tidak surut atau bahkan meningkat, segeralah mengungsi ke tempat yang aman atau ke tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah setempat.

7. Jika ada imbauan mengungsi, segera lakukan dengan tetap tenang dan tertib.

8. Jika terjebak dalam rumah, cobalah untuk tenang. Berusahalah untuk mencari pertolongan dengan menghubungi kerabat, PMI, kantor pemerintah, atau polisi.

9. Tetaplah menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

10. Usahakan untuk tidak tidur di tempat terbuka.

Yang perlu dilakukan setelah banjir

Usai banjir, Anda mungkin terpikir untuk kembali ke rumah. Oleh karena itu, ikutilah langkah-langkah berikut ini:

1. Jika mengungsi, kembalilah ke rumah jika keadaan sudah benar-benar aman.

2. Jangan langsung masuk ke dalam rumah, lihatlah situasi dengan saksama.

3. Periksalah lingkungan sekitar rumah kalau-kalau ada bahaya yang tersembunyi, seperti bagian rumah yang roboh, kabel beraliran listrik, bocoran gas, atau binatang berbahaya.

4. Gunakan selalu alas kaki.

5. Mulailah membersihkan rumah dan lingkungan sekitar Anda.

6. Cucilah perlengkapan makan dan barang lainnya dengan sabun anti kuman.

7. Perhatikan kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit.

Nah itulah beberapa tips yang harus anda lakukan sebelum dan setelah banjir dan perlu anda  ketahui bahwa setelah banjir surut, sampah yang hanyut, kotoran lumpur, dan genangan air masih ada di sekitar rumah. Berbagai penyakit bisa berjangkit, terutama disebabkan oleh air yang kotor, cara hidup tidak sehat, dan binatang seperti lalat, nyamuk, dan tikus. Jenis penyakit yang sering berjangkit antara lain: batuk dan pilek, Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), flu, penyakit kulit, diare dan muntaber, demam berdarah, dan leptospirosis.

Banjir, Aktivitas Penerbangan Bandara Halim Dialihkan ke Soetta

KabarMakassar.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta pada Rabu, 1 Januari 2020 mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma lumpuh.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdana Kusuma ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Sejumlah penerbangan dengan keberangkatan dengan tujuan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dialihkan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta.

“Untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas di Halim Perdana Kusuma kita tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Semua penerbangan menuju Halim dialihkan ke Soetta (CGK),” ungkap Polana, Rabu, (1/1) di Jakarta.

Kondisi terkini, air setinggi 30cm masih menggenangi runway Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Area bandara yang tergenang kurang lebih 500 m. Banjir juga menggenangi area di luar bandara yang membuat penumpang sulit untuk mengakses ke Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Airnav Indonesia telah mengeluarkan Notice To Airmen atau NOTAM menganggapi kondisi itu pada pukul 06.20 WIB.

Polana mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau situasi di seluruh bandara dan mengambil langkah-langkah tepat sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantisipasi dampak dari perubahan cuaca yang diperkirakan akan terjadi hingga bulan Februari.

Perubahan cuaca memungkinkan adanya penundaan jadwal penerbangan (delay) dan pengalihan bandara tujuan pendaratan pesawat (divert). Polana berharap agar para pengguna jasa transportasi udara dapat memaklumi jika adanya penundaan dan divert akibat perubahan cuaca.

“Cuaca ekstrim dan hujan lebat memungkinkan terjadinya delay dan divert penerbangan. Untuk kepentingan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman, saya berharap penumpang dapat memaklumi jika ada delay dan divert akibat cuaca buruk. Semua demi kepentingan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kita semua,” ujar Polana.