Bupati Gowa Imbau Masyarakat dan ASN Isi Data Sensus Penduduk

KabarMakassar.com — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengimbau seluruh masyarakat dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkab Gowa untuk segera melakukan pengisian data sensus penduduk online yang dimulai sejak 15 Februari hingga 31 Maret 2020 mendatang di website sensus.bps.go.id.

Imbauan tersebut disampaikan Adnan saat menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa bersama jajarannya di Ruang Kerja Bupati, Kamis (27/2).

“Diharapkan semua masyarakat dan ASN segera melakukan pengisian ini di laman sensus.bps.go.id untuk menghasilkan satu data kependudukan yang valid agar data yang di Disdukcapil Gowa bisa terupdate,” ungkap Bupati didampingi Kepala Disdukcapil Kabupaten Gowa.

Untuk meningkatkan partisipasi program sensus penduduk online di Kabupaten Gowa ini, kata dia, pihaknya akan memperlihatkan dari internal dulu atau bagi ASN Lingkup Gowa.

“Kita mulai dari internal dulu, ada sekitar 10.000an ASN Gowa. Saya bersama pak Wabup akan menghimbau para kepala SKPD untuk menyiapkan semua pegawainya. BPS bisa melakukan pendampingan dan sosialisasi dengan membagi tim, dimana setiap harinya bisa menjadwalkan tiga SKPD dengan jadwal masing-masing pagi, siang, sore,” bebernya.

Olehnya itu, melalui pertemuan ini para ASN Gowa bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk melakukan pengisian ini. Adnan mengaku dirinya akan mengecek setiap minggunya progres pengisian dan memberikan waktu kurang lebih dua minggu bagi ASN Gowa melakukan pengisian sensus penduduk online.

Sementara, Kepala BPS Gowa, Usman mengatakan, pihaknya menargetkan 17 persen atau sekitar 36 ribu Kartu Keluarga (KK) melakukan pengisian online dari total 218 ribu jumlah KK di Kabupaten Gowa.

“Total penduduk di Kabupaten Gowa kurang lebih 772 ribu dengan jumlah KK 218 ribu. Kami target sekitar 36 ribu KK. Sementara saat ini yang sudah melakukan pengisian baru sekitar 1200 KK atau 0,58 persen,” ungkapnya.

Terkait pendampingan bagi ASN, pihaknya akan menyiapkan beberapa tim agar bisa mencover ASN Gowa yang dimulai pada SKPD pada Senin mendatang untuk melakukan sosialisasi.

“Senin nanti kami akan sosialisasikan dulu sekaligus pembagian jadwal dan menghimbau membawa KK dan KTP. Rencananya setiap harinya kami akan melakukan pendampingan kepada 3 SKPD,” jelasnya.

Usman berharap, dengan dilakukannya cara ini, seluruh ASN Gowa dan masyarakat bisa mencapai target yang diinginkan dan meningkatkan persentase Gowa secara nasional.

“Tentu kami berharap bisa mencapai target itu, karena ini terlihat secara nasional persentasenya. Pak Bupati juga akan mengecek secara berkala progres dari sensus penduduk ini,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, sensus penduduk ini dilakukan dengam dua tahap yaini secara online tanggal 15 Februari – 31 Maret 2020 dan wawancara dilakukan apabila masih ada masyarakat yang belum mengisi secara online dengan mendatangi rumah warga yang terdaftar di Dinas Kependudukan Catatan Sipil mulai 1-31Juli 2020.

Sepanjang 2019, Inflasi Sulsel Melampaui Target Hingga 2,35 Persen

KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat inflasi selama Desember 2019 sebesar 0,04 dengan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 139,08.

Sementara itu untuk bulan Januari hingga Desember 2019 inflasi Sulawesi Selatan dinilai lebih rendah dengan presentase sekitar 2,35% dibandingkan dengan tingkat nasional yang sebesar 2,72%.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BPS Sulawesi Selatan Yos Rusdiansyah bahwa salah satu faktor yang memengaruhi inflasi yakni dari Komuditas Bahan Pokok (Bapok).

“Perdesember 2019 inflasi berasal dari komuditas bahan pokok misalnya telur ayam ras disusul penggunaan moda transportasi udara dan angkutan kota hingga tarif pangkaa rambut untuk pria.” ucapnya saat ditemui di Kantor BPS Jl. Haji Bau Makassar, Sulsel, (3/1).

Menurutnya kondisi tersebut menunjukkan penyambutan tahun baru tidak disikapi berlebihan oleh masyarakat Sulsel.

“Sementara cabai rawit, bawang merah dan ikan bandeng yang umumnya menjadi langganan inflasi justru terjadi penurunan harga.” lanjutnya.

Lebih lanjut, Yos menuturkan Kabupaten Bulukumba tercatat menjadi Kabupaten dengan tingkat inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan sebesar 0,18% dengan nilai IHK 144,75. Sedangkan kota Pare pare tercatat justru mengalami deflasi sebesar 0,10% dengan nilai IHK 131,91.

Dengan terjadinya penurunan inflasi dari target nasional sebesar 3,5 menunjukkan adanya konsistensi dan kerja nyata yang telah dilakukan oleh berbagai stackholder dan pemangku kebijakan di Sulawesi Selatan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulsel.