Gowa Dapat Jatah 30.000 Bidang Tanah Program PTSL

KabarMakassar.com — Kabupaten Gowa mendapat jatah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 30.000 bidang tanah target pengukuran, dengan penerbitan sebanyak 5.000 sertifikat untuk tahun 2020.

Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Gowa, Awaluddin mengatakan, 30.000 bidang tanah tersebut tersebar di llima kecamatan, yakni Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bajeng, Bajeng Barat dan Pallangga. Ditargetkan, Juli 2020 sertifikat tersebut sudah bisa dibagi.

“Untuk lima kecamatan ini dibagi lagi pada 10 desa yaitu, Desa Parangbanoa Pallangga 3.000 bidang, Kelurahan Bontonompo 3.500 bidang, Desa Katangka 3.500 bidang, Desa Bontobiraeng Utara 3.500 bidang, Desa Bontobiraeng Selatan 3.000 bidang, Desa Manjalling 2.500 bidang, Desa Tubajeng 2.500 bidang, Desa Lempangan 3.500 bidang, Desa Bone 3.500 bidang, dan Desa Salajo 2.000 bidang,” rinci Awaluddin pada kegiatan Penyuluhan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Tahun Anggaran (TA) 2020, di Aula Kantor Camat Bontonompo, Rabu (12/2).

Awaluddin menjelaskan, kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat penerima manfaat PTSL.

“Penyuluhan ini untuk memberikan informasi terkait dokumen-dokumen yang harus disiapkan, penyediaan patok serta pemasangan tanda batas yang harus dilakukan oleh masyarakat,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, meski disebut gratis, tetap ada biaya yang akan dibebankan ke peserta program PTSL ini. Jumlahnya maksimal Rp250 ribu.

Biaya tersebut, kata dia, diperuntukkan untuk penyiapan prasertifikasi, seperti penyiapan alas hak, bukti kepemilikan, materai dan penyiapan patok tanah untuk tanda batas.

“Ini berdasarkan Surat Keputusan bersama dari tiga kementerian yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 25/SKB/V/2017, 590-3167A Tahun 2017 dan 34 Tahun 2017 Tentang Pembiayaan dan Persiapan PTSL dan Peraturan Bupati Gowa Nomor 9 Tahun 2018 yang mengacu pada keputusan ketiga menteri tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulsel, Bambang Priyono menyampaikan bahwa program PTSL ini merupakan proyek strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Program ini untuk percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah masyarakat berlandaskan asas sederhana, cepat, lancar, aman, adil merata, dan terbuka serta akuntabel,” jelasnya.

Bambang optimis, program yang penting dan baik ini akan membawa dampak positif dalam kehidupan masyarakat yang ada di Kabupaten Gowa.

Sementara, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni yang hadir pada penyuluhan tersebut mengatakan, program PTSL oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa ini memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat Gowa, terkhusus masyarakat Bontonompo.

“Tentu ini sangat bermanfaat, karena dengan adanya program tersebut masyarakat Kabupaten Gowa akan terbantu mendapat kepastian hukum atas tanahnya,” kata Abd Rauf.

Ia juga mengatakan, pihaknya akan siap memberikan dukungan dalam pelaksanaan program ini dengan mengerahkan jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa mulai dari camat, lurah/kepala desa untuk membantu Kantor Pertanahan Gowa dalam mengumpulkan data masyarakat yang ikut program PTSL ini.

“Saya berharap pemerintah setempat dapat bekerjasama, sehingga dalam proses pelaksanaan PTSL ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.