Ketua DPD Solid Usung Ashabul Kahfi Pimpin PAN Sulsel

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard Kota Makassar, Minggu (12/7).

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB mengatakan bahwa Rakor tersebut dihadiri oleh hampir seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Sulsel.

“Kegiatan ini rencananya dihadiri seluruh Ketua DPD Se-Sulsel tapi karena ada beberapa yang izin. Agendanya adalah terkait pelaksanaan Muswil DPW PAN Sulsel yang rencananya akan dilaksanakan 19 Juli mendatang,” kata Irfan.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Wajo, Amran Mahmud mengatakan PAN Sulsel butuh tokoh yang dapat menyatukan seluruh kader PAN yang ada di Sulsel. Karena itu, ia berharap agar Ashabul Kahfi dapat kembali menahkodai DPW PAN Sulsel.

“Semua masih berharap Pak Ashabul Kahfi dapat menahkodai DPW PAN Sulsel, sekaligus mengawal Muswil nanti menjadi elegan sehingga rekomendasi dan strategi politik ke depan bisa kita wujudkan,” kata Amran.

Bupati Wajo itu mencontohkan DPW PAN Sultra yang dapat melahirkan 11 kepala daerah. Ia menilai capaian itu terjadi karena sikap gotong royong. “Karena itu PAN Wajo siap bergotong royong dan bersedia untuk mendukung Pak Ashabul Kahfi,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD PAN Luwu Utara, Karemuddin. Ia mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung Ashabul Kahfi memimpin kembali DPW PAN Sulsel untuk keempat kalinya.

“Kami sudah siap mendukung Pak Kahfi menjadi Ketua DPW PAN Sulsel. Apalagi, selama ini semua kader berbahagia di bawah pimpinan Pak Kahfi,” kata Karemuddin.

Anak Lumpuh Layu di Parepare Butuh Uluran Tangan Dermawan

KabarMakassar.com — Seorang anak penyandang disabilitas di Parepare butuh uluran tangan dermawan. Ia bernama Ashabul Kahfi (13) tinggal di Kelurahan Lumpue, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Anak keempat dari pasangan Sahrul dan Isihati itu menderita penyakit lumpuh layu sejak lahir.

Saat ditemui, Isihati yang merupakan ibu dari Kahfi-sapaan akrabnya mengaku kesulitan merawat sang anak. Sebab kata dia, kemampuan ekonominya tidak memadai.

“Saya sudah berusaha membawa ke dokter. Kata dokter pertumbuhan anak saya ini akan terhambat. Saya juga suda bawa berobat Bugis,” ujarnya dengan wajah berkaca-kaca.

Lebih lanjut, Isihati mengatakan Kahfi tidak bisa bicara normal. Tidak mampu duduk tegak apalagi berdiri.

“Kalau makan saya pangku Bu. Kalau diajak bicara paham ji. Memang ini pak dari lahir tidak normal seperti biasanya. Tidak nangis waktu lahir,” terangnya.

Sekretaris Dinsos Parepare, Hj Irma bersama Camat Bacukiki Barat, Fitriyani langsung mengunjungi anak itu dikediamannya.

Pihak Dinsos mengaku akan segera memberi bantuan berupa kursi roda untuk Kahfi.

“Alhamdulillah Kahfi ini penerima bantuan PKH dan bantuan asistensi penyandang disabilitas. Untuk kursi roda segera kita salurkan setelah penganggaran selesai,” ujarnya.

Sekadar diketahui, ayah dari Kahfi, Sahrul mencari nafkah sebagai tukang ojek dan ibunya Isihati sebagai IRT.