Patung Mirip Arca di Pinrang Diduga Peninggalan Kerajaan Sawitto

KabarMakassar.com — Penemuan sebuah batu berbentuk manusia yang diduga arca kuno di Kabupaten Pinrang pada Sabtu (8/2) kemarin, membuat Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel turun untuk melakukan pengumpulan data dan mengecek keaslian benda tersebut, Rabu (12/2).

Arkeolog BPCB Sulsel, Iswadi mengatakan, patung tersebut diduga dan diperkirakan peninggalan Kerajaan Sawitto sebelum masuknya Islam yang berusia sekitar 400 tahun lalu atau pertengahan abad ke-19 sampai abad 20.

“Baru dugaan, kemungkinan ada keterkaitan dengan kerajaan Sawitto,” kata Iswadi.

Menurut dia, jenis patung ini terbilang langka dan lain dari arca yang ditemukan di wilayah lainnya di Sulawesi Selatan dan Barat.

“Jenis patung ini terbilang langka dan lain dari arca yang ditemukan seperti di Bone, Jeneponto, dan daerah Mamasa Sulbar. Dari jenis arca ini biasanya digunakan sebagai nisan kuburan pada masa sebelum masuknya islam,” jelasnya.

Meski begitu, Iswadi mengaku pihaknya kesulitan dalam mengumpulkan data terkait patung yang diduga arca itu. Pasalnya, benda tersebut saat ini posisinya sudah berada di atas tanah. Sementara belum diketahui saat ditemukan berasosiasi dengan apa.

“Ya masih kesulitan. Kita masih dalami patung itu berasosiasi dengan apa. Apakah masih ada bagian-bagian yang lain di dalamnya. Nanti kita coba wawancara dengan penemu, bagaimana sejarah penemuaannya. Termasuk pemilik tanah kami akan minta keterangan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, patung terbuat dari batu yang berbentuk manusia dan mirip arca kuno ini pertama kali ditemukan oleh seorang tukang batu bernama Syahdan (26), di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulsel, tak jauh dari makam para Raja-raja Sawitto.

Patung batu yang beratnya ditaksir sekitar 200 Kg, dengan panjang 120 cm dan lebar 50 cm tersebut ditemukan di kedalaman kurang lebih 1 meter, saat Syahdan tengah menggali pondasi rumah milik Sakka.

“Saya temukan kemarin (Sabtu, 8 Februari), saat menggali pondasi rumah. Awalnya saya kira batu biasa, tapi pas saya gali lebih dalam, ternyata sebuah patung,” kata Syahdan saat ditemui Kabarmakassar.com, Ahad (9/2) lalu.

Sementara, Sakka (45), pemilik rumah, mengaku heran dengan adanya penemuan patung di lokasi rumahnya tersebut. Terlebih saat ditemukan, patung itu dalam kondisi terbaring layaknya orang yang dikubur.

Menurut Sakka, dulunya di tempat penemuan patung itu terdapat lorong kecil.

“Saya heran, kenapa ada patung. Dulu waktu saya masih kecil, memang ada lorong sempit (kecil) disitu. Saat digali patung itu menghadap seperti orang mati dikubur,” terangnya.