Tambahan Belanja APBN 2020 untuk Penanganan Covid-19 Dialokasikan Rp405,1 T

KabarMakassar.com — Penyebaran pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga masalah kemanusiaan yang berdampak pada aspek sosial, dan perekonomian negara.

Menyikapi hal ini, pemerintah pusat memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

“Karena situasi yang kita hadapi adalah situasi kegentingan yang memaksa, kebutuhan yang mendesak, maka pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu),” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3).

“Perppu ini akan segera saya tandatangani, sehingga sudah bisa dilaksanakan. Dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya akan disampaikan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan menjadi Undang-undang,” tambahnya.

Jokowi mengatakan, setelah berbicara dengan Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Komisioner OJK, dan Kepala LPS, Perppu yang akan dikeluarkan pemerintah ini berisikan kebijakan dan langkah-langkah luar biasa (extra ordinary) dalam menyelamatkan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan; berbagai relaksasi yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN 2020; serta memperkuat kewenangan berbagai lembaga dalam sektor keuangan.

“Terkait penanganan Covid-19 dan dampak ekonomi keuangan, saya menginstruksikan total tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan CoVid-19 adalah sebesar Rp405,1 triliun,” ujarnya.

Jokowi menyebutkan, dari angka Rp405,1 triliun itu, Rp75 triliun akan dialokasikan untuk bidang kesehatan, Rp110 triliun untuk social safety net, Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, serta Rp150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi.

Menurut Jokowi, yang menjadi prioritas pertama adalah penyiapan anggaran untuk dukungan bidang kesehatan sebesar Rp75 triliun, yang akan digunakan untuk: perlindungan tenaga kesehatan, terutama pembelian APD; pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti: test kit, reagen, ventilator, hand sanitizer dan lain-lain sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan; upgrade 132 rumah sakit rujukan bagi penanganan pasien Covid-19, termasuk Wisma Atlet; insentif dokter (spesialis Rp15 juta/bulan), dokter umum (Rp10 juta), perawat (Rp7,5 juta), dan tenaga kesehatan lainnya (Rp,5 juta); santunan kematian tenaga medis (Rp300 juta); dukungan tenaga medis; serta penanganan kesehatan lainnya.

Prioritas kedua adalah penyiapan anggaran untuk perlindungan sosial, yang meliputi: PKH 10 juta KPM, dibayarkan bulanan mulai April (sehingga bantuan setahun naik 25%); Kartu Sembako dinaikkan dari Rp15,2 juta menjadi Rp20 juta penerima, dengan manfaat naik dari Rp150.000 menjadi Rp.200.000 selama 9 bulan (naik 33 persen); Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun untuk bisa mengcover sekitar Rp5,6 juta pekerja informal, pelaku usaha mikro dan kecil. Dimana penerima manfaat mendapat insentif pasca pelatihan Rp600 ribu, dengan biaya pelatihan Rp1 juta; pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA, dan diskon 50% untuk 7 juta pelanggan 900VA bersubsidi; tambahan insentif perumahan bagi pembangunan perumahan MBR hingga 175 ribu; dan dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok Rp25 triliun.

Prioritas ketiga adalah penyiapan anggaran untuk dunia usaha dalam rangka pemulihan ekonomi, meliputi: PPH 21 pekerja sektor industri pengolahan dengan penghasilan maksimal 200 juta setahun ditanggung pemerintah 100%; pembebasan PPH Impor untuk 19 sektor tertentu, Wajib Pajak Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan wajib Pajak KITE Industri Kecil Menengah; pengurangan PPH 25 sebesar 30% untuk sektor tertentu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan wajib Pajak KITE Industri Kecil Menengah; restitusi PPN dipercepat bagi 19 sektor tertentu untuk menjaga likuiditas pelaku usaha; penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan; penurunan tarif PPh Badan menjadi 22% untuk tahun 2020 dan 2021 serta menjadi 20% mulai tahun 2022; dan dukungan lainnya dari pembiayaan anggaran untuk mendukung pemulihan ekonomi.

“Selain itu, dilakukan kebijakan nonfiskal seperti penyederhanaan Lartas ekspor, penyederhanaan Lartas Impor, percepatan layanan proses ekspor-impor melalui National Logistic Ecosystem,” paparnya.

“Kita juga mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan sektor keuangan bersama Bank Indonesia dan OJK untuk memberi daya dukung pada perekonomian dan menjaga stabilitas,” sambungnya.

Lebih jauh Jokowi mengatakan, BI juga telah mengeluarkan kebijakan stimulus moneter melalui kebijakan intensitas triple intervention, menurunkan rasio giro wajib minimun valuta asing bank umum konvensional, memperluas underlying transaksi bagi investor asing, dan penggunaan bank kustodi global dan domestik untuk kegiatan investasi.

“Begitu juga OJK memberikan stimulus untuk debitur melalui penilaian kualitas kredit sampai Rp10 miliar berdasarkan ketepatan membayar dan restrukturisasi untuk seluruh kredit tanpa melihat plafon kredit, termasuk restrukturisasi kredit UMKM dengan kualitas yang dapat langsung menjadi lancar,” ungkapnya.

Jokowi menambahkan, pemerintah tetap melakukan upaya menjaga pengelolaan fiskal yang hati-hati melalui refokusing dan realokasi belanja untuk penanganan Covid-19, melakukan penghematan belanja (belanja K/L maupun TKDD) yang tidak prioritas sesuai perubahan kondisi tahun 2020 sehingga dilakukan penghematan Rp190 triliun, dan termasuk realokasi cadangan sebesar Rp54,6 triliun

“Perppu ini juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya defisit yang diperkirakan akan mencapai 5,07%. Karena itu perlu relaksasi kebijakan defisit APBN diatas 3%. Namun relaksasi defisit hanya untuk 3 tahun (tahun 2020, 2021 dan 2022), setelah itu kembali ke disiplin fiskal maksimal defisit 3 % mulai tahun 2023,” pungkasnya.

Antisipasi Lonjakan Kasus Impor Covid-19, Jokowi Instruksikan Pengendalian Mobilitas Antarnegara

KabarMakassar.com — Pandemi virus korona atau Covid-19 terus meluas dan telah menjangkiti 202 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam satu minggu terakhir, episentrum Covid-19 juga beralih dari sebelumnya di Tiongkok, kini berada di Amerika Serikat dan Eropa.

Menyikapi hal tersebut, saat memimpin rapat terbatas yang digelar melalui teleconference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa beberapa negara yang telah mampu mendatarkan kurva penyebaran Covid-19, kini menghadapi tantangan baru berupa banyaknya kasus dari luar negeri.

“RRT, Korea Selatan, dan Singapura saat ini banyak menghadapi imported cases, kasus-kasus yang dibawa dari luar negeri,” kata Jokowi.

Oleh sebab itu, selain mengendalikan arus mobilitas antarwilayah di dalam negeri seperti arus mudik, Jokowi juga menyerukan agar mobilitas antarnegara yang berisiko membawa kasus impor juga dikendalikan. Arus kembalinya warga negara Indonesia (WNI) dari beberapa negara seperti Malaysia misalnya, perlu untuk dicermati karena menyangkut jumlah WNI yang tidak sedikit.

“Saya menerima laporan dalam beberapa hari ini, setiap hari ada kurang lebih 3 ribu pekerja migran yang kembali dari Malaysia. Selain pekerja migran di Malaysia, kita juga harus mengantisipasi kepulangan dari para kru kapal, pekerja ABK yang ada di kapal, perkiraan kita ada kurang lebih 10 ribu sampai 11 ribu ABK. Ini juga perlu disiapkan dan direncanakan tahapan-tahapan untuk men-screening mereka,” paparnya.

Di samping itu, pergeseran episentrum Covid-19 ke Amerika Serikat dan Eropa juga mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang mengatur perlintasan lalu lintas warga negara asing ke wilayah Indonesia.

“Terkait kembalinya WNI dari luar negeri, prinsip utama yang kita pegang adalah bagaimana kita melindungi kesehatan para WNI yang kembali dan melindungi kesehatan masyarakat yang berada di Tanah Air,” tegasnya.

Untuk itu, Jokowi kembali menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat baik di bandara, di pelabuhan, dan di pos lintas batas. Bagi mereka yang tidak ada gejala, bisa dipulangkan ke daerah masing-masing dengan status sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

“Jadi setelah sampai di daerah, betul-betul kita harus menjalankan protokol isolasi secara mandiri dengan penuh disiplin. Kemudian yang lain juga yang berkaitan dengan program bantuan sosial yang perlu kita berikan,” ujarnya.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki gejala, lanjut Jokowi, harus dilakukan proses isolasi di rumah sakit yang telah disiapkan pemerintah, misalnya di Pulau Galang.

Jokowi pun meminta kebijakan terkait perlintasan warga negara asing (WNA) di Indonesia dievaluasi secara berkala.

“Mengenai perlintasan warga negara asing, saya minta kebijakan yang mengatur perlintasan WNA di Indonesia ini dievaluasi secara reguler, secara berkala untuk mengantisipasi pergerakan Covid-19 dari berbagai negara yang ada di dunia,” pungkasnya.

Kadis Kesehatan Selayar Imbau Warga Jaga Kebersihan Tangan dan Lingkungan

KabarMakassar.com — Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Selayar, dr. Husaini, M. Kes. mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan. Terutama, kata dia, kebersihan tangan dan tidak sering memegang area wajah dan kebersihan lingkungan.

Hal itu ditegaskan Kadis dr. Husaini usai bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan penyemprotan disinpektan secara serentak di Kota Benteng, Selasa (31/3).

“Takkala pentingnya terutama bagi petugas kesehatan agar screening Covid-19 harus diperketat, mengingat Selayar saat ini sudah dalam status zona kuning,” kata dr. Husaini.

Terkait alat pelindung diri (APD), dr. Husaini mengatakan sepanjang belum ada yang positif corona, maka APD yang digunakan adalah APD standar.

“Kecuali jika sudah ada yang positif maka APD-nya harus lengkap, terutama bagi yang merawat pasien positif corona,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD KH. Hayyung Selayar dr. Hazairin Nur mengatakan jika terkait kekurangan APD itu adalah masalah yang hampir semua rumah sakit di daerah mengalaminya.

Namun ia menjelaskan stok APD yang ada tinggal menunggu penyebrangan dibuka kembali oleh pemerintah.

“APD yang digunakan sekarang kita kondisikan dengan apa yang bisa kita pakai, sambil menunggu APD masuk ke Kabupaten Kepulauan Selayar,” terangnya.

Anggota DPR NasDem Potong Gaji 50 Persen untuk Sumbangan Penanganan Covid-19

KabarMakassar.com — Anggota Fraksi Partai NasDem di DPR RI berkomitmen untuk membantu penanganan dan pencegahan Covid-19 di Indonesia. Karena itu, seluruh anggota Fraksi Partai NasDem bersepakat untuk memotong 50 persen gajinya untuk disumbangkan.

Hal itu disampaikan langsung oleh anggota DPR RI dari Partai NasDem, Muhammad Rapsel Ali. Legislator dari Daerah Pemilihan Sulsel 1 itu mengaku jika pemotongan gaji itu mulai berlaku pasa 1 April.

Rapsel menjelaskan bahwa pemotongan gaji sebesae 50 persen ini sebagai tanggung jawab bersama dalam memerangi penyebaran Covid 19 yang semakin mengkhawatirkan, termasuk di Sulsel yang sudah masuk zona merah.

“Ada 59 anggota Fraksi Partai NasDem bersepakat menyumbangkan 50 persen Gaji untuk penanganan Covid-19, ini demi kemanusiaan dan tanggung jawab bersama memerangi wabah ini,” kata Rapsel.

Anggota Komisi VIII itu menambahkan bantuan yang diberikan ini merupakan wujud kebersamaan Partai NasDem untuk bersama-sama negara, masyarakat, petugas medis, dokter, perawat, dan semua pihak dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

“Seluruh elemen bangsa dan negara wajib memerangi virus ini, karena hanya dengan bersatu kita mampu mengatasi dan semoga wabah ini bisa berlalu, tidak ada lagi korban jiwa, pasien bisa sembuh dan ekonomi Indonesia bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Ia mengaku jika sejak awal Partai NasDem telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan terhadap Covid-19. “Bahkan Pak Ketua Umum Surya Paloh telah menyerahkan hotel bintang lima miliknya untuk dipergunakan dalam penanganan Covid-19,” pungkasnya.

Cegah Covid-19, Pelindo IV Cabang Parepare Lakukan Penyemprotan dan Cek Suhu Tubuh Penumpang

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Parepare akan terus melakukan berbagai langkah preventif sebagai upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Parepare, Muhammad Ilyas mengku jika pihaknya telah mengambil langkah pencegahan sejak Februari lalu. Hal itu dilakukan, kata dia, karena berdasarkan surat edaran Dirut PT Pelindo IV untuk mengantisipasi wabah Covid-19.

“Begitu kasus ini mencuat di Indonesia, PT Pelindo IV termasuk PT Pelindo IV Cabang Parepare langsung mengambil berbagai langkah sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona. Mengingat ini adalah salah satu pintu keluar masuk orang dan barang di Kota Parepare dan sekitarnya,” kata Ilyas.

Dia mengatakan bahwa langkah yang dilakukan diantaranya dengan melakukan penyemprotan menggunakan cairan disinfektan, terutama untuk fasilitas umum yang ada di Terminal Penumpang Pelabuhan Nusantara Parepare.

“Kursi, tangga menuju ke kapal hingga alat untuk mengangkut barang penumpang juga disemprot dengan cairan disinfektan. Semua penumpang yang akan naik dan turun juga kami lakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat thermal scanner,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa penyemprotan cairan disinfektan tersebut merupakan kerjasama antara Pelindo IV Cabang Parepare dengan Pemkot Parepare. Sementara untuk pemeriksaan suhu tubuh, pihaknya bekerjasama dengan Tim Karantina Kesehatan, dibantu oleh Dinas Kesehatan Kota Parepare.

“Para petugas dari kerjasama Dinas Kesehatan Parepare memeriksa suhu tubuh setiap penumpang yang akan naik dan turun dari kapal,” ujarnya.

Selain itu, kata Ilyas, Manajemen Pelindo IV Cabang Parepare juga menyediakan hand sanitizer untuk mencuci tangan pada sejumlah tempat umum, seperti terminal penumpang dan dekat akses masuk ke dalam gedung kantor.

“Kami juga mengimbau agar dilakukan social distancing utamanya di terminal penumpang, agar ada jarak minimal 1 meter bagi para penumpang yang sedang menunggu kapal dan sebagainya. Juga untuk penumpang yang antri masuk ke terminal dan yang akan naik ke atas kapal,” jelasnya.

Tim Gugus Penanganan Covid-19 Bulukumba Perketat Pemeriksaan Perbatasan

KabarMakassar.com — Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bulukumba melakukan pemantauan pada sejumlah titik wilayah perbatasan yang ada di Kabupaten Bulukumba, Minggu (29/3).

Diantaranya adalah poros perbatasan Bulukumba-Sinjai di Desa Balangpesoang, serta perbatasan Bulukumba-Bantaeng di Kelurahan Mariorennu dan Desa Benteng Malewang, serta penjagaan dan pemeriksaan di Pelabuhan Penyeberangan Bira-Pamatata, Selayar.

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bulukumba, HM Daud Kahal mengatakan tim yang diterjunkan tersebut melibatkan unsur Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan BPBD.

Menurutnya setiap orang yang masuk melewati perbatasan Bulukumba diperiksa oleh petugas, baik yang berkendara sepeda motor maupun mobil dan pemeriksaan identitas, tujuan dan riwayat perjalanan.

“Jika ditemukan ada yang akan bermukim atau tinggal di Bulukumba, mereka diminta untuk melakukan isolasi diri selama 14 hari di rumah. Dan disampaikan apabila dikemudian hari ada gejala klinis diminta untuk segera melapor atau memeriksakan diri di puskesmas terdekat,” kata Daud.

Ia mengatakan kegiatan itu dilakukan setiap hari hingga situasi wabah Covid-19 sudah kondusif. “Penjagaan ini kami dalam tiga shift yakni pukul 08.00-15.00, pukul 15.00-23.00, dan pukul 23.00-08.00 Wita,” ungkapnya.

Ia menambahkan selain penjagaan perbatasan, pihaknya juga masih terus melakukan penyemprotan desinfektan di kantor dan fasilitas umum lainnya.

“Awal pekan ini, akan dilakukan penyemprotan desinfektan dengan menggunakan kendaraan penyemprot water canon milik Polres Bulukumba untuk jalan-jalan di Bulukumba,” pungkasnya.

Adnan Tetapkan Gowa sebagai Wilayah Siaga Covid-19

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menetapkan Kabupaten Gowa sebagai status siaga Covid-19. Hal ini disampaikan Adnan ketika melakukan video conference bersama Forkopimda dan para pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan camat se-Kabupaten Gowa, Jumat (27/3).

Adnan mengatakan bahwa penetapan status siaga Covid-19 itu dikerenakan Pemerintah Kabupaten melihat perkembangan virus itu Sulsel khususnya di Gowa cukup cepat.

“Sekarang ini sudah menjadi darurat bencana nasional dan kita juga sudah tetapkan ini masuk pada kondisi siaga karena mengingat dalam dua hari ini sudah terjadi penambahan masyarakat yang positif,” kata Adnan.

Khusus di Gowa, Adnan mengungkap bahwa saat ini kasus Covid-19 juga mengalami peningkatan. Sebelumnya, kata dia, jumlah warga yang positif covid-19 sebanyak 3 orang dan kemudian bertambah satu sehingga total menjadi empat orang yang positif ovid-19.

“Pada Kamis kemarin, tercatat untuk Gowa hingga saat ini Orang dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 12 orang dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang,” ungkapnya.

Karena itu, kata dia, sebagai langkah antisipasi Pemkab Gowa akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhadap ODP dan PDP beserra keluarga pasien. Agar isolasi mandiri dapar berjalan dengan baik, ia mengaku Pemkab Gowa akan memberikan bantuan berupa sembako.

“Semua yang masuk dalam ODP, PDP dan positif keluarganya ini akan diberikan bantuan sembako untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya selama 14 hari ke depan atau selama masa isolasi,” jelasnya.

Selain itu, Adnan mengatakan bahwa penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis cukup dan penyemprotan desinfektan secara serentak di seluruh wilayah Gowa rencananya akan dilakukan pada 1 April mendatang.

“Kita lakukan persiapannya dari sekarang supaya ini betul-betul serentak. Pertama yang perlu disiapkan memang mulai dari sekarang alat penyemprot pinjam dulu, kalau perlu adakan sendiri dan kita lakukan penyemprotan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan secara bersama,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Bantaeng Lakukan Penyemprotan Desinfektan di Gereja

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng menyisir sejumlah gereja untuk dilakukan penyemprotan disinfektan. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga masyarakat dari bahaya virus corona (Covid-19).

Penyemprotan itu dipantau langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Hartawan Zainuddin, Kepala Dinas Kesehatan dr. Andi Ihsan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ritha Pasha, Kepala Kantor Kementerian Agama Bantaeng H. Muh. Yunus, Kepala Bagian Organisasi Setda Djufri Kau, serta Kepala Puskesmas Kota Bantaeng dr. Ulil Amri.

Terkait hal itu, dr Andi Ihsan mengatakan penyemprotan disinfektan ini akan terus dilakukan Pemkab Bantaeng sampai masa protokol waspada corona selesai. Kata dia, selain gereja, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah yang ada di Bantaeng.

“Kalau sekolah rencananya nanti hari Senin, pekan depan, ” kata dr Andi Ihsan.

Ia menambahkan bahwa proses penyemprotan desinfektan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penyemprotan disinfektan itu bukan hanya untuk mencegah corona tapi juga untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Kami berharap ini berlanjut. Ini hanya pembelajaran, kami akan siapkan bahan, sisa bagaimana pengurus masjid dan sekolah bisa melanjutkannya,” pungkasnya.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Selayar Keluarkan 13 Himbauan

KabarMakassar.com — Ketua Pelaksana Gugus Tugas penanganan Covid-19 Selayar, Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si., menghimbau kepada seluruh masyarakat Selayar, khususnya yang tinggal di desa untuk dapat bersama-sama mencegah penularan covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Selayar itu sedikitnya mengeluarkan 13 poin penting dalam imbauan tersebut. Salah satunya, rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Kami berharap seluruh masyarakat Kabupaten Selayar tetap dalam lindungan Allah SWT. Dan semoga penyebaran Covid-19 dapat ditangani oleh pemerintah,” kata Marjani Sultan, Senin (23/3).

Selain itu, kata dia, masyarakat juga diminta untuk makan makanan bergizi, buah, sayur dan mengurangi aktivitas fisik serta memperbanyak istirahat.

“Banyak istirahat, kurangi merokok dan perbanyak minum air putih minimal 8 gelas setiap hari,” pungkasnya.

Berikut imbauan lengkap Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 Selayar :

  1. Selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik.
  2. Jaga daya tahan tubuh dengan makan buah dan sayur setiap hari.
  3. Aktivitas fisik setiap hari dan istirahat yang cukup.
  4. Tidak merokok.
  5. Minum air putih minimal 8 gelas setiap hari.
  6. Jaga kebersihan lingkungan sekitar.
  7. Sedapat mungkin tidak menyentuh mulut, hidung, dan mata.
  8. Hindari kontak dengan hewan liar dan ternak tanpa menggunakan pelindung.
  9. Apabila ada keluarga yang datang dari daerah terjangkit, agar segera lakukan isolasi mandiri selama 14 hari, tidak keluar dari rumah atau laporkan ke petugas kesehatan terdekat.
  10. Apabila tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya tinggal di rumah saja.
  11. Hindari kerumunan dan keramaian serta jaga jarak dengan orang di dekat anda minimal satu meter.
  12. Pakai masker bila demam, flu, batuk dan sesak nafas serta segera ke fasilitas kesehatan terdekat.
  13. Tetap tenang dan jangan lupa berdoa.

Presiden Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Tenaga Medis

KabarMakassar.com — Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya sejumlah dokter, perawat, dan tenaga medis yang menangani pasien positif virus korona (Covid-19).

“Saya ingin menyampaikan ucapan dukacita yang mendalam, belasungkawa yang dalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis yang telah berpulang ke sisi Allah SWT,” kata Jokowi, Senin (23/3).

Jokowi menilai para tenaga medis tersebut telah berdedikasi dan berjuang sekuat tenaga dalam rangka menangani Covid-19.

“Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja kerasnya, atas perjuangan, dalam rangka mendedikasikan dalam penanganan Covid-19,” katanya.

Di samping itu, Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengalokasikan insentif bagi para tenaga medis yang berjuang di tengah pandemi korona. Ia mengaku jika hal itu telah dikoordinasikan dan ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

“Kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan, telah dihitung oleh Menteri Keuangan, bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada para tenaga medis,” jelasnya.

Kata dia, besaran insentif yang akan diterima oleh para tenaga medis antara lain untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya sebesar Rp5 juta.

Selain insentif bulanan, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah juga akan memberikan santunan bagi tenaga medis yang wafat di daerah tanggap darurat.

“Kemudian juga akan diberikan santunan kematian sebesar Rp300 juta dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat,” pungkasnya