Pohon Tumbang di Poros Malino Akibat Angin Kencang

KabarMakassar.com — Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang hingga menutupi badan jalan. Kepolisian Sektor (Polsek) Parangloe terpaksa mendatangkan alat berat guna mengevakuasi pohon tersebut.

Pohon tumbang tersebut menutupi Jalan poros Malino Km 53 di Kampung Mala’lang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Tak ada korban jiwa dalam peritiwa pohon tumbang tersebut, hanya beberapa pengendara terpaksa berhenti hingga menunggu akses jalan kembali terbuka.

Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati mengatakan terpaksa mendatangkan alat berat Excapator membersihkan pohon tumbang tersebut agar akses jalan kembali normal.

“Kita terpaksa mendatangkan alat berat milik pengusaha H.Rewa di sekitar lokasi kejadian agar akses jalan cepat kembali normal,” katanya kepada KabarMakassar.com ketika di konfirmasi, Jumat (31/1).

Beberapa personel Polsek Parangloe diturunkan guna mengamankan jalannya evakuasi pohon tumbang serta mengatur lalu lintas. Disamping itu sembari menghimbau pengguna jalan untuk tidak terlalu mendekat.

“Kami terus pantau dan mengawasi jalannya evakuasi pohon tumbang ini agar warga tidak terlalu dekat yang bisa membahayakan keselamatannya,” ucap Iptu Kasma.

Beberapa menit kemudian akses jalan berhasil dievakuasi dan berjalan lancar. Satu persatu kendaraan roda dan roda empat sudah bisa melewati.

Rumah Abdul Karim Rusak Diterjang Angin Kencang di Bulukumba

KabarMakassar.com — Angin kencang yang di sertai dengan hujan deras yang terjadi di awal tahun 2020 mengakibatkan salah satu rumah warga di Dusun Padaidi Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba mengalami kerusakan. Senin , (20/1).

Dari hasil pantauan Kabar Makassar kejadian tersebut terjadi sekitar Pukul 12.55 WITA yang dimana hujan Gerimis disertai angin kencang melanda Dusun. Padaidi, Desa. Swatani Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba yang mengakibatkan salah satu rumah milik warga Abd Karim (45) mengalami kerusakan (rusak ringan) dengan rincian kerusakan Atap Rumah dari Seng Terbang berikut dgn kayu atau balok sebagai penyangga dari atap rumah dan Satu Antena Parabola Roboh.

Beruntung kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian dialami mencapai jutaan rupiah.

Menurut istri Abd Karim, Nurhayati (42) bahwasanya saat kejadian Nurhayati dan Abd Karim tidak ada dirumah karena ada acara keluarga yang harus mereka hadiri, dan info tentang kerusakan rumahnya dia dapat dari tetangganya yang memberitakan lewat ponsel.

“Saat kejadian saya sama suamiku tidak adaka dirumah karena pergi ka di acara pernikahan nya keluargaku di kampung sebelah, dan yang tanyaka itu tetanggaku yang tidak lain adalah keluargaku sendiri telponka bilang terbang beberapa ki seng rumahmu karena kencang angin di sini makanya itu kami langsung bergegas untuk pulang, dan tiba dirumah kami sudah melihat atap rumah kami hancur beserta barang-barang termasuk parabola roboh” Ujarnya.

Nurhayati pun menambahkan bahwa beliau langsung menghubungi beberapa sanak keluarganya untuk datang ditempat kejadian.

“Setelah sampai disini saya langsung hubungi beberapa keluarga ku dan Alhamdulillah dia  memberikan beberapa bantuan berupa seng baru beserta bantuan bahan pokok lainnya, dan Alhamdulillah warga disekitar sini juga ikut membantu memperbaiki atap rumah kami dan membersihkan sisa-sisa seng yang terbang di terjang angin kencang tersebut. Tutup nya.

BPBD Tator Kirim Bantuan Logistik ke 5 Kabupaten Terdampak Banjir

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja (Tator) melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Tator bakal menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, bahan bangunan dan terpal untuk lima kabupaten yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andilolo mengatakan jika dalam waktu dekat pihak Pemkab Tator bakal mengirim bantuan kemanuasian bagi korban terdampak banjir dan bangin kencang di lima kabupaten diantaranya, Kabupaten Sidrap, Pinrang, Kota Parepare, Barru dan Soppeng.

“Berdasarkan perintah bapak Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae kemarin, dalam waktu dekat pemerintah akan membawa dan memberikan bantuan kemanusiaan berupa logistik, bahan bangunan dan terpal untuk 5 Kabupaten yang terdampak bencana banjir,” tulis pesan Alfian Andilolo, Rabu (15/1).

Alfian juga menjelaskan jika bantuan kemanusiaan tersebut, Pemkab Tana Toraja memberi program bertajuk Sentuhan Peduli Sesama.

“Kita beri bantuan untuk wilayah yang terdekat dari Kabupaten Tana Toraja,” tambahnya.

Sementara itu data BPBD Provinsi Sulsel melansir 17 Kabupaten dan Kota di Sulsel yang terdampak banjir dan angin kencang data Periode Januari 2020 diantaranya,

1. Maros, Angin Kencang dan Puting Beliung, jumlah rumah rusak 17 rumah.
2. Pangkep, Angin Kencang dua kali kejadian , jumlah rumah rusak 2 rumah.
3. Barru, Angin Kencang (184 rumah rusak), Tanah Longsor (-) dan Banjir (121 rumah terendam banjir), total 305 terdampak.
4. Soppeng, Angin Kencang (102 rumah rusak).
5. Wajo, Puting Beliung (323 rumah rusak), bangunan sekolah rusak 4, 1 unit tempat ibadah dan 2 bangunan sarana kesehatan rusak, total 330 terdampak.
6. Sidrap, Puting Beliung (2014 rumah rusak), bangunan sekolah rusak 6, 2 rumah ibadah dan 1 sarana kesehatan, 4 kantor dan 30 kios rusak.
Banjir Sidrap, 460 rusak, 3 sekolah, 1 sarana kesehatan, 2 kantor dan 2 kios terendam banjir.
7. Enrekang, Angin Kencang 9 rumah rusak, dan 1 kantor rusak.
8. Pinrang, Angin Kencang dua kali kejadian, 888 rumah rusak, 1 sarana keseahatan rusak. Banjir Pinrang 206 rumah terendam banjir, 3205 Hektar sawah terendam, dan 25 rumah terdampak abrasi.
9. Toraja Utara, tanah longsor 3 kali kejadian, 1 rumah rusak, 1 sekolah, 1 kantor dan 1 sarana kesehatan, total 4 bangunan rusak.
10. Bulukumba, Angin kencang dua kali kejadian, 1 bangunan rusak.
11. Tana Toraja, Tanah Longsor 1 kali.
12. Jeneponto, Angin Kencang dan Puting Beliung 4 rumah terdampak.
13. Parepare, Angin Kencang 690 rumah rusak dan 2 rumah ibadah rusak akibat angin kencang.
14. Gowa, Angin Puting Beliung 16 rumah rusak.
15. Bone, Angin Puting Beliung, 23 rumah rusak.
16. Selayar, Angin Kencang 9 kali kejadian, 13 rumah rusak dan 1 sekolah.
17. Takalar, Angin Kencang dua kali kejadian, 2 rumah rusak.

Angin Kencang di Bulukumba Robohkan Rumah Warga

KabarMakassar.com — Angin kencang yang terjadi dalam dua hari ini merusak salah satu rumah warga di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (9/1/2020) sekitar pukul 13.20 WITA.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian harta benda diperkirakan mencapai kurang lebih puluhan juta.

Dari hasil pantauan KabarMakassar kejadian tersebut terjadi di Jalan Perintis Dusun Bontomanai, Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

Sementara dari pengakuan korban Sina bin Nampara (77), salah satu warga di Dusun Bontomanai dia menyaksikan saat angin kencang merobohkan rumah panggungnya yang sudah di huni selama bertahun-tahun tersebut.

Sina mengatakan sehari sebelum kejadian angin memang sangat kencang di sertai dengan hujan deras dan hari ini angin kencang kembali terjadi dan merobohkan rumah panggungnya, saat kejadian Sina dan cucunya tidak berada di rumah tersebut.

“Dari kemarin ji angin kencang sekali dan hujan juga sangat deras, terus tadi kencang mi lagi angin na itumi na robohkan mi rumahku tapi untungnya tidak adaja di rumah karena keluarka sama cucu ku” ujarnya saat di temui dirumahnya.

Atas musibah ini, pihak BPBD Kabupaten Bulukumba berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan selanjutnya.

Sekedar diketahui, Kepala BPBD Andi Akrim saat di wawancarai,”Kami dari pihak BPBD Kabupaten Bulukumba telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan kami juga menyalurkan beberapa bantuan seperti bahan makanan, pakaian, dan tikar. Dan untuk sementara waktu kami mendirikan tenda posko di tempat kejadian tersebut dan mengimbau kepada masyarakat agar selalu tetap waspada apalagi musim hujan ini. ujarnya.

BMKG Sebagian Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan disertai Angin Kencang

KabarMakassar.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hari ini, Kamis (9/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari ini berpotensi berawan ringan di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watansoppeng, Sidrap, Takalar, Gowa, Makassar, Maros dan Selayar.

Sama halnya untuk di siang hingga sore hari nanti hujan ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan Hujan sedang meliputi wilayah Malili.

Begitupun di malam hari nanti berpotensi hujan ringan seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan hujan sedang meliputi wilayah Barru, Masamba, Palopo. Kecuali Berawan di wilayah Bantaeng, Benteng, Bulukumba, Jeneponto, Makale, Rantepao, Sengkang, Sinjai dan Watampone.

Kemudian untuk dini hari esok juga berpotensi hujan ringan di wilayah Barru, Jeneponto, Makassar, Malili, Maros, Masamba, Palopo, Pangkajene dan Kepulauan, Parepare, Pinrang, Sungguminasa dan Takalar.

BMKG memprediksi yang berpotensi Hujan Sedang-lebat disertai petir/angin kencang di wilayah, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Masamba dan Palopo.

Suhu udara : 19 sampai 32°C, kelembapan udara : 75 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat – Barat Laut / 10 – 50 km/jam.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea (Gel. 1.25 – 2.5 m) Selat Makassar bagian selatan, Perairan Parepare, Spermonde Pangkep bagian barat, Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, Perairan barat Kepulauan Selayar.

Rough Sea (Gel. 2.5 – 4.0m) Terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Sabalana, Perairan Kep. Selayar, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian utara, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa dan Laut Flores.

Data BPBD Pinrang, 888 Rumah Rusak Diterpa Angin Kencang

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang merilis data terbaru akibat terjangan angin kencang, Minggu (5/1) lalu sebanyak 888 Unit Rumah rusak ringan, sedang maupun rusak berat di sembilan kecamatan di wilayah Pinrang.

Kepala BPBD Pinrang, Andi Matalatta melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pinrang Muh Sayuti Made, menyebut bahwa data sementara sebanyak 888 rumah mengalami kerusakan dengan nilai kerugian akibat angin kencang mencapai Rp. 2 Miliar lebih di 9 Kecamatan di Pinrang.

“Kerugian di taksir sekitar 2 M lebih akibat bencana di 9 kecamatan sesuai data yang masuk, semua kita bantu ini bervariasi sesuai tingkat kerusakannya dan sesuai dengan hasil verifikasinya”, Kata Sayuti, kepada KabarMakassar.Com, Rabu (8/1)

Diketahui, kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Lanrisang, Pinrang sebanyak 125 di susul Kecamatan Mattiro Bulu sebanyak 124 Unit Rumah yang mengalami kerusakan.

Rincian Data Kerusakan :

  • Kecematan Paleteang Total : 20 Unit
  1. Rusak Berat : 8 Unit
  2. Rusak Sedang : 11 Unit
  3. Rusak Ringan : 1 Unit
  • Kecematan Mattiro Sompe Total : 102 Unit
  1. Rusak Berat : 37 Unit
  2. Rusak Sedang : 14 Unit
  3. Rusak Ringan : 51 Unit
  • Kecematan Mattiro Bulu Total : 124 Unit
  1. Rusak Berat : 2 Unit
  2. Rusak Sedang : 5 Unit
  3. Rusak Rinngan : 117 Unit
  • Kecematan Lanrisang Total : 125 Unit
  1. Rusak Berat : 19 Unit
  2. Rusak Sedang : 38 Unit
  3. Rusak Ringan : 68 Unit
  • Kecematan Duampanua Total : 12 Unit
  1. Rusak Berat : 2 Unit
  2. Rusak Sedang : –
  3. Rusak Ringan : 10 Unit
  • Kecematan Cempa Total : 33 Unit
  1. Rusak Berat : 4 Unit
  2. Rusak Sedang : 29 Unit
  3. Rusak Ringan : –
  • Kecematan Tiroang Total : 42 Unit
  1. Rusak Berat : 17 Unit
  2. Rusak Sedang : 25 Unit
  3. Rusak Ringan : –
  • Kecematan Patampanua Total : 5 Unit
  1. Rusak Berat : 1 Unit
  2. Rusak Sedang : 3 Unit
  3. Rusak Ringan : 1 Unit
  • Kecematan Suppa Total : 425 Unit
  1. Rusak Berat : 72 Unit
  2. Rusak Sedang : 120 Unit
  3. Rusak Ringan : 233 Unit

Data Sementara

Rusak Berat : 162 Unit
Rusak Sedang : 245 Unit
Rusak Ringan : 481 Unit

Total Rumah Terdampak : 888 Unit Rumah

Ini Data Terbaru Kerugian Akibat Bencana Angin Kencang di Sidrap

KabarMakassar.com — Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang menyebut nilai kerugian akibat angin kencang mencapai Rp8 Miliar lebih di 11 Kecamatan di Sidrap.

Kerugian itu terdiri dari kerusakan bangunan rumah, data yang diterima Rabu (8/1/2020) tercatat, sebanyak 1.936 rumah rusak tersebar di seluruh Kecamatan di Sidrap.

“Kerugian Rp8.668.100.000 kerugian akibat bencana di 85 titik diseluruh Kecamatan di Sidrap, semua kita bantu ini bervariasi sesuai tingkat kerusakannya dan sesuai dengan hasil verifikasinya”, ungkap Siara Barang.

Diketahui, kerugian paling banyak terjadi di Kecamatan Watang Pulu mencapai Rp 2.318.910.000.

Sementara itu, Bupati Sidrap H Dollah Mando terus memberi perhatian khusus kepada warganya yang menjadi terdampak bencana angin kencang tersebut.

“Data semuanya. BPBD berkoordinasi terus sama Pak Camat, Pak Kades dan Pak Lurah. Jangan sampai ada warga terdampak yang tak terdata,” kata Dollah Mando.

Rekapitulasi Laporan kejadian bencana Angin Kencang di Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Berikut rincian kerusakan dan nilai kerusakan akibat angin kencang di Sidrap :

  1. Kecamatan Watang Pulu
    – Rumah : 352 unit
    – Desa/Kelurahan : 10
    – Nilai Kerusakan : 2.318.910.000
  2. Kecamatan Maritengngae
    – Rumah : 488 unit
    – Desa/Kelurahan : 12
    – Nilai Kerusakan : Rp. 1.787.390.000
  3. Kecamatan Panca Rijang
    – Rumah : 120 unit
    – Desa/Kelurahan : 8
    – Nilai Kerusakan : Rp. 985.525.000
  4. Kecamatan Baranti
    – Rumah : 154 unit
    – Desa/Kelurahan : 9
    – Nilai Kerusakan : Rp. 793.650.000
  5. Kecamatan Tellu Limpoe
    – Rumah : 43 unit
    – Desa/Kelurahan : 5
    – Nilai Kerusakan : Rp.
  6. Kecamatan Watang Sidenreng
    – Rumah : 388 unit
    – Desa/Kelurahan : 8
    – Nilai Kerusakan : Rp. 738.250.000
  7. Kecamatan Kulo
    – Rumah : 488 unit
    – Desa/Kelurahan : 12
    – Nilai Kerusakan : Rp. 673.300.000
  8. Kecamatan Panca Lautang
    – Rumah : 88 unit
    – Desa/Kelurahan : i
    – Nilai Kerusakan : Rp. 218.175.000
  9. Kecamatan Dua Pitue
    – Rumah : 69 unit
    – Desa/Kelurahan : 9
    – Nilai Kerusakan : Rp. 195.500.000
  10. Kecamatan Pitu Riase
    – Rumah : 28 unit
    – Desa/Kelurahan : 2
    – Nilai Kerusakan : Rp. 101.000.000
  11. Kecamatan Pitu Riawa
    – Rumah : 25 unit
    – Desa/Kelurahan : 5
    – Nilai Kerusakan : Rp. 78.800.000

Total rumah terdampak : 1.936 Rumah
Total Desa/Kelurahan : 85

Pesan Adnan Hadapi Angin Monsun Asia Melintas di Sulsel

KabarMakassar.com — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiap-siagaannya dalam mengantisipasi curah hujan dengan intensitas tinggi (lebat) yang diprediksi terjadi pada 10 hingga 12 Januari 2020 mendatang.

Hal tersebut berdasarkan data Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV yang memperkirakan akan terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi (lebat) berdasarkan perkembangan cuaca dan hasil pengamatan pada 10 hingga 12 Januari 2020 mendatang.

Curah hujan tersebut salah satunya disebabkan karena angin Monsun Asia akan yang akan melintasi wilayah Timur Indonesia dan salah satunya melintas di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Meskipun lintasan dari angin monsun asia ini tidak berdampak besar di wilayah Kabupaten Gowa tetapi tetap saja kita harus meningkatkan kesiapsiagaan. Kita harus bisa mengantisipasi, minimal langkah mitigasi telah disiapkan,” katanya dikonfirmasi, Selasa (7/1).

Kesiapsiagaan lainnya yang perlu dilakukan yaitu bagi pengendara minimal menghindari pohon-pohon besar saat melintas di waktu tersebut. Mulai mengambil langkah antisipasi saat terjadi banjir ataupun longsor kepada masyarakat yang daerahnya berpotensi.

Termasuk dengan memanfaatkan kehadiran Posko Siaga Bencana yang disiapkan di tiga titik masing-masing di Kantor BPBD dan Damkar Gowa, Kecamatan Sungguminasa yang menjangkau Kecamatan Pallangga, Bajeng, Bajeng Barat, Bontomarannu, Barombong, Bontonompo, dan Bontonompo Selatan. Kemudian Posko Tinggimoncong di Kantor Camat Tinggimoncong, menjangkau Kecamatan Pattallassang, Parangloe, Parigi, Tombolopao, selanjutnya Posko Bungaya di Kantor Camat Bungaya
Menjangkau Kecamatan Manuju, Bontolempangan, Biringbulu, Tompobulu.

“Kehadiran posko ini sebagai sumber informasi terkait potensi cuaca dan jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Ia menegaskan, hal penting lainnya yang harus dilakukan yakni meningkatkan ibadah dan doa kepada Allah SWT agar daerah yang kita cintai ini dapat aman dari segala bencana.

Sementara, Kasubdit Pelayanan Bidang dan Jasa BMKG Wilayah IV Siswanto mengatakan, posisi angin monsun asia saat ini antara 0 derajat hingga 5 derajat khatulistiwa sampai 5 derajat lintang utara. Pergeserannya saat ini dari Selat Kalimata dan akan berjalan menuju ke Sulsel.

“Fenomena angin monsun asia ini disebabkan karena adanya pergerakan massa udara basah (MGO) di Samudera Hindia yang mengarah di wilayah Timur Indonesia, dan saat ini berada di bagian tengah atau di wilayah Sulsel,” katanya.

Menurutnya, angin monsun asia ini mengakibatkan pertumbuhan awan yang sangat intens dan mempengaruhi kecepatan angin cukup ekstrim hingga 31 knot.

“Saat ini sudah ada di Selat Kalimata dan mulai berjalan menuju tengah. Puncak posisinya di Sulsel itu pada 10 hingga 12 Januari mendatang yang berakibat terjadi curah hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi terjadi banjir maupun longsor,” ujarnya.

Konsentrasi lintasan angin monsun asia ini berdampak di tiga kabupaten/kota yakni Kabupaten Pinrang, Kota Parepare dan Kabupaten Barru. Dampak dari hal ini akan terjadi peluang banjir yang cukup besar.

“Saat ini perkiraan BMKG berdasarkan pengembangan terkonsentrasi di tiga daerah. Hanya saja kami mengimbau agar pemerintah kabupaten/kota lainnya di Sulsel tetap melakukan langkah antisipasi karena di waktu itu terjadinya hujan akan merata,” ujarnya.

Lanjutnya, khusus di wilayah Kabupaten Gowa untuk saat potensi hujan lebat masih kecil, tetapi pihaknya tetap akan melihat perkembangan yang terjadi. Hal tersebut dengan melihat perkembangan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, olehnya tetap dilakukan antisipasi.

“Di tahun ini puncak musim hujan akan terjadi sepanjang Januari sehingga seluruh pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kesiap-siagaannya. Karena bagaimana pun di Sulsel adalah wilayah yang sering terjadi kondisi bencana, terutama di Kabupaten Gowa yakni banjir dan tanah longsor,” tutupnya.

Ini 11 Kabupaten di Sulsel Terdampak Cuaca Ekstrim

KabarMakassar.com — Memasuki awal tahun 2020, beberapa kota di Indonesia harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim. Salah satunya di wilayah provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) porovinsi Sulawesi Selatan setidaknya ada 11 kabupaten di Sulawesi Selatan yang terdampak cuaca ekstrim.

“Ada 11 kabupaten yang melaporkan sebagai terdampak dan mengalami bencana akibat dampak cuaca buruk,” ungkap Syamsibar Selasa,(7/1).

Data BPBD Sulsel melansir 11 kabupaten terdampak bencana cuaca ekstrem diantaranya Tana Toraja, Toraja Utara, Barru, Bulukumba, Pinrang, Jeneponto, Enrekang, Pangkep, Soppeng, Sidrap, Maros.

Sementara diketahui dan diberitakan sebelumnya jika ada dua wilayah di Sulsel juga yang terdampak, namun belum terdata di BPBD Sulsel yakni Kota Makassar dan juga Parepare, dimana kedua kota tersebut diterpa anging kencang yang membuat sejumlah rumah warga rusak dan akibat atap rumah beterbangan tertiup angin. Bahkan sebagian di jalan-jalan juga mengalami pohon tumbang.

Wilayah yang terdampak pertama yakni Kabupaten Tanah Toraja terjadi bencana longsor yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi, laporan korban tidak ada namun kerusakan bronjong pengaman jalan longsor.

Kabupaten Toraja Utara juga terdepak bencana longsor, yang juga diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Laporan yang masuk pada BPBD SulSel, tidak ada korban dari kejadian ini namun, dilaporkan 1 unit kantor kantun poya mengalami rusak berat, 1 unit puskesmas rusak sedang dan 1 unit Taman Kanak-kanak Rusak sedang.

Sementara itu di Kabupaten Barru terjadi angin kencang dan tanah longsor. Angin kencang terjadi di dua kecamatan yaitu di kecamatan Barru, dan kecamatan Mallusetasi. Terlaporkan 1 KK 6 jiwa korban terdampak dari bencana ini, dimana masing-masing kecamatan satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara bencana longsor terjadi di kecamatan Mallusetasi, tidak ada korban namun akibat longsor akses jalan tertutup.

Di Kabupaten Bulukumba terjadi angin kencang berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Sulsel tidak ada korban namun kerusakan terjadi di area perkebunan cengkeh.

Pinrang, terjadi angin kencang dilaporkan tidak ada korban namun dari kejadian ini, mengakibatkan setidaknya ada 153 rumah rusak.

Jeneponto dilaporkan terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan 2 unit rumah rusak ringan dan sedang. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Tak hanya itu juga terjadi angin kencang di kabupaten ini, yang mengakibatkan 1 unit rumah rusak.

Enrekang juga harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim, dimana kabupaten ini juga terjadi angin kencang yang mengakibatkan 1 unit rumah mengalami rusak sedang. Tidak ada korban.

Pangkep juga terjadi angin kencang dengan laporan kerusakan sedang yang terjadi pada 2 rumah.

Sementara di Kabupaten Maros, angin kencang yang terjadi di 5 kecamatan mengakibatkan 9 rumah mengalami kerusakan.

Angin kencang juga terjadi di kabupaten Soppeng yang terjadi di 2 kecamatan yang mengakibatkan setidaknya ada 64 KK menjadi korban terdampak dari bencana ini, 64 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak berat.

Angin kencang juga melanda kabupaten Sidrap yang mengakibatkan setidaknya 5 unit rumah mengalami rusak berat, 67 unit rusak ringan dan 13 unit rusak sedang. Dengan total 84 KK terdampak dari bencana ini.

Tercatat setidaknya sudah ada 20 kejadian berdasarkan laporan yang diterima BPBD akibat dampak cuaca ekstrim di Sulawesi Selatan. Masing-masing adalah 4 kejadian tanah longsor, 10 kejadian angin kencang, dan 6 laporan kejadian angin puting beliung.

Dimana dari 20 kejadian ini, setidaknya 345 rumah diinfokan mengalami kerusakan, 222 m jalan mengalami kerusakan, dan 5 kerusakan fasilitas umum.
“Jadi kerusakan yang dilaporkan ke kami ada 345 rumah, 222 m jalan, 5 fasilitas umum” tambah kepala BPBD Sulsel ini.

Saat ini seluruh kejadian telah ditindaklanjuti lanjuti oleh BPBD kabupaten setempat.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengaku telah menyiapkan Rp. 20 Milyar untuk situasi tanggap darurat.

“Anggaran 20 miliar, hampir sama tahun lalu ini bisa ditambah” ungkap Nurdin Abdullah.

Diterjang Angin Kencang, 715 Rumah Rusak di Sidrap

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap terus menyikapi dampak bencana angin kencang yang terjadi pada Minggu, (5/1). Pemkab Sidrap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap juga intens membantu warga melakukan evakuasi.

Proses evakuasi oleh BPBD, turut dibantu dari TNI-Polri dari Kodim dan Polres Sidrap. Tim tersebar di sejumlah lokasi terjadinya bencana angin kencang

Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Siara Barang yang dikonfirmasi sesaat lalu mengaku telah mengantongi data sementara dampak bencana angin kencang itu

“Hingga malam ini, total rumah warga yang rusak sudah mencapai 715 unit. Data ini terus kami update,” ujar Siara Barang, Senin, (6/1)

Sibar, sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Sidrap itu merinci, 715 rumah warga yang rusak itu terdiri dari 81 unit rusak berat, 105 unit rusak sedang dan sisanya 529 unit rusak ringan

Selain rumah warga, beber Siara Barang, terdapat sarana pendidikan 2 unit serta satu unit gedung serbaguna (umum) yang rusak

“Ada juga kantor pemerintahan sebanyak 2 unit, lalu usaha ekonomi sebanyak 21 unit serta sarana ibadah 1 unit,” ujarnya

Adapun lokasi terjadinya angin kencang, diantaranya di wilayah Kecamatan Watang Pulu, Panca Rijang, Maritengngae

Termasuk di Kecamatan Panca Lautang, Tellu Lumpoe, Wattang Sidenreng, Dua Pitue, Pitu Riawa dan Kulo serta Pitu Riase

Siara Barang mengatakan, data-data tersebut diperlukan sebagai acuan di dalam menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada warga yang terdampak angin kencang.

BPBD Sidrap Imbau Warga Tetap Waspadai Angin Kencang Susulan dan Petir 

Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Siara Barang menambahkan, pihaknya tetap mengimbau warga untuk selalu waspada akan potensi angin kencang susulan.

Mengacu BMKG, sebut Siara Barang, potensi cuaca ekstrem masih terus terjadi. Karenanya, tak menutup kemungkinan masih adanya angin kencang susulan disertai hujan dan petir

“Karena itu, tak ada salahnya kami imbau warga agar selalu waspada akan potensi dari cuaca ekstrem,” ujar Siara Barang