Cara Wagub Sulsel Kunjungi Pemukiman Pinggiran Kota Makassar

KabarMakassar.com — Di sela-sela kesibukannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, kembali menyempatkan mengunjungi pemukiman warga di Hertasning, Kelurahan Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Senin, 6 Juli 2020.

Memasuki pemukiman warga, Andi Sudirman berjalan kaki. Melihat jalanan menuju lokasi tidak bisa dilewati kendaraan bermotor.

Warga yang bermukim di perbatasan Makassar-Gowa itu sebagian besar berprofesi sebagai pengumpul barang bekas. Kehadiran orang nomor dua di Sulsel itu untuk melihat kondisi warga di tengah pandemi Covid-19. Sembari mengecek ternak bebek yang dibantu oleh Wagub Sulsel bulan lalu. 170 ekor bebek bantuan Wagub, sudah tampak perkembangannya.

Saat memasuki area pemukiman itu, Wagub Sulsel pun turut membagikan masker. Mengingat Wagub Sulsel aktif menggalakkan gerakan pemakaian masker.

Salah seorang warga setempat, Mallarangang, mengaku, dalam beternak bebek ini dilakukan secara bersama dengan masyarakat.

“Terima kasih banyak Pak Wagub. Bantuan bebek sangat membantu masyarakat marginal yang di pinggiran sini,” ungkapnya.

“Kami berharap bantuan dari Pak Wagub ini, mudah-mudahan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Diketahui, pada bulan Mei 2020, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, berkunjung ke daerah tersebut. Kala itu, ia memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga. Melihat lahan pemukiman itu, Ia pun menyarankan warga untuk beternak bebek. Hal ini untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar.

Tanggal 13 Juni 2020 lalu, Wagub Sulsel mengutus tim khususnya memberikan bantuan bebek.

Kapolres Takalar dan Wagub Tanam Mangrove di Kampung Paria

KabarMakassar.com — Kapolres Takalar AKBP Budi Wahyono mendampingi Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan penanaman mangrove di Kampung Paria Lau, Lingkungan Kunjungmae, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mapsu, Kabupaten Takalar, Jumat (3/7).

Penanaman mangrove juga dihadiri oleh Wakil Bupati Takalar H. Achmad Daeng Sere, Dandim 1426 Takalar Letkol Inf. Ilham Yunus, Kajari Takalar Syafril.

Wakil Gubernur Sulsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya di daerah pesisir agar tidak terjadi abrasi.

“Kita menanam pohon untuk menggantikan pohon yang telah banyak di tebang baik sengaja mupun tidak disengaja, ini untuk menjaga kelestarian alam,” ucap Wakil Gubernur Sulsel.

Kapolres Takalar menuturkan sebanyak 20.000 pohon mangrove yang akan ditanam di pesisir pantai Kampung Paria Lau salah satu program Pemprov menuju SulSel go Green.

“Penanaman pohon Mangrove menuju SulSel go Green, semoga kegiatan penanaman pertama yang dilakukan Bapak Sudirman dapat menstimulasi masyarakat sehingga tergerak juga ikut menanam pohon,” para Kapolres.

Wagub Hadiri Paripurna 18th Palopo Secara Virtual

KabarMakassar.com –– Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengikuti rangkaian 18th Kota Palopo yang dilaksanakan secara virtual. Dengan mengusung tema “New Spirit”.

Puncak kegiatan dalam 18th Kota Palopo Tahun ini dilakukan dengan Rapat Paripurna di DPRD Kota Palopo, Kamis (2/7/2020). Dilakukan secara sederhana mengingat masih dalam kondisi pandemic Covid-19.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman menyampaikan, bahwa kondisi pandemi ini menghantam beberapa sektor seperti kesehatan, kegiatan ekonomi serta rutinitas.

“Di pandemi covid-19 ini Sulawesi Selatan alhamdulillah paling tertinggi angka kesembuhan secara nasional. Tetapi meskipun hal lain bahwa kita terjadi penyebaran yang kencang. Karena Sulsel merupakan wilayah transit Dan aktif melakukan agresif test serta mobilitas warga sangat tinggi” ujarnya.

Peningkatan angka kesembuhan, kata dia, atas dampak dari anggaran penanganan Covid-19 yang mengalir ke sektor hilir. Seperti belanja fisik infrastuktur rumah sakit, alat kesehatan, wisata covid-19 dan sebagainya. Dengan wisata Covid-19 bisa membantu hotel-hotel yang sempat terhenti kembali beroperasi. Yang menjadi tempat karantina ODP (orang dalam pemantauan). Mengingat PDP maupun Positif covid-19 sebagian berasal dari ODP.

“Memang kita melakukan intervensi diantaranya pada sektor hilir yang dilakukan massif selama ini. Kemarin kami lakukan review tentang anggaran-anggaran refocusing (untuk penanganan covid-19). Sebagian besar, (terpakai) kita intervensi di sektor hilir,” bebernya.

Setelah pertemuan dengan pakar epidemologi, agar sektor hulu turut didorong. Untuk penegasan dalam protokol kesehatan.“Bagaimana melihat perda sebagai paying hukum, penegakan penerapan protapkes di masyarakat. Termasuk adalah membantu masyarakat dalam penggunaan masker. Dalam keadaan apapun selalu gunakan masker,” pintanya.

Menurut pakar epidemologi, bahwa perlunya intervensi dengan menurunkan tim untuk melakukan edukasi-edukasi ke masyarakat untuk pola-pola kesehatan. Ini pendekatan kecil, termasuk menciptakan trust (kepercayaan) sehingga tidak menimbulkan penolakan dari masyarakat,” terangnya.

Selain itu, dilakukan contract tracking terhadap pasien positif. Serta mengintervensi untuk massif dalam tes rapid maupun tes swab. Guna mempercepat identifikasi dan penanganan sebagai upaya memutus penyebaran covid-19.

Strong leader (pemimpin yang kuat), baginya dibutuhkan dalam melakukan pencegahan dalam memperketat pengawasan protokol kesehatan. Untuk menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik hingga di level seperti RT/RW, tokoh masyarakat dalam terlibat pengawasan perketat protokol kesehatan.

“Harus massif tes (rapid dan swab), edukasi, contract tracking, strong leader. Sehingga bisa dilaksanakan bersama dari hulu dan hilir bisa jadi pertimbangan,” imbuhnya.

Dirinya pun membeberkan, bahwa beberapa waktu lalu sempat berkunjung ke Kota Palopo. Saat itu meninjau lokasi longsor yang memutus jalan Trans Sulawesi poros Kota Palopo-Toraja Utara.

“Sebelumnya berita duka atas musibah longsor . Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kita turun membawakan bantuan. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Walikota, TNI dan Polri yang sigap turun (lokasi longsor). Dan Alhamdulillah Bapak Menteri PUPR yang juga sudah turun dan memberikan solusi,” jelasnya.

Ia mengakui, Kota Palopo sangat strategis, meskipun masih 18 tahun. “Semangat Kami Provinsi dalam upaya terus membangun Palopo termasuk Infrastruktur Jalan, RS, PPI Pontap, dll. meski dalam kendala refokusing dan realokasi anggaran tetap Kita berdoa semoga cepat keluar dari masa sulit pandemi in. Pesan Kami, Protapkes tetap diperketat di Palopo termasuk intervensi terjaga di sektor Hulu dan Hilir untuk menekan laju penularan,” tuturnya.

Terakhir, “Walikota dan jajaran, tim Medis, TNI, Polri semangat terus. Selalu terapkan protokol kesehatan. Selalu masker, masker, masker. Adalah hal yang sangat utama. Adalah benteng terakhir pertahanan yang paling aman,” tegasnya.

Wagub: Butuh Intervensi Sektor Hulu untuk Atasi Covid-19

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memimpin Rapat Monitoring, Evaluasi Survailance, Promotive dan Preventative Covid-19. Rapat itu digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 29 Juni 2020.

Turut hadir, Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Gugus Tugas Covid-19 beserta pakar epidemologi dan akademisi.

Dalam rapat ini, Wakil Gubernur mendengarkan masukan, salah satunya dari Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperketat pengawasan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya. Pemerintah Soppeng juga mendirikan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang dilengkapi dengan alat PCR untuk memeriksa spesimen swab secara mandiri, tanpa harus menunggu hasil tes swab dari Makassar.

Selain itu, Pemkab Soppeng gencar melakukan tes swab dengan menyiapkan mobil tes swab keliling yang mampu menjangkau warganya hingga di daerah pelosok. Hingga menyiapkan ruang isolasi khusus Covid-19 di gedung bekas RSUD Ajjapangnge.

Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, memberikan apresiasi atas rapat yang diinisiasi oleh Wagub Sulsel.

“Saya harapkan jangan ragu pertemuan seperti ini. Panggil semua Bupati/Wali Kota, para pakar membicarakan masalah ini bersama,” ujarnya.

Kaswadi mengatakan, dalam wabah Covid-19 ini, rumusnya adalah isolasi atau dijaga.

“Mulai Presiden mengumumkan dua kasus (covid-19 pertama di Indonesia), kami mulai siapkan. Mulai APD, penyiapan rumah sakit dan sebagainya,” bebernya.

Ia pun membuat RS yang khusus melayani pasien Covid-19, dan memisahkan pelayanan kesehatan lainnya. Pihaknya juga melibatkan berbagai pihak. Tim kesehatan, tim surveilans, TNI-POLRI, Lurah/Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sebagainya, hingga Pemkab Soppeng berhasil memutus penyebaran Covid-19.

“Masyarakat aktif memberikan informasi, jika ada pergerakan masyarakat yang dari luar Soppeng,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kepala daerah punya kewenangan memanfaatkan kekuatannya. Harus tegas mengambil sikap.

“Kita bekerja sesuai keahlian. Kita tidak boleh lemah di mata masyarakat. Semua bergerak, bersama Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur. Insya Allah (wabah Covid-19) cepat selesai,” pungkasnya.

Dirinya pun setuju agar digalakkan tes rapid dan swab secara massif.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, berharap, pertemuan ini menjadi forum yang rutin dilakukan.
Tujuannya, untuk mengevaluasi situasi dan melahirkan strategi serta konsep pertimbangan pakar di sektor hulu untuk upaya pencegahan.

“Saat ini kita harus fokus pada pencegahan, jangan sampai kita sibuk dalam hal penindakan seperti mengobati dan membangun rumah sakit. Sementara pencegahan tidak dimaksimalkan,” paparnya.

“Di hulu sangat penting kita intervensi juga agar ada pertimbangan. Ada tadi beberapa masukan, termasuk penggunaan masker secara ketat, protapkes lainnya, payung hukum sanksi, masif rapid dan PCR sebagai satu dari tiga rekomendasi menekan penyebaran, masif edukasi oleh promkes ke masyarakat serta kebersamaan pemerintah dan seluruh elemen hingga peran aktif RT/RT sebagai benteng terdepan dalam memonitor warganya setiap hari dan masukan positif lainnya,” urainya.

Masukan itu, kata dia, semuanya akan diteruskan sebagai pertimbangan kepada Gubernur, Wali Kota dan Bupati untuk follow up nantinya.

Secara Virtual, Wagub Sulsel Peringati HANI 2020

KabarMakassar.com — Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020 kali ini, diselenggarakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Peringatan HANI 2020 digelar secara virtual, Jumat, 26 Juni 2020, mengingat adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, bahkan di Indonesia.

Tema HANI 2020, yakni “Hidup 100% di Era New Normal Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba”. Peringatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut mengikuti peringatan HANI di Kantor BNN Provinsi Sulsel, Jalan Manunggal 22, Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar. Dengan memakai batik hitam, Andi Sudirman disambut Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Idris Kadir.

Dalam sambutannya, Wapres RI, KH. Ma’ruf Amin, menyampaikan, kita semua diperhadapkan pada musuh bersama, yakni Covid-19 dan Narkotika. Narkotika adalah kejahatan luar biasa, sehingga penanganannya membutuhkan aksi luar biasa.

“Program aksi pencegahan penyalahgunaan narkotika dalam melanjutkan program pemberantasan narkotika, agar seluruh pemangku kebijakan untuk melakukan aksi nasional,” jelas Wapres RI, KH Ma’ruf Amin.

Dalam kesempatan ini juga, Wapres RI KH Ma’ruf Amin melaunching portal aduan Narkoba BNN One Stop Service dan meresmikan program Hidup 100 persen .

Bagi Andi Sudirman, peringatan HANI merupakan wujud keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap ancaman narkoba.

“Indonesia memiliki cita-cita sebagai negara dengan ekonomi terkuat kelima tahun 2045, sehingga diperlukan SDM yang unggul dan tangguh,” kata Andi Sudirman.

Ia pun berharap penanggulangan narkoba dilakukan secara konsisten, berkisinambungan, dan bersinergi dengan pemangku kepentingan serta masyarakat.

Wagub Blusukan Edukasi Warga Gunakan Masker di Pasar

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, terus menggalakkan sadar penggunaan masker kepada masyarakat. Pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19 ini disampaikan Andi Sudirman saat melepas tim blusukan ke sejumlah titik dan pasar di Kota Makassar, Rabu, (24/6).

“Pakai masker ta’. Pokoknya kalau keluar rumah wajib pakai masker ta’,” imbau tim relawan, Haeruddin, kepada masyarakat.

Setiap melihat warga yang sedang berbelanja maupun pengayuh becak yang mangkal tanpa mengenakan masker, tim seketika menghentikan dan membagi masker yang dibawanya. Beberapa warga antusias untuk mendapat masker.

“Nanti kebagian semua. Jaga jarak, maskernya langsung dipakai. Nanti kalau sudah dipakai, bisa dicuci dan dipakai lagi,” imbuh Haeruddin.

Sementara, Sirna (43), pedagang Pasar Pabaeng-baeng, Kota Makassar, senang mendapatkan masker yang diketahui saat ini harganya mahal.

“Alhamdulillah dapat masker, bisa dipakai untuk melindungi diri. Kemarin-kemarin tidak pakai karena tidak punya. Ternyata dikasih tim dari Pak Wagub,” kata Sirna.

Sosialisasi dan pembagian masker kini menjadi prioritas Wagub Andi Sudirman Sulaiman semenjak Covid-19 mewabah di provinsi yang dipimpinnya. Dia aktif berkeliling dan membagikan masker serta bantuan.

“Semoga kesadaran kita bersama meningkat serta ketegasan semua elemen nyata di lapangan. Kita kirim tim untuk menjadi stimulan bagi semua turun ke lapangan mengedukasi masyarakat. Masalah disiplin tidak bisa selesai di tatanan statement, perlu turun mengedukasi dan membagi masker sebagai solusi langkah persuasif,” kata Andi Sudirman.

Ia menambahkan, memakai masker merupakan salah satu cara mudah untuk mencegah penyebaran virus corona. Dengan memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan, maka masyarakat akan terhindar dari virus yang telah menjadi pandemi itu.

Wagub Kunjungi Pilot Project Keramba Jaring Apung Uloe Bone

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, kembali mengunjungi pilot project keramba jaring apung yang terletak di Desa Uloe, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sabtu, 20 Juni 2020. Keramba yang berbentuk layaknya kotak (keranjang) di badan sungai Walanae ini dijadikan tempat untuk membudidayakan ikan.

Jika selama ini masyarakat hanya mengandalkan kail dan jaring/pukat untuk menangkap ikan, kini mereka tidak perlu lagi melakukan hal itu untuk mendapatkan ikan. Cukup dengan keramba jaring terapung. Tidak menguras tenaga, sebab tidak perlu lagi memancing atau melempar jala.

Pasalnya, keramba jaring apung cukup disimpan di sungai untuk mendapatkan ikan. Tidak butuh waktu lama serta tenaga untuk menjaganya.

Kunjungan Wagub Sulsel kali ini merupakan bentuk pengawalan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Dimana sebelumnya, ia pernah berkunjung di lokasi pilot project ini pada 8 Maret 2020.

Program ini wujud pengembangan ekonomi masyarakat yang terus ditingkatkan oleh Pemprov Sulsel. Andi Sudirman pun melihat langsung ikan yang berada pada keramba jaring apung itu.

Andi Sudirman mengungkapkan, program ini merupakan pilot project yang nantinya bisa dikembangkan di seluruh wilayah di Sulsel. Program ini untuk kepentingan Desa atau masyarakat.

“Kita ingin warga dekat sungai bisa memaksimalkan potensi sungai besar. Pada akhirnya kita berharap ke depan warga desa bisa mengembangkan,” ujarnya

Dalam kesempatan ini, Andi Sudirman juga menyapa masyarakat Uloe.

“Saya kembali bersilaturahmi ke desa ini, melalui program pilot project keramba ini, untuk melihat kedepan bisa menjadi contoh, sehingga dapat memotivasi seluruh pemerintah desa. Saya menginginkan masyarakat desa yang mandiri, kreatif dalam memajukan ekonomi, dan tidak banyak bergantung hanya pada anggaran pemerintah,” tuturnya.

Ia pun mendorong agar Desa ini bisa menjadi destinasi wisata. Apalagi, pemandangannya sangat indah karena berhadapan dengan Sungai Walanae.

Wagub dan KPID Bahas Jaring Pengaman Sosial di Tengah Pandemi Covid-19

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menjadi narasumber dalam talk show live streaming sosialisasi pencegahan Covid-19. Talk show ini dilaksanakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel, di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Jum’at, 19 Juni 2020.

Diskusi yang mengusung tema Penanganan Jaring Pengaman Sosial Selama Pandemi Covid-19 ini disiarkan secara langsung oleh akun youtube KPID Sulsel. Nantinya, akan disiarkan kembali oleh empat stasiun televisi lokal, yakni Fajar TV, Kompas TV, Celebes TV, dan INews TV, serta live streaming di 16 radio di Sulsel. Diantaranya enam dari Makassar, tiga dari Gowa, empat dari Bone dan tiga dari Maros.

Dalam bincang-bincang talk show KPID Sulsel, Wagub Sulsel membahas pentingnya disiplin masyarakat mengikuti protokol kesehatan, guna menekan angka penyebaran Covid-19. Pemprov Sulsel, berupaya dalam menekan angka penyebaran Covid-19 dibarengi ekonomi yang tetap berjalan.

“Kita tidak bisa bayangkan, corona membahayakan, tapi lebih membahayakan kelaparan,” katanya.

Peningkatan angka positif Covid-19 ini, lanjutnya, merupakan hasil dari contact tracking dan massif yang dilakukan secara massal.

“Kita harus tegas dalam memberlakukan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dirinya pun berharap masyarakat ikut membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Pemerintah tidak bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut membantu. Sadar akan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan,” pesannya.

Sementara, Ketua KPID Sulsel, Mattewakkan, menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian program sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19. Gunanya, agar bisa menjangkau masyarakat Sulsel dalam rangka menyadarkan perlunya menghentikan penyebaran Covid-19.

Sosialisasi ini, kata dia, memasuki sesi kelima. Dimana sesi sebelumnya dengan narasumber Gubernur Sulsel, Sekretaris Provinsi Sulsel, dan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel.

“Kali ini, kita menghadirkan narasumber yang berkompeten, Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. (Harapan) Bagaimana protokol kesehatan bisa diterima, masyarakat bisa disiplin. Mengingat Sulsel dilevel atas dalam perolehan pasien positif,” ujarnya.

Hal ini juga merupakan upaya KPID Sulsel dapam memberikan edukasi ke masyarakat untuk mengentaskan penyebaran Covid-19.

Wagub Sulsel Pertegas Disiplin Penggunaan Masker

KabarMakassar.com — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), HM Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan ke Kota Makassar, Rabu, 17 Juni 2020. Tiba di Makassar, mantan Wakil Presiden RI itu mengunjungi Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel, di Balai M. Yusuf, Jalan Jend. Sudirman.

Mengenakan rompi Gugus Tugas Covid-19, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut kehadiran Jusuf Kalla yang didampingi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Jusuf Kalla dalam arahan awalnya.

Ia mengungkapkan, Covid-19 ini memiliki sifat yang kecepatannya luar biasa dan mematikan.

“Kecepatan menularnya luar biasa. Dalam waktu lima bulan, di dunia ada delapan juta positif dan yang meninggal ada 450 ribu. Di Indonesia, dalam waktu tiga bulan ada 40 ribu positif dan meninggal 2.200. Kecepatannya (menular) tinggi sekali,” beber JK.

Mengikuti pola kesehatan, maka bisa dilihat sebagai segitiga. Ada dua pilihannya untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Kata JK, yakni hindari dan matikan.

“Ada dua cara, yakni melawannya dengan menghindari atau matikan virusnya,” pungkasnya.

Untuk menghindari, kata dia, dengan tinggal di rumah, pake masker, jaga jarak dan cuci tangan. Untuk mematikannya dengan cara menggunakan disinfektan.

Di dunia, kata JK, kecepatan penularannya mencapai satu juta kasus Covid-19 dalam waktu 90 hari. Satu juta kedua dalam waktu 20 hari. Satu juta ketiga dalam waktu 16 hari.

“Mulai 2 Maret 2020, di Indonesia, kecepatan penularannya dalam 10 ribu kasus pertama dalam waktu 60 hari. 10 ribu kedua dalam 21 hari. 10 ribu ketiga dalam 17 hari. Hingga 10 ribu keempat dalam 10 hari,” urainya.

Olehnya itu, dibutuhkan kecepatan bertindak serta penyiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan.

“Mari kita sama-sama untuk melawan musuh yang tidak kelihatan ini,” ajaknya.

“Dalam hal mengurangi dan menyelesaikan Covid-19 ini harus cepat dan tegas. Agar masyarakat menjaga diri, waspada menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Tentunya, kata JK, Pemerintah bersama TNI-Polri harus intervensi dalam penyemprotan disinfektan untuk mematikan virus Corona ini.

“Kita tidak ingin virus ini meluas. Mari kita bersama untuk memberikan edukasi ke masyarakat menjaga diri, pake masker, jaga jarak, cuci tangan untuk menghindari. Jangan anggap enteng masalah ini,” tegasnya.

“Harus kompak. Jangan mengurangi. Kita lebih lagi tingkatkan upaya pencegahan. Jangan mengadu nasib kita, tapi tentukan nasib kita dengan kerjasama,” pungkasnya.

Mendengar arahan Ketua Umum PMI ini, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut menyampaikan pandangannya.

Ia pun mengapresiasi arahan dari tokoh Sulsel itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Khususnya pada beberapa titik wilayah di Sulsel yang masih masuk dalam zona merah. Salah satunya di Kota Makassar.

Andi Sudirman meminta agar masyarakat khususnya di Sulsel yang masih tinggi penyebarannya, agar mempertegas ke masyarakat untuk disiplin dalam penggunaan masker.

“Bagaimana protokol kesehatan bisa dilakukan secara maksimal. Salah satu yang paling penting dengan pemberlakuan penggunaan masker,” ungkap Andi Sudirman.

“Penegasan Bapak Jusuf Kalla dalam pengendalian penyebaran Covid-19 secara bahu membahu, massif, tegas dan terukur, diperlukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Bantuan PMI Pusat untuk Sulsel berupa ribuan peralatan disinfektan dan lain-lain akan dihadirkan. Semoga kita akan segera bisa keluar dari cobaan wabah ini, Aamiiin,” imbuhnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, Pj Walikota Makassar Yusran Jusuf, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Halim Pagarra.

Wagub jadi Keynote Speaker di Webinar Edukasi Ekonomi Syariah

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menjadi keynote speaker dalam Webinar Edukasi Ekonomi Syariah, yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI), Rabu, 17 Juni 2020. Webinar yang mengusung tema Peran Wakaf Produktif Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat ini diikuti oleh sekitar 60 partisan melalui aplikasi zoom. Diantaranya diikuti oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin yang mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia.

Andi Sudirman yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel menyampaikan, saat ini ekonomi syariah menjadi euforia. Terlebih lagi,.pangsa pasar di Indonesia yang notabene mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Seperti pada sektor perbankan telah menerapkan ekonomi syariah,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, potensi ekonomi syariah juga bisa dilihat pada industri perhotelan. “Misalnya hotel-hotel di Makassar. Melihat potensi ekonomi syariah, maka melakukan sertifikasi halal di restoran mereka untuk jaminan produk dan kepuasan pelanggan,” ungkapnya.

Sertifikasi label halal pada restoran, bukan hanya dilihat dalam pendekatan agama semata. Akan tetapi, lebih kepada dunia bisnis dalam pendekatan memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Dirinya pun menyampaikan sedikit rekam jejaknya bekerja di perusahaan asing, yang bisa menjadi edukasi kepada mahasiswa sebagai generasi milenial.

“Harus tepat waktu, menjaga kepercayaan, dan profesional,” pesannya.

Sementara, Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, mengatakan, sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang menjunjung dorongan usaha dan transparansi. Berbagai negara telah menerapkan ekonomi syariah, karena memberikan kemaslahatan, kemajuan, dan prinsip rahmatan lil alamin.

Saat ini, kata Bambang, pengembangan wakaf bukan hanya berbentuk properti, namun juga dengan keuangan. “Terjadi paradigma pengembang wakaf menjadi instrumen pengembangan ekonomi,” ujarnya.

Untuk Provinsi Sulsel dengan jumlah penduduk kurang lebih 9 juta jiwa, dimana mayoritas muslim, 50 persennya berwakaf dengan uang.

“Misalkan setiap orang wakaf Rp 10 ribu. Dalam sebulan bisa mencapai Rp 39 miliar atau setengah triliun pertahun,” bebernya.

Wakaf, kata dia, tengah dicanangkan sebagai roda penggerak perekonomian.

“Harapan kami, memberikan pengetahuan dan pemahaman serta mempersiapkan sumber daya insani generasi milenial yang merupakan generasi penerus bangsa. Besar harapan kami dapat menjadi triggel percepatan pengembangan ekonomi syariah, khususnya di provinsi Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Webinar Endang Kurnia Saputra selaku Kepala Grup Advisory dan pengembangan Ekonomi KPw BI Sulsel. Serta narasumber Imam Rulyawan selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa dan Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan keuangan Syariah Kantor Pusat Bank Indonesia, Irfan Sukarna.