YOSS Ingin Mediasi dengan NA Soal Sengketa Stadion Mattoangin

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan Komisi E, mengundang Pemerintah Provinsi Sulsel dan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) di lantai 7 Gedung DPRD Sulsel, Kamis (15/1).

Rapat dengar pendapat antar Pemprov dan YOSS berlangsung dan memiliki perwakilan untuk pembahasan sengketa lahan yang mengakibatkan rusuh pada Rabu 15 Januari 2020 kemarin.

Perwakilan YOSS, Andi Ilhamsyah Mattalatta berharap agar Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memberi ruang untuk diskusi, pasalnya pihak YOSS telah mengajukan mediasi dengan orang nomor 1 di Sulsel tersebut namun tak ada hasil.

“Berbagai upaya sudah saya lakukan dan meminta berbagai pihak untuk memediasi pertemuan saya dengan Nurdin Abdullah tetapi tidak pernah ada hasilnya, semoga melalui pimpinan dewan yang saya hormati hari ini atau mungkin dalam satu, dua hari mendatang bisa diatur pertemuan itu, mudah-mudahan ini bisa terlaksana” Kata Dewan Pembina YOSS, Andi Ilhamsyah Matalatta.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rusdin Tabi mengatakan jika hari ini, DPRD Sulsel mendudukan kedua belah pihak soal pengelolaan Stadion Mattoangin, YOSS dan Pemprov masing-masing akan didengarkan pendapatnya terkait hal sengketa lahan tersebut.

“Kita di komisi E hanya minta pertemuan ini akan di mediasi, setelah Gubernur Sulsel kita temui. Tak ada tindakan semacam eksekusi lahan dulu. Kita bantu mediasi antara pihak YOSS dan juga Gubernur Sulsel,”kata Rusdi Tabi.

Ia menambahkan jika berharap kedua belah pihak ketemu, dimana hari ini hanya rapat dengar pendata. Namun pihak YOSS berharap agar bertemu dengan Gubernur kita bakal upayakan.

“Kita inginkan stadion juga cepat pembangunannya megah dan kita bisa menyaksikan menikmati. Tapi kita juga tidak inginkan ada pihak-pihak yang kita tinggalkan misalnya pihak Pengelola yayasan yang sudah lama membina Stadion Andi Mattalatta itu. Tidak bisa kita dengan mudah begitu saja meninggalkan YOSS ini,” harapnya.

Sementara pihak Pemrpov Sulsel yang diwakilkan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel, Arwien Azis justru banyak diam dan tidak berkomentar soal sengketa lahan stadion kebanggaan warga Sulsel.